Sabitlenmiş Tweet
iyel
366 posts

iyel retweetledi
iyel retweetledi
iyel retweetledi

STOP BUANG DUIT!
KAMAR OLD MONEY VERSI LOW MONEY
1. Kasur : King Koil (±15jt+) → Uniland (±1jt+)
2. Sprei : Sheridan (±3jt+) → Pilla Home (±200rb+)
3. Bantal : DDPillow (±800rb+) → Lazy Sunday (±250rb+)
4. Selimut : King Koil (±2jt+) → Tusen (±400rb+)
5. Diffuser : Jo Malone (±1jt+) → Euodia Home (±100rb+)
Indonesia
iyel retweetledi
iyel retweetledi

Dari ngobrol sama sesama Kagama aku ngerasa bahwa :
UI, ITB > UGM (dalam urusan vocal even mungkin salah, sedangkan UGM nunggu di tanya pendapat baru jawab)
Ditaraf nasional, pembicara kegiatan lebih banyak UI, ITB dari UGM padahal UGM secara knowledge setara
TxtdariUGM@Txtdariiugm
Unpopular opinion about kampus top 3
Indonesia
iyel retweetledi

Btw, aku pernah dikasih tips sama psikologku dulu pas konsul.
Intinya gini, kalo idup mau ‘lebih’ bahagia dan rejeki lancar.
Coba deh lo lakuin ini:
- jangan dendam ke orang. Namanya manusia pasti ada aja kan cekcok sama temen dll? Tp coba deh, selesein masalah itu, dan jangan ada dendam. Klo temenmu gengsi minta maaf duluan, kalian sja dulu yg minta maaf. Urusan dia maafin/ngga, itu urusan dia dah. Yg pntg hatimu damai udh minta maaf dll.
- jangan pelit sama diri sendiri, selagi halal dan ngga dilarang agama, yowes turutin aja wl wl mu itu. Rejeki mah pasti ada aja kok.
- jangan negatif thinking ke org.
Org lain ngapain, udh bukan urusan kita.
- sering2 maafin diri sendiri, dan nerima apa adanya. Selagi udh berusaha, gapapa serahin hasilnya ke Allah. Klo belum sesuai keinginan? Gapapa, bisa dicoba lagi. Maafin diri sendiri jg klo misal kita sering gagal, jgn berlarut2.
Ada lagi?
Indonesia
iyel retweetledi
iyel retweetledi

Banyak perempuan diajarin untuk jadi kuat, tapi bukan untuk punya power.
Kuat itu tahan banting, sabar, ngalah, bisa handle semuanya sendiri.
Power itu berani untuk punya pilihan, bisa bilang no, bisa ninggalin, bisa set boundary tanpa rasa bersalah.
Dan ironisnya society sering ngepraise perempuan yang kuat (yang tahan disakiti, tetap stay, tetap ngurus semua), tapi uncomfortable sama perempuan yang punya power (yang tegas Dan gak mau compromise terus).
Semua perempuan kuat kok, gak kekurangan strength,
yang sering kurang itu permission untuk pakai powernya.
Abid@abid0588
Unpopular opinion about woman ?
Indonesia
iyel retweetledi

STUDY HARD. No matter if it seems impossible. No matter if it takes time. Wake up early and start studying for your future. Just remember that the feeling of success is the best feeling in the world.
Kyros@IamKyros69
Don’t ever limit yourself... you can learn anything.
English
iyel retweetledi

kalo masih belum nemu passion kamu, coba baca ini deh!
selama ini, aku ngerasa pressured ngeliat orang2 yg passion-nya spesifik (jadi dokter Sp.PD, marketing di FMCG, dll)
ternyata, passion ga harus berupa output, tp juga mental models/cara berpikir yg paling cocok buat kita.
roobz 🌙 🌸@tishray
Indonesia
iyel retweetledi

Ngomong2 soal privilege kampus, tips buat mahasiswa selama kuliah mending banyakin nanya ke international office atau dekan kemahasiswaan buat update program beasiswa/kerja sama internasional kampus.
- Kakakku di ITB baru lulus bisa kerja di Jepang jalur khusus anak2 ITB aja
- Temen2ku di UPI baru lulus langsung ngajar BIPA di Aussie jalur khusus anak2 UPI aja
Coba cek jangan2 kampus kalian punya jalur khusus yg kalian gak tau?
🥂🦩🦭@ayuchoi
@karimakayyim Ini program cm ada di UPI aja kah? Penasaran di kampus pendidikan lain kyk UNJ gitu ada apa ngga, sedih liat gaji adekku jd guru🙃
Indonesia
iyel retweetledi
iyel retweetledi

