Joga Tjahja Poetra 🐺

118.5K posts

Joga Tjahja Poetra 🐺 banner
Joga Tjahja Poetra 🐺

Joga Tjahja Poetra 🐺

@yogaesce

forever awesome

Balikpapan Katılım Ekim 2009
153 Takip Edilen1K Takipçiler
Rido
Rido@ridoarbain·
Ada yang masih ingatkah berita viral tahun lalu, saat akun Instagram SMK PGRI Lubuklinggau mencuri perhatian publik setelah mengunggah ucapan selamat untuk dua alumninya yang diterima bekerja di minimarket? Respons publik terhadap unggahan tersebut cukup beragam; meski banyak yang memuji sikap sekolah, ada pula yang justru meremehkan karena menganggap profesi (kasir) karyawan minimarket bukan termasuk karier impian yang cukup layak untuk diapresiasi seperti halnya ASN, TNI, Polri, dll.. Pandangan sinis semacam itu sebetulnya persis apa yang dialami oleh tokoh bernama Keiko Furukara dalam novel CONVENIENCE STORE WOMAN (GADIS MINIMARKET) karya Sayaka Murata. Keiko adalah sosok wanita dewasa berumur 36 tahun yang telah bekerja di sebuah minimarket (konbini) hampir sepanjang hidupnya. Ia mulai bekerja di sana sejak usianya 18 tahun dan menjadi karyawan angkatan pertama saat minimarket itu baru dibuka.⁣ Bagi kebanyakan orang, kehidupan Keiko dianggap tak normal. Mereka menganggap, pada usia matang tersebut, idealnya Keiko sudah menikah dan memiliki pekerjaan tetap, bukan malah melajang dan menjadi pekerja paruh waktu, apalagi di minimarket. ⁣Apa yang dialami Keiko, begitu pun alumni SMK yang diterima bekerja di minimarket, merupakan bias pandangan masyarakat dalam menilai dan memberi label normal dan abnormal. Di samping itu, masalah yang tak kalah pelik dalam kehidupan bersosial ialah tuntutan masyarakat yang menginginkan seseorang berlaku sesuai dengan "standar" tidak resmi yang mereka buat sendiri. “Dunia normal adalah dunia yang tegas dan diam-diam selalu mengeliminasi objek yang dianggap asing. Mereka yang tak layak akan dibuang.” Gagasan tentang menghargai pilihan setiap individu tanpa memandang jenis pencapaian mereka, sejatinya juga selaras dengan filosofi pendidikan yang dikembangkan oleh Alexander Sutherland Neill dalam bukunya yang populer berjudul Summerhill School. Summerhill, sebuah sekolah alternatif yang didirikan Neill pada 1921 di Inggris, menekankan kebebasan, kebahagiaan, dan penghargaan terhadap individualitas siswa. Neill percaya bahwa para siswa dapat berkembang dengan baik ketika mereka diberi kepercayaan untuk membuat pilihan sendiri dan dihargai sebagai individu, bukan dinilai berdasarkan standar akademik atau sosial yang kaku. Dalam bukunya itu, Neill menulis bahwa tujuan pendidikan bukanlah mencetak siswa yang seragam, tetapi membantu mereka menemukan jati diri dan potensi unik mereka. Ia menentang sistem pendidikan yang terlalu menekankan prestasi akademik dan kompetisi, karena hal tersebut sering kali menghancurkan kepercayaan diri siswa yang tidak sesuai dengan standar tersebut. Sebaliknya, Neill mendorong pendidik untuk memberikan afirmasi positif dan menciptakan lingkungan di mana siswa merasa diterima apa adanya. Langkah kecil yang diambil oleh SMK PGRI Lubuklinggau ketika mengunggah ucapan selamat kepada alumninya, seolah-olah mencerminkan semangat Summerhill dalam beberapa cara. Pertama, dengan mengapresiasi lulusan yang bekerja di minimarket, pihak sekolah menunjukkan bahwa mereka menghargai pilihan personal setiap siswa, seperti yang diadvokasi Neill. Kedua, sekolah menciptakan suasana yang mendukung perkembangan psikologis siswa dengan menunjukkan bahwa setiap langkah menuju kemandirian adalah prestasi yang patut dirayakan. Hal ini sejalan dengan pandangan Neill bahwa kebahagiaan dan rasa percaya diri siswa lebih penting daripada konformitas terhadap ekspektasi masyarakat. Meski begitu, segelintir komentar negatif dari beberapa warganet dalam menilai unggahan viral tersebut, menunjukkan masih adanya stigma sosial terhadap pekerjaan tertentu. Oleh karena itu, sekolah, institusi, dan juga KITA, perlu terus mengedukasi masyarakat bahwa seyogianya keberhasilan tidak hanya diukur dari status atau gaji, tetapi dari tanggung jawab dan kontribusi pada masyarakat.
Rido tweet media
𝚌𝚊𝚛𝙾𝙻𝙸𝙽𝚊 𝚛𝚒𝚊 𝚘𝚔𝚝.@credOLIN

