Tiw retweetledi
Tiw
28.9K posts


@ZakyFachru @angga_fzn Ada temen gue begini, kasihan gibran dia sebenernya gamau tapi terpaksa, gitu katanya. Muka plenger begitu kasihan katanyaa, pas begini repostan ig nya reels "Pemilu udah lewat, jangan bawa2 58% lagi, sama2 rakyat sama2 susah"
Ya elu salah satunya yg bikin susah, batinku.
Indonesia

@angga_fzn Much funnier
"Gw milih 02 bukan karna prabowo kemarin, tp karna gibran"
Indonesia

Gausa jauh2 bahas soal Habibie yang pinter,
Lha kemarin dapet calon presiden lulusan Ekonomi & Kebijakan Publik, sama lulusan Hukum & Politik, pada gamau 😭
Let alone ada cawapres yang lulusan doktor Hukum Tata Negara, pernah ngerasain semua posisi Trias Politika. Langka banget loh itu.
Belom 2 tahun yang lalu pula loh WKWKWK
Indonesia

@geminekidd Thats why aku habis latihan mandi sekalian di gym, free sabun dan shampo. Sebelnya cucian baju jadi lebih banyak.
Indonesia

@PT_Transjakarta halo admin, kalau dari blok M ke halte jiexpo kemayoran bisa naik rute apa ya?
Indonesia

@tempodotco Tiap hari ini orang muncul dengan kabar2 yg menyakitkan, nyakitin rakyat se Indonesia astaghfirullah...
Indonesia

@VegimGrad100 Aku juga heran, kok orang2 pada selow gitu hari2nya bisa belama2 nonton begituan, gue baru tinggal makan aja rasanya waktu udah habis. Dan kalo komen 'heran' pasti ada yg mendebat dg narasi 'mereka baik, menghibur, nemenin yg kesepian, jangan ngejudge, ga bisa liat positifnya'
Indonesia
Tiw retweetledi

Kartini dipermasalahkan karena menjadi istri keempat.
Kartini dipermasalahkan karena Jawa.
Kartini dipermasalahkan karena hanya menulis surat-surat kepada seorang perempuan Belanda.
Kartini dipermasalahkan karena tidak berjuang memegang pedang seperti Cut Nyak Dien dan Kristina Martatiahahu, atau membuat sekolah seperti Dewi Sartika, atau menerbitkan koran seperti Roehana Koedoes.
Apakah kita pernah berdebat tentang Pangeran Diponegoro dan Teuku Umar terutama siapa yang paling pantas disebut pahlawan? Apakah kita pernah memperdebatkan mereka karena suku atau tipe perjuangan yang melekat pada mereka?
Sejarah dipenuhi berbagai tokoh laki-laki. Pahlawan bangsa dikerubuti oleh laki-laki. Foto-foto pahlawan kita di sekolah-sekolah dipenuhi oleh foto laki-laki. Tetapi kita tak pernah memperdebatkan tokoh-tokoh itu satu dengan lainnya.
Apa yang terjadi pada tokoh-tokoh perjuangan perempuan, pada setiap Hari Kartini: dipermasalahkan, diperdebatkan.
Apakah kita tahu bahwa Kartini adalah anak perempuan yang dinikahi di usia belia, yang reproduksinya belum sempurna, dan mengalami kematian saat melahirkan? Tahukah bahwa masa itu menjadi seorang perempuan Jawa itu lebih mengerikan daripada menjadi seorang perempuan Minangkabau?
Atau tahukah bahwa menjadi seorang perempuan bangsawan Jawa di masa feodal-konial abad ke-19 adalah tidak lebih baik daripada menjadi perempuan rakyat jelata ketika bicara soal kebebasan diri? Tahukah bahwa menjadi seorang kutu buku seperti Kartini, dengan wawasannya yang mendunia itu, dia tak bisa berbuat apa-apa karena posisinya waktu itu?
Kartini ibarat hidup dalam penjara. Sebagaimana tahanan penjara politik macam Pramoedya Ananta Toer, Kartini hanya bisa melawan dengan menulis. Menulis surat adalah salah satu cara supaya pemikiran-pemikirannya tentang pembebasan didengar. Kartini bersuara lewat surat-surat, sebagaimana orang-orang tahanan politik yang dipenjara.
Penyiksaan yang dialaminya adalah bagaimana kebahagiaan intelektualnya dipenggal. Bagaimana kecerdasannya dikerdilkan, karena dia seorang anak perempuan Jawa yang bangsawan, yang dipelihara di penjara bertembok keraton dan diharuskan berjalan dengan sangat pelan atau berjongkok-jongkok kepada yang lebih tua, atau bahkan kepada saudara laki-lakinya sendiri. Kartini sedemikian dibatasi karena dia seorang perempuan Jawa. Kartini demikian karena ia ingin menjaga Bapaknya. Bapaknya adalah pengantar kebebasannya pada apa yang disebut buku atau bacaan, wawasan, dan pendidikan.
Kartini mengungkapkan ketakutannya yang amat sangat dalam hal poligami, dimana Hukum Islam mengijinkan laki-laki kawin dengan empat perempuan. Dan masa menikah inilah yang paling dibencinya. Apa yang dibencinya adalah ketika tradisi Islam bercampur dengan Jawa, bahwa Jawa mengharuskan anak gadis menikah dengan laki-laki yang dipilihkan ayahnya, dan Islam membolehkan laki-laki berpoligami. Kartini tidak punya pilihan apa-apa dan merasa perkawinan akan membunuh dia sedalam-dalamnya dan memang masa itu pun terjadi.
“Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah bisa mencintai. Bagiku, untuk mencitai, pertama kali kita harus bisa menghargai pasangan kita. Dan itu tidak kudapatkan dari seorang pemuda Jawa. Bagaimana aku bisa menghargai seorang laki-laki yang sudah menikah dan sudah menjadi seorang Ayah hanya karena dia sudah bosan dengan yang lama, dapat membawa perempuan lain ke rumah dan mengawininya? Ini sah menurut hukum Islam. Kalau seperti ini, siapa yang tidak mau melakukannya? Mengapa tidak? Ini bukan kesalahan, tindak kejahatan ataupun skandal; Hukum Islam mengizinkan laki-laki beristri empat sekaligus.
Meski banyak orang mengatakan ini bukan dosa, tetapi aku, selama-lamanya akan tetap menganggap ini sebagai sebuah dosa. Bagiku semua benih perbuatan yang menyakitkan orang lain (termasuk menyakiti hewan) adalah dosa. Bisa kau bayangkan derita seorang istri yang melihat suaminya pulang membawa perempuan lain yang kemudan harus diakuinya sebagai istri sah suaminya? Sebagai saingannya? Jika demikian, suami itu bisa ‘membunuh’ istrinya... Mustahil rasanya sang suami memberi kebebasan padanya!”
Kartini lahir sebagai feminis bukan dilahirkan dari teori-teori feminisme, karena seorang feminis adalah dilahirkan, bukan diciptakan. Kartini dan pikirannya bukan sesuatu yang terpisah, atau tidak memisahkan antara pengalaman dengan persepsi, pengalaman dengan diskursus.
---
Tulisan di atas adalah cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari mbak @marianamiruddin yang versi lengkapnya bisa dibaca di web @jurnalperempuan.
Selamat Hari Kartini
21 April 1879–17 September 1904
Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜

