aLdinata
12.9K posts

aLdinata
@yustianata
Bila hari hari mu menyenangkan, SURGA hanyalah khayalan !!!
Sundaland Katılım Ekim 2009
207 Takip Edilen298 Takipçiler

@DeddyDjumadi4 Nah, cukup sering ini ada yg sebut bala-bala. Daerah mana om?
Indonesia

@bbyberrygurl @LambeSahamjja Masa gak paham, kak?
"Org Lain SMA udah di Luar negeri, sedangkan dia Sendiri, jawab kampus aja udah beda dunia"
Indonesia

@LambeSahamjja Aku bingung definisi "start duluan" itu kaya gimana. Emang ada garis start di kehidupankah? Kan kita yg terlahir di dunia ini baru pertama kali hidup. Jadi garis startnya itu kaya apaa sih? 🙏🙏
Indonesia

Gue punya temen yang pertama kali merantau ke Jakarta, dia masuk kerja di salah satu kantor di pusat kota.
Hari pertama, dia langsung ngerasa salah tempat.
Bukan karena dia nggak kompeten, tapi karena lingkungannya beda banget.
Orang-orang di kantornya ngomong campur Inggris, santai bahas kuliah di luar negeri kayak University of New South Wales atau Monash University, seolah itu hal biasa.
Sementara dia?
Dari kampus daerah, nongkrongnya dulu kopi sachet, mainnya kartu sama temen-temen.
Kontrasnya kerasa banget.
Hari pertama aja dia udah minder.
Dia cerita ke gue, Gue ngerasa paling nggak nyambung di ruangan itu.
Bahkan hal simpel kayak nanya kuliah di mana bisa jadi awkward, karena jawabannya beda dunia.
Dia sempet mikir kalau dia kurang pintar, kurang keren, bahkan sempet kepikiran apa gue nggak pantes di sini ya?
Tapi makin lama dia mulai sadar sesuatu yang cukup nendang.
Ternyata bukan dia yang kurang tapi banyak dari mereka emang udah punya start lebih dulu.
Dari SMA udah di luar negeri, udah biasa presentasi, udah terbiasa ngomong dengan cara yang terdengar pintar.
Jadi pas masuk kerja, mereka keliatan langsung siap. Sementara temen gue?
Baru belajar semua itu dari nol di dunia kerja.
Yang bikin dia makin kaget, ada beberapa orang yang keliatannya santai banget, kerjanya nggak terlalu keliatan, tapi posisinya aman.
Setelah dia cari tahu pelan-pelan, ternyata background keluarganya bukan kaleng-kaleng.
Dari situ dia mulai ngerti, di Jakarta itu bukan cuma soal kerja keras tapi juga soal lu mulai dari mana.
Dia juga pernah cerita pengalaman lain yang bikin dia makin kebuka matanya.
Pernah dia kerja di tempat yang secara logika bisnis nggak masuk akalnggak jelas profitnya, tapi tetap jalan terus.
Dia sampe nanya ke seniornya, ini kok bisa hidup ya? Jawabannya simpel, “Udah, nggak usah dipikirin.
Beda dunia.
Di situ dia sadar, buat sebagian orang, kerja atau bisnis itu bukan buat bertahan hidup, tapi cuma aktivitas
Tapi justru dari semua itu, yang paling berubah dari dia bukan skill teknis tapi cara dia melihat diri sendiri. Awalnya dia minder, ngerasa kecil.
Tapi lama-lama dia mulai ngerti
dia mungkin nggak punya privilege yang sama, tapi dia punya daya tahan yang nggak semua orang punya. Dia terbiasa adaptasi, belajar dari nol, dan itu pelan-pelan jadi kelebihan.
Sekarang, setelah beberapa tahun, dia bilang ke gue satu hal yang cukup pedas tapi jujur
Di Jakarta, lu bakal ketemu orang yang keliatan jauh di atas lu.
Tapi bukan berarti mereka lebih hebat kadang mereka cuma mulai lebih dulu.
Tugas lu bukan ngejar mereka, tapi jangan berhenti jalan.
Dan menurut gue itu poin paling real dari merantau.
Ridho Azhar@ridhoharryazhar
Unpopular opinion tentang merantau.
Indonesia
aLdinata retweetledi

Anak perempuan sebaiknya tidak berjilbab terlalu dini. Alasannya bukan agama, tapi kesehatan.
Studi menunjukan anak-anak di Indonesia kekurangan vitamin D. Prevalensi ini terjadi lebih banyak bagi anak perempuan terutama di sekolah islam.
Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah karena jilbab yang mengurangi eksposur anak perempuan terhadap matahari.
Faktor lainnya, sebenernya perempuan di asia punya behaviour menghindari sinar matahari. Ditambah lagi, anak-anak di Indonesia ini berkulit gelap dan masih banyak yang malnutrisi.
pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10…

Faizal@zalkad
Anak perempuan di bawah 7 tahun jangan dijilbabin
Indonesia
aLdinata retweetledi

Anak perempuan di bawah 7 tahun jangan dijilbabin
listyantidewi@listyantidewi
Drop unpopular opinions Anda tentang 'PARENTING'
Indonesia

@cingheuzzz @bandungfootball Meh teu ngomong "laah lo org bdg masa gatau" 😂
Indonesia

@bandungfootball Kadang jawab “iya” heula tapi hero hate “anu mana nyakk”
Indonesia

