Abdi 雨洒
523 posts

Abdi 雨洒
@abditte
love yapping af 我很喜欢画画哦, 中文学习中,但我不是中国人。learn 🇨🇳🇯🇵🇬🇧 main language 🇮🇩


sepengalaman gw, orang yg religious beneran biasanya ga judgemental & ga homophobic. rata² yg homophobic di lingkungan gw tuh biasanya yg keagamaannya cuma performative lol. soalnya gw punya bbrp temen yg religious bgt dan mrk ga homophobic waktu mrk tau gw gay mrk lebih peduli-

Rupiah Melemah ke Level Rp 17.002 per Dolar AS

IKN pake Al untuk generate poster tata tertib kunjungan Mahal kah jasa design poster di indo?

Orang Jepang make Ajinomoto dari 1908 pada pinter-pinter tuh.. Malah IQ rata-ratanya termasuk 3 besar di dunia.


Ngga sengaja nemu ini di Thread, dan.. topiknya ngena banget. Aku juga punya anak cowok, masih 2 tahun.. tapi aku dan mas pernah bahas masalah ini juga. "Kalau anak kita nanti gay, gimana??" Si mas, yang emang orang sini ngerasa pertanyaanku kaya aneh. Dia bilang, "Ya gak gimana-gimana. Kalau dia gay dan mau nikah sama pasangan cowoknya, ya udah. Yang penting dia bahagia dan sehat." Aku diam, jujur aja ngga tahu harus bilang apa. Di Jerman, ini memang bukan masalah. Mau kamu gay, lesbi, atau aseksual sekalipun.. masyarakatnya open banget. Walikota München yang baru aja juga gay. Dan kota ini juga punya rainbow parade tiap tahun, ada pasar natal yang temanya gay.. pokoknya udah normal di sini. Bagiku, mungkin itu terlalu open minded. Bagiku ini masih topik sensitif. Aku ngga peduli kalau orang lain. Asal mereka gak ganggu aku, silakan.. itu hidup mereka dan bukan urusanku. Tapi pertanyaannya, gimana kalau anakku yang begitu?? Jujur.. aku tidak sanggup. Di titik ini, aku masih punya agama yang kupercaya dan kupegang kuat. Dan agamaku, pun kulturku dimana aku lahir dan dibesarkan.. membuatku melihat sisi lainnya. Aku bilang sama si mas, "Aku bakal sedih banget. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain ngerasa sedih?" Dengan si mas, topik ini ngga akan bisa ketemu di jalur yang aku mau. Jadi aku cuma bisa berdoa, di setiap malamku ketika ngelus si pumpkin yang tidur, "Semoga Allah selalu melindungimu, nak."


Ngga sengaja nemu ini di Thread, dan.. topiknya ngena banget. Aku juga punya anak cowok, masih 2 tahun.. tapi aku dan mas pernah bahas masalah ini juga. "Kalau anak kita nanti gay, gimana??" Si mas, yang emang orang sini ngerasa pertanyaanku kaya aneh. Dia bilang, "Ya gak gimana-gimana. Kalau dia gay dan mau nikah sama pasangan cowoknya, ya udah. Yang penting dia bahagia dan sehat." Aku diam, jujur aja ngga tahu harus bilang apa. Di Jerman, ini memang bukan masalah. Mau kamu gay, lesbi, atau aseksual sekalipun.. masyarakatnya open banget. Walikota München yang baru aja juga gay. Dan kota ini juga punya rainbow parade tiap tahun, ada pasar natal yang temanya gay.. pokoknya udah normal di sini. Bagiku, mungkin itu terlalu open minded. Bagiku ini masih topik sensitif. Aku ngga peduli kalau orang lain. Asal mereka gak ganggu aku, silakan.. itu hidup mereka dan bukan urusanku. Tapi pertanyaannya, gimana kalau anakku yang begitu?? Jujur.. aku tidak sanggup. Di titik ini, aku masih punya agama yang kupercaya dan kupegang kuat. Dan agamaku, pun kulturku dimana aku lahir dan dibesarkan.. membuatku melihat sisi lainnya. Aku bilang sama si mas, "Aku bakal sedih banget. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain ngerasa sedih?" Dengan si mas, topik ini ngga akan bisa ketemu di jalur yang aku mau. Jadi aku cuma bisa berdoa, di setiap malamku ketika ngelus si pumpkin yang tidur, "Semoga Allah selalu melindungimu, nak."


Ngga sengaja nemu ini di Thread, dan.. topiknya ngena banget. Aku juga punya anak cowok, masih 2 tahun.. tapi aku dan mas pernah bahas masalah ini juga. "Kalau anak kita nanti gay, gimana??" Si mas, yang emang orang sini ngerasa pertanyaanku kaya aneh. Dia bilang, "Ya gak gimana-gimana. Kalau dia gay dan mau nikah sama pasangan cowoknya, ya udah. Yang penting dia bahagia dan sehat." Aku diam, jujur aja ngga tahu harus bilang apa. Di Jerman, ini memang bukan masalah. Mau kamu gay, lesbi, atau aseksual sekalipun.. masyarakatnya open banget. Walikota München yang baru aja juga gay. Dan kota ini juga punya rainbow parade tiap tahun, ada pasar natal yang temanya gay.. pokoknya udah normal di sini. Bagiku, mungkin itu terlalu open minded. Bagiku ini masih topik sensitif. Aku ngga peduli kalau orang lain. Asal mereka gak ganggu aku, silakan.. itu hidup mereka dan bukan urusanku. Tapi pertanyaannya, gimana kalau anakku yang begitu?? Jujur.. aku tidak sanggup. Di titik ini, aku masih punya agama yang kupercaya dan kupegang kuat. Dan agamaku, pun kulturku dimana aku lahir dan dibesarkan.. membuatku melihat sisi lainnya. Aku bilang sama si mas, "Aku bakal sedih banget. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain ngerasa sedih?" Dengan si mas, topik ini ngga akan bisa ketemu di jalur yang aku mau. Jadi aku cuma bisa berdoa, di setiap malamku ketika ngelus si pumpkin yang tidur, "Semoga Allah selalu melindungimu, nak."




guys mau cerita dikit, jadi kemarin gua kepikiran buat custom art style temen gua, karena menurut gua style dia bagus banget dan cocok buat lngshot. terus gua udah kasih referensi gambar dari MV facetime, jadi gua makin excited karena rencananya mau gua jadiin sticker dan sekalian freebies. nah, beberapa hari kemudian gua nungguin, dia akhirnya ngasih hasil gambarnya. udah full, rapih, warnanya bagus, dan mirip banget sama referensi foto-foto yang gua kirim. gua sampe sempet mau nanya harga saking excited-nya… tapi pas gua perhatiin lagi, kok kayak ada yang aneh. ternyata dia pake AI. pas gua tanya itu AI apa bukan, dia awalnya gak mau ngaku. sampe akhirnya gua minta ss layer nya, baru deh dia jujur kalau itu emang AI. orang nya dah minta maaf juga dan ini pure mau cerita aja terus gua ga jadi custom di dia















