Thifali Adzani

21.4K posts

Thifali Adzani

Thifali Adzani

@thifaliadzan

Tukang tiup & foto keliling,jalan-jalan. @sincoscosin. Red Faces. Reksabumi Reswara. Love photography,music,movie,fashion, novels,sushi & thai food.

Indonesia Katılım Ağustos 2009
819 Takip Edilen702 Takipçiler
Thifali Adzani retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Rocky Gerung baru ngomong sesuatu soal Purbaya di depan ribuan mahasiswa ITB dan kalimatnya menurut gue paling telak dan paling jujur yang pernah diucapkan soal posisi Menteri Keuangan kita. Bukan dari ekonom. Bukan dari analis. Dari filsuf. Dan justru itu yang bikin kalimatnya paling menancap. Kalimatnya sederhana. Tapi sangat keras: "Pak Purbaya itu dia cuma kasir. Mana ada kasir menghasilkan growth." Selesai. Tiga kalimat. Tapi gue mau bedah ini lebih dalam karena ini jauh lebih penting dari yang kelihatan di permukaan. Apa maksud Rocky dan kenapa ini sangat relevan: Rocky tidak sedang menghina Purbaya sebagai manusia. Dia sedang mengoreksi sesuatu yang fundamental soal bagaimana kita memahami ekonomi dan bagaimana pemerintah sedang menyesatkan rakyat dengan narasi yang salah. Menteri Keuangan adalah penjaga kas negara. Dia yang mengatur anggaran masuk dan keluar. Dia yang memastikan utang tidak meledak. Dia yang menjaga fiskal tetap sehat. Tapi dia bukan yang menciptakan pertumbuhan. Pertumbuhan lahir dari kementerian teknis yang produktif perindustrian, perdagangan, kelautan, perikanan. Pertumbuhan lahir dari pabrik yang berproduksi, dari nelayan yang bisa melaut, dari petani yang bisa menjual hasil panennya dengan harga yang adil. Tapi yang terjadi sekarang adalah semua orang dari Prabowo sampai media membebankan ekspektasi pertumbuhan 6% kepada seorang kasir. Dan ketika kasir tidak bisa menghasilkan pertumbuhan padahal memang bukan tugasnya untuk melakukan itu dia disalahkan. Rakyat kecewa. Presiden tidak puas. Market tidak percaya. Padahal pertanyaan yang sebenarnya harus diajukan adalah: Di mana kementerian teknis yang seharusnya menghasilkan pertumbuhan itu? Kementerian Perindustrian yang seharusnya menumbuhkan manufaktur tapi kontribusi manufaktur terhadap GDP kita turun dari 30% menjadi 18%. Deindustrialisasi terjadi diam-diam selama bertahun-tahun. Kementerian Perdagangan yang seharusnya membuka pasar tapi investor asing semakin ragu masuk karena kepastian hukum yang berubah-ubah. Regulasi EV yang tiba-tiba mau dikenakan pajak setelah sebelumnya bebas pajak. Komisi ojek online yang dipaksa turun ke 8% sehingga platform bleeding. Kementerian Kelautan dan Perikanan yang potensinya luar biasa tapi realisasinya masih jauh dari optimal. Itu yang seharusnya ditagih. Bukan Purbaya yang memang tugasnya jaga kas bukan cetak pertumbuhan. Dan ini yang paling miris: Purbaya sudah berulang kali bilang "fundamental kita kuat, rupiah kita undervalued, kita sedang ekspansi." Tapi dolar tetap ngacir ke Rp17.600. IHSG tetap ambruk. Market tidak percaya. Rating agency downgrade outlook kita dari stable ke negatif. Rocky bilang Purbaya "disiksa oleh keinginan rakyat untuk melihat pertumbuhan" dan itu sangat tepat. Orang yang salah jabatan dipaksa menanggung beban yang bukan tugasnya. Dan ketika hasilnya tidak sesuai ekspektasi dia yang jadi kambing hitam dari masalah yang sebenarnya ada di tempat lain. Dan sambungkan ini dengan apa yang Prabowo bilang hari yang sama: "Kalau tidak beres, copot. Sederhana." Pertanyaannya sangat sederhana: Kalau Purbaya yang salah kenapa kementerian teknis yang tidak menghasilkan pertumbuhan tidak dicopot? Kalau Purbaya yang tidak kompeten kenapa orang-orang di sektor riil yang seharusnya menggerakkan ekonomi tidak ditagih? Atau jangan-jangan lebih mudah menyalahkan kasir daripada mengakui bahwa masalahnya ada di arsitektur kebijakan yang lebih besar? Dan Rocky kasih satu poin lagi yang sangat penting: "Tradisi berpikir di universitas begitu masuk dalam birokrasi berubah menjadi hierarki. Tidak mungkin ada inovasi dari dalam birokrasi." Ini menjelaskan segalanya. Kenapa orang pintar yang masuk ke pemerintahan akhirnya diam. Kenapa yang berani justru dihukum. Kenapa Nadiem yang mencoba inovasi berakhir dengan tuntutan 27 tahun. Kenapa yang pandai menunduk justru yang bertahan dan dipuji. Birokrasi tidak mendesain dirinya