Kalau orang luar Bandung nyari rekomendasi makanan bertanya ke orang Bandung mah, dijamiiiiiin bakal diarahkannya ke tempat yang tidak viral, tapi taste to value to pricenya terjamin aman.
Ditanya “kan lu orang Bandung, tau gak makanan blablabla yang viral itu?”, mostly jawabnya “hah, yang mana ya? Baru kayaknya”
😌😌
Wiranatakusuma, Firman F.@omgitsmungki
Dan yang makan kebanyakan bukan orang Bandung.
Indonesia

Brand Lokal Tidak Kekurangan Kualitas, Tapi Kekurangan Kepercayaan
Ada satu pola yang terus berulang setiap kali membahas brand lokal.
Kualitasnya sebenarnya bagus, desainnya menarik, harganya kompetitif tapi tetap saja, banyak orang masih ragu. Ini bukan soal produk, ini soal kepercayaan.
Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan brand lokal Indonesia sebenarnya cukup signifikan. Di industri fashion, misalnya, nama-nama seperti Erigo, Eiger, hingga Aerostreet berhasil membangun pasar yang kuat. Bahkan dalam survei konsumen terbaru, brand lokal mulai masuk dalam daftar pilihan utama, sesuatu yang jarang terjadi satu dekade lalu.
Fenomena ini menunjukkan satu hal penting, brand lokal tidak lagi hanya menjadi alternatif murah, tapi sudah mulai dipertimbangkan sebagai pilihan utama. Namun di balik pertumbuhan tersebut, ada satu tantangan yang masih terasa konsisten yang keberlanjutan.
Banyak brand lokal tumbuh cepat karena momentum digital. Mereka hadir dengan desain menarik, harga kompetitif, dan strategi pemasaran yang agresif di media sosial. Dalam waktu singkat, brand tersebut menjadi populer, bahkan viral.
Namun setelah hype mereda, tidak semuanya mampu mempertahankan posisi tersebut. Masalahnya bukan pada kreativitas, masalahnya adalah ada pada konsistensi.
Ketika skala bisnis meningkat, tantangan mulai muncul yaitu produksi massal, kontrol kualitas, distribusi, hingga layanan purna jual. Di titik inilah beberapa brand lokal mulai kehilangan momentum.
Sebaliknya, brand lokal yang berhasil bertahan biasanya memiliki satu kesamaan, mereka membangun sistem, bukan sekadar momentum.
Eiger, misalnya, berkembang dengan pendekatan jangka panjang dan positioning yang jelas. Contoh lain ada Aerostreet berhasil menjaga harga terjangkau tanpa meninggalkan identitas produknya. Sementara beberapa brand fashion lokal lainnya mulai berani masuk pasar internasional, sesuatu yang sebelumnya jarang terjadi.
Ini menunjukkan bahwa brand lokal sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat. Yang sering tidak disadari, brand lokal Indonesia saat ini berada dalam fase yang mirip dengan industri sepakbola yang sedang membangun ulang fondasi. Potensinya besar, pasarnya berkembang, dan kualitasnya semakin meningkat. Namun sistemnya belum sepenuhnya matang. Itulah sebabnya persepsi terhadap brand lokal masih naik turun.
Unpopular opinion:
Brand lokal Indonesia bukan kalah kualitas. Mereka hanya belum konsisten dalam membangun kepercayaan jangka panjang.
Jika konsistensi itu mulai terbentuk, bukan tidak mungkin brand lokal akan menjadi pilihan utama, bukan lagi alternatif. Tanda-tanda itu sebenarnya sudah mulai terlihat, tinggal menunggu siapa yang mampu bertahan paling lama.
Pertanyaannya sekarang sederhana, kalian membeli brand lokal karena percaya kualitasnya atau karena sekadar ingin mencoba dan sedikit ikut-ikutan saja? Komen yuk 👇🏻


txtdaribrand@txtfrombrand
unpopular opinion about local brand
Indonesia

@Pyroncalanyala @theultramilkkk Masuk rekening per6 bulan sih kayaknya
Indonesia

@theultramilkkk Iya fix, tiap bulan tinggal nunggu masuk rekening aja
JADI KAPAN NIH 1M NYA DIKASIH
Indonesia

Wah, Tan Liong Houw, lehen Persija dan PSSI, dapet penghargaan dan muncul di Indosiar. Semoga tetep sehat dan bahagia selalu 🙌🏽
-
Beberapa waktu lalu nyari foto-foto beliau. Kayaknya ada yang salah bung @Persija_Jkt. Itu kayaknya foto pemaen catur.


Indonesia
aLdinata retweetledi

Persib Bandung and Bojan Hodak have entered contract extension talks.
Both parties are eager to continue their partnership, with the club having already tabled a first proposal.
Negotiations are underway.
@SVFootball_eu

English

@kittenclaay Kalo gak mau Antri beli yg di Komplek Pinus Regency di Gede Bage
Indonesia

Moments before half-time, Beckham Putra was seen visiting his dad in the stands after scoring his brace 🥹❤️
📽️ @pemainkdbls
English

@panditfootball Beckham dari kecil kayanya udah kenyang sama beban, kritik. Dari nama aja kalo gak salah pernah ada yang nanya selesai match samaran atau nama asli. Abis itu tukeran jersey. Cmiiw
Indonesia






















