🐾 retweetledi
🐾
53.5K posts

🐾
@trashyflowie_
wishing she’s dead most of the time
Jakarta, ID Katılım Aralık 2012
412 Takip Edilen503 Takipçiler
🐾 retweetledi

KOK BISA-BISANYA GUE TAU DARI MEDIA LUAR???
Weather Monitor@WeatherMonitors
A massive fire is burning in a gas pipeline following an explosion this morning in Gampong Blang Rubek, Lhoksukon District, North Aceh Regency, Aceh Province, Indonesia 🇮🇩 (May 22)
Indonesia
🐾 retweetledi
🐾 retweetledi
🐾 retweetledi

Waduhh aku udh beberapa tahun ini pake penglaris kak🙏🏻😭




syf barrett@roccoparondi
heran bgt gw jaman sekarang orang jualan pake penglaris gini
Indonesia
🐾 retweetledi

tuhan menciptakan bali, labuan bajo, banda neira, bromo, raja ampat, danau toba tapi tiket ke LN lebih murah dibanding domestik.
debby acelina@perfedc
tuhan menciptakan bali, labuan bajo, banda neira, bromo, raja ampat, danau toba tapi kamu malah ga punya duit
Indonesia
🐾 retweetledi

Pulang, beresin rumah, lalu tanpa sengaja lihat Mama masih pakai sajadah setipis itu.
Aku bilang,
“Ma, kok masih pakai yang ini? Nggak sakit lututnya? Aku kan sudah beliin yang tebal dan empuk…”
Mama cuma jawab pelan,
“Gapapa, Kak. Itu seserahan dari Ayah waktu nikahan dulu.”
Aku diam. 🥹
Ternyata 30 tahun berlalu, tapi hatinya masih sama.
Setia bukan cuma soal bertahan, tapi soal menjaga kenangan, menghargai pemberian, dan merawat cinta dengan cara yang paling sederhana.


Indonesia
🐾 retweetledi
🐾 retweetledi

Instagram Ahmad Dhani
Sama seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (benar ya nulisnya?), saya tidak nonton pernikahan anak Ahmad Dhani dan Maia Estianty (dua idola saya di waktu kuliah).
Tapi apa yang ditulis Dhani di Instagram-nya saya baca, dan langsung teringat dengan salinan putusan pengadilan agama Jaksel yang dulu pernah beredar di Twitter (masih bernama itu, belum X).
Saya ulas di sini karena cukup mengernyitkan dahi ketika membaca tulisan Dhani itu.
"Kok, beda dengan yang saya baca dulu?"
Saya urai sejauh bacaan saya, apakah "pengakuan" Dhani ini sesuai dengan fakta hukum 2008 atau tidak?
(Disclaimer: ini putusan tingkat pertama [PA], bukan putusan kasasi MA. Untuk amar di banding atau kasasi, saya belum pegang berkasnya)
1. "Maia ditalak 3"
Talak satu bain sughra, bukan talak tiga. Dan ini bukan Dhani yang menjatuhkan, melainkan putusan pengadilan atas gugatan cerai Maia.
Dhani justru menolak perceraian.
2. "Maia selingkuh dengan pemilik TV swasta, diakui tertulis dan ditandatangani"
Tidak ada di dokumen. Majelis menyatakan tegas (kutipan langsung):
"...tidak ada yang mengarah kepada terjadinya nusyuz Penggugat kepada Tergugat."
3. Narasi "suami selingkuh dengan orang ketiga" disebut drama palsu Maia
Tamara Geraldine bersaksi di bawah sumpah mendengar langsung pengakuan perempuan yang mengaku dinikahi siri Dhani, di rumah Melly Goeslaw, sekitar 2006.
Menurut kesaksian Tamara, Dhani pernah mengirim SMS ke perempuan itu mengakui "memang enak punya dua isteri".
Setelah pengakuan itu, Tamara menerima teror dari Dhani. Majelis tidak memutus sah-tidaknya nikah siri, tapi mencatat isu ini nyata-nyata memicu kehancuran rumah tangga.
4. "Laporan KDRT palsu"
Maia melapor ke Polda Metro Jaya 20 April 2007 (bukti P.22). Tiga saksi di bawah sumpah (ayah, ibu, pembantu Maia) menerangkan: barang Maia dikeluarkan dari rumah, pakaian dikirim ke Surabaya, kamar dibongkar, lemari dijebol, baju dirobek, sepatu dibuang. Banyak hal terjadi saat Maia umrah.
Dhani tidak membantah peristiwanya. Pengakuannya sendiri: itu cara "memberi pelajaran" karena Maia tidak menuruti perintahnya.
Tidak ada temuan majelis bahwa laporan itu palsu.
5. "MA hanya mengabulkan permohonan cerai saja, hak asuh tidak dikabulkan"
Putusan PA Jaksel mengabulkan: cerai (talak satu bain sughra), hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa, Dhani wajib serahkan anak, nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan, sita marital atas tujuh aset sah, harta bersama dibagi dua.
NB: HAK ASUH
Oiya, ini tidak ada di Instragam, tapi ada di PA (bahkan saya juga kaget karena dulu gak baca sampai sana): Maia dituduh memakai narkoba oleh saksi-saksi yang dihadirkan Dhani.
Awalnya Maia menggugat agar tiga anaknya (Al, El, dan Dul) ditetapkan dalam asuhannya. Dhani menolak keras dan menghadirkan sembilan saksi yang menggambarkan Maia tidak layak mengasuh.
Salah satunya: Maia adalah pemakai narkoba.
Beberapa saksi yang dihadirkan Dhani bahkan mengaku ikut memakai narkoba bersama Maia.
Kemudian, Maia mengajukan hasil tes lab dari RS Azra Bogor dan RS Marzoeki Mahdi Bogor, dan keduanya membuktikan bahwa Maia negatif narkoba.
Majelis menerima bukti ini.
Maia juga dituduh mengabaikan anak. Namun Maia mengajukan 14 rapor sekolah anak (2006-2008) yang ditandatangani sendiri sebagai bukti keterlibatan.
Plus, ijazah S1 FISIP UI sebagai bukti kapasitas mendidik.
Amar putusan: hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa. Dan Dhani dihukum menyerahkan anak, dan wajib memberi nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan.
Saya akan lampirkan berkasnya di reply, silakan baca sendiri. Dan sila koreksi jika ada kekeliruan.


Indonesia
🐾 retweetledi
🐾 retweetledi
🐾 retweetledi
🐾 retweetledi
🐾 retweetledi
🐾 retweetledi

Iya aku kasih bintang 5

qiqi qalqulus 🌪🦊【BHVE】@asperealism
Kenapa ga pake sayur nambah........
Indonesia
🐾 retweetledi

Gue pengen deh jadi orang pinter yang bisa qrt ini dengan esai 2000 kata kenapa ini ide buruk tapi karena gue goblok maka komentar gue cuma “anjing”
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (APPMBGI) Ingin MBG Berlanjut hingga 25 Tahun
Indonesia