untuk menghasilkan pertumbuhan. Birokrasi mendesain dirinya untuk mempertahankan hierarki. Dan selama itu yang terjadi pertumbuhan 6% hanya akan menjadi angka di slide presentasi bukan kenyataan yang dirasakan rakyat di dompet mereka. Rocky Gerung benar. Purbaya bukan masalahnya. Purbaya adalah kasir yang dipaksa berperan sebagai mesin pertumbuhan sementara mesin pertumbuhan yang sesungguhnya tidak berjalan dengan benar. Tapi yang lebih besar dari soal Purbaya adalah ini: kita sedang hidup dalam sistem yang menghukum keberanian, memproteksi loyalitas, dan membebankan ekspektasi kepada orang yang salah jabatan sementara yang seharusnya bertanggung jawab terlindungi oleh hierarki yang tidak bisa diganggu gugat. Dan selama sistem itu tidak berubah mau ganti Purbaya dengan siapapun, mau klaim pertumbuhan berapa persen pun dolar akan tetap ngacir. Market akan tetap tidak percaya. Dan rakyat akan tetap merasakan hidupnya makin sempit.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
104
878
2.4K
232.7K
Thifali Adzani retweetledi
perupadata
perupadata@perupadata·
Seorang petani di desa menggerakkan traktornya dengan BBM. Ia menabur pupuk fosfat dan kalium. Saat siang menjelang, Ia melepas lelah dengan tempe kedelai dan teh gula pasir. Barang-barang yang digunakan sang petani desa tersebut harus diimpor senilai total miliaran.... Dollar.
perupadata tweet media
Indonesia
18
599
870
16.6K
Thifali Adzani retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Mahfud MD baru ngomong sesuatu soal kasus Nadiem yang menurut gue paling penting dan paling jarang dibahas dari semua analisis yang beredar. Dan Mahfud bukan orang sembarangan yang ngomong ini. Dia mantan Menko Polhukam. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi. Ahli hukum tata negara yang sudah puluhan tahun di sistem ini. Dia tahu persis bagaimana mesin hukum Indonesia bekerja dari dalam. Yang pertama Mahfud tegaskan dan ini yang paling mendasar: Korupsi itu harus ada tiga unsur yang semuanya terpenuhi. Tidak bisa kurang satu pun. Pertama: ada perbuatan melawan hukum. Kedua: ada niat jahat yang bisa dibuktikan. Ketiga: ada kerugian negara yang nyata dan ada aliran dana yang bisa dilacak ke terdakwa. Kalau salah satu tidak terpenuhi tidak ada korupsi. Sesederhana itu secara hukum. Dan Mahfud bilang: dari apa yang dia lihat di kasus Nadiem sangat sulit untuk membuktikan ketiga unsur itu terpenuhi sekaligus. Soal kerugian negara dan kenapa ini krusial: Dakwaan menyebut kerugian negara Rp2,1 triliun dari pengadaan Chromebook. Tapi yang menghitung kerugian itu adalah BPKP bukan BPK yang merupakan lembaga audit resmi negara. Mahfud menjelaskan perbedaan ini bukan hal kecil. BPKP berada di bawah presiden. BPK adalah lembaga independen konstitusional. Dalam kasus korupsi yang serius lazimnya yang digunakan adalah audit BPK. Dan ketika vendor, reseller, dan distributor Chromebook semua bersaksi di pengadilan bahwa harga yang dianggap wajar oleh BPKP adalah harga yang akan membuat mereka rugi secara bisnis maka metodologi audit itu sendiri yang perlu dipertanyakan. Soal niat jahat yang sampai sekarang tidak bisa dibuktikan: Mahfud mengingatkan satu prinsip hukum yang sangat mendasar: dalam hukum pidana, niat jahat harus bisa dibuktikan. Bukan diasumsikan. Bukan diduga-duga. Grup WhatsApp yang selama berbulan-bulan disebut sebagai bukti perencanaan korupsi? Tidak pernah masuk ke dakwaan. Artinya jaksa sendiri tidak cukup yakin untuk memasukkannya sebagai alat bukti. Nadiem hanya hadir satu kali rapat sebelum pengadaan. Hanya bilang: "Teruskan." Tidak menandatangani persetujuan pembelian apapun. Tidak ada notulen yang menunjukkan dia yang memutuskan spesifikasi akhir pengadaan. Kalau itu yang disebut niat jahat maka setiap menteri yang pernah memberikan arahan umum kepada bawahannya berpotensi menjadi terdakwa korupsi. Soal aliran dana yang paling telak: Mahfud bilang dalam kasus korupsi yang sehat secara hukum harus ada aliran dana yang bisa dilacak. Dari mana, ke mana, berapa, kapan. PPATK sudah memeriksa. Hasilnya: nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun selama dia menjabat. 