tejusgulbat

1.6K posts

tejusgulbat banner
tejusgulbat

tejusgulbat

@wdya_aa

Katılım Aralık 2019
119 Takip Edilen87 Takipçiler
tejusgulbat
tejusgulbat@wdya_aa·
Butuh jasa rapihin dokumen nih, mulai dari daftar isi, daftar gambar, penomoran dan lainnya. Adakah yg buka? #zonauang
Indonesia
32
1
7
744
tejusgulbat retweetledi
sya
sya@joawop·
bangun dalam keadaan semua harga naik, kecuali gaji imutku 💔
Indonesia
158
5.6K
12.1K
192.1K
tejusgulbat retweetledi
rizu
rizu@zuujy·
padahal indonesia udh perancis bgt, kita punya bonjourmasin
Indonesia
421
11.8K
49.8K
670.8K
tejusgulbat retweetledi
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
Perempuan juga bisa mimpi basah ? Jawaban nya : Bisa 😄 Dalam dunia medis disebut nocturnal orgasm, yaitu orgasme saat tidur. Bedanya dengan cowok, perempuan sering ga sadar karena biasanya ga ada ejakulasi yang jelas. Kadang cuma bangun dengan jantung berdebar, tubuh hangat, atau area intim lebih sensitif. Dan uniknya, pemicunya ga harus mimpi vulgar. Kadang cuma mimpi romantis, dipeluk, atau merasa nyaman. Karena pada perempuan, otak dan emosi punya pengaruh besar terhadap gairah seksual. Jujur siapa yang baru tau hal ini ?
Tubagus Siswadi W tweet media
Indonesia
11
204
1.8K
79.3K
tejusgulbat retweetledi
TIRTA
TIRTA@tirta_cipeng·
Ga usah panik soal hanta virus, asalkan kamu ga KEMPROH dan JOROK. Wong virusnya aja biasanya nongol di tikus. Cara pencegahannya tu basic banget. Ya higienitas alias kebersihan diri. Paham lah ya. “Kok bisa sampe kapal pesiar” Ya mngkin pada kemproh kali. Wkwkwwk
Indonesia
580
11.7K
53.9K
1.2M
tejusgulbat retweetledi
Calon Magister
Calon Magister@calonnMagisterr·
SIAPA YANG MASIH SUKA CELUP KANAN CELUP KIRI? unprotected sex = musuh utama keseimbangan vagina! Vagina normal pH asam (3.8–4.5) buat jaga bakteri baik. Semen alkalin, langsung rusak pertahanan itu. Risikonya: • Bau amis + keputihan (BV) • Infeksi jamur • Kencing sakit (UTI) • Risiko IMS naik Solusinya? Pakai kondom yuk! Biar semen nggak masuk, pH tetap aman, dan Miss V happy
Op. Dr. Mehmet Bekir Şen@mehmetbekirsen

The effects of unprotected sexual intercourse on the vagina are far greater than commonly believed. Let me explain briefly and clearly: The vagina has a self-protective acidic environment (pH 3.8–4.5). Semen, on the other hand, is alkaline. Unprotected intercourse disrupts this balance, temporarily leaving the vagina vulnerable. What does this lead to? • Bacterial vaginosis Unprotected intercourse is one of the most significant risk factors for BV. Fishy odor, thin gray-white discharge, and itching are common. • Increased risk of infection All sexually transmitted infections such as chlamydia, gonorrhea, HPV, herpes, and HIV are much more easily transmitted during unprotected intercourse. • Urinary tract infection UTIs are common after intercourse, especially in women, due to friction and the transfer of bacteria to the urethra. • Yeast infection pH changes and microbiome disruption can trigger Candida overgrowth. • Micro-tears If there is insufficient lubrication, tiny, invisible tears can form in the vaginal wall. This increases the risk of infection. • Pelvic infection and infertility risk Untreated chlamydia and gonorrhea can progress to the uterus and fallopian tubes, causing PID, chronic pain, and infertility. • Semen allergy Rarely, burning, redness, and swelling may occur in response to semen proteins. Unprotected intercourse is not just about the risk of pregnancy. It is directly related to vaginal balance, infections, and long-term reproductive health.

