🫐🍓

27.3K posts

🫐🍓 banner
🫐🍓

🫐🍓

@tryzhadindha

Katılım Kasım 2011
447 Takip Edilen844 Takipçiler
🫐🍓 retweetledi
luta
luta@kkooobe·
tlong ya tementemen sbisa mungkin kalo misal order makanan/anything minta dianterin ke tmpat dipantau aplikasinya berkala, klo drivernya udh deket siap2lah buat ambil. atau kabarin aja kalo memang gabisa ambil biar drivernya bisa taruh mkanannya, jangan dibuat nunggu lama.
luta tweet media
Indonesia
1.6K
21.1K
95.3K
2.8M
🫐🍓 retweetledi
Heavenly
Heavenly@Hvnlysect·
@bellybelsley ga heran sih, sobatnya aja asli nganjuk
Indonesia
0
5
200
53.3K
🫐🍓 retweetledi
ً
ً@JAILEYSWRLD·
Hailey Bieber you are the most amazing woman
English
98
5.8K
42.6K
625.8K
🫐🍓 retweetledi
jdb.
jdb.@_Jdbiebers·
Justin Bieber singing one less lonely girl and sounding exactly like his young self im not okay 😭😭😭😭
English
177
26.2K
108.3K
1.9M
🫐🍓 retweetledi
Prasdianto
Prasdianto@kamentrader·
Klo yg datang nawarin adalah penipu ngaku kepala cabang BNI, mungkin yg ceroboh adalah korban. Klo yg datang adalah BENERAN kepala cabang BNI dan dia NIPU, berarti Bank BNI yg bangsat !!
Indonesia
94
7K
28.9K
623.2K
🫐🍓 retweetledi
Billy
Billy@Billy_Naravit·
Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas. Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
877
12.4K
44.7K
3.2M
🫐🍓 retweetledi
August
August@AnakLolina2·
Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai. Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,. @DivHumas_Polri @KejaksaanRI @prabowo No viral no justice kata @mohmahfudmd Bantu RT 🙏
August tweet media
Indonesia
479
20.8K
40K
1.4M
🫐🍓 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47.1K
102.4K
11M
🫐🍓 retweetledi
Chia
Chia@shyscia·
Ini hasil kerjaan lo? @kemkomdigi INI HASIL KERJAAN LO? DI TELPON NON STOP BAHKAN DALAM RENTANG 1 MENIT???? SEHARI BISA LEBIH DR 10? MANA PERLINDUNGAN DATA PELANGGAN DAN PRIVASINYA cc @BPKN_RI
Chia tweet media
Indonesia
1.3K
9.2K
29.1K
1.2M
🫐🍓 retweetledi
BBC News Indonesia
BBC News Indonesia@BBCIndonesia·
Badan Gizi Nasional (BGN) belanja tablet, motor, kaos, sampai semir sepatu dengan total triliunan rupiah pada 2025. Apa saja rinciannya dan kenapa pengadaan ini dikritik sebagai "alarm serius bagi tata kelola keuangan negara"? bbc.com/indonesia/arti…
BBC News Indonesia tweet mediaBBC News Indonesia tweet mediaBBC News Indonesia tweet mediaBBC News Indonesia tweet media
Indonesia
1K
12.2K
17.6K
655K
🫐🍓 retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
Bukti kuat bahwa negara gak kerja, gak hadir, salah pilih prioritas, bebal, culas, pongah, dan empatinya jatoh. Kapan terakhir kali kamu liat presiden unggah konten perihal Aceh? Saat sholat ied? Saat diskusi harga sumur bor 150jt dan dianggapnya murah? Atau saat ia berkelakar di atas podium bahwa saat pemilu ia tak memenangkan suara di Sumatera, tetapi mengklaim ia dan pemerintahannya tetap 'mati-matian' untuk proses pemulihan bencana? Kapan? Inilah Aceh saat ini, masih seperti ini. Semoga lekas pulih, Aceh. 🥀
Humanies Project@humaniesproject

Selamat sore dari Gayo Luwes, Aceh.