Akhir Sang Gajah Di Bukit Kupu-kupu sudah selesai! Mari kita lanjutkan membaca di hari Minggu dengan buku ini: GADIS MINIMARKET ~ Sayaka Murata. 💛💙💚✨

Indonesia
23
471
3.6K
263.5K
Joga Tjahja Poetra 🐺 retweetledi
vi🍒
vi🍒@bakuldimsum_·
Serba serbi voters 02. Ngakak 😹
vi🍒 tweet media
Indonesia
787
10.5K
72.3K
914.5K
Joga Tjahja Poetra 🐺 retweetledi
Bilal Fahrur Rozie
Bilal Fahrur Rozie@BilalFahrur·
Yang saya suka dari beliau adalah 'diksi' ketika berbicara. "Yang dibutuhkan pasar adalah kepastian, bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula." Memilih diksi itu menurut saya lbh sulit daripada hanya menyampaikan. Dan itu hanya bisa didapat kalau 'isi' kepala beliau sdh sangat banyak. Karena hakekatnya isi dari apa yang beliau sampaikan adalah sama dengan apa yang disampaikan oleh para pengamat² lain. Maka... Tabik untuk beliau.
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan

Izinkan ikut berpendapat tentang situasi belakangan ini…

Indonesia
75
1.5K
6.8K
135.7K
Joga Tjahja Poetra 🐺 retweetledi
Neat Excel
Neat Excel@AdewoluAre·
Pep Guardiola shuts down Jamie Carragher’s comments about Mo Salah. Even rival managers respect greatness more than some Liverpool pundits do. @Carra23
English
52
416
2.1K
115.3K
Joga Tjahja Poetra 🐺 retweetledi
 Hansip 
 Hansip @han_dycam·
#Anabel (Analisis Gembel): Besok pas prabowo pidato di DPR (20/05), mungkin dia akan bahas: - Dollar menguat & rupiah melemah karena Rakyat kurang kompak. - Cara menguatkan ekonomi negara dengan Koperasi Desa Merah Putih (??). - Semua butuh pengorbanan (Rakyat yang disuruh berkorban tapi aokwokw) - Bawa-bawa tokoh besar terdahulu yang menyukseskan koperasi. - Tiba-tiba bahas alutsista (si nyambung tuh). - Bahas ketahanan pangan nasional, jadi kalau negara bangkrut gak perlu impor lagi. - Yapping harga bahan pokok tapi gak napak tanah akibat manipulasi orang sekitarnya. - Tiba-tiba nyindir Rakyat & Warganet yang berisik masalah orang desa gak pake dollar kemarin. - Menegur pihak BI selaku rem fiskal karena pelit (tapi dia pengen nyabut REM darurat tersebut bjir). - Nyuruh warga jangan investasi di saham luar negeri (yang pakai dollar). Mending duitnya buat belanja di Kopdes Merah Putih. - Bilang asing akan ketar-ketir kalau kopdes dan swasembada pangan berhasil. - Ngancem DPR kalo gak koperatif presiden bakal ngeluarin PERPU untuk program dia yang jelek itu. - NYALAHIN RAKYAT LAGI DAN KAGAK ADA MINTA MAAF MAAFNYA SI GENDUT INI AOKWOKWOKWK
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Dikasih mic dan jadwal yapping lagi guys. Besok ada berita konyol apa lagi???

