yuu 🍉 (kinda inactive)

8.1K posts

yuu 🍉 (kinda inactive) banner
yuu 🍉 (kinda inactive)

yuu 🍉 (kinda inactive)

@yourfutaba

neil perry of the society

Public Health '23 ✨ Katılım Ocak 2019
459 Takip Edilen155 Takipçiler
yuu 🍉 (kinda inactive) retweetledi
bia
bia@bersuwara_·
ya ya ya sy setuju
bia tweet media
Indonesia
11
4.4K
12.1K
74.2K
yuu 🍉 (kinda inactive) retweetledi
Eko cahyo Putro
Eko cahyo Putro@Sammi86Pilang·
Eko cahyo Putro tweet media
ZXX
179
2.5K
22.9K
316.3K
yuu 🍉 (kinda inactive) retweetledi
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
Gw mau ngomel agak panjang. Monggo dibaca. Dalam supply-demand, ketika supply naik, harga jadi turun. Hal yang sama terjadi pada IPK tinggi dan cum laude. Kalau semua orang cum laude, maka cum laude berhenti jadi istimewa. Ketika terlalu banyak lulusan berpredikat cum laude, nilai IPK sebagai sinyal kualitas jadi turun "marwah"-nya. Gw pernah liat wisuda suatu kampus, rektornya dengan bangga mengumumkan rata-rata IPK adalah 3,65. Peserta sidang wisuda tepuk tangan. Gw bingung karena implikasinya jadi ada beberapa kemungkinan: 1. >50% mahasiswanya pintar sekali 2. Kurikulumnya super mudah 3. Dosen2nya mengamalkan hadits "Barangsiapa memudahkan urusan orang lain yang sedang kesulitan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat" di dunia perkuliahan alias Dosen Bonus Fenomena ini ga langka, malah cukup aman disebut "jamak", yaitu: Fenomena "false signalling" Semua orang tampak unggul di transkrip, tapi memble saat uji kompetensi di dunia nyata. Sama halnya di level wajib belajar 12 Tahun. Mulai jarang gw dengar cerita anak tidak naik kelas. Tapi justru makin sering terdengar berita anak SMA tidak bisa perkalian dasar. Balik lagi ke soal IPK. Kalau terlalu banyak orang cum laude, predikat itu berhenti jadi istimewa. Nilai IPK sebagai sebuah indikator sinyal : disiplin, kualitas kognitif, dan pencapaian akademik, jadi turun nilainya. Market akhirnya mencari sinyal lain yang relevan: portofolio, sertifikasi, prestasi, pengalaman, atau balik lagi dari mana kampus asalnya. Gw gatau bagaimana cara mengakhiri omelan ini, masih panjang sebenernya. Dan gw pun enggak tau solusinya mulai dari mana. Tapi gw cuma mau bilang: "Ketika sistem pendidikan berhenti menjadi juri yang jujur, Market menghukum dengan berhenti percaya" [Omelan ini terinspirasi setelah baca tulisan Guru Besar UGM Eduardus Tandelilin di bawah ini]
txtdaritaxpayer tweet media
Indonesia
13
239
856
16.2K
yuu 🍉 (kinda inactive) retweetledi
lunet
lunet@fluorinasn·
diperkosa 8 orang laki-laki yang salah tetep perempuannya 😂😂😂
Arda guler@anisltva

@mudahtertawa_ Terlepas salah nya si cowo, kok si cewe jg mau diajak main sama cowo?

Indonesia
133
7.9K
38.8K
643.3K
yuu 🍉 (kinda inactive) retweetledi
Renhartono
Renhartono@r3nhartono·
@itsquaileggs Ketika cowok menyalahkan korban dengan dalil "harus hati2 gaul sama cowok" artinya cowok tersebut mengkonfirmasi bahwa semua cowok potensial penjahat. Jadi kalo ada yg ngomong not all men bacotin aja. Mereka tiap hari ngomong all of them kok.
Indonesia
5
655
4.3K
45.7K
yuu 🍉 (kinda inactive) retweetledi
Food Truck Universitas Diponegoro
@UNDIP_FESS Selamat pagi. Masukan kakak kami terima ya, akan segera di tindaklanjuti dan tengah dilakukan pendataan terkait hal tersebut. FYI perubahan captcha dilakukan untuk meminimalisir penggunaan bot 🙏 Kami menghimbau untuk teman-teman agar tidak menggunakan bot ya Dips!
Indonesia
10
3
93
4.6K
yuu 🍉 (kinda inactive) retweetledi
Styanaxs
Styanaxs@styanaxs·
Bayangin se SKILL ISSUE apa kamu kalau sampai war foodtruck GRATIS aja perlu pakai BOT dan lu JUAL botnya, mahasiswa informatika nih ya, program foodtruck GRATIS aja DIUANGIN, serakus itukah?? Just why man, pamer skill kah? Bangganya apa kalau kaya gini? Banyak yang lebih baik:(
ka ☾@jakelocklye

@UNDIP_FESS Krn bot di tiktok kh😔

Indonesia
26
96
946
44.6K
yuu 🍉 (kinda inactive) retweetledi
Alt(i)ssia
Alt(i)ssia@imamminaja68·
@user9108273645 Sugar daddy tapi sugar nya curah bukan Gulaku
Indonesia
23
74
948
19.5K
yuu 🍉 (kinda inactive) retweetledi
MinDos
MinDos@dosenkesmas·
Berdasarkan data PDDIKTI ada total 12 jutaan lulusan prodi pendidikan dan 5 jutaan prodi kesehatan. Data kemdikdasmen mencatat per April 2026 kita kekurangan 498.000 guru. Masalah utama ada distribusi yang tidak merata. Setali tiga uang dengan distribusi nakes yang tidak merata ke berbagai daerah. Kita kekurangan 100.000 tenaga dokter, 16-48% puskesmas belum memiliki nakes terstandar. Sudah boleh kita bilang bahwa ada "kegagalan" dalam menghadirkan keadilan dalam pendidikan dan kesehatan dan sekarang ada rencana mau ditutup? Guru ataupun nakes yang enggan ditempatkan di wilayah non kota juga juga menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan belum berjalan secara menyeluruh.
MinDos tweet mediaMinDos tweet mediaMinDos tweet media
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
19
356
1.1K
38.2K
yuu 🍉 (kinda inactive) retweetledi
𝐍𝐨𝐳𝐞𝐥⚚ノゼル
Di kondisi ekonomi sesulit sekarang, berikut anggaran yang dihamburkan BGN sejauh ini : -langganan zoom meeting 5,7 miliar -pakaian 623,3 miliar -pelatihan & sosialisasi 464,6 miliar -perangkat teknologi 1,26 triliun -motor listrik 1,2 triliun -event organizer 113 miliar
Indonesia
216
11K
25.3K
281.6K