shen🇮🇩

17.2K posts

shen🇮🇩 banner
shen🇮🇩

shen🇮🇩

@valanchie

INA เข้าร่วม Ekim 2010
2K กำลังติดตาม817 ผู้ติดตาม
shen🇮🇩 รีทวีตแล้ว
Trend Asia
Trend Asia@TrendAsia_Org·
Solidaritas publik untuk Andrie Yunus sangat dibutuhkan untuk membantu mengungkap kebenaran. Jika anda berada di sekitar Jalan Talang pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 dan memiliki foto, video, rekaman dashcam, atau CCTV yang mungkin merekam situasi di sekitar lokasi kejadian, dokumentasi Anda bisa menjadi potongan penting untuk mengungkap pelaku. Silakan kirimkan dokumentasi melalui email: datamaret2026_AY@proton.me atau melalui DM Instagram KontraS. Identitas Anda akan dijaga kerahasiaannya. Pada malam itu, Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Serangan ini bukan hanya melukai satu orang, tetapi juga mengancam rasa aman kita bersama. Karena itu, setiap dokumentasi dari publik bisa membantu membuka jalan menuju keadilan. Mari bantu ungkap kebenaran. #KeadilanUntukAndrieYunus #StopKekerasan
Trend Asia tweet media
Indonesia
44
3.9K
6.4K
353.3K
Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar@zainalamochtar·
@NataliusPigai2 Pak @NataliusPigai2 ... Tentu debat itu melihat realitas dengan aplikasi dan konsepsi yang anda pahami sejak umur 5 tahun itu. Bahkan anda yang bilang sendiri bahwa semua yang anda ucapkan adalah benar. Nah, perlu dites itu. Betulkah yang anda lakukan sesuai dengan pengetahuan😁
Indonesia
39
204
1.3K
48.2K
NataliusPigai
NataliusPigai@NataliusPigai2·
Sebagaimana saya tulis di Cuitan sebelumnya bahwa Saya ingin debat ilmiah, karena Profesor itu bicara ilmu dan pengetahuan holistik tentang ham bukan pembahasan pelaksanaan Tupoksi. Kalau penilaian Tupoksi itu urusan DPR dan Pimpinan. Lagipula Catatan HAM di Indonesia selalu saya sampaikan kepada DPR dan Publikasi luas melalui media hampir tiap saat, bukan kepada individu. Pak Ucheng sdh diberitahu Kompas TV bahwa Pigai sudah setuju jam 11.16 Pagi 27 Pebruari 2026 ( semua bukti surat2 elektronik saya simpan), tetapi kenapa Video ini muncul? Semoga bukan karena Pak Ucheng takut atau ragu-ragu kalau debat ilmu pengetahuan tentang HAM lalu mau lari ke soal Tupoksi HAM di Indonesia. Dan satu lagi saya punya integritas. Sampai di sini saya sudah paham Pak Ucheng sejauh mana kapasitasnya. Saya putuskan! Case Close 🇮🇩 instagram.com/reel/DVQxh0rE_…
Indonesia
825
40
181
329K
kiv z
kiv z@triwul82·
Isuzu Bongkar Kebohongan Agrinas! 🏢💥 ​"SKAKMAT! 🚨 Isuzu Astra (IAMI) akhirnya bicara: Klaim Agrinas soal 'Pabrikan lokal gak kasih harga khusus' itu SALAH TOTAL! ​Isuzu tegas: 'Kalau beli banyak, PASTI dikasih harga lebih baik.' Jadi siapa yang bohong? Agrinas sengaja manipulasi fakta harga demi lancarkan impor India? oto.detik.com/mobil/d-837556… PT Isuzu Astra Motor Indonesia menanggapi klaim Agrinas Pangan tentang harga pickup borongan. Isuzu siap memberikan harga khusus untuk pembelian besar.
