Chika retweetledi
Chika
40K posts

Chika
@toxchik
designerd | Ravenclaw | #KTBFFH
pekopon Katılım Şubat 2011
2.6K Takip Edilen1.3K Takipçiler
Chika retweetledi
Chika retweetledi
Chika retweetledi
Chika retweetledi
Chika retweetledi
Chika retweetledi
Chika retweetledi
Chika retweetledi
Chika retweetledi

2026年4月24日登場予定
名探偵コナン プラチナムザッカ蝶ネクタイ型変声機
「江戸川コナン」がつけている蝶ネクタイ型変声機が初登場!リボンを通して話すと、自分の声が高い声と低い声にかわります!
animetoyinfo.com/2025/02/27/mei…

日本語
Chika retweetledi
Chika retweetledi
Chika retweetledi
Chika retweetledi
Chika retweetledi

ya btul.
micin mengandung senywa natrium dan kalium yang bisa merangsang pertumbuhan tanaman. kandungan nutrisi di dalem micin ini biasanya untuk pertumbuhan vegetatif. daun nya tampak lebih hijau, lebar, kekar seperti ade ray. nah unsur natrium dalam dosis yang pas bisa mngtur kadar air di tanah, batang cabe jdi kokoh sama sistem perakaran nya lbih kuat mnyerap unsur hara. ga cuma masa prtumbuhan vegatif yah, micin juga bisa mningkatkan tnaman di fase generatif dengan sdikit asupan nutrisi tmbahan bungan tidak mdah rontok dan bisa menghasilkan buah cabe yang maksimal. boleh dicoba dirumah yah, yang gaboleh masukin cabe ke mata kmu

Indonesia
Chika retweetledi
Chika retweetledi

Guys, ada kasus yang menurut gue harus lebih banyak disorot dan ini bukan kasus kecil.
Rp28 miliar dana umat dikumpulkan selama 40 tahun raib.
Pelakunya mantan kepala cabang bank BUMN sendiri.
Kasusnya:
Paroki Aek Nabara di Sumatera Utara menjadi korban penggelapan dana sebesar Rp28 miliar oleh mantan kepala cabang BNI bernama Andi Hakim Febriansyah.
Uang itu bukan uang biasa.
Itu dana yang dikumpulkan umat selama 40 tahun untuk pembangunan gereja, kebutuhan kesehatan, dan pendidikan jemaat.
Empat dekade tabungan kolektif.
Habis dalam satu pengkhianatan.
Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya penggelapannya:
Bendahara gereja menyampaikan sesuatu yang menurut gue adalah inti dari seluruh masalah ini:
Deposito berjangka yang resmi bisa dicairkan tanpa tanda tangan saya, tanpa kehadiran saya, tanpa berhadapan dengan teller.
Lalu di mana pengawasan BNI?
Ini bukan pertanyaan retorika.
Ini pertanyaan teknis yang serius.
Dalam sistem perbankan yang sehat pencairan deposito berjangka membutuhkan verifikasi ketat.
Ada prosedur.
Ada tanda tangan.
Ada konfirmasi kehadiran.
Kalau semua itu bisa dilewati oleh seorang kepala cabang itu bukan hanya soal oknum.
Itu soal lubang sistemik dalam pengawasan internal bank.
Dan respons bank yang dikritisi:
Paroki Aek Nabara menyatakan BNI kurang kooperatif dalam menangani kasus ini.
Pihak gereja bahkan harus datang ke bank dan meminta pertanggungjawaban secara langsung setelah kasus ini sudah jelas melibatkan pegawai bank yang datang atas nama BNI, bukan atas nama pribadi.
AHF adalah wajah BNI bukan AHF sebagai pribadi. Karena itulah kami percaya.
Dan ini adalah poin hukum yang sangat kuat. Ketika seseorang datang dalam kapasitas jabatannya sebagai kepala cabang bank BUMN kepercayaan yang diberikan bukan kepada individu itu. Kepercayaan diberikan kepada institusi yang dia wakili.
Kalau institusinya kemudian cuci tangan dengan mengatakan itu oknum itu adalah respons yang tidak adil dan tidak bertanggung jawab.
Ini bukan pertama kalinya:
Kasus penggelapan oleh oknum pegawai bank BUMN bukan fenomena baru di Indonesia.
Dan polanya hampir selalu sama: pelaku adalah orang dalam yang dipercaya, korban adalah nasabah yang percaya pada nama besar institusinya, dan respons institusi hampir selalu lambat dan defensif.
Yang berbeda dari kasus ini adalah skalanya Rp28 miliar dari komunitas yang mengumpulkan uang selama 40 tahun dan korbannya adalah umat yang mempercayakan tabungan hidup mereka kepada bank negara.
Yang perlu dituntut secara konkret:
Satu BNI harus menjelaskan secara transparan bagaimana deposito berjangka bisa dicairkan tanpa prosedur verifikasi yang seharusnya berjalan.
Dua Kalau ada lubang sistemik dalam pengawasan internal itu bukan hanya tanggung jawab pelaku. Itu tanggung jawab manajemen dan sistem audit internal bank.
Tiga Korban berhak mendapat kompensasi dari institusi bukan hanya menunggu proses pidana terhadap individu pelaku yang mungkin butuh bertahun-tahun.
Empat OJK sebagai regulator perbankan perlu memberikan penjelasan publik apakah ada kelalaian pengawasan dari sisi regulasi.
Kalau bank BUMN tidak bisa bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang beroperasi atas nama bank lalu untuk apa ada bank negara?

Indonesia
Chika retweetledi

pokopia is cool because some people build cute and cozy woodland cottages and other people just build são paulo's west side
リリア@PSO2NGS Ship⑧④@lilia_pso2
ビルの夜景だいぶ入ったよー。 #ぽこあポケモン
English
Chika retweetledi

this is so sick but where's the gigantic text that says universal
Jeremy@ManaByte
And with that, Flat Earth is over.
English































