@ichsany@xendless_s Kalau Usul yang Logis, Tahlilan Internal Keluarga kan Bisa, sendiri juga bisa, malah melarang, yang memberatkan kan sedekah buat tetangga
@xendless_s Saya melarang tetangga saya mengadakan tahlilan jika kondisi keuangannya tidak ada. Sebaiknya dibereskan terlebih dahulu biaya-biaya yang belum sempat terbayarkan pada saat proses pemakaman.
@04Jjgk@xendless_s Tahlilan itu Gak Berat, tinggal duduk baca kalimat Toyib ah, keluarga saja udah cukup, sedekah semampunya, tapi kalau Punya masak Pelit Sedekah Buat keluarga udah meninggal
@xendless_s Tidak Wajib, tapi Jangan menghujat Tahlilan dong, Bagi kami itu mendoakan Ayah Ibu Kakek Nenek Buyut dll yang berjasa Besar bagi Kami, Masak Mendoakan Keluarga orang tersayang d Benci, kalau soal Sedekah ya semampunya, Tahlilan sendiri juga Bisa, Ribet banget
Polri terus bertransformasi dengan menghadirkan Buku Saku “0%” sebagai panduan bagi personel dalam melayani masyarakat. Buku ini membantu anggota di lapangan menyampaikan berbagai program pemerintah secara jelas, tepat, dan mudah dipahami. Selain sebagai media edukasi, buku saku ini juga mendukung fungsi pengawasan agar bantuan tepat sasaran. Program yang disampaikan mencakup pengentasan kemiskinan, layanan universal, hingga program afirmatif untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan langkah ini, Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga sebagai penggerak informasi dan pelayanan publik.
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni buka suara soal pemerasan oleh pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gadungan. Ia diperas sebesar Rp 300 juta.
"Benar," kata Sahroni kepada kumparan, Jumat (10/4).
Sahroni menjelaskan, dirinya bisa tertipu pegawai KPK gadungan ketika sedang memimpin rapat di Komisi III pada Kamis (9/4). Ia didatangi seorang wanita yang mengaku utusan KPK.
"Dia (penipu) datang pukul 10, jam setengah 11 ke DPR langsung ke Komisi III lewat Pamdal, mengatasnamakan diperintah pimpinan KPK, untuk meminta uang Rp 300 juta. Di saat itu, saya lagi mimpin rapat keluar nemuin dia, setelah dia ngomong begitu, langsung saya bilang 'Bu saya lagi mimpin rapat' gitu," jelas Sahroni.
Sahroni pun setelah pembicaraan itu, menyerahkan uang Rp 300 juta dalam bentuk dolar. Uang itu diserahkan lewat anak buahnya kepada pegawai KPK gadungan.
Setelah selesai memimpin rapat, ia langsung mengkonfirmasi kepada Pimpinan KPK. Hasilnya, tidak ada utusan yang dikirim ke Komisi III untuk meminta sejumlah uang.
"Siangnya saya konfirmasi ke pimpinan KPK 'Apa bener?' dijawab 'Tidak', oh ya udah tangkap aja yang begini-begini, akhirnya KPK berkoordinasi dengan Polda Metro, saya buat laporan ke Polda Metro dan akhirnya kerja sama dengan KPK dan Polda Metro, terjadilah penangkapan tadi malam di rumahnya yang bersangkutan," kata Sahroni.
📸: Dok. Antara/Reno Esnir.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R325 | R116 | E164
#bicarafaktalewatberita#kumparan
"Selamat berjuang, selamat berjuang. Saya hormat dengan pekerjaan kalian. Kita siap mati di atas jalan yang benar, membela rakyat adalah pekerjaan yang sangat mulia," kata Prabowo.
Baca di: nasional.kompas.com/read/2026/04/1…
~WR #Prabowo
Menurut Kalian
Dari ke 4 Menteri Pariwisata sejak 2014 hinggal 2026 saat ini, mana menteri yang menurut kalian kelihatan cara kerjannya?
2014 - 2019 = Menpar Arief Yahya
2019 - 2020 = Menparekraf Wisnutama
2020 - 2024 = Menparekraf Sandiaga Uno
2024 - Sekarang = Menpar Widiyanti Putri Wardhana
“Mensesneg, catat itu gubernur-gubernur yang tidak pesan produk dalam negeri, bus dan truk, dan sebagainya. TNI juga suruh beli (produk bus dan truk) dalam negeri,” kata Prabowo.
