juen sirsia
15.9K posts


Cuma termul yg percaya tukang ngibul itu.
Lambe Waras@abu_waras
Netral itu engga berpihak kemana mana, atau engga mau ditarik kemana mana. Tapi kalau benangnya masih nyangkut di PSI namanya bukan netral. Netral juga menjaga jarak ke dua sisi. Tapi kalau jaraknya masih lebih dekat ke PSI namanya bukan netral. Jadi sikap politik Jokowi itu netral atau ngumpet2 dibelakang layar? 🤭🫣
Indonesia

@DokterTifa @KRMTRoySuryo2 Mas Roy & Mbak Tiffa, kalian hebat, kalian kuat, kalian tidaklah berdua saja !
Ada jutaan rakyat berada dibarisan mu, saat ini mereka mungkin masih diam.
Tapi ingat, ketika mereka sampai pada batas nya, insyaallah tanpa komando/tanpa dimintapun mereka akan turun "People Power".
Indonesia

Mas Roy, @KRMTRoySuryo2
Tinggal kita berdua sekarang berdiri di garis ini.
Bukan karena yang lain tidak peduli, tapi karena tidak semua kuat menahan beban yang sama.
Ancaman semakin nyata.
Tekanan datang dari segala arah.
Menghimpit hingga terasa habis nafas.
Kadang bukan hanya tentang apa yang kita hadapi di luar, tapi juga pergulatan di dalam diri, lelah, ragu, bahkan rasa sepi yang tak terjelaskan.
Tapi kita tahu satu hal yang tidak boleh runtuh:
kebenaran itu sendiri.
Perjalanan ini tidak pernah mudah.
Dan mungkin memang bukan untuk semua orang.
Hanya untuk mereka yang bersedia tetap berdiri, bahkan ketika banyak orang memilih berpaling dan meninggalkan medan ini.
Kalau hari ini terasa semakin berat, itu bukan tanda kita harus berhenti.
Itu tanda bahwa apa yang kita buka, semakin dekat ke inti.
Mas Roy,
kalau suatu saat langkah terasa goyah, ingatlah,
kita tidak pernah benar-benar berdua.
Ada sejarah yang mencatat,
ada nurani yang menyaksikan,
dan Gusti Allah boten nate sare.
Selama niat ini lurus,
selama kita tidak menjual kebenaran,
maka kita tidak sedang dibuat kalah,
kita sedang ditempa.
Dan bila harus berjalan sampai ujung,
maka biarlah kita dikenal bukan karena kemenangan,
tetapi karena kita tidak pernah mundur.
Karena pada akhirnya,
kebenaran tidak butuh banyak orang.
Ia hanya butuh sedikit tetapi yang tidak menyerah.
Dan semoga yang sedikit itu kita.

Indonesia

@DokterTifa @KRMTRoySuryo2 Karna kalian ber 2 gila,,, merasa pahlawan pla kalian ya, padahal cma orang bodoh yg merasa pintar
Indonesia

@DokterTifa Yg belakang tengah itu kan mirip,,,, mata mu sdah rabun ya tifa,,
Indonesia

@ch_chotimah2 Segala sesuatu selalu dikait kaitkan,,, dan menyebarkan berita hoax,,, pertanyaannya,, kalian ada dirugikan gak dengan acara tersebut????
Indonesia

Bikin acara undang massa, Jokowi dibuat hadir, lalu dibikinkan narasi, massa datang Krn Jokowi.
Ini cara basi, bodoh yg masih bangga.
Tapi ini lebih parah, kalo ternyata ikut juga dompleng acara Pemkot, jadi masih ga pede dgn acara sendiri.
Pemkot Tegal Dukung dan Terlibat dalam Hajat PSI? DPRD Akan Panggil Panitia Giat Budaya untuk Klarifikasi
portalbrebes.pikiran-rakyat.com/jawa-tengah/pr…

Tahu.Gejrot 🇮🇩🤟@Oodhi_tah
@ch_chotimah2 Pantesan rame mba @ch_chotimah2 , Camatnya dapat saweran: 😁😁
Indonesia

@DokterTifa Trus....knp skg minta kasusnya dihentikan...malah jokowi yg minta diteruskan. Ada apa..?
Indonesia