kiv z tweet media
Indonesia
121
437
1.1K
66.4K
herwin
herwin@bangherwin·
🤣🤌
herwin tweet media
QME
840
143
713
123.8K
| A K |
| A K |@__AnakKolong·
Di Republik Konoha, narkoba berhasil diberantas. Ternyata hanya ada satu langkah 'radical break yg ditempuh yaitu ; MEMBUBARKAN INSTITUSI PARCOK & BADAN NARKOTIKA KONOHA. Sejak itu, peredaran narkoba bukan saja lumpuh, tapi mati. . . Narkoba ya, bukan markobar. Kalau markobar itu merk "mesin cuci". ____________ BRAN NYABU YUK ! 😁 #FufufafaAibNasional
| A K | tweet media
Indonesia
44
137
434
9.1K
shen🇮🇩 รีทวีตแล้ว
Hendri F. Isnaeni
Hendri F. Isnaeni@hendrifisnaeni·
Hari ini dalam sejarah, 15 Februari 1958, Presiden Sukarno menyerahkan secarik kertas kepada Shigetada Nishijima, mantan pembantu dan penerjemah Laksamana Tadashi Maeda, yang kemudian dipahatkan pada monumen Sukarno (Soekarno hi) di biara Buddha Shei Shoji di Minatoku, Tokyo. Kertas itu bertuliskan: "Kepada sdr. Ichiki Tatsuo dan sdr. Yoshizumi Tomegoro. Kemerdekaan bukanlah milik suatu bangsa saja, tetapi milik semua manusia. Tokyo, 15 Februari 1958. Soekarno." Ichiki Tatsuo dan Yoshizumi Tomegoro merupakan orang Jepang yang membantu perjuangan Indonesia melawan Belanda. Ichiki Tatsuo datang ke Indonesia pada masa kolonial Belanda. Ia tinggal dan bekerja di Bandung dan Sumedang. Ia sempat pulang ke Jepang, tetapi tidak bisa kembali ke Indonesia karena dianggap anti-Belanda. Ia baru bisa kembali ke Indonesia setelah Belanda menyerah kepada Jepang. Namun, ia kecewa karena Jepang ternyata juga menjajah Indonesia. Setelah Jepang kalah, Ichiki membantu perjuangan Indonesia melawan Belanda. Ia memimpin Pasukan Gerilya Istimewa dan gugur ditembak Belanda pada 1949 di Dampit, Malang, Jawa Timur. Sebagai penghormatan, Haji Agus Salim memberinya nama Abdul Rachman. Tomegoro Yoshizumi datang ke Indonesia sebagai mata-mata Jepang dengan menyamar jadi pekerja di sebuah toko. Ia kemudian menjadi wartawan yang mengkampanyekan "Asia untuk Asia" dan "Jepang saudara tua". Ia dideportasi pemerintah kolonial Belanda karena aktivitas jurnalismenya. Yoshizumi kemudian bekerja pada Kaigun atau Angkatan Laut Jepang. Ia ditangkap Belanda dan ditahan di Australia. Setelah bebas, ia bekerja di bagian intelijen Kaigun Bukanfu (kantor penghubung Angkatan Laut Jepang) di Jakarta yang dipimpin Laksamana Tadashi Maeda. Yoshizumi dekat dengan para pemuda pergerakan. Ia juga berhubungan dengan Tan Malaka yang memberinya nama Arif. Seperti Ichiki, ia juga terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan Belanda dan gugur pada 1948 di Blitar, Jawa Timur. Tak hanya Ichiki Tatsuo dan Tomegoro Yoshizumi, setelah Jepang menyerah, banyak tentaranya yang memutuskan bergabung dengan perjuangan Indonesia melawan Belanda. Mereka disebut zanryu nihon hei atau prajurit yang tinggal di belakang dan. 📷Ichiki Tatsuo, Tomegoro Yoshizumi, surat Sukarno, dan monumen Sukarno.
Hendri F. Isnaeni tweet mediaHendri F. Isnaeni tweet mediaHendri F. Isnaeni tweet mediaHendri F. Isnaeni tweet media
Indonesia
1
115
386
21K
shen🇮🇩 รีทวีตแล้ว
Project Multatuli
Project Multatuli@projectm_org·
Fadli Zon Menyangkal Perkosaan Massal 98, Koalisi Masyarakat Sipil Menggugat TW: Video ini memuat cerita tentang pemerkosaan ⚠️ Wiwin Suryadinata alias Suhu Shien, ibu kandung Ita Martadinata, bersaksi untuk pertama kalinya atas perkosaan massal Mei 1998 dan pembunuhan anaknya. Maria Ulfah Anshor, Ketua Komnas Perempuan, juga menjadi saksi ahli dalam sidang gugatan yang diajukan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas di PTUN Jakarta terkait pernyataan Fadli Zon yang menyangkal terjadinya perkosaan massal pada Mei ’98. 🎥: @permatadnda #Mei98 #FadliZon #ProjectMultatuli
Indonesia
31
1.4K
2.4K
82.2K
| A K |
| A K |@__AnakKolong·
Bagi elit politik yg kerap melihat belasan ribu anak² keracunan MBG, & 1.200an korban meninggal dunia akibat bencana ekologis Sumatera sbg deret angka statistik, maka, baginya cara yg paling efektif menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia : 1. Kasak - kusuk dgn BPS, spy kemiskinan ekstrem bisa disulap jadi "anomali metodologis". 2. Turunkan parameter kemiskinan ekstrem, sebab di republik ini menghapus kemiskinan, bukan dgn memberi makan yg lapar, pun bukan dgn membuat kebijakan² utk penghidupan yg layak bagi rakyat, tp dgn menurunkan batas siapa yg boleh disebut lapar & miskin ekstrem. 3. Mengubah definisi kemiskinan ekstrem. Di republik omon² ini, realitas tak diperbaiki, tapi cukup direvisi dan/ atau didefinisikan ulang. SESEDERHANA ITU. . .