800 miliar yang disebut dalam dakwaan sebagai keuntungan yang diterima Nadiem? Di persidangan dibuktikan itu adalah transaksi internal antar PT dalam ekosistem GOTO untuk persiapan IPO masuk dan keluar di hari yang sama. Tidak ada hubungannya dengan Nadiem sebagai individu. Mahfud bilang dengan sangat tegas: kalau tidak ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke terdakwa sangat sulit untuk menyebut ini korupsi dalam definisi hukum yang benar. Yang paling berani Mahfud katakan soal ketimpangan proses: Jaksa menghadirkan 55 saksi dengan 7 ahli selama 3,5 bulan. Tim pembelaan Nadiem baru berjalan satu minggu lalu proses tiba-tiba mau dipotong dan langsung masuk ke tahap tuntutan. Mahfud bilang: ini adalah ketimpangan yang tidak bisa diabaikan. Dalam sistem hukum yang sehat, terdakwa harus mendapatkan waktu dan ruang yang proporsional untuk membangun pembelaannya. B ukan 3,5 bulan lawan satu minggu. Prinsip audi alteram partem dengarkan kedua belah pihak adalah prinsip paling dasar dalam hukum manapun di dunia. Dan kalau prinsip itu tidak ditegakkan dalam kasus sepenting ini apa yang sedang kita banggakan dari sistem hukum kita? Konteks yang tidak boleh dilupakan: Mahfud mengingatkan satu hal yang sangat penting soal siapa Nadiem sebelum jadi menteri. Nadiem meninggalkan posisi sebagai CEO yang karirnya sedang di puncak. Masuk ke pemerintahan. Dan berdasarkan catatan pajak pribadinya hartanya tidak bertambah selama menjabat. Justru berkurang. Mahfud bilang: orang yang niatnya korupsi tidak akan masuk ke pemerintahan dengan harta yang justru turun setelah menjabat. Mahfud tidak mengatakan Nadiem pasti tidak bersalah. Itu adalah hak hakim untuk memutuskan. T api dia mengatakan sesuatu yang jauh lebih penting dari itu: Proses hukum yang tidak seimbang, dakwaan yang unsur-unsurnya sulit dipenuhi, aliran dana yang tidak bisa dibuktikan, dan kerugian negara yang metodologi auditnya sendiri diperdebatkan di pengadilan semua itu bukan tanda sistem hukum yang sehat. Dan ketika sistem hukum tidak sehat siapapun bisa menjadi Nadiem berikutnya. Tidak peduli seberapa bersihnya niatmu. Tidak peduli seberapa besarnya pengorbananmu. Tidak peduli seberapa banyak saksi yang bersaksi membelamu. Kalau mesin sudah diarahkan ke kamu mesin itu akan jalan terus. Dan pertanyaan yang harus dijawab bukan hanya soal Nadiem. Tapi soal apakah kita masih bisa menyebut sistem ini adil. mungkin nadiem hari ini besok, minggu depan tahun depan mungkin akan lahir nadiem yang lain dan akan di perlakukan sama persis bisa jadi kamu, keluarga ,atau siapa pun itu yang lagi berada di lingkaran itu cepat atau lambat selama masih seperti ini kamu bisa kena
Lambe Saham tweet media
Indonesia
40
543
1.3K
92.3K
Thifali Adzani retweetledi
Thifali Adzani retweetledi
awan
awan@bopo_jodhipati·
Kalau ngomongin masalah lebah madu, ternyata di Indonesia kita punya banyak jenisnya lho, dan tiap lebah madu menghasilkan karakter madu yang berbeda.. Berikut adalah jenis-jenisnya: 1. Lebah Apis cerana dikenal sebagai lebah madu lokal Asia yang sudah lama hidup dan beradaptasi dengan lingkungan tropis Indonesia. Lebah ini umumnya berukuran sedang dengan warna tubuh cokelat kehitaman dan garis-garis kuning yang tidak terlalu mencolok. Apis cerana hidup berkoloni di dalam rongga seperti lubang pohon, tebing, atau kotak sarang buatan. Sifatnya relatif lebih tahan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan dibanding lebah impor. Madu yang dihasilkan biasanya berwarna kuning keemasan hingga cokelat muda, dengan rasa yang khas, sedikit asam, dan aroma bunga lokal yang kuat. Produksi madunya tidak sebanyak lebah Eropa, tetapi kualitasnya sering dianggap lebih alami. 2. Apis dorsata merupakan lebah hutan atau lebah raksasa yang banyak ditemukan di hutan-hutan Indonesia. Ukurannya jauh lebih besar dibanding jenis lebah lainnya, dengan tubuh berwarna gelap dan sayap yang kuat. Lebah ini hidup liar dan membuat sarang besar terbuka yang menggantung di cabang pohon tinggi atau tebing. Mereka sangat defensif dan sulit dibudidayakan. Madu yang dihasilkan dikenal sebagai madu hutan, biasanya berwarna lebih gelap, kental, dan memiliki rasa yang lebih kuat serta sedikit pahit. Madu ini sering dianggap memiliki kandungan nutrisi tinggi karena berasal dari berbagai sumber bunga liar di hutan. 