Yakin Achmad

64.8K posts

Yakin Achmad banner
Yakin Achmad

Yakin Achmad

@yakinach

Mendengar, melihat dan merasakan. Selanjutnya, ditulis..

Makassar, Indonesia Katılım Kasım 2010
359 Takip Edilen806 Takipçiler
Yakin Achmad
Yakin Achmad@yakinach·
@IndiHome sangat tidak profesional bapak @erickthohir @Gerindra menaikkan tarif tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pelanggan. Apakah ini standar BUMN kita???
Indonesia
1
0
0
57
Taryoko Lanjar
Taryoko Lanjar@TaryokoL·
JEPANG dan PALESTINA Ketika PD 2 akhirnya menyeret Amarika, maka Amerika mengerahkan pasukan dan senjata pamungkasnya : Bom Atom. Tanggal 6 dan 9 Agustus, Hiroshima dan Nagasaki, lebur oleh bom atom. Kaisar Hirohito, dari istana kekaisarannya langsung mengumumkan pernyataan menyerah. Pernyataan ini juga tertuang dalam deklarasi Potsdam. Menyerah, tanpa syarat ! Semua tahu, para prajurit Jepang sangat terkenal semangat bushido-nya. Mereka tidak segan melakukan kamikaze. Semua siap membela tanah Jepang, dan membela sang kaisar yang dianggap keturunan dewa matahari, Ameterasu Omikami. Tapi, TIDAK ! Sang kaisar melihat bahwa tidak ada titik harapan menang melawan sekutu. Dia melihat menyerah adalah satu satunya peluang untuk menyelamatkan warganya. Maka, dia menempuh jalan itu. Tidak sampai 1 abad, secara de facto, JAPAN adalah penguasa dunia. Melalui penguasaan teknologi dan ekonomi. Sedangkan para penyerangnya adalah pengutang terbesar ke negara itu. BAgaimana dengan Palestina ? setelah peristiwa 7 oktober tahun lalu, ISRAEL seolah mendapat alasan untuk menyerang penuh GAZA. Konflik puluhan tahun sejak saya masih kecil, langsung mendapat moment untuk dihabisi di tahun 2024 ini. GAza langsung luluh lantak. Puluhan ribu baik tentara, warga biasa, anak anak, orang tua, binasa karena serangan ini. Kedua belah pihak ada korban. PEmimpin Hamas, sudah 2 kali berganti, dan tewas mengenaskan di tangan pasukan ISRAEL. Secara de-facto, Palestina sudah tamat... Tapi ada sebagian orang yang tetep tidak mau melihat fakta itu. Entah kenapa, kisah takluknya Kaisar Hirohito di perang dunia II tidak membuka mata bahwa semua harus realistis. Netanyahu sudah menyampaikan siaran langsung : " saya memiliki pesan sederhana : perang, akan berhenti besok. Perang ini bisa berakhir jika Hamas meletakkan senjata dan memulangkan sandera kami. Israel akan menjamin keselamatan semua orang yang memulangkan sandera kami. " Beberapa orang di Palestina, sudah tidak bisa melihat ini. Bagi mereka, berjuang sampai mati. Apapun yang dipertaruhkan. GAk peduli, warga biasa pun akan kena dampak, dll. Pokoknya maju terus. Ironisnya, di negara Indonesia yang berjarak hampir 10000 km dari sana, hanya ikut ngomporin agar 'terus berjuang mengangkat senjata', sementara musuhnya jelas tidak seimbang. Jelas ini hanya menjerumuskan ke lubang kematian. (Sedangkan negera muslim yang berbatasan langsung dengan palestina , yakni Jordania dan Mesir, sama sekali tidak mau membantu. Bahkan membangun tembok tebal dan tinggi . ARab Saudi? sama saja! No. ) HAMAS, telah memulai sesuatu yang 'no point to return'. Dan warga Palestina yang awam, yang paling pedih menanggung akibatnya.
Indonesia
16
8
16
7.2K
Akbar Faizal
Akbar Faizal@akbarfaizal68·
Akan sangat mengecewakan jika menteri problem, suka bingung sendiri, telat mikir, bagian dari mafia anggaran/proyek dijadiin menteri lagi. Kita tunggu saja.
Indonesia
272
538
3K
335.7K
Yakin Achmad
Yakin Achmad@yakinach·
@HaloBCA krn MyBCA tidak bisa login pasca ganti gadget. Harus ke CS BCA. Antrian panjang. Tp yg bikin tdk nyaman, krn CS-CS BCA lalulalang tanya keperluan nasabah yg antri dan memberikan pelayanan tanpa memperdulikan nmr antrian. Duh, kirain di BCA budaya antri dihargai.
Indonesia
10
0
0
87
Yakin Achmad
Yakin Achmad@yakinach·
@hasyimmah Bertahan sejau ini menurut saya sudah menunjukkan kalau Hamas punya nafas panjang untuk melakukan perlawanan. Diplomasi? Sepertinya Anda menutup mata terkait kondisi yang ada terkait upaya-upaya diplomasi yang nol hasil.
