TMBKBR

4.7K posts

TMBKBR banner
TMBKBR

TMBKBR

@tmbkbr

good taste in pretty much everything

saturn Katılım Aralık 2013
157 Takip Edilen152 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
Kalo ujan terus lama - lama kita berevolusi jadi ikan gurame
Indonesia
1
0
0
576
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
Sebaik-baiknya film yang ditonton lebih dari 2 kali di layar besar. Kadang dia merah merekah bahagia. Kadang dia hitam gelap berduka. #SoreIstriDariMasaDepan
TMBKBR tweet media
Indonesia
0
1
2
133
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
@yndLaurens dalam filmnya seringkali menyiksa karakter wanita :( Sore, Hana, Ayu, Naya, Alisa ...
Indonesia
0
0
0
11
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
Bapak tu lagi ee di Musnola Dimana? Di Mushola Alpi ikutt Percakapan keluarga tetangga hari ini
Indonesia
0
0
0
56
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
Tiap hari mengonten, mendapat brief dari marketing/branding/manager isinya dari chatgpt.
Indonesia
0
0
0
49
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
Ingin membuat yang serius-serius
Indonesia
0
0
0
41
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
Di Bandung bingung kemana lagi, punya ide untuk menyambangi suku baduy tapi my wife gamau
Indonesia
0
0
0
70
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
5 coffeeshop hidden gem Cirebon yang baiknya hidden terus selamanya
Indonesia
1
0
0
122
Guntara
Guntara@diantaranusa·
Sedih bngt
Indonesia
1
0
1
52
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
10 tahun tu ternyata secepet ini, emang bener hidup tu singkat, padat, tapi buat apaan si
Indonesia
0
0
1
142
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
Ga ada banget kopisop yang buka pagi, gimana Sindang mau kreatif
Indonesia
0
0
0
47
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
Baraja yang sekarang gede banget, pusing juga kalo ilang kunci motor disini
Indonesia
0
0
0
57
TMBKBR retweetledi
Guntara
Guntara@diantaranusa·
Ibuku pernah nolong PSK lahiran dan saat ibu butuh banget pertolongan, tetangga sekitar gak ada yang mau nolong karena ada anggapan: kalo nolong pezina, 40 rumah ikut berdosa. Aku bikin film ini supaya di masa depan, gak ada lagi ketidakadilan seperti ini.
Guntara tweet media
GHOST IN THE CELL - 16 APRIL 2026 DI BIOSKOP@jokoanwar

DIRECTOR'S NOTE Pengepungan di Bukit Duri jelas menceritakan kelompok masyarakat (termasuk pelajar) yang memiliki nilai hidup yang rusak termasuk menjadi pelaku kekerasan dan rasisme. Perilaku seperti ini tidak mungkin terjadi di ruang hampa. Ini adalah produk dari SISTEM YANG GAGAL. Dengan menggambarkan kerusuhan sebagai siklus, film ini justru mengkritik pembiaran struktural—yang tentu saja mencakup negara sebagai aktor besar. Ini adalah pilihan kami ketika memutuskan untuk bersuara lewat Pengepungan di Bukit Duri. Kami tidak ingin membuat film ini menjadi panflet politik (walaupun kalau ada filmmaker lain yang melakukannya ya nggak apa-apa). Tapi setiap ruang kosong yang dibiarkan oleh negara—dalam pendidikan, keadilan, dan keamanan—diisi oleh kekacauan. Dan itulah bentuk kritik kami. Perhatikan di awal film ketika ada demonstrasi dan peserta demonstran dilempari, polisi hanya diam dan membiarkannya terjadi) Ini adalah film tentang akibat. Tapi semua akibat punya sebab—dan itulah yang kami sisipkan dalam lapisan narasi. (Termasuk di berita-berita, bahkan public annnouncement di stasiun kereta). Film ini nunjukin anak-anak yang brutal, tapi perilaku mereka bukan lahir begitu saja. Perilaku itu lahir dari masyarakat yang sudah terbiasa menyakiti. Dan masyarakat itu dibentuk oleh arah kebijakan, nilai-nilai negara, dan cara bangsa ini menyikapi luka. Tipe film yang menunjukkan 'akibat' seperti film Pengepungan di Bukit Duri ini bukan baru. Malah biasanya film yang 'mengkritik vertikal' biasanya menunjukkan keabsenan penguasa dalam hidup karakter-karakter rakyatnya. Seperti film Parasite (2019). Film ini tidak menyebut pemerintah Korea Selatan secara langsung. Tidak ada menteri, presiden, atau polisi yang dikritik secara verbal. Tapi kita diperlihatkan ada keluarga miskin yang rumahnya setengah di permukaan setengah di basement yang toiletnya aja hampir setinggi langit-langit. Di sisi lain, keluarga kaya hidup di rumah beraksitektur keceh, yang bahkan nggak terbiasa dengan “bau” orang miskin. Atau Shoplifters (2018), di mana satu Keluarga miskin dalam film ini mencuri bukan karena ingin jahat, tapi karena sistem ekonomi tidak memberi ruang hidup yang layak. Tidak ada menteri sosial dalam cerita. Tidak ada poster kampanye pemerintah. Tapi ketimpangan hidup kerasa banget. Atau, nah ini salah satu film favorit saya, Bully (2001) bikinan Larry Clark yang juga nunjukin sekelompok remaja yang nilai hidupnya kacau. Tidak ditunjukkan secara eksplisit dalam film bahwa mereka adalah produk dari sistem yang gagal, dari pemerintah yang gagal melindungi mereka. Tapi jelas bisa ditarik kesimpulan. Penonton kita nggak bodoh. Dan kita seharusnya berhenti bilang bahwa kalau bikin film harus dijelas-jelaskan sejelas-jelasnya, severbal-verbalnya biar penonton paham dan nggak salah paham seolah-olah cuman kita yang bisa paham dan orang lain nggak punya kemampuan untuk memahami. Betapa arogannya kita kalau begitu. Rasisme tidak pernah dilahirkan. Nggak ada anak terlahir rasis. (Ini kami tunjukkan secara gamblang lewat karakter Anak Pembuka Pintu). Tapi anak diajarkan untuk jadi rasis, oleh orang-orang dewasa yang terbentuk jadi rasis karena dibiarkan (bahkan dibentuk) oleh penguasa. Sejarahnya panjang di negeri kita, yang akan membuat penonton mau mendalaminya setelah menonton film ini. Sebuah film genre. Film yang penyajiannya dibuat agar aksesibel untuk siapa saja, bahkan mereka yang hanya hadir untuk menikmati filmnya sebagai hiburan. Dan dengan cara inilah kami percaya pesannya akan sampai ke lebih banyak orang. Karena film adalah pengalaman manusia dan bukan hanya slogan. Terima kasih dan selamat menyaksikan.

Indonesia
86
3.6K
24.5K
583.4K
Debuhologram
Debuhologram@Debu_hologram·
@tmbkbr Yang kalcer tuh yang Sudjiwo Tedjo ya mas?
Indonesia
1
0
0
25
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
Beberapa kopisop bilang "mas, desainnya yang kalcer ya". Apakah kalcer sudah menjadi salah satu sub-genre desain?
Indonesia
2
0
1
70
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
Hidup ini isinya hanya menggambar
TMBKBR tweet media
Indonesia
0
0
0
53
TMBKBR
TMBKBR@tmbkbr·
Terka, Tuhan mana yang paling benar? Mengabdilah pada dunia siapapun yang membuatnya
Indonesia
0
0
0
37