Indonesia
102
17.3K
31.7K
570.2K
🫐🍓 retweetledi
Emil Mario
Emil Mario@emilmarioo·
lo ga secakep itu untuk ukuran attitude lo yang sampah itu
Indonesia
61
3.3K
10.1K
213.3K
🫐🍓 retweetledi
Epixurus
Epixurus@Epixurus8·
Norak tau gak pas loe ngepost temen nikah pake caption "sold out", kurang-kurangin deh, kayak orang kaga sekolah loe pada
Indonesia
55
466
5.5K
432.2K
🫐🍓 retweetledi
ᗰ ᘔ K ᑌ ᑎ
ᗰ ᘔ K ᑌ ᑎ@KuntoAjiW·
Ngucapin lebaran kaga, puasa kaga, berduka kaga. Malah bikin ucapan ulang tahun mantan.
Indonesia
673
19.9K
60K
2.2M
🫐🍓 retweetledi
dr. Gia Pratama
dr. Gia Pratama@GiaPratamaMD·
Ada tanggung jawab yang datang untuk memperlihatkan seberapa luas pundakmu sebenarnya. Tekanan sering terasa berat, dimana seolah hidup sedang meminta terlalu banyak. Padahal justru karena langit tahu ada kapasitas besar yang dititipkan di dalam dirimu. Mungkin hari ini kamu belum melihatnya. Mungkin kamu masih merasa goyah. Tapi belum sadar, bukan berarti tidak punya. Pressure is privilege. Sebab tidak semua orang dipercayai memikul hal yang besar. Tidak semua orang diberi ruang untuk bertumbuh lewat beban yang besar. Dan Allah sudah lebih dulu menenangkan hati kita: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” QS. Al-Baqarah 2:286. Tarik napas dalam. Tenangkan hati. Jalani pelan-pelan. Kamu tidak dipilih untuk ini tanpa kemampuan. Kamu Son Goku yang belum tau bisa jadi Super Saiya 1, 2, dan 3.
Indonesia
168
4.3K
11.7K
276.7K
🫐🍓 retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
🚨RESMI! Kemenkes mengeluarkan aturan "Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan Siap Saji" Berdasarkan Kepmenkes No. 01.07/Menkese/301/2026 Detailnya: a. level A berupa kombinasi huruf A dengan warna hijau tua; b. level B berupa kombinasi huruf B dengan warna hijau muda; c. level C berupa kombinasi huruf C dengan warna kuning; atau d. level D berupa kombinasi huruf D dengan warna merah. Keterangan: 1. Level A merupakan kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih rendah dibandingkan level B, level B merupakan kandungan gula, garam, dan lemak yang lebih rendah dari pada level C, dan level C merupakan kandungan gula, garam, dan lemak lebih rendah dibanding level D. 2. Level A tidak boleh menggunakan bahan tambahan pangan pemanis (bahan tambahan pangan pemanis alami dan/atau bahan tambahan pangan pemanis buatan), baik melalui penambahan langsung dan/atau ikutan (carry over). 3. Level B hanya dapat menggunakan bahan tambahan pangan pemanis alami. 4. Level C dan Level D dapat menggunakan bahan tambahan pangan pemanis (bahan tambahan pangan pemanis alami dan/atau bahan tambahan pangan pemanis buatan). Contoh pencantuman label ada di foto 3. Pemberlakuan secara WAJIB akan diterapkan 2 tahun dari Kepmenkes ini diterbitkan. Alhamdulillah lah ya paling tidak ada progress untuk lindungi masyarakat dari bahaya konsumsi Gula Garam Lemak berlebih.
MinDos tweet mediaMinDos tweet mediaMinDos tweet media
Indonesia
351
6.8K
17.9K
751.4K
🫐🍓 retweetledi
maa
maa@sexcgalll·
@sampahfhui inilah bukti ‘many people are educated but not well-mannered’. kaya lu punya pendidikan yg bagus tp kalo kelakuan lo jelek tuh percuma. sickkk. semoga korban yg dimention di group baik baik aja dan dapet perlindungan dari UI.
Indonesia
30
11.4K
62K
1.9M
🫐🍓 retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Ngejaga Mental Health bkn berarti kita harus bahagia terus2an, bkn berarti harus positive vibes only. Kata partner w yg jebolan psiko, setelah aware soal Mental Health, next step yang perlu dilakuin adlh ngebangun Mental Resilience. Gak gampang jatuh, gak gampang baper, gak gampang sedih. Krn dunia gak se-happy go lucky itu. Kita akan salah, kita akan ketemu sm org yang nyalahin kita, kita akan sedih, atau membuat org lain sedih. Jd bkn soal gabole sedihnya, tp belajar utk bs nerima dan balik lagi.
Asanwa.sol@Chizitere_xyz

unpopular opinion about mental health that will put you in this position??

Indonesia
51
3.6K
9.8K
464.1K
🫐🍓 retweetledi
vyooo
vyooo@vyowiz_·
Kadang lagi ngerasa paling capek sama hidup sebagai sandwich generation… tapi tiba-tiba lihat sesuatu yang bikin hati ke-rem. Ternyata, aku masih dikasih waktu dan kapasitas di usia sekarang buat nanggung semua ini. Sementara di luar sana, ada yang bahkan belum sempat tumbuh sepenuhnya, tapi udah harus kuat lebih dulu. IG: panti_asuhan_berkat_risma
Indonesia
42
517
1.9K
61.6K