Baca di: nasional.kompas.com/read/2026/04/0…
~WR #Prabowo#Gubernur
Daftar Julukan Presiden Indonesia
Soekarno: Bapak Proklamasi
Soeharto: Bapak Pembangunan
Habibie: Bapak Teknologi
Gus Dur: Bapak Toleransi
Megawati: Ibu Penegak Konstitusi
SBY: Bapak Perdamaian
Jokowi: Bapak Infrastruktur
Prabowo:
Bapak apa?
Nama Andi Amran Sulaiman
Tempat Lahir:Bone
Tanggal Lahir: 27 April 1968.
Ayah: Andi B. Sulaiman Dahlan Petta Linta, seorang veteran TNI dengan pangkat terakhir bintara (Babinsa).
Ibu: Andi Nurhadi Petta Bau
Berdasarkan data LHKPN :
- Tahun 2014: Saat pertama kali jadi menteri, kekayaannya dilaporkan sekitar Rp330 miliar.
- Tahun 2019: Hartanya tercatat di angka Rp279 miliar.
- Tahun 2025: Melonjak tajam menjadi Rp1,19 triliun
Punya bnayak usaha:
1. Sektor Pertambangan & Industri (Mining)
- PT Tiran Indonesia: Fokus pada penambangan nikel di Konawe Utara.
- PT Tiran Mineral: Bergerak di bidang pertambangan nikel.
- PT Tiran Bombana: Fokus pada tambang emas dan timah hitam.
- PT Konawe Utara Mandiri: Eksplorasi pertambangan di Sulawesi Tenggara.
- PT Global Fero Cemerlang: Unit bisnis yang terkait dengan pengolahan logam atau feronikel.
2. Sektor Retail & Distribusi
- PT Tiran Makassar: Distributor resmi produk Unilever di wilayah Sulawesi.
- CV Empos Tiran: Produsen rodentisida (racun tikus "Tiran") yang menjadi cikal bakal bisnisnya.
- CV Empos: Distributor Semen Tonasa dan bahan bangunan lainnya.
- CV Profita Lestari: Distributor pestisida dan sarana produksi pertanian.
- GulaTa: Merek distribusi Gula Kristal Putih (GKP) untuk wilayah Sulawesi.
3. Sektor Agribisnis & Perkebunan
- PT Tiran Sulawesi: Mengelola perkebunan tebu dan kelapa sawit.
- PT Bahteramas: Pabrik gula yang berlokasi di Konawe Selatan.
- Unit perkebunan di wilayah Gowa, Sulawesi Selatan.Kebun Pattalasang
4. Sektor Energi & Logistik
- PT Amrul Nadin: Mengelola jaringan SPBU percontohan di Maros dan Makassar.
- PT AAS Primatama Logistic: Fokus pada layanan logistik dan rantai pasok.
- PT AAS Transud Indonesia: Unit transportasi udara dan maritim untuk efisiensi distribusi.
- PT Pelayaran Samudera Lamappepening: Layanan transportasi laut untuk pengangkutan komoditas.
5. Properti, Pariwisata & Lainnya
- Hotel Pantai Gapura
- PT Kawasan Industri Tiran: Pengembang kawasan industri terpadu.
- AAS Foundation: Lembaga filantropi yang mengelola kegiatan CSR dan sosial grup.
@idai_tweets Lihatlah komen disini, kalau mau lihat segelintir perwakilan manusia Indonesia yang menolak pembaharuan ilmu, dan memilih apa yang diyakininya sendiri untuk dijadikan pedoman.
@andreasharsono Seorang Prajurit, tidak berpangkat Perwira, bisa dendam pribadi, itu sebuah keanehan, apa yang mereka dapat dari perbuatan tsb? Atau ada perintah langsung atasan?
Soleman B. Ponto, mantan kepala BAIS: Mungkin ada motivasi dendam terhadap Andrie Yunus karena protes amandemen UU TNI menerobos rapat di Hotel Fairmont. Tentara2 ini jaga di luar. Ketika lolos, mereka dapat hukuman, ada dendam pribadi instagram.com/reels/DWq3k5ij…