Weltschmerz
22.1K posts

Weltschmerz
@yudavvu
Your legal and educated drug dealer



@BuddhisGL Semedi sudah mulai membosankan...


Ada kafe mengumumkan diri "syariah" di tengah mayoritas muslim Jkt, menurutku sok eksklusif, ga inklusif, bahkan tendensi diskriminatif. Bayangin Batavia zaman kolonial dgn cowok "white" sbg kelas dominan, trus ada resto bilang "ramah kulit putih." That's the same bullshit!


Yang hitam itu apa? Saya sih ndak boleh maem






Pak @habiburokhman, apa hasil rapat dengar pendapat Komisi III DPR RI tanggal 2 April kemarin tentang kasus dugaan pelecehan seksual oleh Syekh AM (ustaz & juri tahfiz Quran) terhadap santri laki-laki dari tahun 2017-2025? Publik berhak tahu, pelakunya ini atau siapa?


Coba bayangkan.. air yg kamu minum tadi pagi, hidrogennya sdh ada sejak Big Bang. Karbon di DNA kamu dimasak di perut bintang raksasa. Dan besi di darah kamu.. harus menunggu bintang itu meledak jadi supernova dulu baru bisa menyebar ke seluruh alam semesta. Bkn hanya “kita hidup di alam semesta”. Kita adalah alam semesta yg didaur ulang. Setiap atom di tubuh kita adalah bukti bahwa bintang2 pernah mati supaya kita bisa hidup. Secara teori fisika yg masih dipegang lebih banyak ilmuwan, ini semua berawal dari momen Big Bang yg penuh misteri.. fluktuasi kuantum kecil yg entah knp menjadi segalanya. Dari skala terkecil sampai galaksi raksasa, semuanya terhubung. Saya selalu kagum dgn cerita ini. Kita bln “penonton” kosmos.. kita adalah bagian dari kode yg sama yg masih berjalan sampai sekarang. Jadi terpikir.. kalau semua atom kita berasal dari bintang mati, apa artinya buat kesadaran kita? Apakah “kita” ini juga akan didaur ulang di skala yg lebih besar suatu hari nanti? Menurut kalian, mana yg lebih membuat merinding.. fakta sains ini, atau kesadaran bahwa kita literally terbuat dari bintang mati?

Maaf ini dalam rangka apa ya -rek di FBS? (bertanya dengan nada lembut)

Resmiii yahhhh label nutrisi level sebagai pengingat jumlah gula dalam minuman Kita kawallll guysss




One example why a medication has been taken but doesn’t work. What other examples are there?


@MelodyAlun44633 @valiisaa Klo dokter wajarlah, dia praktek d tempat lain atau ngurusin pasien darurat. Lah klo cmn ngambil obat doang di rak, tapi bisa berjam-jam itu pegawainya/sistemnya yg bloon.

Di tahun 2024, saya bawa isu demokrasi digital ke salah satu gereja katolik di Jakarta. Saya bilang, 'Romo, sebaiknya umat perlu diajak lebih kritis dalam menggunakan platform sehari-hari. Bukan cuma media sosial, tapi kesadaran bahwa 24 jam hidup kita selalu bersentuhan sama yang namanya 'ALGORITMA'. Ini barang yg bisa jadi baik bisa jadi tidak, tapi perlu kita semua memahami bagaimana dia bekerja dan membentuk ruang sosial dan politik kita' Romo jawab, 'Kayana umat tdk akan tertarik. Kalo sudah berdoa, pasti umat ingat Tuhan. Algoritma hanya ada di hp. Tinggal kita larang jgn buka hp ketika beribadah' Saya blg lagi, 'Bukan itu saja, Romo. Umat itu setiap hari akses algoritma. Dan itu pasti mempengaruhi cara mereka berpikir. Contoh kalo mereka mau komuni, skrg harus buka Qris dan bank app. Kalo mereka tdk bawa alkitab, mereka buka aplikasi. Itu semua algoritma. Itu yg harus dikenalkan' Romo respon lagi, 'Itu kan aplikasi baik. Membantu kita ini menyesuaikan jaman' Saya jawab, 'Iya tapi itu algoritma, Romo. Kita bikin secara sederhana saja bagaimana mereka paham cara kerjanya. Harus mulai dijadikan bahan diskusi supaya mereka tahu mana algoritma baik dan mana yg tidak' Romo pun capek debat, 'Sudahlah biarkan. Kalian bikin di sekolah2 dan kampus aja. Lebih dibutuhkan' Saya pun ga pernah tawarin ke gereja lagi sejak saat itu. Dan hari ini saya baca tweet @Pontifex bicara ttg matematika dan simulasi algoritma. AKHIRNYA!!!!! Semoga semua romo ikut menyadari 🙏🏻