Indonesia
10
115
1.2K
136.9K
tejusgulbat retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
Ampun deh, ternyata masih banyak pendapat-pendapat BERBAHAYA begini tentang HIV. Argumen di gambar adalah contoh argumentasi yang TIDAK TEPAT dan TIDAK berdasarkan bukti ilmiah. Izin gue bahas satu-satu ya. 1. 𝗜𝗻𝗳𝗲𝗸𝘀𝗶 𝗛𝗜𝗩 𝗧𝗲𝗿𝗯𝘂𝗸𝘁𝗶 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝗮𝗯𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗜𝗗𝗦 Pendapat bahwa 'HIV bukan bukti utama penyebab AIDS dan korelasional' adalah pendapat yang sudah lama DIBANTAH. Saat ini, HIV sudah berhasil diisolasi dari pasien AIDS, dikarakterisasi secara genomik, dan berhasil dikultur virusnya. Kita sudah bisa melihat persis bagaimana HIV menginfeksi sel limfosit T CD4+, mereplikasi, dan secara 'menghancurkan' sistem imun. Sudah ada bukti penelitian yang menunjukkan kausalitas, yaitu paparan dari transfusi darah, perinatal, serta jarum suntik. 2. 𝗔𝗜𝗗𝗦 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗱𝗶𝘀𝗲𝗯𝗮𝗯𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗳𝗮𝗸𝘁𝗼𝗿, 𝘁𝗲𝗿𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗴𝗶𝘇𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝘃𝗮𝗸𝘀𝗶𝗻 𝗺𝗥𝗡𝗔 Kondisi kurang gizi memang dapat menyebabkan semakin buruknya kondisi imun pada pasien dengan HIV, NAMUN BUKAN ARTINYA kurang gizi itu menyebabkan AIDS. Vaksin mRNA baru pertama kali digunakan massal pada 2021, sedangkan AIDS sudah diidentifikasi sejak 1981. Jadi udah jelas gak nyambung sih. 3. 𝗔𝗜𝗗𝗦 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗱𝗶𝘀𝗲𝗺𝗯𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘃𝗶𝘁𝗮𝗺𝗶𝗻 𝗖 𝗱𝗼𝘀𝗶𝘀 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 Tidak ada satu pun penelitian yang menunjukkan vitamin C dosis tinggi dapat menyembuhkan AIDS atau menggantikan ARV sebagai terapi HIV. 𝗞𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻 Kritik ilmiah terhadap konsensus itu baik dan perlu. Tapi kritik sebaiknya datang dengan data, metodologi, dan publikasi peer-reviewed, BUKAN dari 'kata si A', 'kata si B', apalagi sumber-sumber yang ternyata tidak terverifikasi. Semoga bermanfaat!
dr. Adam Prabata tweet media
Indonesia
100
615
1.9K
129.1K
tejusgulbat retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
HADUH! ANEH-ANEH AJA NIH! Susu formula itu gak bisa asal kontra-kontra aja. Ada indikasi di mana susu formula dibutuhkan loh, misalnya di kondisi ASI gak cukup atau berisiko berbahaya untuk bayi dan anak. Izin gue jelaskan ya! (Maaf sambil marah-marah, karena bisa berisiko untuk anak kalau pernyataan kontra sufor ini ditelan mentah-mentah!) Jadi ada kondisi di mana penggunaan susu formula itu diindikasikan loh. Panduannya juga ada, salah satunya adalah "𝗔𝗰𝗰𝗲𝗽𝘁𝗮𝗯𝗹𝗲 𝗠𝗲𝗱𝗶𝗰𝗮𝗹 𝗥𝗲𝗮𝘀𝗼𝗻𝘀 𝗳𝗼𝗿 𝗨𝘀𝗲 𝗼𝗳 𝗕𝗿𝗲𝗮𝘀𝘁-𝗠𝗶𝗹𝗸 𝗦𝘂𝗯𝘀𝘁𝗶𝘁𝘂𝘁𝗲." Kondisi tersebut antara lain: 1. 𝗕𝗮𝘆𝗶 𝗯𝘂𝘁𝘂𝗵 𝘀𝘂𝘀𝘂 𝗳𝗼𝗿𝗺𝘂𝗹𝗮 𝗸𝗵𝘂𝘀𝘂𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗱𝗶𝗴𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗔𝗦𝗜 - Galaktosemia klasik, di mana bayi butuh formula bebas galaktosa. Kalau dipaksakan diberikan ASI, maka bayi bisa mengalami berbagai kondisi meliputi gagal hati, kerusakan otak, bahkan kematian dalam hitungan hari, dengan angka kematian tinggi mencapai 75% tanpa terapi. - Maple syrup urine disease, dimana bayi butuh formula bebas asam amino leusin, isoleusin, valin. - Fenilketonuria (PKU), dimana bayi butuh formula bebas fenilalanin. 