3. Apis mellifera adalah lebah madu asal Eropa yang saat ini banyak dibudidayakan secara modern di Indonesia. Lebah ini memiliki ukuran sedang dengan warna kuning cerah berpadu hitam, serta tubuh yang lebih “jinak” dibanding lebah hutan. Mereka hidup dalam koloni besar dan mudah dikelola menggunakan kotak sarang (stup), sehingga sangat cocok untuk produksi madu skala besar. Madu yang dihasilkan cenderung berwarna kuning terang hingga amber, dengan rasa manis yang lebih ringan dan konsisten. Karena produktivitasnya tinggi, jenis ini menjadi pilihan utama dalam industri perlebahan. 4. Lebah Apis florea dikenal sebagai lebah kecil karena ukurannya yang jauh lebih kecil dibanding jenis lainnya. Tubuhnya ramping dengan warna kuning cerah dan garis hitam yang jelas. Lebah ini biasanya membuat sarang kecil terbuka pada ranting atau semak-semak. Mereka hidup dalam koloni kecil dan tidak agresif. Produksi madu dari Apis florea sangat sedikit, sehingga jarang dimanfaatkan secara komersial. Madu yang dihasilkan biasanya ringan, encer, dan memiliki rasa manis yang lembut. 5. Apis andreniformis merupakan jenis yang sangat mirip dengan Apis florea, sehingga sering sulit dibedakan tanpa pengamatan lebih detail. Ukurannya kecil, dengan warna tubuh yang cenderung lebih gelap. Habitat dan perilakunya hampir sama, yaitu membuat sarang terbuka kecil di vegetasi rendah. Lebah ini juga menghasilkan madu dalam jumlah sangat terbatas. Madu yang dihasilkan memiliki karakter ringan dengan rasa yang tidak terlalu kuat, mirip dengan Apis florea, namun jarang ditemukan karena populasinya tidak sebanyak jenis lainnya. Jadi, kalian udah pernah nyobain madu yang mana? hhehehehe kalau diriku udah pernah nyobain madunya lebah apis cerana dan apis dorsata.
awan tweet media
Indonesia
3
44
119
4.8K
Thifali Adzani
Thifali Adzani@thifaliadzan·
Ternyata cobaan ku punya anak bukan di masa kehamilan, tp masa mengASIhi astaga…..
Indonesia
0
0
0
10
Thifali Adzani
Thifali Adzani@thifaliadzan·
Drama bangunin bayi newborn tiap 2-3 jam sekali. Begitu dia nyenyak malem, dibangunin eh ngamuk berjam2 pdhl udh disusui kanan kiri. Apa sebangunnya aja? Tp kan masih newborn
Indonesia
2
0
0
162
Thifali Adzani
Thifali Adzani@thifaliadzan·
Ya allah berikan lah hambamu ini kewarasan & kekuatan utk menghafal & mencatat log book kegiatan anak, vaksin anak, pencatatan pengeluaran RT, sampai kerjaan yang berhub dgn angka. Bismillah
Indonesia
0
0
0
43
Thifali Adzani
Thifali Adzani@thifaliadzan·
Memasuki waktu dmn suami lbh banyak chat blg kangen anak dibandingkan istri wkwk
Indonesia
0
0
0
42
Thifali Adzani
Thifali Adzani@thifaliadzan·
Hari ini sambil mengasihi disenyumin anak sendiri rasanya bahagia. Semangat ya buat kita semuaaa
Indonesia
0
0
0
33
Thifali Adzani
Thifali Adzani@thifaliadzan·
18 jam nggak tidur itu membuatku habis energi, dateng ke RS dgn kontraksi intens ternyaa masih bukaan 1, niat minim gunting robek jahitan eh malah banyak, sakitnya sampai skrg hihihi nikmatnyoo
Indonesia
1
0
0
40
Thifali Adzani
Thifali Adzani@thifaliadzan·
Memasuki bulan ke-6, napas makin ngos2an wkwk, trs dikit2 sakit punggung. Harus lbh sering streching dan OR lagi nih
Indonesia
1
0
0
167
Thifali Adzani retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼 Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam. Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang. Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar. Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali. Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan. Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana. Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan. Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam. Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami. Tolong, suarakan ketidakadilan ini. Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi. Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka. Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.
Indonesia
119
4.5K
6.8K
423.1K
Thifali Adzani retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
832
14.2K
20.4K
2.9M
Thifali Adzani retweetledi
Elisa
Elisa@elisa_jkt·
Loh yg menuduh kampung2 pesisir penyebab banjir di Jaksel dan Jaktim kan dirimu? Kenapa jadi saya yg harus buktikan? 😂😂 Ini saya kasih tahu penyebab banjir yg sdh level jurnal internasional dan bukan skripsi.
Elisa tweet media
Exyonze@exyonze

