melon

61.8K posts

melon banner
melon

melon

@typeandsleep

tweets are personal / ngetwit bola / bukan akun personal branding

Buitenzorg Katılım Ağustos 2009
1.8K Takip Edilen992 Takipçiler
melon retweetledi
Muhammadiyah
Muhammadiyah@muhammadiyah·
Segelas kopi, dan teri sebiji kadang sudah bisa menjadi pelipur lelah sebelum pulang ke rumah. Semoga lelah bekerjamu yang diniatkan karena Allah jadi berkah, dan langkahmu selalu dimudahkan. Selamat Hari Buruh #Muhammadiyah
Muhammadiyah tweet media
Indonesia
425
6.5K
18.3K
2.5M
melon
melon@typeandsleep·
Kita mudah marah. Tapi mudah lupa.
Indonesia
0
0
0
8
melon retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia. Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026. Dan datanya bukan dari sembarang sumber. Dari Forbes. Dari LHKPN. Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah. Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas: 50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026. APBN Indonesia? Rp3.800 triliun. Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh. Satu tahun. Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu. Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari. Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam. Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri: Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih. Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang. Dua belas orang. Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun. Siapa? Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma. Ada juga Menteri Perumahan Rakyat. Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya. Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri: Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI. Dua ratus lima puluh dua tahun. Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun. Itu bukan angka. Itu absurditas. Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri. Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama. Di antara satu korps yang sama. Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya: Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili. Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta. Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili. Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak. Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap: Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa? Rp93 triliun per tahun. Sembilan puluh tiga triliun. Setiap tahun. Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang. Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar. Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun. Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh. Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan. Hanya dari 50 orang. Hanya 2%. Per tahun. Tapi itu tidak terjadi. Dan Celios menjelaskan kenapa: Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan. Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi. Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan. Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh. Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini: Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir. Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki. Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan. Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas. Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian. Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret: Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen. Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek. Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya. Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan. Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama. 50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya. Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini. Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya. Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
226
4.1K
7K
209.9K
melon
melon@typeandsleep·
Keleyengan. Tapi harus pulang.
Indonesia
0
0
0
8
melon
melon@typeandsleep·
@RidhaIntifadha @angga_fzn Ah, bener juga. Bertahun-tahun masih bingung dengan orang di grup WA yang bangga banget calon pilihannya menang.
Indonesia
0
0
9
655
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
@angga_fzn Bagi sebagian orang, program demikian mungkin tidak penting dibandingkan perasaan mencapai menang ketika setiap hari mencatat kekalahan. Bagi sebagian orang, pemilihan Presiden adalah cara untuk menunjukkan eksistensi dan merayakan euforia di tengah kehidupan yg dirasa berat.
Indonesia
4
54
466
39.4K
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Kita pernah punya calon presiden yang mau memastikan setiap keluarga setidaknya punya 1 sarjana utk mengubah nasib keluarganya, memotong rantai kemiskinan. Kita pernah punya calon presiden yang peduli sama daycare di kantor agar ayah ibu yang harus bekerja tidak perlu was-was soal anaknya. Note: ini program 2 dari 3 calon presiden ya. Dan keduanya nampaknya berhasil sebagai sosok ayah dan suami yang baik untuk keluarganya, memberikan teladan bagi banyak orang yg fatherless, dan perempuan korban irresponsible husband.
txtdrimedia@txtdrimedia

kampus di Indonesia meluluskan sekitar 1,9 jt mahasiswa/thn, namun ketersediaan lapangan kerja sedikit kemendiktisaintek menyoroti jurusan keguruan, yg lulus 490 ribu/thn tapi kebutuhan guru hanya 20 ribu. hal ini menciptakan pengangguran terdidik pmerintah bakal fokus mengembangkan prodi yg selaras dgn pertahanan, maritim, hilirisasi , digitalisasi, energi, pangan, kesehatan, dan manufaktur

