Tempat Mbacot
2.6K posts

Tempat Mbacot
@triazdum
Ojo Rumongso BISO,, Neng BISO'O Rumongso
Katılım Mayıs 2013
320 Takip Edilen38 Takipçiler

Guys, lo pasti pernah scroll video joget viral yang bikin ribut pria gemoy joget-joget di depan backdrop bertuliskan MBG, sambil ngomong dapat Rp6 juta.
Langsung dihujat.
Dituding pamer.
Dibilang korupsi.
Sampai dapurnya disuspen.
Dan 150 orang kehilangan pekerjaan.
Tapi kemarin dia akhirnya speak up.
Dan ceritanya lebih kompleks dari yang gue kira.
Siapa Om Hendrik?
Hendrik Irawan.
19 tahun di industri catering dan home industry pabrik.
Punya beberapa perusahaan.
Bukan orang baru di dunia makanan dalam skala besar.
Ketika program MBG diluncurkan dia tertarik, tapi awalnya ragu.
Pernah punya pengalaman kurang baik bermitra dengan pemerintah sebelumnya.
Tapi akhirnya dia masuk.
Dan dia tidak main-main.
Investasi awal untuk satu dapur saja: Rp3,5 miliar. Dapur seluas 1.000 meter persegi, dua sampai tiga gedung.
Semua dibangun dulu pakai modal sendiri, sebelum dana operasional dari BGN mengalir.
Setelah terverifikasi baru dana operasional masuk. Dan bagian dari itu adalah insentif Rp6 juta per periode yang jadi kontroversi.
Soal Rp6 juta yang viral itu ini yang sebenarnya:
Bukan gaji.
Bukan keuntungan bebas.
Itu insentif pengembalian investasi dari pemerintah kepada mitra yang sudah modalin dapur duluan. Karena BGN tidak meng-cover biaya pembangunan dapur mitra yang bangun sendiri, baru pemerintah bayar balik bertahap.
Dengan investasi Rp3,5 miliar dan Rp6 juta per periode Om Hendrik bilang sampai sekarang belum balik modal.
Apakah ini transparan dari awal ke publik?
Tidak. Dan di situ masalahnya.
Soal jogetnya:
Dia joget bukan baru sekali itu.
Sudah 5 bulan sebelumnya pun sering bikin konten joget, tidak pernah viral.
Yang bikin viral kali ini backgroundnya ada logo BGN.
Satu komentar netizen yang nyinyir soal Rp6 juta — diambil screenshot oknum, ditempel sama video joget jadilah narasi "pamer uang rakyat sambil joget."
Padahal konteksnya berbeda total.
Tapi ya ini namanya dunia medsos.
Konteks kalah cepat dari emosi.
Yang bikin miris:
Dua dapur Om Hendrik yang baru mau running langsung berhenti sebelum sempat beroperasi.
Ada relawan yang sudah menunggu 3 bulan akhirnya belum bisa kerja.
150 karyawan dirumahkan.
Anak-anak yang biasa dapat MBG mulai nanya-nanya ke Om Hendrik kapan makanannya ada lagi.
Dan anaknya yang 4 tahun ikut-ikutan nanya:
Papi boti ya?
Papi boti kata orang2 di sekolah
karena dengar kata itu terus dari TikTok.
Kenapa dapurnya disuspen?
Bukan karena joget.
Tapi karena ada temuan teknis IPAL (instalasi pengolahan air limbah) belum lengkap dan ada pembenahan yang harus dilakukan di standar dapur.
BGN memang sedang memperketat standar dan dapur Om Hendrik kena evaluasi di momen yang paling tidak tepat, bersamaan dengan viralnya kontroversi.
Yang perlu digarisbawahi dari seluruh cerita ini:
Pertama Om Hendrik bukan malaikat sempurna, tapi juga bukan koruptor.
Dia pengusaha yang masuk program pemerintah dengan modal nyata, ketemu masalah teknis, dan kena badai medsos di saat yang bersamaan.
Kedua Masalah IPAL dan standar dapur yang tidak terpenuhi itu nyata dan harus diperbaiki.
Tidak bisa dimaafkan hanya karena orangnya sudah investasi besar.
Ketiga Ada oknum mitra lain yang lebih parah.
Menu di bawah Rp10.000.
Ada yang kasih biskuit dan makanan jadi tanpa masak.
HPP sampai Rp4.000 dari anggaran yang harusnya Rp10.000.
Tapi mereka tidak viral karena tidak joget.
Keempat Program MBG yang nilainya triliunan, menyentuh jutaan anak butuh pengawasan yang jauh lebih ketat dan transparan dari awal.
Bukan hanya reaksi setelah viral.
Joget Om Hendrik bukan masalah.
Yang masalah adalah sistem yang belum cukup transparan sehingga publik tidak tahu bedanya insentif mitra dengan korupsi, tidak tahu standar IPAL itu apa, tidak tahu siapa yang boleh dicek dan bagaimana.
Dan ketika ada yang viral semua kemarahan tertumpah ke satu orang.
Sementara yang benar-benar bermasalah yang kasih menu Rp4.000 dari anggaran Rp10.000 tetap aman karena tidak bikin konten.
No viral, no justice.
Dan no viral juga berarti no accountability.

