Sabitlenmiş Tweet

Dalam cara berpikir Gus Dur, humor bukan sekadar alat untuk mengundang tawa, melainkan kritik paling tajam yang disampaikan tanpa perlu kebencian.
Pesannya sederhana tapi menghantam: reformasi politik tidak ada artinya kalau mentalitas korupsi masih ada di dalamnya.
Demokrasi berganti, rezim berganti, kebebasan diraih, tapi semua itu cuma kulit kalau sistem tetap bisa dipakai seenaknya oleh siapa pun yang pegang kekuasaan.
Jadi pertanyaannya bukan lagi "siapa yang memimpin?" tapi...

Indonesia





