Indonesia
154
2K
7.2K
273.8K
Rima Purwasih
Rima Purwasih@rimapurwasih·
si jack ikut yoga, biar apa cuba?
Rima Purwasih tweet media
Indonesia
670
125
943
166.4K
Joga Tjahja Poetra 🐺 retweetledi
Mohamed Salah
Mohamed Salah@MoSalah·
I have witnessed this club go from doubters to believers, and from believers to champions. It took hard work and I always did everything I could to help the club get there. Nothing makes me prouder than that. Us crumbling to yet another defeat this season was very painful and not what our fans deserve. I want to see Liverpool go back to being the heavy metal attacking team that opponents fear and back to being a team that wins trophies. That is the football I know how to play and that is the identity that needs to be recovered and kept for good. It cannot be negotiable and everyone that joins this club should adapt to it. Winning some games here and there is not what Liverpool should be about. All teams win games. Liverpool will always be a club that means a great deal to me and to my family. I want to see it succeed for long after I have moved on. As I’ve always said, qualifying to next season’s Champions League is the bare minimum and I will do everything I can to make that happen.
Mohamed Salah tweet media
English
9.8K
43.6K
240.1K
15.8M
Joga Tjahja Poetra 🐺 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri. Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas. Bukan slip of the tongue. Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan: Mau dolar berapa ribu kek kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar. Yang pusing yang suka ke luar negeri. Ini bukan candaan. Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya. Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini. Dan apa yang terjadi setelahnya. Zimbabwe ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat: Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat. Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir. Hasilnya? Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7 sextillion persen per tahun di 2008. Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti. Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam. Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam. Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi. Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali. Venezuela ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs: Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil. Yang penting ada subsidi. Yang penting ada program sosial. Hasilnya? Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018. Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi. Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya. Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung. Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun. Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan: Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar. Tapi benarkah demikian? Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat. Harganya ditentukan dalam dolar. Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik. Harga tempe naik. Harga tahu naik. Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka. Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor. Harganya dalam dolar. Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor. Harganya dalam dolar. Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India. Harganya? Dalam dolar. Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik. Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar. Dan inilah yang paling miris: Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat. Padahal kepercayaan itulah yang membuat rupiah bisa stabil. Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk. Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita. Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar? Sinyal apa yang dikirim ke investor asing? Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah? Bandingkan dengan pemimpin yang serius: Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya. Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan. Hasilnya? Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar. Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah. Bukan karena Singapura kaya alam. Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya. Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin. Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah. Rakyat desa tidak pegang dolar. Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar. Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar. Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar. Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya. Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli. Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya. Semoga kita tidak sampai di sana. Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
838
16.9K
28.1K
1M
Joga Tjahja Poetra 🐺 retweetledi
Sarjana Eksu
Sarjana Eksu@SarjanaEksu·
CAPEK BET GW ANJING KLO MAU NENANGIN RAKYAT YA GAK GOBLOK JUGA KOMENNYA EMBEGE LU BAKAL AWUR-AWURAN KLO DOLAR KE 20RIBU WO LU KIRA SOLAR DIBAYAR PAKE APA? LU KIRA MOBIL INDIA LU DIBAYAR PAKE APA? LU KIRA MOTOR MBG LU IMPOR DIBAYAR PAKE APA? OMPRENGAN MBG LU IMPOR DIBAYAR PAKE APA? MESKIPUN BUKAN PAKE USD TP KLO NILAI MELEMAH THDP USD YA MAKIN MAHAL SEMUA WO
Jejak digital.@ARSIPAJA

Prabowo: "Rupiah begini dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok! Ya kan?"

