Dedy Ong@MrOngDedy
Pengen nulis tentang duka yang kami alami. Tujuannya agar orang tua lain juga aware atas potensi kejadian ini.
If you are pregnant right now or plan to, please read this. Agar hal ini bisa jadi perhatian kalian dan tenaga medis yang menangani persalinan nanti.
Anak kami, yang masih di dalam kandungan, sudah berusia 38 minggu, tiba-tiba mengalami kondisi emergency yang disebut "TP menumbung" atau "Umbilical Cord Prolapse".
3 hari sebelumnya, kami baru saja cek ke dokter kandungan, hasil USG semua normal.
Hari H jam 1 dini hari, ketuban pecah dan kami segera ke RS.
Kami diberi pilihan observasi dulu atau langsung induksi. Saat itu kami sepakat memilih observasi dulu di kamar rawat inap, berharap anak bisa lahir normal tanpa induksi.
Hingga sekitar 6 jam sejak ketuban pecah, dokter datang dan memeriksa. Jantung bayi ada dan normal. Saat itu disarankan untuk induksi saja. Kami setuju.
Induksi dilakukan jam 8 pagi.
Perawat datang lagi sekitar jam 10an pagi untuk memeriksa bukaan. Di sana lah baru ketahui ternyata tali pusar berada di luar rahim. Sudah keluar mendahului bayi.
Khawatir tali pusar terjepit dan bayi kekurangan oksigen, dokter langsung melakukan tindakan operasi.
Tapi takdir gak memihak pada kami. Anak kami yang seharusnya terlahir sehat, malah tidak bisa diselamatkan.
Kejadian begitu cepat. Kami bahkan sulit mencerna apa yang terjadi saat itu.
Bagaimana tanpa aba-aba, ga ada yang mengingatkan potensi masalah ini, bahkan kami juga ga pernah denger istilah "tp menumbung", bisa memisahkan kami dari bayi kami yang sehat dan sudah siap untuk dilahirkan, selamanya.
Rasanya seperti lagi mimpi dan kami berharap bangun dari nightmare ini.
Kami seperti gak diberi waktu untuk mencerna apapun.
Bahkan untuk memahami perasaan yang muncul saja, kami kebingungan.
Setelah kejadian, baru lah kami banyak membaca dan lebih memahami emergency yang kami alami. Sungguh sudah sangat terlambat. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengembalikan bayi kecil kami.
Kalo kalian membaca ini, saran saya, find out more about this life-threatening complication.
Cari tau cara mengurangi resiko ini terjadi.
Emang sih semua balik lagi ke takdir, balik lagi ke karma, tapi setidaknya, kalo kita aware, kita bisa berusaha.