nas

622 posts

nas banner
nas

nas

@vairynaa_

daily life & marah2

Katılım Temmuz 2024
41 Takip Edilen24 Takipçiler
nas retweetledi
Raka
Raka@doimucenah·
Worst case kalau $1 = Rp20.000 (amit-amit jangan sampe) Apa yang bakal terjadi ? Gue jelasin pake bahasa bayi.
Raka tweet media
Indonesia
383
7.7K
26.9K
1.5M
nas retweetledi
dee
dee@dirdiary·
gara2 58% orang dongo dan sekarang kita senegara mau dibikin dongo juga
Indonesia
1
11.8K
28.4K
313.5K
nas retweetledi
Ommi de Queen👑
Ommi de Queen👑@ommi_siregar·
Wamen Kemendikti Prof. Stella sebut gaji rendah dosen karena dianggap tidak kompeten. Padahal, syarat jadi Presiden dan Wakil Presiden aja minimal tamatan SMA, sementara dosen minimal S2... 🤔 ku fikir dia pintar, ternyata 'kurang akal'. 👇
Ommi de Queen👑 tweet mediaOmmi de Queen👑 tweet media
Indonesia
15
3.3K
9.8K
275.6K
nas retweetledi
nana kopaja (deera)
indonesia panas bgt fakmen ini kita dihukum mother nature karena presidennya wowok
Indonesia
100
21K
57.6K
431.2K
nas retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
ANJINGGGGG😭😭😭😭😭
muklas tweet media
Indonesia
454
5.3K
39.2K
1.4M
nas retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
GUys ini sakit sih...... Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi, tanpa konferensi pers, tanpa pernyataan apapun dari kementerian? Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam. Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa. Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya. Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa. Ternyata ada sabotase dari dalam. Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar. Bocoran pertama: kas pemerintah hanya cukup 3 minggu. Bocoran kedua: uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis. Bocoran ketiga : dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing: Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan. Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung. Bukan dari oposisi. Bukan dari pengamat. Dari dalam Kemenkeu sendiri. Dampaknya nyata ke pasar. Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar. Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu. Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri, ketemu investor satu per satu menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan. Bule-bule itu bilang clear. Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi. Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri. Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan: Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab: Iya dan tidak. Ada sedikit. Tapi ada yang lain-lain juga. Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas. Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan. Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen. Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan: Pertama 40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya. Mayoritas perusahaan China. Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar. Dua sudah dikejar dan berjanji membayar. Tapi 38 yang lain masih berjalan normal. Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah. Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu: Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya. Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak. Kedua dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada. Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya. Jawaban Purbaya: Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin. Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin." Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya. Oh, tanda tangan elektronik ada loh. Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan." Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman." Ketiga sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah. Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance. Semua isian dari awal lagi. Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan: Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu. Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan: Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot. Tapi di dalam: Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri. Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak. Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya. Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam. Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam. Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini. sungguh sakit ini negeri kita
Lambe Saham tweet media
Indonesia
565
5.5K
19.7K
1.4M
nas retweetledi
bia
bia@bersuwara_·
menurut gw
bia tweet media
Indonesia
85
15.5K
41.7K
295.6K