DI LEGALISIR IJAZAH, TANGGAL ADALAH NYAWA
Oleh: dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc
Peneliti Epidemiologi Perilaku, Neurosains, dan Neuropolitika
Legalisir ijazah tanpa tanggal bukan sekadar cacat kecil, itu adalah:
CACAT ADMINISTRASI SERIUS!
Dalam tata kelola akademik dan hukum pembuktian, tanggal adalah “penanda eksistensi” sebuah pengesahan.
Tanpa tanggal, legalisir itu mengambang di ruang hampa : tidak jelas kapan diverifikasi, rezim administrasi apa yang berlaku, dan pejabat mana yang sedang sah berwenang.
Bandingkan dengan anatomi potongan fotokopi Ijazah yang di legalisir Universitas Gadjah Mada (UGM) yang banyak beredar di sosmed ini (gambar 1):
1.
Ada tanggal jelas (hari–bulan–tahun),
2.
Ada jabatan struktural yang konkret (Dekan/Wakil Dekan),
3.
Ada stempel fakultas yang sinkron dengan periode waktu,
4.
Ada tanda tangan yang terikat masa jabatan.
Item-item di atas bukan sekedar pemanis, Itu syarat minimum SAHnya dokumen akademik yang dilegalisir.
DALAM LOGIKA HUKUM PEMBUKTIAN
Dalam hukum administrasi dan forensik dokumen:
Dokumen tanpa tanggal = bukti lemah
Legalisir tanpa tanggal = tidak bisa diuji kronologisnya.
Mengakibatkan tidak bisa diverifikasi silang dengan:
-masa jabatan pejabat penandatangan
- arsip induk universitas
- sistem penomoran surat saat itu
Artinya, legalisir tanpa tanggal tidak bisa dipastikan keasliannya secara forensik administratif, meskipun kertasnya terlihat “resmi”.
DALAM LOGIKA AKADEMIK
Universitas sebesar Universitas Gadjah Mada adalah institusi yang:
- sangat ketat soal arsip,
- berbasis paper trail,
- dan menjadikan tanggal sebagai elemen tak terpisahkan dari setiap pengesahan.
Maka pertanyaannya bukan emosional, tapi epistemik:
Bagaimana mungkin legalisir ijazah dari institusi sekelas UGM lolos tanpa tanggal, sementara semua contoh legalisir lain, selalu bertanggal?
SKAK MAT TERHADAP FOTOKOPI IJAZAH LEGALISIR ABAL-ABAL JOKO WIDODO:
1. Jika sah, mengapa tak bertanggal?
2. Jika resmi, mengapa menyalahi SOP dministratif?
3. Jika asli, mengapa menyimpang dari standar UGM sendiri?
Dalam analisis kritis, penyimpangan sistematis dari pola baku justru lebih mencurigakan daripada kesalahan individual.
Pertanyaan saya kepada UGM:
Masa UGM, sebagai Universitas ternama, terbesar, tertua, MAU mengakui bahwa Ijazah legalisir tanpa tanggal ini, kalian yang mengeluarkan?
KESIMPULAN
Legalisir tanpa tanggal bukan hanya persoalan administrasi, ini adalah persoalan epistemik: dokumen yang tak bisa ditempatkan dalam waktu, tak bisa diuji kebenarannya. Dan dalam dunia akademik, yang tak bisa diuji, tak bisa disebut sah.
terlebih ketika dokumen itu dikaitkan dengan Joko Widodo, yang menggunakan legalisir ijazah abal-aba ini untuk meraih jabatan publik tertinggi yang seharusnya tunduk pada standar pembuktian tertinggi pula, bukan justru yang paling longgar, paling kacau, paling sembrono.
-------
Catatan kecil:
Tidak heran, Pasar Pramuka dibakar habis, rata dengan tanah.