Buat yang belum tau ibu ini siapa
beliau full time trader ges
Maret aja beliau cuan hampir 100 jt saat market crash

Lambe Saham@LambeSahamjja
Makan seblak = Gak bisa keuangan
Indonesia
iyel retweetledi

Ketika kamu tinggal dan bekerja di negara yang liberal, kamu menghargai apa yang dipercaya dan dianut di negara tersebut, bukan berarti kamu mengikuti semuanya.
di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung
Kamu menghormati aturan dan budaya di sana, tapi bukan berarti kamu meniru dan mengikutinya.
Kalimat aku tidak sanggup adalah pernyataanku tentang bagaimana aku nanti memetakan perasaanku. Ketidaktahuan akan masa depan menciptakan banyak ketakutan yang orang lain mungkin tidak punya.
Dan ketakutan itu bukan berarti kamu tidak siap menjadi orangtua. Pun ketakutan itu bukan berarti kamu membenci suatu kaum tertentu. LGBT exist, mereka ada dan mereka punya kehidupannya.
Aku punya banyak kenalan dan teman kerja yang gay, lesbi atau apapun itu.. apakah aku membenci mereka? Tentu ngga. Itu kehidupan mereka, pilihan mereka dan selesai. Tidak ada kesalahan apapun di sana, itu hidup mereka.
Tapi kembali lagi, jika itu anakku.. apa aku lantas akan meninggalkannya? Aku akan membencinya?
Tidak. Tidak akan dan tidak mungkin terjadi. Anakku adalah anakku, menjadi seperti apapun nantinya dia.. dia adalah anakku. Aku akan tetap menjadi orang pertama yang berdiri untuk membelanya, bahkan jika dunia merundungnya. Aku tetap akan mencintainya sebagai anakku.
Dan tentu saja, di luar peran sebagai ibu, aku masih manusia. Aku masih punya perasaanku sendiri, dan perasaan itu valid. Aku tetap akan punya ruang untuk sedih dan akan terus mendoakannya sesuai dengan agama dan kepercayaanku.
Mencintai seseorang dan mendukung seseorang tidak harus mendorongmu untuk melupakan prinsip dan dirimu sendiri. Ketika kamu memilih menjadi orang yang mendukungnya 100%, kamu tidak perlu mengubur perasaanmu sendiri. Dan itu adalah sesuatu yang kupegang teguh.
Aku hanya menjadi manusia yang aku percaya dalam kepalaku. Bagaimana aku menyikapinya, adalah keputusanku, dan tanggung jawabku sendiri.. pada kehidupanku, pada Tuhanku. Tidak ada seseorang pun yang tersakiti di sini dan kamu tidak perlu ikut campur pada prinsip seseorang. Ungkapkan opinimu, dan selesai. Pada akhir hari, semua akan kembali ke kehidupannya masing-masing.
Indonesia
iyel retweetledi

Temen2ku yg lulusan S.Pd banyak yg kerja jadi guru di sekolah internasional. Benefitnya cukup bikin guru2 lain di luar sana gigit jari, karena:
- gaji 2 digit
- setiap anak guru dikasih beasiswa buat masuk sekolah tsb, apalagi sekolah yg punya jenjang SD-SMA yg SPPnya bisa sampe milyaran sampe lulus
- ngajar lebih niat karena siswanya lebih kritis dan pengen eksplorasi
Bahkan temen2 lain yg pegawai Kementerian dan BUMN pun belum sanggup masukin anak2nya ke sekolah internasional tsb
Mereka suka becanda, “beban hidup 12 tahun berkurang, soalnya gue gak perlu pusing soal pendidikan anak”
Abid@abid0588
Unpopular opinion about education ?
Indonesia
iyel retweetledi

@karimakayyim Contoh yang paling keliatan menggunakan privillege diatas dengan baik ya @JeromePolin
dia dari kelas menengah, tapi sekolah SD SMP Inter karena mamahnya guru, otomatis mindsetnya dia agak keliatan beda dari anak sekolah negeri, dan somehow kesannya "ga napak tanah"
Indonesia