nas retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada berita hari ini yang menurut gua adalah salah satu hal paling mengejutkan yang bisa terjadi dalam tata kelola keuangan negara. Pemerintah sudah membuka 35.476 lowongan kerja untuk manajer Koperasi Desa Merah Putih. Pendaftaran sudah dibuka sejak 15 April dan ditutup 24 April 2026 besok. Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa orang yang bertanggung jawab atas kas negara mengaku tidak tahu dari mana uang untuk menggaji puluhan ribu pegawai itu akan datang. Kata-katanya sangat eksplisit. Koperasi saya enggak tahu. Yang lain saya enggak paham. Berhenti sebentar dan pahami itu. 35.000 orang lebih akan direkrut sebagai pegawai BUMN. Gajinya belum ditentukan secara detail Zulhas hanya bilang menyesuaikan tingkat kelulusan. Sumber anggarannya tidak jelas Menkeu hanya tahu cicilan Rp40 triliun per tahun untuk koperasi tapi tidak tahu apakah itu sudah termasuk gaji pegawai atau belum. Dan proses rekrutmen sudah berjalan penuh tanpa ada kejelasan fiskal yang konkret. Ini bukan pertama kali pola seperti ini terjadi. MBG diluncurkan 6 Januari 2025 sementara anggarannya masih diblokir dan belum bisa dicairkan. Mitra direkrut, dapur dibangun, makanan dikirim semua pakai uang sendiri dulu sambil menunggu reimbers yang entah kapan. Baru belakangan sistem dibenahi. Motor listrik Rp1,2 triliun untuk BGN muncul di anggaran tanpa penjelasan yang memadai tentang relevansinya dengan program makan bergizi. Proyek IT Rp1,2 triliun yang klarifikasinya hanya narasi tanpa data yang bisa diverifikasi publik. Dan sekarang 35.000 pegawai BUMN direkrut dengan sumber gaji yang bahkan Menkeu sendiri tidak tahu. Polanya sangat konsisten dan sangat mengkhawatirkan. Program diluncurkan dulu, rekrutmen dibuka dulu, pengumuman dibuat dulu sementara pertanyaan paling fundamental tentang dari mana uangnya dijawab dengan nanti saya pastikan. Yang membuat ini lebih serius adalah konteksnya sekarang. Tiga Dirjen di Kemenkeu baru saja dicopot bersamaan kemarin. Ada isu APBN yang hanya mampu bertahan tiga bulan ke depan yang belum dikonfirmasi atau dibantah dengan data konkret. Ruang fiskal sudah sangat tertekan dengan MBG yang menyedot hampir Rp1 triliun per hari, perang Iran yang membuat harga energi melonjak, dan penerimaan pajak yang tertekan. Di tengah semua tekanan fiskal itu pemerintah membuka 35.000 lowongan baru tanpa kejelasan anggarannya. Ada juga pertanyaan teknis yang sangat serius soal rekrutmen ini yang perlu dijawab. Pertama — status pegawainya adalah karyawan BUMN. Koperasi Desa adalah entitas yang secara hukum berbeda dari BUMN. Lalu mengapa rekrutmennya melalui Panselnas dan statusnya BUMN? Ini adalah pertanyaan legal yang sangat mendasar. Kedua — 30.000 dari 35.476 posisi berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Ini adalah perusahaan yang baru dibentuk. Apakah PT ini sudah memiliki struktur corporate governance yang memadai untuk mengelola 30.000 pegawai sekaligus? Ketiga — rekrutmen menutup usia maksimal 25 tahun. Artinya ini menyasar fresh graduate dan diploma baru lulus. Dengan gaji yang belum jelas, ditempatkan di koperasi desa yang baru dibentuk, dengan status yang tidak jelas antara BUMN atau bukan ini adalah kondisi kerja yang sangat tidak ideal dan berpotensi mengorbankan puluhan ribu anak muda. ketika Menteri Keuangan sendiri bilang tidak tahu sumber anggaran untuk program yang sudah berjalan dan sedang direkrut puluhan ribu pegawainya, itu bukan sekadar masalah komunikasi antar kementerian. Itu adalah bukti bahwa program-program besar ini diluncurkan tanpa perencanaan fiskal yang matang dan terkoordinasi. Dan yang paling menggelisahkan adalah ini sudah terjadi berulang kali dengan pola yang sama. Luncurkan dulu, urus anggarannya belakangan. Dan yang selalu menanggung konsekuensinya adalah uang pajak rakyat yang terus mengalir tanpa kepastian akan ke mana dan untuk apa tepatnya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
507
6.4K
14.7K
612.4K
nas retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Rupiah Ambruk ke Level 17.300 per Dolar AS
tempo.co tweet media
Indonesia
825
9.5K
29.1K
1.4M
nas retweetledi
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Gak ada yang bingung. 1. Menang pemilu curang 2. Legitimasi rendah 3. Butuh dukungan otot, otak, ongkos 4. Polisi & tentara jadi otot 5. Dikasih proyek & logistik 6. Dibungkus narasi ketahanan pangan. Gak perlu cerdas buat beginian. Cukup mental culas dan tahan malu.
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
359
8.4K
16.3K
204.6K
nas
nas@vairynaa_·
DEMI ALLAH MERINDING.
Indonesia
0
0
0
18
nas retweetledi
Sumbul#1161
Sumbul#1161@bitxt·
kalo BOP ada halal bi halal, prabowo tugasnya cuci piring
Indonesia
92
3.5K
15.2K
156.4K