Indonesia
0
0
0
69
Hasyim Muhammad
Hasyim Muhammad@hasyimmah·
"Jika Tak Yakin, Jangan Menyerang Israel" Hamas menyerang Israel secara serius tahun lalu. Mungkin itu sudah merupakan upaya terbaik Hamas. Tapi apa daya, Israel tak terlalu menderita atas serangan "maksimal" itu. Namun, atas serangan itu, Israel membalas Gaza dengan balasan yang tak terperi. Gaza "dihabisi" sama Israel. Israel bukan sekadar membalas, tapi semacam "memberi pelajaran" ke siapa saja yang menantang dia. Kini Iran menyerang Israel. Seberapa panjang rencana Iran? Seberapa canggih juga kekuatan militernya? Seberapa panjang nafas Iran? Kalau ternyata Iran sudah mengeluarkan segala energinya dan ternyata Israel "baik-baik saja", maka berikutnya kita akan punya 2 negara yang akan masuk daftar pasien: Palestina dan Iran. Keduanya akan menjadi negara yang "perlu bantuan" karena akan dihabisi Israel setelah ini. Jika secara kekuatan belum yakin bisa menghabisi Israel (serta negara di belakangnya: AS dan Inggris), lebih baik main di meja diplomasi saja. Israel nggak akan "sekadar membalas" negara lain yang menyerabng Israel. Dia akan menghabisi negara yang berani menyerang dia. Dan kita harus sadar, AS dan Inggris nggak mungkin nggak membela Israel. Indonesia semoga tak terbawa ke dalam salah satu kubu jika memang terjadi perang besar (WW3). Sudah, kita berjuang di meja diplomasi saja.
Indonesia
965
203
1.2K
580.2K
Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum@anasurbaningrum·
Utas pendek : 1. Ini lanjutan diskusi tentang parlementary treshold setelah didapatkan data hasil pemilu yang diumumkan KPU kemarin. Tentu belum mempertimbangkan permohonan perselisihan hasil yang akan berproses di MK. Jika ada putusan MK yang mengoreksi perolehan suara partai (atau calon), nanti bisa disesuaikan datanya.
Indonesia
19
38
148
38.4K
Yakin Achmad
Yakin Achmad@yakinach·
Anomali kerap terjadi dalam pelaksanaan Pemilu yang disebabkan oleh sistem Pemilu. Anomali seperti caleg yang mendapat dukungan suara melimpah dari warga negara untuk jadi wakil rakyat di parlemen, justru kalah oleh caleg dengan jumlah suara pas-pasan.
Yakin Achmad tweet media
Indonesia
0
0
0
213
Yakin Achmad
Yakin Achmad@yakinach·
@gm_gm Setelah mencabik-cabiknya sendiri mendukung dan membela dia selama 9 tahun lebih..
Indonesia
0
0
0
10
goenawan mohamad
goenawan mohamad@gm_gm·
Di TPS Tanah Mas,bersama warga lain. Masa depan saya dan mereka ditentukan di sini — tapi bukan seluruh masa depan. Waktu bergerak terus, berubah terus. Saya hanya berharap sehabis ini nilai2 yg baik akan bisa saya pertahankan terus, buat tanah air yang sering dilukai ini.
Indonesia
18
51
372
24.6K
goenawan mohamad
goenawan mohamad@gm_gm·
Bagi saya, memihak No.3 itu bukan utk nobatkan orang2 — Ganjar dan Mahfud — tapi menyatakan perlawanan thd kesewenang-wenangan penguasa politik dan kekayaan yang mengatur tanahair kini.
Indonesia
281
537
2.6K
195.6K
Sultan Rakib
Sultan Rakib@sultanrakib·
Jangan bangga dengan maksiatmu di depan orang”, jangan sampai kamu jadi tertawaan oleh pemaksiat yang sudah taubat 😎
Indonesia
1
0
0
37
Yakin Achmad
Yakin Achmad@yakinach·
@gm_gm Dejavu 2019 gak itu?? Kala pasangan yang berkuasa dan bapak dukung memperlakukan lawan tandingnya seperti itu... 😂😂
Indonesia
0
0
0
36
goenawan mohamad
goenawan mohamad@gm_gm·
Poster pro-Ganjar-Mahfud dicopot petugas yg menyamar. Tampaknya akan ada pemenang pilpres yg tanpa budi pekerti.
Indonesia
2K
703
3.4K
3.1M
Yakin Achmad
Yakin Achmad@yakinach·
Ternyata benar... Tidak banyak orang jago. Orang borro ji banyak..
Indonesia
0
0
0
217
Hidayat Nur Wahid
Hidayat Nur Wahid@hnurwahid·
Saya dan PKS tetap dalam komitmen memperjuangkan koalisi yang sudah disepakati. Tahun 2009 PKS tetap perjuangkan kemenangan capres SBY. Dan untuk Pilpres 2024, PKS tetap dalam komitmen perjuangkan bacapres Anies Rasyid Baswedan.
𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾@Naz_lira