Indonesia

@DokterTifa Kalau kalian benar,, kenapa takut menghadapi dakwaan,, hadapi lah, dan buktikan di persidangan....
Yg patut dipertanyakan itu ijasah mu tifa
Indonesia

@GunRomli Megawati kalau tidak banyak di tolong orang2 dekat Suharto jga gak bisa seperti sekarang, jadi jangan anggap megawati berjuang sendiri,, saat gusdur di serang megawati jga bnyak diam
Indonesia

Duet Megawati dan Gus Dur Perlawanan terhadap Rezim Soeharto dan Orde Baru. Hati-hati terhadap kekuasaan yg otoriter karena akan menindas, represif, sewenang-wenang. Bangsa kita pernah mengalami, jangan sampai terulang lagi.
Memaafkan tapi tidak untuk melupakan.
#pdiperjuangan #megawatisoekarnoputri #gusdur
Indonesia

@21_mozza Pejuang kebohongan iya.... Waktu demi waktu yg diutarakan cma kebohongan.. Tinggal menunggu di penjara aja
Indonesia

@ch_chotimah2 Lahhh,, jokowi jga kerap kok di undang forum internasional... Kau bilang megawati sibuk dengan kemanusiaan?? Mimpi..
Indonesia

Saat Megawati sibuk dgn Pancasila, kemanusiaan, lingkungan dan dunia, Jokowi sibuk jadi buzzer partai anaknya.
Ibu Mega membanggakan, Jokowi memalukan.
Lihat senyumnya ibu Mega.❤️😊
Megawati Diundang Jadi Pembicara Utama Forum Global di Abu Dhabi: Angkat Isu Kepemimpinan Perempuan.
tribunnews.com/nasional/77855…

Indonesia

@Yoes33687368 @DokterTifa Yg ngajak mutar2 itu ya roy cs bego...
Indonesia

@DokterTifa Dibikin muter2 panjang dan berkelok2, seakan2 drama yg sulit ditebak ujungnya padahal tdk terlalu rumit utk diungkap jika penegak hukum punya keinginan kuat utk mengungkap dugaan ijaxah palsu tsb cepat utk diselesaikan, ini beban bagi penguasa saat ini baik secara moral dan trust
Indonesia

Ada satu Termul yang digadang-gadang selama ini jadi ahli digital forensik bernama Josua Sinambela, beberapa hari yang lalu memposting beberapa dokumen, yang saya yakin termasuk dari 709 dokumen yang diklaim oleh POLDA Metro Jaya sebagai bagian dari barang bukti Ijazah Joko Widodo yang mereka sita dari UGM.
Dalam Gelar Perkara Khusus yang diadakan POLDA Metro Jaya 15 Desember 2026 lalu dimana saya hadir, 709 dokumen yang seharusnya digelar oleh POLDA sama sekali tidak ditampilkan. Padahal seperti layaknya sebuah Gelar Perkara, Maka seharusnya yang digelar ya 709 dokumen itu, digelar di hadapan semua yang diundang, untuk diperiksa bersama-sama.
Tetapi pada acara tersebut, yang digelar hanya 2 dokumen, yaitu yang diklaim sebagai Ijazah S1 dan ijazah SMA Joko Widodo, itupun hanya diperlihatkan tak lebih dari 5 menit tanpa boleh disentuh apalagi dipegang.
Nah, yang saya permasalahkan adalah, mengapa si Termul Josua ini bisa memposting beberapa dokumen ini? Darimana dia peroleh dan dia akses?
Kalau dari UGM, dia bukan staf UGM.
Kalau dari POLDA, dia bukan pegawai POLDA.
Lalu dari mana dia bisa peroleh dokumen-dokumen ini?
Apakah POLDA, untuk kesekian kalinya, melakukan Pelanggaran HAM terhadap kami?
Apakah untuk kesekian kalinya, POLDA melakukan inequelity before the law?
Menabrak Peraturan yang dibuat Kepolisian maupun Undang-Undang yang dibuat Negara?
Dan, apalagi Termul ini tidak paham bahwa ketika dokumen ini terbuka, saya sebagai Peneliti maupun banyak Peneliti lain yang terbiasa melakukan penelitian terhadap data-data, terbelalak, karena untuk kesekian kali kami mendapatkan novum baru.
Data dan fakta baru ini yang memperkuat Hipotesis baru sebagai tambahan dari Hipotesis yang sudah kami susun, bahwa
Memang ada Ijazah asli.
Yang palsu adalah oknumnya.
Ingat ya bahwa ini adalah Hipotesis terbaru, tidak menganulir Hipotesis lama yang sudah kami teliti dan buat simpulannya, dalam buku JOKOWI'S WHITE Paper, bahwa Ijazah yang beredar selama ini, terutama versi yang diposting Dian Sandi 1 April 2025, secara scientific Based adalah 99,9% palsu.
Hipotesis Baru ini kami sebut sebagai H2 postulatnya sesuai dengan statement Rocky Gerung adalah:
Ijazahnya asli, orangnya palsu.
Maka, wahai Para Peneliti sekalian, para Invetigator, para Pencari Orang Hilang dan Barang Hilang
Ayuk kita cari:
1) Ijazah Asli
2) Orangnya yang Asli.
Karena Termul bodoh, maka dia tak sadar bikin blunder sendiri.
Karena Netizen cerdas, ayo bantu RRT buat memecahkan misteri ini.
Kalau kalian cerdas, kalian akan bisa melihat sejumlah CLUE pada beberapa dokumen ini.



