Sabitlenmiş Tweet
Yes
5.2K posts

Yes retweetledi

Ketika Susi Susanti mempersembahkan medali emas pertama bagi Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992. Susi belum sepenuhnya berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
Susi "hanya" dianggap sebagai warga keturunan Tionghoa yang punya Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) untuk main di Olimpiade.
Pada kolom KTP-nya dibuat pendanda yang membedakan dengan WNI lain. Bukan hanya Susi, termasuk Alan Budikusuma juga sama, mempersembahkan emas Olimpiade bagi Indonesia di 1992.
Presiden Soeharto memang seolah phobia terhadap etnis Tionghoa sejak mengeluarkan Inpres No 14 tahun 1967 tentang agama, kepercayaan & budaya Cina.
Di era pemerintahan Orde Baru, perayaan Imlek dilarang dirayakan ditempat umum. Barongsai, lampion & huruf Mandarin juga dibatasi.
Nama Anggota Thin Siang diganti jadi Muladi. Nama Goei Ren Fang diganti jadi Alan Budikusuma & nama Wang Liang Xiang diganti jadi Susi Susanti.
Pada tahun 2000, Presiden Gus Dur buat kebijakan dengan mengeluarkan Keppres Nomor 6 tahun 2000 untuk mencabut Inpres yang pernah dibuat Soeharto. Itu adalah momen penting & bersejarah yang dimulai oleh Gus Dur dengan membela hak sipil etnis Tionghoa.
Dua tahun setelahnya, lewat Kepres Nomor 19 tahun 2002, Presiden Megawati buat terobosan dengan menetapkan perayaan Imlek sebagai Hari Libur Nasional.
Mega menempatkan Imlek yang dirayakan agama Konghucu setara dengan IdulFitri, Natal, Nyepi & Waisak. Pun langkah Mega ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Masyarakat Tionghoa menjadi bagian integral dari bangsa Indonesia sekaligus perwujudan nyata dari Bhineka Tunggal Ika.
Warisan dari Gus Dur & Mega yang mendobrak langit-langit kaca diskriminasi akhirnya membuat kita merayakan emas Olimpiade dari keturunan Tionghoa menjadi lebih utuh.
Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing 2008, Liliyana Natsir pada Olimpiade Rio de Janerio 2016 hingga Greysia Polli di Olimpiade Tokyo 2020, yang mana mereka mempersembahkan emas dengan menjadi Indonesia seutuhnya, bukan sebagai warga kelas dua.
Seperti yang pernah dialami oleh Susi Susanti (1992) & Alan Budikusuma (1992) yang meraih emas tapi harus menyertakan SBKRI sebagai pertanda mereka Indonesia.




Indonesia
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi
Yes retweetledi

Yes retweetledi

Yes retweetledi
Yes retweetledi

Yes retweetledi

idol kpop:
"aku chinta kamu🫰"
actor kdrama:
"saya suka nashi gowreng☺️"
anchor knews:
"seumogha peurabowo chepat meuninggarl☠️"
nai@kyentut
yg dibaca yg itu😭😭 aman gak itu news anchor nya😭😭
Indonesia
































