ทวีตที่ปักหมุด
dipcii
3.3K posts

dipcii รีทวีตแล้ว
dipcii รีทวีตแล้ว
dipcii รีทวีตแล้ว
dipcii รีทวีตแล้ว
dipcii รีทวีตแล้ว

Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya.
Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku.
Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya.
Tidak menyebut nama kepala sekolah.
Tidak menyebut nama guru siapapun.
Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah.
Yang terjadi secara kronologis:
Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya.
Kepala sekolah memanggil dia.
Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak.
Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural.
Tidak ada proses klarifikasi yang fair.
Tidak ada mekanisme banding.
Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi.
Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara.
Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying.
Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan:
Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya:
Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami.
Berhenti sebentar di sini.
Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah.
Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu.
Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka.
Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik.
Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya?
Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak.
Ini bukan opini.
Ini fakta hukum.
Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah.
Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah.
Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa.
Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi.
Si Bapak tidak mengarang.
Dia mengingatkan aturan yang memang ada.
Dan untuk itu anaknya dikeluarkan.
Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar:
Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari.
Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik.
Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi.
Mengkritisi MBG bukan kejahatan.
Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan.
Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan.
Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik:
Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga.
Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya.
Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri.
Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya.
Itu yang terjadi di sini.
Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka.
Apa yang seharusnya terjadi secara hukum:
Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial.
Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31.
Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah.
Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa.
Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang.
Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu.
Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini:
Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan."
Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah."
Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran.
Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan.
Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu.
Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia:
"Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan."
Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan.
Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani.
Mas Azhim berhak atas pendidikannya.
Dan bapaknya berhak atas keadilannya.


Indonesia
dipcii รีทวีตแล้ว
dipcii รีทวีตแล้ว

Guys, ada satu tweet yang lagi bikin dunia maya heboh banget, dan gue yakin lo bakal baca ini sambil geleng-geleng kepala sambil mikir, “Gila, sampe segitunya ya?”
Quote dibawah dari berita Korea, tapi isinya bikin merinding. Intinya: perempuan Korea sekarang pada bawa tisu sendiri ke toilet umum.
Kenapa? karena ada kasus baru yang bikin cewek-cewek di sana trauma berat. Bayangin lo lagi buru-buru ke mall, masuk toilet, ambil tisu toilet yang disediain, lap… eh tiba-tiba rasanya kayak ada api yang nyengat sampe harus lari ke rumah sakit.
Sakitnya nggak main-main, katanya “extreme pain”.
Tapi yang bikin shock, ini bukan karena sabun atau alergi biasa. Ini karena lem super! Ada orang gila yang pake lem buat nempel-in kamera kecil di toilet cewek. Lemnya kelebihan, nempel ke gulungan tisu, terus pas cewek pake… ya kena deh.
Video dibawah adalah berita SBS Korea, nunjukin reporter lagi bahas kasus ini: ada perempuan yang lapor ke polisi setelah pake tisu toilet di toilet umum mall, badannya langsung merah2, perih banget.
Polisi bilang, pelakunya lagi pasang kamera tersembunyi pake lem, tapi lemnya belepotan ke tisu.
Sekarang lo bayangin: ini bukan cuma satu-dua toilet. Ini lagi jadi tren baru di Korea. Molka (kamera tersembunyi) di sana emang udah jadi penyakit masyarakat yang parah banget dari dulu. Fitting room, hotel, bahkan toilet umum — semuanya udah jadi target.
Tapi kali ini mereka naik level: bukan cuma nyembunyiin kamera di lubang angin atau di bawah wastafel, tapi pake lem biar kameranya nempel permanen.
Hasilnya? Tisu toilet yang seharusnya aman malah jadi senjata kimia buat cewek-cewek.
Yang bikin tweet ini viral adalah pesannya yang super relatable: “Cuma mau masuk toilet aja, perempuan harus was-was.”
Di Korea sekarang, cewek-cewek pada bawa tisu sendiri dari rumah. Bukan karena gamau sharing tisu sama orang lain, tapi karena takut.
Takut lemnya nempel. Takut ada yang ngintip. Takut hidupnya di-record tanpa izin. Ini level paranoia yang bikin lo mikir, “Dunia udah gila apa gimana?”
Lebih dalem lagi, ini nunjukin masalah sistemik di sana. Korea terkenal dengan budaya “molka” yang udah kayak epidemi.
Ribuan kasus tiap tahun, pelakunya kebanyakan cowok biasa — remaja, karyawan kantor, bahkan anak sekolah. Hukumannya? Seringkali cuma denda atau penjara ringan.
Makanya mereka berani terus. Sekarang metode barunya ini bikin cewek harus ekstra siaga: cek tisu dulu, bawa tisu sendiri, atau bahkan beli alat detektor kamera yang lagi viral di e-commerce.
Tapi yang bikin gue paling geram: ini bukan cuma soal satu orang sakit gara2 infeksi lem. Ini soal bagaimana perempuan di Korea (dan mungkin di mana-mana) harus hidup dalam ketakutan konstan.
Mau ke toilet? Was-was. Mau ganti baju di fitting room? Cek dulu. Mau nginep hotel? Scan kamar. Hidupnya kayak lagi main game survival, padahal cuma mau hidup normal.
Tweet ini lagi jadi cermin buat semua orang: teknologi kecil kayak kamera mini + lem super bisa bikin satu tindakan sehari-hari jadi neraka.
Dan yang lebih parah, pelakunya merasa “gampang kok, nggak ketahuan”.
Gue harap kasus ini bikin polisi Korea gerak cepat, hukuman berat, dan masyarakatnya mulai sadar — cowok mana yang masih berani ngelakuin hal gini di tahun 2026?
Perempuan berhak merasa aman di toilet!
L O L A@lolitascak3
ช่วงนี้ผู้หญิงเกาหลีพกกระดาษทิชชู่ไปห้องน้ำกันเอง เพราะล่าสุดมีข่าวว่ามีผู้หญิงใช้ทิชชู่ห้องน้ำข้างนอกเช็ดแล้วแสบจนต้องเข้ารพ กลายเป็นว่าทิชชู่มันมีคราบกาว เพราะมีผชเอากาวมาแอบติดกล้องในห้องน้ำผู้หญิง แค่ผู้หญิงจะเข้าห้องน้ำยังต้องระแวง
Indonesia
dipcii รีทวีตแล้ว

