theos
7.4K posts




Fans manutd tahun lalu posisi 15 aja ttp lari rame2 pake jersey manutd. Pembedanya mreka kalo diejek2 dah biasa. Hahahahaha Fans manutd pas timnya jelek aja masih bisa ceng2 in tim lawan. Apalagi kalo tim mreka bagus wkwwkwkw

Fans manutd tahun lalu posisi 15 aja ttp lari rame2 pake jersey manutd. Pembedanya mreka kalo diejek2 dah biasa. Hahahahaha Fans manutd pas timnya jelek aja masih bisa ceng2 in tim lawan. Apalagi kalo tim mreka bagus wkwwkwkw









I Campioni d'Italia hanno vinto la Coppa Italia 🖤💙 One more victory 🏆🏆







Sebutkan satu pesepakbola yang pengen kalian panggil kembali dari masa pensiun atau pemain yang sudah gantung sepatu namun kalian pengen lihat kembali aksinya di lapangan.


@jatinangkring @unitedredsid Era terbaik pas 90an cantona -2009an era trio tevez, roonie dan wazza. Selepas itu pemain juaranya udah pada tua dan regen nya pada bapuk kayak jones, smalling





Nalince Wamang (17) was a teenage girl and a student at Petra Vocational High School in Mimika Regency who died from gunshot wounds sustained during an incident in the Tembagapura area of Central Papua on the night of May 7, 2026. Rev. Anton Wamang (Nalince's father) emphasized that this incident was purely a criminal act committed by certain members of the Indonesian National Armed Forces (TNI). “In this case, neither the TNI nor the OPM should point fingers at each other. This is a purely criminal incident. The TNI has already admitted that they were the ones who carried out the shooting in Tembagapura yesterday. In fact, when they visited the bereaved family’s home, they directly stated that it was their doing,” Anton stressed. Six other people were injured by gunfire from Indonesian military personnel #PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter


The closest person di dalam hidupku (he, not she) juga penulis, bahkan kepakaran dia di bidang Kritik Sastra. Aku tahu dia gak suka bangetttt dg novelnya Ika Natassa dan penulis2 yg menceritakan ttg kehidupan modern. Favoritnya adalah Ahmad Tohari, A.A Naviz, dan Eka Kurniawan. Aku suka ketika dia mulai melakukan kritik sastra sesuai dg indikator2 yg dia pelajari. Bisa divalidasi secara ilmiah. Lama kelamaan, di saat dia mulai kritik ttg pembaca, aku bilang, "bro, ada tiga hal yg perlu kamu tahu. Pertama, buku itu sesuai dg selera masing2. Kamu makan sate taichan, aku makan sate bumbu kacang, masa aku mau komentar kalo sate taichan lebih sampah drpd sate bumbu kacang? Biarin aja lah, toh pembaca juga gak merugikan lu". "Kedua, para pembaca itu baca fiksi itu utk santai. Bukan utk riset kritik sastra kayak lu, yg emang kerjaannya mengkritik karya2 sastra. Orang enjoy, jadi ya biarin aja". "Ketiga, ini POV aku secara objektif. Aku relate dan apresiasi cerita Ika Natassa karena aku perempuan. Kamu sendiri pernah riset kan, gimana penulis perempuan dan penulis laki2 dalam menggambarkan dan mengobjekkan tokoh perempuan di dalam cerita fiksi?" Penilaian aku kepada dia 100% pendapat pribadi tanpa campur tangan siapapun 😭🙏




