
Aditya Ramanda
7K posts

Aditya Ramanda
@aditoss
Certified Cut-Loss Specialist. Expert at buying the dip that keeps on dipping ~ so u don't have to


𝐈𝐇𝐒𝐆 +𝟒,𝟏𝟐% 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐢𝐧𝐢. 𝐒𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐥𝐚𝐲𝐚𝐫 𝐡𝐢𝐣𝐚𝐮. 𝐒𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐠𝐫𝐮𝐩 𝐬𝐚𝐡𝐚𝐦 𝐡𝐚𝐩𝐩𝐲. Dan hampir tidak ada yang menyebut 23 Juni. Bukan untuk mendinginkan pesta. Justru karena kepala lagi dingin, ini momen terbaik untuk melihat MSCI dengan jernih, bukan dalam kondisi panik seperti Mei lalu. Berdasarkan data yang tersedia, saya coba menganalisis probabilitasnya (lihat visual terlampir) Ringkasannya: probabilitas downgrade ke Frontier ada di ~13%. Bukan skenario utama. Tapi ini tiga alasan kenapa angkanya ada di sana, bukan lebih tinggi dan kenapa 13% tetap tidak bisa diabaikan begitu saja. 𝟏. 𝐒𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐡𝐢𝐬𝐭𝐨𝐫𝐢𝐬, 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐝𝐨𝐰𝐧𝐠𝐫𝐚𝐝𝐞 𝐬𝐞𝐜𝐞𝐩𝐚𝐭 𝐢𝐧𝐢 Sejak 2000, MSCI mendowngrade empat negara dari EM ke Frontier. Tidak ada satu pun yang dieksekusi dalam hitungan bulan dari warning pertama. Pakistan: warning November 2018, downgrade September 2021 > 34 bulan. Morocco: 36+ bulan dari first concern ke eksekusi. Indonesia dapat warning Januari 2026. Sekarang Juni 2026. Lima bulan. Data historis tidak mendukung downgrade secepat itu. 𝟐. 𝐌𝐚𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐧𝐞𝐠𝐚𝐫𝐚 𝐥𝐚𝐢𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐝𝐨𝐰𝐧𝐠𝐫𝐚𝐝𝐞 Pakistan dan Morocco didowngrade karena pasar yang menyusut secara struktural, butuh bertahun-tahun untuk terbukti. Indonesia dipersoalkan karena kualitas data free float dan transparansi kepemilikan, governance issue, bukan market yang mengecil. Jenis masalah yang bisa diperbaiki regulasi dalam hitungan bulan. Dan sudah mulai: threshold free float naik 7,5%→15%, disclosure kepemilikan diperluas 5%→1%. 𝟑. 𝐅𝐓𝐒𝐄 𝐑𝐮𝐬𝐬𝐞𝐥𝐥 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐞𝐫𝐠𝐞𝐫𝐚𝐤, 𝐝𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐢𝐧𝐟𝐨𝐫𝐦𝐚𝐬𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐞𝐰𝐚𝐭 FTSE - index provider terbesar kedua - mempertahankan Indonesia sebagai Secondary EM di April 2026, tanpa watchlist. Bahasa MSCI sendiri juga bergeser sejak April: dari "peringatan eksplisit" ke "assessment sedang berlangsung." Dua sinyal yang searah. Tapi 13% bukan nol. Dan konsekuensinya tidak proporsional dengan ukuran probabilitasnya. Kalau downgrade terjadi, passive funds yang track MSCI EM wajib menjual,bukan karena mau, tapi karena mandat mengharuskan. Forced selling sekitar $2,5–3 miliar secara mekanis. Tidak ada diskresi, tidak peduli IHSG lagi ada di mana. Itu kenapa 23 Juni tetap event yg perlu kita ingat. Yang perlu dipantau besok, 18 Juni: MSCI publikasikan Global Market Accessibility Review - sehari sebelum keputusan minggu depan. Bukan keputusan downgrade, tapi bahasa yg mereka pake untuk menilai reformasi Indonesia adalah sinyal awal paling konkret yg tersedia saat ini. Lebih positif dari April → probabilitas 23 Juni bergeser lebih baik. Ada kekhawatiran baru → worth dicatat serius. Rally hari ini punya alasannya sendiri yang legitimate. Tapi euforia +4,12% tidak mengubah apa yang MSCI putuskan delapan hari dari sekarang. Kamu sudah pricing in 23 Juni atau masih full gas ikut rally?

Selamat pagi teman² sangkuters n $PIPA holders 🤡 IHSG rebound 12% tapi saham mu masih disitu² aja? Sampe kapan mau terus di average down? Average down bisa jadi strategi terbaik atau kesalahan paling mahal. 5 tanda kamu sedang melakukan hal yang salah: A thread 🧵












@desmondwira Yah telat deh serok bawah



$PWON akan bagikan dividen Rp13 per saham Closing hari ini = Rp262, berarti ~5% yield


Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan, harga Pertamax atau bahan bakar minya (BBM) dengan oktan (RON) 92 di Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan negara lain. "Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," ujar Teddy dalam keterangannya, dikutip Minggu (14/6/2026). Teddy bilang di Indonesia, harga Pertamax yang merupakan RON 92 dipatok Rp 16.250 per liter. Sedangkan harga BBM RON 92/95 di Filipina bisa mencapai Rp 22.158, di Laos Rp 31.945, di Thailand Rp 28.910, di Myanmar Rp 25.085, sementara di Singapura menyentuh level Rp 42.971. Menurut Teddy, harga minyak dunia sudah naik drastis sejak Maret 2026. Namun, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sudah menahan kenaikan harga Pertamax selama berbulan-bulan. Penulis: Adhyasta Dirgantara Editor: Nawir Arsyad Akbar + #SeskabTeddy #Pertamax Kebijakan










chart IHSG monthly mudah mudahan cukup deh turunnya so far terendah ma200 month kemarin sudah dibreak tapi rebound ke atas 5555 ihsg masih bisa test 5555 ini ma200 month dan penetuannya dia bisa mantul lagi dan pulih atau jebol lanjut turun ke low berikutnya








Who is ready for $6,000 Gold ?