Basarnas dan para first responders ini yang anggarannya harus ditambah, kecepatan, presisi, serta peralatan terbaik sangat diperlukan utk menyelamatkan nyawa. Bukan malah bayar langganan Zoom miliaran rupiah.
Radio Elshinta@RadioElshinta
Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi korban kecelakaan Kereta Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Untuk mempercepat pertolongan, Basarnas menggunakan sejumlah peralatan ekstrikasi guna memotong besi yang menjepit para korban. (Ens) Sumber: Basarnas #ArgoBromoAnggrek #KRL #SAR #Basarnas
Indonesia
dipcii รีทวีตแล้ว

Maia Estianty’s letter to El Rumi and Syifa Hadju following their marriage:
“Untuk Syifa, Bunda titipkan El yang dulu mungkin Bunda tidak selalu memeluknya setiap hari. Sering-sering dan yang lama, ya, lebih lama dari yang pernah Bunda lakukan, karena Bunda tidak pernah bisa melakukan itu sampai hari ini. Untuk El, jangan sakiti hatinya, karena kalau kamu menyakiti dirinya, itu akan melukai hati ibunya yang membesarkan Syifa dengan sepenuh hati.”


Indonesia
dipcii รีทวีตแล้ว

Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
Indonesia
dipcii รีทวีตแล้ว
dipcii รีทวีตแล้ว

TW / Gang rape (pemerkosaan berkelompok) 🤬🤬
Pelaku: 2 polisi, 2 sipil
Penonton: 3 polisi
Korban: 1 perempuan 18 tahun
MASUK AKAL GA, PAK @ListyoSigitP @DivHumas_Polri KALAU ANAK BUAHNYA CUMA DIHUKUM ETIK? DI MANA HATI NURANI? DI MANA HUKUM YANG ADIL?
APA GA TERBAYANG BETAPA TAKUTNYA KORBAN REMAJA DIKEROYOK POLISI DEWASA SEPERTI ITU?
PARA PEMERKOSA APA SUDAH DIHUKUM BERAT, SELAIN DIPECAT? PENONTON PEMERKOSAAN JUGA PELAKU KARENA MEMBIARKAN. APALAGI MEREKA SEMUA PENEGAK HUKUM YANG HARUSNYA MELINDUNGI, BUKAN MALAH JADI PELAKU KEJAHATAN BIADAB.
ASTAGHFIRULLAHALADZIM 😭😭
Tolong @kpp_pa @KomnasPerempuan kawal kasus biadab ini.

Indonesia
dipcii รีทวีตแล้ว
dipcii รีทวีตแล้ว

Rupiah tembus 17.100 per dollar AS, saldo pemerintah di BI sisa 120 triliun, TAPI MBG TETAP DIBAGIKAN OKE GAS OKE GAS JOGETIN AJA
The Spectator Index@spectatorindex
BREAKING: Indonesia's rupiah falls to record low of 17,100 per US Dollar
Indonesia
dipcii รีทวีตแล้ว

Makanya woyy jangan pada sibuk ngurusin embegeh, noh laut nya kecolongan ‼️
Temuan sampah diduga dari luar negeri di perairan Indonesia memicu kekhawatiran publik. Asal sampah tersebut masih dalam penyelidikan, sementara desakan muncul agar pemerintah segera mengusut tuntas dan memperketat pengawasan laut demi melindungi lingkungan dan kedaulatan negara.
yang tau info lengkapnya komen ya gaess 🙏
Indonesia
dipcii รีทวีตแล้ว
dipcii รีทวีตแล้ว
dipcii รีทวีตแล้ว

Rakyat disuruh presiden @prabowo belanja sesuai kemampuan.
Mereka yg katanya wakil rakyat berfoya foya dari keringat rakyat.

Indonesia
