| A K | tweet media
Indonesia
71
250
565
23K
(bukan) Nini Tulalit
(bukan) Nini Tulalit@vita_AVP·
Saat di bandara Jakarta pakai kursi roda, sdh sampai Malaysia lain pula ceritanya. Ada apa dengan Eggi Sudjana??
Indonesia
23
23
48
2.6K
shen🇮🇩 รีทวีตแล้ว
Rohan Monga
Rohan Monga@rohsting·
My friend Nadiem Makarim’s trial just began. Nadiem and I worked together at Gojek from 2015-2018, and I have known him since we entered university as 17 year olds. TL;DR: Nadiem Makarim is as clean as they come. I remember when we were running a nationwide driver recruitment campaign at Gojek early on. We began hearing feedback from a few prospective drivers that our field recruitment team was demanding money to enter Gojek. I was shocked and disappointed this was happening. With a social impact mission, drivers should be able to join our platform completely for free. I quickly conveyed to my head of driver operations that if this was not stopped overnight, there would be consequences. The moment I heard similar feedback in the ensuing days, I knew we had to take decisive action, but was curious how Nadiem would respond when I shared the facts with him. “Fire the entire team.” And so within 24 hours we fired the driver operations heads and installed new ones, sending a strong message of integrity. As this flashpoint illustrates, I am certain of Nadiem’s integrity. There is simply no way he has done what he is accused of. Google investing in Gojek was because we built an awesome product loved by customers. The Ministry of Education selecting Chromebook was because Google built an awesome product loved by K12 students and educators alike. That’s it. There is no “conflict of interest”. Just 2 companies delivering highly competitive products loved by users. And to think Google, a company valued in the trillions in market cap, would sully their name by engaging in a conflict of interest deal that is an infinitesimal drop in the bucket for them is hard to fathom. In addition to integrity which Nadiem has in spades, his other trait is cost-consciousness. Being mission-driven over material-driven, even as he amassed wealth, he has always been careful with money. I cannot count the number of micro-moments in which he was said “no” to things that did not surpass his cost-benefit framework. So excuse my wry smile when he is accused of “state losses”. Nadiem’s frugality would have ensured his team negotiated aggressively, to get the best (read cheapest) deal possible. Have a look at page 4-5 of this presentation by IDC comparing costs worldwide of other devices vs Chromebooks. issuu.com/prontomarketin… Depending on how you look at it, Chromebooks achieve 44-61% in savings. SAVINGS. I urge everyone to read this presentation which highlights the many other benefits of Chromebooks vs other devices for the education domain. Please help share this widely, as we collectively support Nadiem’s case for acquittal, so he can be back home where he belongs, with his wife and 4 beautiful children.
Rohan Monga tweet mediaRohan Monga tweet mediaRohan Monga tweet media
English
43
517
1.9K
122.7K
shen🇮🇩 รีทวีตแล้ว
ArchaeoHistories
ArchaeoHistories@histories_arch·
Tammie Jo Shults was flying a routine passenger route when everything unraveled. On April 17, 2018, Southwest Flight 1380 was climbing through 32,000 feet on its way from New York to Dallas. The skies were clear. The flight was normal. Then the left engine failed catastrophically. The explosion ripped metal from the engine, shattered a window, and tore a hole in the fuselage. The cabin depressurized in seconds. Oxygen masks dropped. The aircraft yawed hard to the left. Smoke filled the cockpit. Passengers screamed and clutched their seats as the plane plunged. One woman was partially pulled from the aircraft before fellow passengers dragged her back inside, holding on with desperate strength. In the cockpit, alarms blared and instruments flashed warnings faster than they could be read. Shults and her first officer were suddenly flying a wounded aircraft at the edge of its limits. Years earlier, Shults had been one of the first women to fly fighter jets for the U.S. Navy. She had trained for chaos, for failure, for moments when clear thinking was the difference between life and death. Now, every one of those lessons mattered. Her voice over the radio stayed calm and direct as she declared an emergency and aimed for Philadelphia. She fought the damaged controls, compensated for the lost engine, and managed the rapid descent without tearing the aircraft apart. Inside the cabin, flight attendants shouted commands, passengers helped one another with masks, and strangers held hands as the ground rushed closer. When the plane touched down hard but intact, applause broke out—followed by stunned silence. One passenger had died from injuries caused by the explosion, a loss that weighed heavily on everyone aboard. But 148 others walked off that aircraft alive because a woman in the cockpit refused to panic, refused to freeze, and relied on skill earned through years of perseverance in a profession that once told her she didn’t belong. © Women In World History #archaeohistories
