Ulwi
18.4K posts

Ulwi
@ulwisibaq
On a journey to find myself.

Habis nonton podcastnya, ini TS-nya kurang lengkap jadi bikin misleading Staff yang dimention Chef Juna ternyata bukan izin dari jauh-jauh hari, tapi emang mendadak bilang enggak bisa masuk karena anaknya sakit. Di dunia profesional, itu biasanya bukan dihitung izin sakit pribadi karena yg sakit orang lain, jadi wajar kalo konsekuensinya ada potong gaji atau dianggap engga masuk kerja “Kan anaknya sakit?” Ya itu emang kondisi yang manusiawi. Emang resiko punya tanggungan keluarga ya di situ. Kalo atasannya punya anak lebih banyak pun belum tentu bisa langsung libur tiap ada yang sakit. Menurut gue solusinya: - Punya backup caregiver atau keluarga yang bisa bantu kalau anak sakit mendadak. - Komunikasi secepat mungkin ke tempat kerja, jangan pas jam kerja baru bilang. - Tempat kerja juga idealnya punya sistem backup/cross-training biar operasional enggak langsung chaos kalau ada yang absen. - Kalau memang sering kejadian darurat keluarga, mungkin bisa diskusi opsi kerja yang lebih fleksibel. - Dan perusahaan juga sebaiknya punya kebijakan emergency leave yang jelas, jadi enggak semua kasus langsung dianggap “karyawan tidak profesional.”

Statement Juna lagi dirujak 😅 Tapi memang ada pertanyaan yang… mau dijawab apa pun bakal tetap mengundang kontroversi. Kadang respon netijen bukan cuma soal setuju atau enggak. Tapi juga refleksi pengalaman hidup, tekanan, dan sudut pandang mereka masing-masing.

Coba dipikir. Cita2 pingin industrialisasi, bikin mobil dan ponsel sendiri Tp belanja APBN Top 3 nya: BGN, TNI, Polri Programnya: MBG, Kopdes, Gentengisasi Budget R&D to GDP cuma 0,28%. Preman di mana2. Kepastian hukum ga pasti. Gimana industrialisasi dan investasi bisa jalan?

Prabowo Akan Gunakan Teknologi Canggih untuk Lacak 'Aset Koruptor' di Bunker

Menkeu Purbaya Siapkan Anggaran Jumbo untuk Alutsista

@ubegebe1 Yaah kalau udah ga perform, dinilai gagal, kehilangan kepercayaan, kalau mundur kan gentleman Harusnya didukung kan pejabat ga perform ya ganti lah

Anggota Komisi IX DPR RI Primus Yustisio menyarankan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri buntut nilai tukar rupiah terus melemah. ~RS



JUST IN: Polri Targetkan 1.500 Dapur MBG pada 2026


Kenapa narasi heroik Pak Habibi seperti ini terus beredar? Beberapa waktu lalu ada ekonom yang ngasih debunk. Intinya, ini heroisme semu. Kenapa? Yang paling saya ingat dari penjelasannya: Pak Habibi menaikkan suku bunga SBI hingga 70%. Ini artinya suku bunga kredit (pinjaman usaha, KPR, modal kerja, dll.) ikut melonjak. Pajak juga naik, aset negara ada yang dijual, hingga PHK massal. Kita miskin waktu itu lho. Karen penguatan rupiahnya, menurut ekonom tadi, hanya "kemenangan semu". Kalau mau dicoba seperti itu di masa sekarang, ya, hancur negara ini. 😅


Berdasarkan putusan terbaru per 12 Mei 2026, Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Jakarta Ibu Kota Negara Indonesia. FYI, anggaran untuk IKN per 2025 aja udah 75 triliun. Terus gak jadi apa-apa. Bisa bangun berapa sekolah itu harusnya😭😭😭