Indonesia

@WagimanDeep212_ pleciden yg udah mo pikun suruh mimpin dan berteman dengan ormas.
ya begini jadinya
Indonesia

@GheaJhanaLie7 @Puspen_TNI geng paling g gina tapi paling sok merasa kuasa.
Indonesia

Tempat Mbacot retweetledi

@sharpandshark owner tinggal bilang polisi atua ganti barang baru.
Indonesia

DETIK-DETIK TRAGEDI: Ketika 'Kenakalan' Berubah Menjadi Bahaya Maut 🚨🚨🚨
"Video ini bukan sekadar tentang anak nakal, tapi tentang potensi bahaya fatal yang sering kita sepelekan.
Terlihat jelas bocah tersebut tertawa sambil menyayat dinding balon. Padahal, istana balon sangat bergantung pada stabilitas tekanan udara. Begitu bocor, material berat tersebut akan mengempis dan bisa mengurung anak-anak di dalamnya.
Indonesia

@Kemhan_RI gini dong guna dan keren bacanya.
pernah baca masak mokad ama preman kan lucu.
Indonesia

Menteri Pertahanan Republik Indonesia beserta Keluarga Besar Kementerian Pertahanan menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya Praka Farizal Romadhon, prajurit Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti, Kodam Iskandar Muda, dalam pelaksanaan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
Pengabdian almarhum menjadi bagian dari tugas mulia prajurit dalam menjaga perdamaian. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, sekaligus penghormatan atas pengorbanan yang telah diberikan.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Indonesia

@neVerAl0nely___ pemimpinnya lg joget2.
masih sibuk ngurus mbg dan kopdes
Indonesia

Anak Saya Putri Papuana Melanesiani Pigai akhirnya sudah wisuda di Sekolah Kuliner Bergengsi Terbaik Nomor 1 Dunia Le Cordon Bleu di Eropa. Dulu dia sekolah di Amerika Serikat dan Sekarang di Eropa. Akhirnya lulus di Sekolah Top Dunia.
Anak Sy Putra salah satu generasi muda brilian, alumni Pangudi Luhur Jakarta sering juara dan siswa berprestasi dan saat ini kuliah S1 di salah satu sekolah terbaik dan tersulit dunia di Tokyo Jepang, yang suatu saat akan dilirik atau minimal Presiden Freeport atau Pimpin Smelter Freeport dimiliki Jepang di Gresik. Itu keinginan Saya sebagai orang tua but let’s see the subsequent😀
Mereka sekolah saatnya Ayahnya bekerja sebagai oposisi dan aktivis jalanan. Sekarang Saya tidak punya rumah dan tanah dan tercatat di LHKPN KPK sebagai Menteri Termiskin di Kabinet. Tetapi prestasi anak2 Saya bernilai tinggi. Saya tidak sombongkan diri Saya termasuk Menteri yg anak2nya masuk Sekolah2 Top Dunia.😀🙏
Mereka sekolah tanpa biaya Pemerintah, tanpa biaya LPDP seperti anak2 pejabat Indonesia pada umumnya dan juga anak Capres yang mantan Menteri dan Gubernur yang dapat biaya LPDP itu.
By the way “mereka dua tidak tahu kantor saya dan selalu naik taksi, Grab, bawa motor dan bahkan 1 pegawai Kementerian HAM pun tidak kenal. (Boleh tanya mulai dari Securiti, OB, sampai Dirjen/ Sekjen dan semua Pejabat).
Sampai di sini kita bisa renungkan kualitas dan integritas, karakter, kapasitas, moralitas orang tuanya karena “Buah Matoa tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya”.




Indonesia
Tempat Mbacot retweetledi

Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam.
Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain.
Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya.
Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang.
Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti.
Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah.
Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia.
Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual.
Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun.
Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya.
Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan.
Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta.
Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini.
Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi?
Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia

@busanonni Jangan mudah percaya terhadap berita atau hal hal. Sekarang AI makin canggih susah bedain yang mana asli sama palsu. Masa ada rudal ngebom orang kagak lari berhamburan malah ngamatin. Uda fix palsu. Gw kalo tau ada bom meledak deket gw mah kabur.
Indonesia

Innalillahi astaghfirullah ya Allaaaah… ini jahat bgt astaghfirullah
Muslim@Muslim
BREAKING🚨 Israel is bombing Palestinian refugees in tents in Gaza.
Indonesia

@Hnirankara Ya gpp gada urusanx sm lu org" bapuk , ga gampang jd spt itu biarlah org mensyukuri dgn carax masing" bkn job desk lupade bapuk putuskan ini bener itu salah
Indonesia

Alhamdulillah, hari ini saya bersama istri dan anak-anak merayakan Idulfitri di rumah orang tua kami di Fakfak, Papua Barat.
Mari jadikan momen hari kemenangan ini untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan berbagi kebahagiaan.
Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan mempertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan berikutnya.
Selamat Idulfitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.



Indonesia
Tempat Mbacot retweetledi

@Jateng_Twit Pasti seru pas meledaknya, para korban sangat bahagia
Indonesia

@IndonesiaFedera pernah denger penimbum di luar jawa ditangkap g.
g kan.
ya itu masalahnya.
Indonesia

@Duren___ setidaknya lebih baik dan manusiawi dibanding raja solo yg sesungguhnya.
Indonesia















