Naka-pin na Tweet
f
2.5K posts

f nag-retweet
f nag-retweet

@BukanPegawaiJP @bigdigjohnny @aditoss @bluecandleway @Aris_Prabowoo @MYasfika Udah jelas siapa yang dimaksud wkwkwkwk
Indonesia

@bigdigjohnny @aditoss @bluecandleway @Aris_Prabowoo Siapa ini leader dan grup yg dimaksud @MYasfika
Indonesia

Beberapa waktu lalu seseorang DM gue.
Dia bilang sedang hold saham,
posisi minus, sebetulnya udah mau jual.
Tapi sebelum eksekusi, dia tanya dulu ke leader grupnya.
Jawabannya: "masih akan naik."
Dia gak jadi jual.
Sekarang floating loss-nya 140 juta. Dari porto 350 juta.
Hampir 40%.
Ini bukan cerita tentang saham yg salah pilih.
Ini tentang sesuatu yg lebih berbahaya dari saham yg turun: optimisme yang dibangun sistematis oleh orang yang punya kepentingan berbeda dari kamu.
Ada satu hal yang jarang dibicarakan soal grup saham berbayar:
Leader grup punya insentif yang tidak selalu sejalan dengan keputusan terbaik untuk porto kamu.
Mereka perlu member tetap aktif, tetap percaya, dan tetap di dalam grup.
Kalau semua orang cut-loss dan keluar, grup bubar. Jadi ketika market merah, narasi defaultnya bukan "evaluasi ulang posisimu",
tapi "sabar, tunggu strukturnya balik."
Itu bukan penipuan. Itu insentif.
Dan insentif jauh lebih berbahaya dari penipuan, justru karena terasa seperti kepedulian.
Tiga hal yang perlu dipahami dari pola ini:
"Katanya masih naik" bukan analisis.
Tidak ada yang tahu saham akan ke mana.
Yang ada hanya probabilitas dan framework untuk mengelola ketidakpastian.
Ketika seseorang bilang "masih naik" tanpa konteks stop-loss, tanpa exit plan, itu kalimat yang terdengar meyakinkan, bukan analisis.
Investor pemula paling rentan bukan karena tidak pintar, tapi karena tapi karena mereka belum punya sistem trading sendiri.
Kalau kamu belum punya sistem, kamu default ke sistem orang lain. Dan sistem orang lain didesain untuk prioritas orang lain.
Konkretnya: orang itu tidak cut-loss bukan karena dia yakin sahamnya akan naik, tapi karena dia tidak punya angka yang udah ditulis sebelumnya untuk keluar.
Kekosongan itu yang diisi oleh suara leader grup.
Tidak cut-loss adalah keputusan juga.
Keputusan itu punya konsekuensi.
Floating loss 140 juta tidak terjadi hanya karena sahamnya turun. Itu terjadi karena tidak ada exit plan dari awal, dan ada orang yang kepentingannya menjaga kamu tetap hold.
Gue gak tau apakah 350 juta itu uang yg bisa dia relakan sambil nunggu pemulihan yg enggak jelas waktunya.
Yang gue tau: ceritanya bisa jadi sangat berbeda kalau dari awal ada satu pertanyaan sederhana yang dijawab sendiri sebelum beli:
"Kalau salah, gue keluar di harga berapa?"
Bukan tanya leader grup.
Jawab sendiri. Tulis sendiri. Pegang sendiri.
Gue sadar ini akan terdengar offensive bagi sebagian orang yang sekarang aktif di grup berbayar, atau yang menjalankannya.
Tapi ada pertanyaan yang lebih penting selain dari "apakah leader-nya bisa dipercaya?" :
Kalau besok porto kamu minus 30%, siapa yang menanggung konsekuensinya?
Bukan leader grupnya. Tapi kamu sendiri.
Jadi keputusan keluar atau hold, itu hak kamu.
Dan seharusnya, tanggung jawab kamu juga.
Kamu pernah di posisi ini?
Atau pernah lihat orang terdekat yg lagi ngalamin ini?

Indonesia

@tirta_cipeng Kemaren juga nonton bloodhounds ya dok? Jadi penasaran gimana cara bagi waktunya buat nonton sama kesibukannya sekarang
Indonesia
f nag-retweet
f nag-retweet
f nag-retweet

Buat kakak kakak, kalau belum pada tahu, ini namanya partai omon-omon yaaa 🦅
Partai Gerindra@Gerindra
14. Jangan seperti saat ini, rupiah belum stabil, sudah diteruskan dengan kenaikan BBM, disusul dengan gas, kemudian tarif dasar listrik.
Indonesia
f nag-retweet
f nag-retweet

@SonyEdwardLubis Ini bentuk perjuangan @Gerindra di Komisi VII. Penolakan atas kenaikan harga BBM.

Indonesia

Oh ternyata selain untuk nepatin janji kampanye Florentino Perez, ini juga buat ganggu Barcelona yang juga mau Julian Alvarez.
Perez ingin kirim pesan, bahwa jika mereka mau datengin Julian Alvarez juga, mereka harus siapin paling minimal €150 juta. Dengan Real Madrid bikin official statement publik di angka €150 juta, mereka essentially set the floor buat semua pesaing, termasuk Barca yang masih struggling dengan finansial dan aturan La Liga spending.
Selain itu, ini adalah langkah catur Florentino Perez untuk expose inkonsistensi Atletico di depan publik. Atletico dari awal bilang mereka butuh minimal €150 juta untuk mempertimbangkan lepas Alvarez. Madrid memyanggupi itu dan lepas official bid €150juta sesuai yang diinginkan Atletico, tapi ternyata tetap ditolak juga da gak tepatin janjinya, malah balik nyuruh untuk ikuti release clause-nya aja yang dimana adalah €500 juta.
So, It’s a calculated move. Perez is playing war psychology terhadap para lawan-lawannya, dan banyak orang gak notice soal ini.
Orang sering lupa bahwa Florentino Perez adalah seorang politisi. Gue juga awalnya kaget dengan langkah ini, tapi setelah dicerna lebih tenang, polanya keliatan. Karena gue yakin orang kayak dia ini, gak mungkin bergerak tanpa kalkulasi. Pasti ada alasan di balik setiap langkah yang dia ambil.

Real Madrid C.F.@realmadrid
Comunicado Oficial.
Indonesia
f nag-retweet
f nag-retweet
f nag-retweet

Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : youtu.be/zoF10HW3CPc?si…

YouTube

Indonesia

🚨 Kandidat Presiden Real Madrid, Enrique Riquelme, telah menggunakan hak suaranya dalam pemilihan klub hari ini.
Beberapa anggota menyambutnya dengan tepuk tangan, sementara yang lain dengan siulan.
“Pembohong!”, teriak salah seorang anggota klub. @benfeerr

Indonesia

f nag-retweet
f nag-retweet
f nag-retweet

Wowok ke pengkritik pemerintah : galakin, katain, usir, tertibkan, ungkit terus tiap pidato
Wowok ke koruptor : saya sedih 😢
tempo.co@tempodotco
Prabowo soal Dadan Dkk: Saya Sedih, Mengganti Orang-orang yang Saya Percaya
Indonesia

@handierawan Rumor kenceng nya agnesius el bottom yang bakal gantiin koh😹
Indonesia






