ArchaeoHistories tweet media
English
221
1.1K
6.2K
326.5K
shen🇮🇩 รีทวีตแล้ว
Mr PitBull
Mr PitBull@MrPitbull07·
My name is Leonard. I’m 72. I drive a school bus—Route 12. I’ve been navigating the same streets in the same yellow machine for over a decade. Most days, the kids climb on, lost in their phones, and climb off. To them, I’m just the old man in the driver’s seat. But from this seat, I see everything. Last October, I noticed a girl—maybe fourteen—who always sat in the very last row. She kept her hoodie up and her headphones on, but every morning, she’d unwrap her lunch right there on the bus. It was always a single granola bar. She’d eat exactly half and tuck the rest into her backpack for later. One morning, she dropped it. In the rearview mirror, I saw her face go pale with pure panic. She picked it up off the dirty bus floor, brushed it off, and ate it anyway. My stomach turned. The next day, I packed an extra ham and cheese sandwich. When she reached her stop, I held it out. "Hey, I packed way too much lunch today. You want this?" She looked at me with deep suspicion. "Why?" "Because it’ll just go to waste in my bag," I lied. She took it and whispered a barely audible "Thanks." I started packing extra every single day: a sandwich, an apple, a juice box. She never asked questions. She just took them with a quiet nod that spoke volumes. The Truth on Route 12 Three weeks later, she remained in her seat after everyone else had cleared out at her stop. She walked to the front, her eyes red and rimmed with tears. "Mr. Leonard... my mom works two jobs. My dad’s gone. It's just my little brother and me. We’re doing okay, but..." Her voice broke. "Sometimes the pantry is just empty." I pulled the bus to the curb. "Are you telling me you’ve been giving your breakfast to your brother?" She nodded. I started crying right then and there—a seventy-two-year-old bus driver sobbing on the side of the road. "What’s your name, honey?" "Maya." "Maya, you aren't carrying this alone anymore." The Rolling Pantry I did something that was probably against school policy: I called the counselor. Then I did something definitely against the rules: I started a box. I labeled it "Route 12 Care Box" and buckled it right behind my seat. I filled it with protein bars, crackers, and fruit cups. I sent a simple note home with every student: "If you have extra snacks, leave them here. No questions asked." The kids stepped up in a way that floored me. They brought boxes of crackers, bags of oranges, and even their own lunch snacks. The box didn't just fill; it overflowed. But here is what really got me: It wasn’t just Maya. It turned out six other kids on my route were quietly going hungry. They had been hiding it behind headphones and hoodies for months. Word traveled fast. Other drivers started their own boxes. Route 5, Route 19, Route 42—they all joined in. When the superintendent found out, she didn't shut it down; she turned it into a district-wide initiative called "Rolling Pantries." Now, every bus in the city carries one. The Invisible Crisis Last week, Maya graduated from middle school. She found me after the ceremony, beaming. "Mr. Leonard, I got into the honors program. I’m on a full scholarship. I could finally focus on the books because I wasn't focused on my stomach." She hugged me so hard I thought my heart would burst. Then she said, "I'm going to be a teacher one day. Because you taught me that people who see a problem can choose to be the solution." I’m 72. I drive a bus. But here is what I know now: Hunger hides in plain sight. It wears a backpack and stays silent. It sits in the back of the room and tries to be invisible. So, please, notice. Notice the coworker who skips lunch every day. Notice the neighbor’s kid who seems a bit too thin. Notice the person who says "I'm fine" while their eyes look exhausted. You don't need a formal program or permission to be kind. Just pack extra. Share what you have. See the crisis that everyone else is walking past. . Ai image is for demonstration purpose only. .
Mr PitBull tweet media
English
100
338
1.5K
53.9K
Hasyim Muhammad
Hasyim Muhammad@hasyimmah·
Puncak dari semua komedi yang disampaikan Pandji Pragiwaksono tentang negara ini adalah: wapres kita Gibran. Dan dia juga yang bakal jadi presiden entah di 2029 atau 2034. Sekarang itu komedi, lama-lama itu jadi tragedi.