Indonesia

@Priagarislurus @DokterTifa Ini lagi orang bodoh,,, mau nya dibodohi si tifa.. Dongok dongok
Indonesia

@DokterTifa Jadi jawaban mengapa ijazah asli tidak mau ditampilkan ke publik & tidak berani hadir di persidangan cls? Jawabnya, karena orang palsu & ijazah dipalsukan, sedangkan ijazah asli dan orang asli entah dimana sekarang. Ini bukan pemalsuan ijazah lagi tapi juga pemalsuan identitas.
Indonesia

@DokterTifa Pembohong besar kau tifa,, mudah2an fitnah kalian selama ini menjerumuskan kalian di penjara... Besok kalau sidang, jangan punya alasan sakit ya,, hadapi dan buktikan tuduhan kalian,,
Indonesia

@DokterTifa Gak usah banyak bacot kau tifa siap siap aja kau masuk penjara
Indonesia

Beliau sama dengan saya, Anies, Roy, Refly dll yang di tahun 2014 sempat terpedaya sama si gorong-gorong, terutama karena kami Uber Allez dengan Almamater kami, UGM.
Untung kami sadar dan segera turun gunung untuk membongkar penipuan terbesar dalam sejarah negara ini.
Uber Allez atau kebanggaan berlebihan terhadap sesuatu itu sungguh tidak baik, dan bisa membutakan mata.
Korban Ceklist Satu ༊ ⋆𐙚 ˚@AnKiiim_
Salut sama Prof Henry Subiakto ini, dulu dia pembela @jokowi tapi setelah tau bahwa jokowi dan parcok gunakan segala cara untuk memenjarakan musuhnya, beliau turun gunung untuk membela orang² yang parcok targetkan untuk menyenangkan jokowi !👏🔥
Indonesia