Indonesia
129
1.3K
3.8K
171.8K
Budi Windekind
Budi Windekind@Windekind_Budi·
Guela Doue & Desire Doue adalah kakak-beradik kesekian yang membela Timnas berbeda di kancah internasional. Keduanya siap mentas di Piala Dunia 2026 mendatang. Guela Doue bareng Pantai Gading sementara Desire Doue memperkuat Prancis. Kamu ingat siapa lagi pesepakbola kakak-beradik yang mengenakan jersey Timnas berbeda?
Budi Windekind tweet mediaBudi Windekind tweet media
Indonesia
53
10
142
35.8K
Joga Tjahja Poetra 🐺 retweetledi
Яizal do
Яizal do@afrkml·
Sebenernya ini bener, tp gambarnya lebay. Terutama buat cewe2 nih, kalian tuh yg paling butuh angkat beban dibanding cowo2 sebenernya krn risiko osteoporosis tuh tingginya ada pd wanita 🫵🏼 Angkat beban menstimulasi proses pembentukan tulang dan aktivitas sel pembentuk tulang supaya tulang ga gampang keropos & risikonya turun.
мυкєѕн@Being__Mukesh

Hey @grok is this true 😲??

Indonesia
37
448
2.9K
125.8K
Joga Tjahja Poetra 🐺 retweetledi
Garis Tengah
Garis Tengah@garistengah_id·
Trailer film dokumenter Netflix soal comeback Istanbul 2005. Bakal seru banget ini dokumenternya😍
Indonesia
5
5
34
3.4K
Joga Tjahja Poetra 🐺 retweetledi
bapak libur
bapak libur@sabtudepan·
Emang kenapa sih kalo Rupiah makin melemah sudah lebih dari 17.500? Apa efeknya untuk kita golongan kelas menengah? Dan apa yang akan terjadi kalo sampe 18.000? Saya akan jelaskan dengan bahasa bayi. A thread.
Indonesia
137
1K
6.1K
458.9K
Joga Tjahja Poetra 🐺 retweetledi
Ken Hans
Ken Hans@kenhans03·
Contoh sempurna.... 👇
Ken Hans tweet media
Indonesia
120
7.5K
18.3K
168.7K
Joga Tjahja Poetra 🐺
Joga Tjahja Poetra 🐺@yogaesce·
Harga makanan mulai naik. Tiap beli makan siang di warung2 langganan selalu dibilangin, "maaf ya mas, harganya naik dikit gapapa?" "Oh iya gapapa, bu" "Sekarang apa apa mahal, mas. Maaf ya" 🥹🥹🥹 Harus putar otak lagi untuk budgeting biar bisa cukup untuk hidup.
Indonesia
0
0
0
31
Joga Tjahja Poetra 🐺 retweetledi
Asura 🔥
Asura 🔥@Asura0599·
Mungkin ada yang bertanya, "Kenapa tahun 1998 saat Rupiah anjlok ke 16.000, rakyat langsung turun ke jalan, tapi sekarang di 17.500 pada diam?" Ini terletak pada kecepatan devaluasi. Pada 1998, Rupiah anjlok dari kisaran 2.500 ke 16.000 hanya dalam hitungan bulan. Jelaslah ini ngebuat shock therapy yang meruntuhkan daya beli secara instan jelas bisa memicu kepanikan dan revolusi. Sementara saat ini, pelemahan terjadi secara gradual layaknya sindrom "katak dalam panci yang direbus perlahan". Harga beras naik sedikit demi sedikit, ongkos transportasi merangkak naik, dan porsi makan di warteg mengecil secara diam-diam. Rakyat terlalu sibuk beradaptasi dan mencari kerja tambahan ekstra keras dari hari ke hari, sehingga energi untuk berontak sudah habis tersita di jalanan dan di tempat kerja. Sehat selalu semua yahh guys 💕💕
miw.@lilaccountz

ini kita terkesan diem diem aja bukannya terlalu santai tapi semua org terutama warga kelas menengah dan kelas bawah udah dibuat pusing dan ngos ngosan nyari nafkah. semua dibuat sibuk dan capek buat menuhin perut. sdgkan kebanyakan warga kelas atas anteng karena kelemahan rupiah ga terlalu berdampak sama mereka💔

Indonesia
83
5.8K
18.1K
544.6K