Indonesia
235
12.1K
27.7K
925.6K
melon retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Hey @Harvard, One of your graduates (Stella Christie) is out here arguing against salary floors for lecturers, claiming “competition” and “quality-based pay” are essential for university progress and national scientific advancement. Yet under the very same regime she serves, she fails to explain why MBG staff can earn far more than the lecturers who actually teach, research, and carry the university’s core academic mission. For Harvard, having an alumna publicly defend this kind of selective and hypocritical logic is honestly embarrassing. Thank you for your attention to this matter!
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok

English
121
6.4K
19.3K
572.4K
melon
melon@typeandsleep·
Seneng banget.
Indonesia
0
0
0
6
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Makasih prompt-nya Mas @hanifproduktif Gue jadi bisa buat poster idola gue 🙏 Milan campione! Prompt: Design a premium 9:16 vertical phone wallpaper featuring Andriy Shevchenko in AC Milan 2003-2004 Home kit. Advanced sports graphic design style: layered composition with player portrait + full-body action shot, club crest integration, dynamic white and red energy effects, San Siro Stadium silhouette backdrop, bold vertical typography with "SHEVCHENKO", dark cinematic color grading with AC Milan Red accents, photorealistic detail, 4K resolution.
dr. Adam Prabata tweet media
Hanif | AI For Productivity@hanifproduktif

Broooo gila banget ini ChatGPT Image 2 Apakah designer ketar ketir? 💀

Indonesia
163
551
3.2K
167.9K
melon
melon@typeandsleep·
Hari baru, gelisah yang sama~
Indonesia
0
0
0
10
melon
melon@typeandsleep·
Membayangkan pajak dipake buat bagi-bagi lele mentah dan kacang goreng.
Indonesia
0
0
0
18
melon
melon@typeandsleep·
Kalian udah lapor pajak? Gue belum, males banget rasanya tahun ini.
Indonesia
1
0
0
27
melon
melon@typeandsleep·
Capek. Tapi besok masih ada.
Indonesia
0
0
0
12
melon retweetledi
Shela ‘Oxfara’ Sundawa
Judul programnya makan bergizi gratis, anggaran buat beli motor 42 juta sebanyak 31.000!!! Giliran buat anggaran makanan anak2nya malah cuman 10.000 / anak. Dimana logikanya?
Indonesia
475
12.4K
26.4K
434K
melon retweetledi
andi
andi@andihiyat·
Being an indonesian: - Bangun - Kerja - "Ya allaaaah" tiap baca berita - Nangis - Tidur
Indonesia
43
10.6K
28K
259.6K
melon retweetledi
Handoko Tjung
Handoko Tjung@handokotjung·
Program yang isinya memasak, tapi ga dipikirin masak-masak. Masak gitu sih?
Indonesia
23
42
163
16.1K
melon retweetledi
Handoko Tjung
Handoko Tjung@handokotjung·
Denger-denger katanya besok April Mop dibatalkan, karena kita udah kebanyakan diprank negara.
Indonesia
10
162
437
15K
melon retweetledi
Handoko Tjung
Handoko Tjung@handokotjung·
- Currencynya melemah terus. - Indeks sahamnya turun terus. - Anggarannya defisit terus. - Bendaharanya gak tau ada pembelian fasilitas masif. - Pejabatnya ditanya anggarannya dari mana dijawab “pokoknya ada.” I dont know how many “wallahi we’re finished” I have left in me.
Indonesia
146
16.2K
28.5K
360.4K
melon
melon@typeandsleep·
@mhuseinali Percuma pinter kalau gak gemoy.
Indonesia
0
0
0
24
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Semua orang tau presiden Iran itu dokter bedah jantung. Tapi tau gak kalau Wapres Iran itu punya gelar PhD di bidang electrical and communication engineering? Thesisnya sampe dikenal dengan istilah "Aref Theory". Edan bener. When yh punya wapres dengan CV segunung gini....
Ali 👊🏻 tweet media
Mojtaba Arbelei 🇵🇸 ⚽@akunbolabola

@mhuseinali Tapi serius Iran ini keren banget masalah HDI, apa motivasinya ya 🤔

Indonesia
598
11K
38.3K
784.8K