Kebohongan yang Terkuak di Ujung Tahun.
Oleh: dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc
Pasal 32 dan 35 UU ITE Pasal yang sangat kejam dengan hukuman 8 dan 12 tahun, yang dibuat untuk menghukum pembobol bank, pemanipulator data, hacker keamanan negara, dipakai oleh Joko Widodo, mantan Presiden, untuk mempidanakan RRT!
Dan parahnya lagi, dalam pernyataan-pernyataan yang dia sampaikan di media, dia tidak mengakui!
Ini lebih dari sekedar kekejaman bagi rakyat, lebih dari itu, dia telah membuat kegaduhan, dan perpecahan di masyarakat, meningkatkan rasa saling curiga. Dan yang paling mengerikan, dia melibatkan anak-anak muda sebagai termul, yang seharusnya menjadi aset bangsa, bukan sekedar berhenti menjadi termul.
Berapa jahatnya.
Tetapi yang lupa, ada biaya yang harus ditanggung oleh tubuh, yang tidak dia sadari, biaya emosi yang menghantam imunitas tubuh!
Biaya ini tidak tercatat di neraca keuangan, tidak tampak di laporan kekuasaan, tetapi perlahan menggerogoti pikiran, tubuh, dan sistem imun. Ia bekerja senyap, konsisten, dan kejam.
Kejujuran, meski sering terasa pahit di awal, sejatinya adalah berkat biologis dan psikologis. Saat seseorang jujur, pikiran berada dalam satu jalur. Tidak ada cerita ganda, tidak ada ingatan yang harus disesuaikan, tidak ada kecemasan tentang kebohongan mana yang harus dipertahankan. Otak berada dalam kondisi koheren. Tubuh pun relatif tenang. Sistem imun bekerja tanpa gangguan stres kronis.
Sebaliknya, kebohongan adalah utang mental. Setiap kebohongan menuntut kebohongan lanjutan untuk menutupinya. Otak dipaksa hidup dalam konflik internal: antara fakta dan narasi, antara realitas dan citra. Dalam ilmu saraf dan psiko-neuro-imunologi, kondisi ini memicu stres kronis—kortisol naik, peradangan meningkat, dan sistem imun perlahan melemah. Tubuh membaca kebohongan sebagai ancaman yang tak pernah selesai.
Dalam konteks Joko Widodo, polemik yang tak kunjung usai—terutama soal ijazah—bukan sekadar perkara hukum atau politik. Ia telah berubah menjadi beban emosi kolektif dan, lebih dalam lagi, beban psikobiologis bagi subjek utamanya. Setiap klarifikasi yang setengah, setiap transparansi yang tertunda, setiap narasi yang berubah-ubah, menambah lapisan stres baru. Bukan hanya pada publik, tetapi pada diri sendiri.
Masalahnya, tubuh tidak bisa diajak berbohong. Pikiran boleh merekayasa cerita, aparat boleh mengatur prosedur, media boleh membingkai narasi, tetapi sistem imun hanya mengenal satu bahasa: kejujuran biologis. Ketika seseorang terus hidup dalam ketegangan mempertahankan kebohongan, tubuh akan menagihnya dalam bentuk kelelahan, penyakit autoimun, inflamasi kronis, atau kerusakan kesehatan yang tampak “tidak ada sebabnya”.
Di titik ini, berbohong menjadi jauh lebih mahal daripada jujur. Mahal secara mental, mahal secara emosional, dan mahal secara biologis. Kejujuran mungkin menjatuhkan citra sesaat, tetapi ia menyelamatkan integritas diri. Kebohongan mungkin menyelamatkan kekuasaan sementara, tetapi ia menghancurkan ketenangan jiwa dan daya tahan tubuh.
Sejarah berulang kali menunjukkan: kekuasaan bisa dipertahankan dengan manipulasi, tetapi kesehatan dan ketenangan hidup hanya bisa dirawat dengan kejujuran. Pada akhirnya, bukan pengadilan yang paling keras, melainkan tubuh sendiri yang akan memutuskan vonisnya.
Indonesia

@idmarewa @DokterTifa Hahaha,, si tifa bau mulut ini kayak merasa sdah paling hebat di negri ini,, padahal gak ada apa2 nya,, ntar lagi jga masuk penjara
Indonesia

@DokterTifa Ambigu… Jika benar yg ingin menghabisi mu punya kuasa sebesar itu, maka kebesarannya itu tidak nyata… sesulit apa dia u/ menghabisi mu dan seketat/setangguh apa pengawalanmu sehingga kamu sulit dihabisi… ???
Indonesia

Sejak dua bulan ini siapapun yang bertemu dengan saya, selalu mengingatkan agar:
1) Hati-hati dengan makan dan minum. Bawa makan dan minum sendiri, walaupun di restoran atau di rumah orang sekalipun
2) Kemana-mana tidak boleh lagi sendirian, harus dengan kawalan ketat
3) Perhatikan jalan, jika ada mobil atau motor yang membuntuti atau mepet, waspada.
Yang mengingatkan itu adalah polisi, tentara, mantan Jendral, mantan Menteri, Tokoh-Tokoh, Orang-Orang besar, artinya adalah representasive person.
Pertanyaan saya:
Siapa sih yang punya niat mencelakai atau membunuh saya?
Kan kentara banget orangnya. Masa ngga cukup ingin penjarakan. Bahkan ingin mencelakai atau membunuh.
Ngga lah. Orang itu ngga sejahat itu. Apalagi sedang sakit berat, tak tersembuhkan. Masa masih mau jahat-jahat.
Indonesia

@DokterTifa kayak hebat aja kau tifa,,, yg kau permasahkan cma ijasah doang,, kecuali kasus penjahat besar seperti munir yg kau hadapi, iya keselamatanmu di lindungi, sok paten kau
Indonesia

@GunRomli Emang semua harus melaporkan sama kau ya,, yg jelas ada pertemuan antara eggi dan jokowi, berarti ada niat baik,, kan gak harus saling memaafkan dan damai, kayak perang aja kau buat mereka
Indonesia