𝐊𝐀𝐑𝐌𝐀 Menurut jadwal dan tahapan penyelenggaraan pemilu 2024 yang ditetapkan oleh KPU (infopemilu.kpu.go.id), Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden dijadwalkan pada tanggal 19 Oktober hingga 25 November 2023. Pada tanggal 1 September 2023 (55 hari sebelum tanggal pendaftaran berakhir), Koalisi Perubahan mendeklarasikan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebagai pasangan Capres dan Cawapres. Akibat penetapan deklarasi tersebut, Partai Demokrat berang, tidak terima dan keluar dari gabungan koalisi lantaran merasa dikhianati oleh Partai Nasdem (SP), yang menurut kader Partai Demokrat telah ingkar janji untuk mencalonkan AHY sebagai Cawapres pasangan Anies Baswedan. Sakit hati dan emosional kader dan pimpinan Partai Demokrat seketika itu juga menelurkan keputusan hengkang dari koalisi mendukung Pencapresan Anies Baswedan, terlepas dari siapapun Cawapresnya jika bukan AHY. Publik sontak teringat pada jadwal dan tahapan pemilu 2009 yang menetapkan jadwal pendaftaran bakal pasangan capres dan cawapres mulai Minggu 10 Mei 2009 hingga Sabtu 16 Mei 2009. Ketika itu, Partai Demokrat bersama koalisinya PKS juga membangun komitmen mengusung pasangan SBY dan HNW (Hidayat Nurwahid) sebagai Capres dan Cawapres. Namun mendadak disaat masa pendaftaran sudah dimulai, tepatnya tanggal 15 Mei 2009 (id.m.wikipedia.org), di Gedung Sasana Budaya Ganesha kota Bandung, justru SBY menetapkan nama Budiono sebagai pasangan Cawapresnya. Praktik politik SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat kala itu dinilai oleh para kader PKS sangat keterlaluan, karena tidak memberi kesempatan waktu sama sekali kepada kolega koalisinya PKS untuk mengambil sikap politik atas perubahan sepihak keputusan penetapan Cawapresnya. Jika dibandingkan sakit hatinya kader Partai Demokrat atas penetapan Surya Paloh menetapkan Cak Imin sebagai pasangan Cawapres Anies yang disampaikan hampir 2 bulan sebelum jadwal pendaftaran Capres-Cawapres ke KPU, maka derajat sakit yang dirasakan oleh PKS kala itu (yang oleh Partai Demokrat kini ditafsirkan sebagai “pengkhianatan”) tak ada apa-apanya, karena sakitnya keputusan SBY bagi PKS tak terkira pedihnya. Pada pemilu 2023 ini PD masih memiliki waktu yang cukup untuk berbalik arah dukungan politiknya, sedangkan PKS pada 2009 itu betul-betul “terjebak” (jika tidak ingin disebut “dijebak”) oleh keputusan SBY yang tak memberi sedikitpun ruang untuk PKS menggunakan potensi politiknya. Namun hebatnya, pada 2009 itu baik pengurus maupun kader PKS tetap istiqomah, sabar dan ikhlas menerima rasa sakit yang ditorehkan SBY, betapapun pedihnya, PKS tetap mendukung koalisi Pencapresan SBY, siapapun pilihan Cawapresnya. Sejarah memang akan selalu memotret setiap peristiwa dan seringkali pula membalikan peristiwa serupa kepada para pelakunya, mungkin itulah yang disebut 𝗞𝗮𝗿𝗺𝗮. Semoga peristiwa sejarah ini jadi pembelajaran bagi semua, wallahua’lam bishawab.

Indonesia
274
719
2.6K
105.4K
Yakin Achmad
Yakin Achmad@yakinach·
Merujuk pada cerita dan timelinenya, ternyata tidak amanah. Bukan lagi pilihan...
Indonesia
0
0
0
257
Yakin Achmad
Yakin Achmad@yakinach·
Saya dulu bikin akun Twitter, kenapa sekarang jadi akun X???
Indonesia
0
0
0
238