𝓥𝓮𝓻𝔂 𝓢𝓪𝓷𝓭𝔂 รีทวีตแล้ว
𝓥𝓮𝓻𝔂 𝓢𝓪𝓷𝓭𝔂
2.5K posts

𝓥𝓮𝓻𝔂 𝓢𝓪𝓷𝓭𝔂 รีทวีตแล้ว
𝓥𝓮𝓻𝔂 𝓢𝓪𝓷𝓭𝔂 รีทวีตแล้ว
𝓥𝓮𝓻𝔂 𝓢𝓪𝓷𝓭𝔂 รีทวีตแล้ว

My God.
Please listen to me instead:
It’s important to remember that although scientists estimate the ocean produces at least 50% of the oxygen on Earth (from oceanic plankton — drifting plants, algae, and some bacteria), roughly the SAME AMOUNT IS CONSUMED BY MARINE LIFE.
So unless you are a fish, don't rely too much on it.
We need forests because they are crucial for air quality, regulate the climate by absorbing massive CO2, prevent erosion and landslide, support biodiversity, and provide oxygen that stays in the atmosphere longer because it's not consumed by marine decomposition, UNLIKE much of the ocean's oxygen.
oceanservice.noaa.gov/facts/ocean-ox…
English
𝓥𝓮𝓻𝔂 𝓢𝓪𝓷𝓭𝔂 รีทวีตแล้ว

@BangPino__ Kalau standar kecerdasan anak muda diukur dengan parameter kecerdasan gibran, maka jangan ada yang protes kalau IQ rata2 orang Indonesia itu 78 (sedikit di atas gorilla). Buat termul, 78 itu normal!
Indonesia
𝓥𝓮𝓻𝔂 𝓢𝓪𝓷𝓭𝔂 รีทวีตแล้ว

If you ever feel powerless, remember this —
Your single dot “.” can light up someone’s darkest night.
If you're browsing, please leave a dot. It's just a dot.
chuffed.org/project/nermeen
English
𝓥𝓮𝓻𝔂 𝓢𝓪𝓷𝓭𝔂 รีทวีตแล้ว

@junregar30 @DokterTifa Manusia paling najis yaa termul kayak lu ini
Indonesia

@DokterTifa Kau sdh pantas di penjara, karna kau lah pembohong sebenarnya
Indonesia

Kebohongan yang Terkuak di Ujung Tahun.
Oleh: dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc
Pasal 32 dan 35 UU ITE Pasal yang sangat kejam dengan hukuman 8 dan 12 tahun, yang dibuat untuk menghukum pembobol bank, pemanipulator data, hacker keamanan negara, dipakai oleh Joko Widodo, mantan Presiden, untuk mempidanakan RRT!
Dan parahnya lagi, dalam pernyataan-pernyataan yang dia sampaikan di media, dia tidak mengakui!
Ini lebih dari sekedar kekejaman bagi rakyat, lebih dari itu, dia telah membuat kegaduhan, dan perpecahan di masyarakat, meningkatkan rasa saling curiga. Dan yang paling mengerikan, dia melibatkan anak-anak muda sebagai termul, yang seharusnya menjadi aset bangsa, bukan sekedar berhenti menjadi termul.
Berapa jahatnya.
Tetapi yang lupa, ada biaya yang harus ditanggung oleh tubuh, yang tidak dia sadari, biaya emosi yang menghantam imunitas tubuh!
Biaya ini tidak tercatat di neraca keuangan, tidak tampak di laporan kekuasaan, tetapi perlahan menggerogoti pikiran, tubuh, dan sistem imun. Ia bekerja senyap, konsisten, dan kejam.
Kejujuran, meski sering terasa pahit di awal, sejatinya adalah berkat biologis dan psikologis. Saat seseorang jujur, pikiran berada dalam satu jalur. Tidak ada cerita ganda, tidak ada ingatan yang harus disesuaikan, tidak ada kecemasan tentang kebohongan mana yang harus dipertahankan. Otak berada dalam kondisi koheren. Tubuh pun relatif tenang. Sistem imun bekerja tanpa gangguan stres kronis.
Sebaliknya, kebohongan adalah utang mental. Setiap kebohongan menuntut kebohongan lanjutan untuk menutupinya. Otak dipaksa hidup dalam konflik internal: antara fakta dan narasi, antara realitas dan citra. Dalam ilmu saraf dan psiko-neuro-imunologi, kondisi ini memicu stres kronis—kortisol naik, peradangan meningkat, dan sistem imun perlahan melemah. Tubuh membaca kebohongan sebagai ancaman yang tak pernah selesai.
Dalam konteks Joko Widodo, polemik yang tak kunjung usai—terutama soal ijazah—bukan sekadar perkara hukum atau politik. Ia telah berubah menjadi beban emosi kolektif dan, lebih dalam lagi, beban psikobiologis bagi subjek utamanya. Setiap klarifikasi yang setengah, setiap transparansi yang tertunda, setiap narasi yang berubah-ubah, menambah lapisan stres baru. Bukan hanya pada publik, tetapi pada diri sendiri.
Masalahnya, tubuh tidak bisa diajak berbohong. Pikiran boleh merekayasa cerita, aparat boleh mengatur prosedur, media boleh membingkai narasi, tetapi sistem imun hanya mengenal satu bahasa: kejujuran biologis. Ketika seseorang terus hidup dalam ketegangan mempertahankan kebohongan, tubuh akan menagihnya dalam bentuk kelelahan, penyakit autoimun, inflamasi kronis, atau kerusakan kesehatan yang tampak “tidak ada sebabnya”.
Di titik ini, berbohong menjadi jauh lebih mahal daripada jujur. Mahal secara mental, mahal secara emosional, dan mahal secara biologis. Kejujuran mungkin menjatuhkan citra sesaat, tetapi ia menyelamatkan integritas diri. Kebohongan mungkin menyelamatkan kekuasaan sementara, tetapi ia menghancurkan ketenangan jiwa dan daya tahan tubuh.
Sejarah berulang kali menunjukkan: kekuasaan bisa dipertahankan dengan manipulasi, tetapi kesehatan dan ketenangan hidup hanya bisa dirawat dengan kejujuran. Pada akhirnya, bukan pengadilan yang paling keras, melainkan tubuh sendiri yang akan memutuskan vonisnya.
Indonesia
𝓥𝓮𝓻𝔂 𝓢𝓪𝓷𝓭𝔂 รีทวีตแล้ว

@PresidenKopi Knp harus ada gerakan ini nya, gerakan yg tdk mempengaruhi intensitas pukulan

Indonesia
𝓥𝓮𝓻𝔂 𝓢𝓪𝓷𝓭𝔂 รีทวีตแล้ว
𝓥𝓮𝓻𝔂 𝓢𝓪𝓷𝓭𝔂 รีทวีตแล้ว
𝓥𝓮𝓻𝔂 𝓢𝓪𝓷𝓭𝔂 รีทวีตแล้ว
















