Sabitlenmiş Tweet

Mau speak up dari sisi buyer buku Hidden Flow of Money (HFM) milik pak @adisucippto . Dibawah adalah bukti saya beli, takutnya kayak mas Maruf yang diejek karna gak beli tapi speak up. Jujur, saya kecewa sama pak Adi, lebih kecewa sama tim nya, terkhusus ke Mian. Saya gak tau Mian bagian dari tim, atau member biasa yang membela pak Adi.
Pertama, soal pembelian. Kita harus tahu kalau di buku HFM itu paket nya: Buku cetak dan 2 bonus yaitu webinar dan tanda tangan penulis. BUKAN: Grup Buruh IHSG, atau Stockpick. Kalau kita beli buku, dapatnya harus buku. Saya jujur cuma ikut 1x webinar, itupun ngaret 1 jam karna pak Adi gaptek cara setting microphone Zoom. Ini penting dijelaskan. Karena tim pak Adi yaitu Mian di grup WA selalu menegaskan kalau member yang minta refund gak tau diri. Sudah dapat webinar, dapat stockpick, malah refund. Plus, ada kalimat "Cutloss 200 ribu kayak 200 juta". Ini namanya membolak balik logika. Grup Buruh dan Stockpik gak pernah jadi bagian pembelian buku, melainkan sukarela nya pak Adi aja kan. Jadi gak nyambung sama sekali lah kalau dibilang gak tau diri. Ini seperti politis yang dituntut untuk bereskan banjir, namun dia belikan perahu ke warga. Begitu warga menuntut banjir beres, politis bilang "Gak tau diri kalian, kan udah dapet perahu.". FYI, saya tidak bisa share chat Mian di grup, karna Mian tidak bersedia.
Tapi, saya tanya ke pembaca: Kalau beli buku, harusnya dapat nya apa?
Kedua, komunikasi. Buruk banget. Saya baru tahu tentang pak Adi kena tipu percetakan kemarin. Itupun lewat X nya siapa gitu. Bukan lewat email, atau chat, atau broadcast grup. Oh, salah 1 member bilang, diumumkan lewat live IG atau webinar gitu kayaknya. Kebetulan, saya keduanya gak nonton, dan saya gak sendirian. Tiap bulan, sejak Februari-Juni pasti ada yang nanya soal buku. Jawaban pak Adi: Maaf, blablabla. Gak ada timeline jelas sama sekali terkait buku akan beres kapan.
Ketiga, kontrol. Saya gak tau ini strategi pak Adi atau dia gak bisa kontrol tim nya. Kalau strategi, saya akui pak Adi politisi sejati. Dia pakai strategi bansos berupa stockpick ke para buyer, agar mereka terlena dan lupa sama buku. Sehingga bisa terpikir "Gue udah cuan jutaan dari stockpick, buku gak masalah".
Tapi kalau gak bisa kontrol, maaf pak Adi, pemilik bisnis yang gak bisa kontrol pegawai, akan runtuh.
Jujur saya kagum sama banyak orang Indo yang bisa2 nya di grup WA masih "Semangat pak Adi". Seakan mereka lupa kalau HAK nya ketunda 6 bulan, dan belum jelas kapan dilunasi.
Saya rasa, mungkin aja pak Adi orang baik yang memulai bisnis monetisasi followers. Diluar dugaan, ada ribuan order, dan kewalahan karna baru pertama kali. Saran saya, kalau baru pertama, gak ada pengalaman dan pengetahuan, buat batch aja. 100 buyer tiap batch misalnya.
Saran: Grup dibuat berbayar saja. Khusus buat yang masih percaya, dan kagum sama pak Adi saja.
Terakhir, post ini mungkin menimbulkan pro dan kontra. Buat suporter pak Adi, saya respect. Saya gak ada masalah dengan kalian, cuma ke pak Adi dan tim nya yang tidak bisa dia kontrol. Saya juga gak pakai stockpick apapun dari tim pak Adi, God know this.
❤️❤️
CC ke orang2 yang bersuara kemarin: @Saham_fess @kr39__ @stockmapping @nocturnalcutie @MYasfika

Indonesia
