2.  𝗕𝗮𝘆𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝘂𝘁𝘂𝗵 𝗳𝗼𝗿𝗺𝘂𝗹𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝘀𝘂𝗽𝗹𝗲𝗺𝗲𝗻 𝗔𝗦𝗜 - Bayi berat badan lahir sangat rendah (BBLSR) (<1500 g) atau prematur <32 minggu. - Bayi risiko hipoglikemia yang tidak respons ASI optimal - Bayi dengan dehidrasi berat, hiperbilirubinemia berat, atau penurunan BB >8-10% yang tidak teratasi dengan ASI. 3. 𝗞𝗼𝗻𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗶𝗯𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗮𝗻 𝘀𝘂𝘀𝘂 𝗳𝗼𝗿𝗺𝘂𝗹𝗮 -Ibu sakit berat, misalnya sepsis atau penyakit lain yang tidak memungkinkan menyusui) -Ibu yang konsumsi obat atau dalam terapi tertentu (kemoterapi, radioaktif, psikotropika tertentu) -Ibu HIV+ tanpa ARV pada konteks di mana formula AFASS (aman, feasible, affordable, sustainable, safe) — rekomendasi WHO -Ibu HTLV-1/2 positif INGAT! Ada perbedaan fundamental antara "mengutamakan ASI " dengan "menolak sufor pada bayi yang butuh secara indikasi medis". Ibu yang milih ASI eksklusif itu hebat. Ibu yang memilih sufor karena indikasi medis juga sama hebatnya. Dua-duanya adalah ibu yang berjuang buat anaknya. Yang gak hebat cuma satu yaitu orang yang menyebarkan framing tanpa bukti ilmiah terus bikin ibu-ibu lain merasa bersalah padahal anaknya memang butuh susu formula karena kondisi tertentu.
dr. Adam Prabata tweet media
Indonesia
223
895
2.8K
253K
tejusgulbat retweetledi
sho
sho@azeclair·
baru tau ada jadwal imunisasi dewasa banyak yg belum ke-ceklis☝🏻
sho tweet media
Indonesia
20
793
2.7K
152.6K
tejusgulbat retweetledi
Shela ‘Oxfara’ Sundawa
Dulu pendahulu2 saya berjuang mengajarkan dukun bayi terkait pentingnya pencegahan tetanus, pemberian vit K, imunisasi, dll. Terus sekarang saat dunia medis uda makin maju, malah muncul kelompok anti establishment yg seolah ngajak kita kembali ke “titik nol” dunia medis
Indonesia
14
617
1.7K
30.4K
tejusgulbat retweetledi
sasa kinyol
sasa kinyol@xemarang·
gw udh ditahap harus nyembunyiin duit dari diri gw sndiri
Indonesia
420
33.2K
86.3K
1.2M
tejusgulbat retweetledi
Ayman Alatas
Ayman Alatas@AymanAlatas·
Fakta Pahit: Antibiotik Tidak Berdaya Melawan Flu Kalian! Tahukah Kamu bahwa sekitar 80% hingga 90% kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan hidung tersumbat disebabkan sepenuhnya oleh infeksi virus, bukan bakteri? Karena antibiotik dirancang khusus hanya untuk membunuh bakteri, mengonsumsinya saat Anda terserang virus bukan hanya sia-sia, tetapi juga berbahaya karena dapat memicu resistensi kuman di masa depan. Gejala-gejala yang Anda rasakan sebenarnya adalah tanda bahwa sistem imun sedang berperang, sehingga kunci pemulihannya adalah istirahat total dan hidrasi yang cukup, bukan resep obat keras yang tidak tepat sasaran. dr. Ayman Alatas SpMK
Ayman Alatas tweet mediaAyman Alatas tweet mediaAyman Alatas tweet media
Indonesia
18
250
694
19.2K