

Firdaus Agung
16.2K posts

@typolagi
annur 2 | penulis & editor buku | [email protected]






Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.

مسلم تلميذ البخاري البخاري تلميذ أحمد أحمد تلميذ الشافعي الشافعي تلميذ مالك مالك تلميذ نافع نافع تلميذ الأعرج الأعرج تلميذ أبو هريرة أبو هريرة تلميذ وصاحب رسول الله صلى الله عليه وسلم فائدة في علم الحديث.

Apapun itu, harus di treat lagi biar hilang asinnya. Ikan asin itu cara mengawetkan. Ya bukan berarti lu pasrah makan makanan dengan kadar garam setinggi itu. Lu ngebunuh badan lu pelan-pelan kalo cuma dicuci air putih doang dan masih super asin trus lu makan.





Tahukah Anda, tempe goreng tepung seperti ini akan lebih awet renyahnya jika - kamu pakai tepung singkong/tapioka dan tepung beras sebagai tambahan pada tepung terigu yang kamu pakai. - kamu pakai air es buat bikin adonan krispinya - kamu tambahkan baking powder - kamu tambahkan sedikit margarin pada adonan - kamu goreng pakai teknik deep frying - kamu tiriskan tempe yang sudah digoreng DENGAN TIDAK DITUMPUK

Ambergris, or whale vomit, is worth millions [🎞️ inventionshark]





How do I stop a child from stealing? She’s just 6 years old, but she steals like an expert, covers her tracks perfectly, and denies it with teary eyes so much that you start to feel bad for her and even second-guess yourself as an adult.


🇸🇦 💩Abdul Rahman Al-Sudais Kerajaan Arab Saudi dan Amerika Serikat adalah dua kutub dunia ini, dipimpin oleh Raja Salman dan Presiden Trump, yang membimbing dunia dan umat manusia menuju keamanan, perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran!




Surprise sarapan pagi, Gorengan tempe membuktikan betapa besar kreatifitas pedagangnya untuk bisa bertahan supaya tetap bisa jualan, tetap mendapatkan keuntungan dari dagangannya, dan mempertahankan customernya happy 😍😍❤️❤️😍😍👌❤️❤️👏🏻👏🏻