@elisa_jkt Silahkan bikin kajiannya, kan yang dosen anda, yang mengkritik kebijakan ahok juga anda. Burden of proof ada di anda. Ahok sudah membuktikan dengan hasil kinerja, ga ada lagi namanya banjir 5 tahunan di jakarta selevel 2007 dan 2013 dijakarta.

Indonesia
8
186
651
23K
Thifali Adzani
Thifali Adzani@thifaliadzan·
@papaojol Rotinya ant bakery juga enak dengan varian sejenis. Biasanya lbh banyak bawa pulang ant bakery krn yg ini perlu PO atau antri
Indonesia
0
0
0
27
Kang Ojol | Kang Review
Kang Ojol | Kang Review@papaojol·
Boleh dibilang lebay, tapi emang Roti Macan ini deserve untuk viral. Barusan nyobain cranberries cream cheese-nya turns out enaaaak bgt. Teksturnya lembut, chewy, isian cream cheese nya banyak dan enak. Bukan pakar roti, tapi ini cranberries cream cheese paling enak yg pernah aku coba. Harganya 35K/pcs.
Kang Ojol | Kang Review tweet mediaKang Ojol | Kang Review tweet mediaKang Ojol | Kang Review tweet mediaKang Ojol | Kang Review tweet media
Indonesia
97
166
2.1K
121K
Thifali Adzani retweetledi
iyn!
iyn!@iyntwitt·
Tiap ada bayi lahir, doanya selalu "Semoga jadi anak yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama." ​Jarang banget dengar orang tua yang doanya begini: "Semoga aku bisa jadi rumah yang nyaman buat dia, bisa menjamin pendidikannya, dan memastikan dia tumbuh di lingkungan yang sehat." ​Harusnya kita dulu yang berjanji ke dia, bukan dia yang dituntut buat dunia.
Ken Kesey@berhomonim

Unpopuler opinion tentang menjadi orang tua.

Indonesia
273
9K
29.9K
713.6K