Indonesia

@WatchmenID Setidaknya 3 tahun ini justru nonton bioskop sama temen yg bisa dihitung jari, selebihnya nonton dengan diri sendiri
Indonesia

@pradanaariam @hrdbacot Aku kira masnya cosplay permen mintz 😄 stripe ijo putih
Indonesia

Masuk Q2 2026 #TaliKasihHRDbacot dibuka malam ini sampai besok. silahkan buat yang mau cari teman hobi, mentor satu profesi atau pasangan buat masa depan, drop your profile here!
Jangan lupa post selfie terbaik, cantumin juga hobi, pekerjaan, domisili, tujuan ikutan even dan hashtag #TaliKasihHRDbacot
kindly reminder risk and reward ditanggung sendiri, mincot cuma RTin aja
Monggooo
Indonesia

@rgoestama Mungkin baru masuk supermarket ya, padahal udah ada sejak bertahun2 lalu, tiap lebaran aku beli inaco curah gitu, di kampungku dijual di pasar atau di toko2 lokalan sini.
Indonesia

@SosmedAnu Sini date sama aku aja 😄 kupastikan makanan minuman yg kupesan habis, kalo gak habis ya pasti take away, plus alat makan tumpuk di tengah sesudah makan.
Indonesia

@HabisNontonFilm Meski yg main nicsap aku males nonton karna reviewnya pada bilang ga oke, plus ada zara juga makin males ah
Indonesia

Sebuah kecelakaan maut pesawat menewaskan 132 orang penumpang dan kru. Hanya 1 orang yang selamat.
Istri dari salah satu korban meninggal sempat gak terima, karena yang selamat itu tukeran tempat duduk sama suaminya. Dia ngerasa, harusnya suaminya yang selamat.
IG : Lenny.diary@Lenny_diary
🧑🏻🦱Mbak, Boleh tukeran tempat duduk? 👧🏻 Maaf, gak mau 🙏🏻 Aku aja download apps loh demi biar bisa pilih seat. Btw ini case nya 6 orang sekeluarga dapatnya agak mencar. Sebelumnya udah minta ganti seat sama seorang bapak. Tapi abis itu mau minta lagi tukar seat ama aku 😤
Indonesia






