Indonesia
90
1.3K
5.1K
116.8K
shen🇮🇩 รีทวีตแล้ว
Pemerhati Hukum Emperan
Pemerhati Hukum Emperan@SammiSoh·
Stlh kehilangan putri yg lahir mati & kemudian istrinya, Jennifer Syme, Keanu Reeves memikul duka dgn tenang. Ia dikenal rendah hati, banyak menyumbangkan kekayaannya—diperkirakan sekitar Rp6,3 triliun—untuk amal dan kru Ia pernah berkata bahwa sendirian itu berbeda dgn kesepian
Indonesia
31
918
8.1K
522.1K
shen🇮🇩 รีทวีตแล้ว
Jas Hijau
Jas Hijau@jas_hijau·
Selamat Tahun Baru, Kawan! Puisi Gus Mus @gusmusgusmu tentang Tahun Baru akan selalu relevan, kata-katanya hidup. Terima kasih, Gus, sudah menciptakan karya yang indah ini.
Indonesia
3
196
523
18.4K
| A K |
| A K |@__AnakKolong·
TECHNOCRATIC ESCAPISM | Eksperimen langit sbg pelarian dari evaluasi kebijakan. "𝑊𝑒𝑎𝑡ℎ𝑒𝑟 𝑚𝑜𝑑𝑖𝑓𝑖𝑐𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑒𝑚𝑒𝑟𝑔𝑒𝑠 𝑛𝑜𝑡 𝑎𝑠 𝑠𝑜𝑙𝑢𝑡𝑖𝑜𝑛, 𝑏𝑢𝑡 𝑎𝑠 𝑛𝑎𝑟𝑟𝑎𝑡𝑖𝑣𝑒 𝑟𝑒𝑓𝑢𝑔𝑒 𝑓𝑜𝑟 𝑎𝑑𝑚𝑖𝑛𝑖𝑠𝑡𝑟𝑎𝑡𝑖𝑣𝑒 𝑓𝑎𝑖𝑙𝑢𝑟𝑒" - Proceedings of Governance Illusions - _____________________ Kerusakan ekologis, kebijakan keliru, obral perizinan & tata kelola yg buruk, "dimodifikasi" menjadi soal cuaca. Deforestasi, alih fungsi hutan, tambang & perluasan lahan sawit, bukan dikoreksi, tp malah memodifikasi diksi, dari frasa keputusan politik, menjadi fenomena iklim. Pun, tanggung jawab negara, dimodifikasi jadi seperti eksperimen, krn yg dibutuhkan : evaluasi perizinan, moratorium & penegakan hukum, tapi negara malah menyuguhkan : modifikasi cuaca, seolah - olah alam yg salah, bukan negara yg lalai. Negara gagal membaca sebab, lalu mengutak - atik akibat, padahal hutan dirusak kebijakan negara, lalu rakyat ditimpa bencana ekologis, langit dijadikan terdakwa, & banjir ditangani dgn modifikasi cuaca. _______________ Pratikno telah memilih "murtad" dari tradisi kritis kampus, ke "mazhab" birokrat pesulap, yg bukan menyelesaikan sebab, tapi mengedit gejala. "WAJAH PRATIKNO" - Rektor @UGMYogyakarta periode 2012 - 2017, memang intim dgn kata : " M O D I F I K A S I " . . 😁
| A K | tweet media
English
198
190
439
20.6K
☀️🍉
☀️🍉@salshaindr·
@TitiRusdi Oh she’s WAAAAY UP up in the sky filming this 😭
English
2
7
117
7.9K
Ari3Pras ☯️
Ari3Pras ☯️@Ari3Pras·
@GunRomli Negeri ini dipenuhi manusia rakus, tamak dan serakah. Dimana terbuka peluang mencetak cuan, manusia2 fakir integritas -seperti Dewan Pakar Minus Nalar- akan melupakan tugas & fungsinya..
Indonesia
2
4
11
781
Mohamad Guntur Romli
Mohamad Guntur Romli@GunRomli·
TERNYATA DEWAN PAKAR BGN PUNYA & MENGELOLA DAPUR MBG‼️ Ikeu Tanziha, Dewan Pakar BGN yg mengatakan siswa tidak bersyukur krn mempostingan makanan dgn belatung, ternyata punya dan mengelola Dapur MBG (SPPG). Manajemen busuk ala BGN. Dewan Pakar yg harusnya mengawasi, memberikan masukan-masukan gizi tapi kok ikut punya dapur dan terlibat operasional MBG. Pantes saja dia akan bela mati-matian Dapur MBG meski ada belatung. Gelar profesor, doktor, sebutan pakar, tapi manajemen ala preman pasar.
Indonesia
206
343
605
31.5K