Mang kok sheng
16.4K posts

Mang kok sheng retweetledi

@Ruby_331 @Maryam_049 I can do it. 2 years without sex..
Indonesia 🇮🇩 English
Mang kok sheng retweetledi
Mang kok sheng retweetledi

Pagi ini denger kabar 2 pasien B20 yang pernah aku periksa, meninggal dunia.
Yang satu ditemukan 3 hari setelah meninggal, dengan keadaan sudah bengkak dan membusuk.
Yang satu pas posisi diperiksa kondisinya sudah tinggal kulit dan tulang, dengan napas setengah-setengah, tinggal nunggu hari.
Fyi, dua-duanya Boti ... ...
Source: thread tikamener
Indonesia
Mang kok sheng retweetledi
Mang kok sheng retweetledi
Mang kok sheng retweetledi

@RADEN_NUH_ Info 01 tuh Bang..? Ingat eng ing eng.. 🤣🤣
Indonesia 🇮🇩 Indonesia
Mang kok sheng retweetledi

@kokokdirgantoro Pernah kementan research hal tsb. Kelihatannya sukun mempunyai potensi. Namun pemerintah tidak minat mengembangkan nya lebih lanjut. Karena ternyata beras adalah komoditi politis yang harus dipertahankan dan dikembangkan.
Jadi jgn ada gejolak diproduksi beras. Agar penguasa aman.
West Java, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
Mang kok sheng retweetledi

Karbo
Saya suka baca2 tentang karbohidrat sembari menyusun hipotesis mengapa Orde Baru begitu terobsesi dengan beras. Sebuah hipotesis yang tak kunjung jadi bahan riset hahaha...
Mengapa asupan karbo yang begitu beragam dari jagung, singkong, ubi, sukun, sagu, dll seolah ingin diseragamkan menjadi beras? Pertanyaan ini terus ada pikiran saya sejak saya muda. Semua daya upaya dari pupuk hingga riset varietas unggulan sampai memperpendek masa tanam 6 bulan menjadi 3-4 bulan dilakukan untuk beras. Hipotesis sementara saya adalah kandungan protein (moga ada ahli di bidangnya yang mau merespon hipotesis ini). Protein dalam beras sekitar 7%. Jauh lebih tinggi dari karbo yang lain. Namun saat jadi nasi matang, protein turun dalam persentase karena beras menyerap banyak air.
Ketika Orba berkuasa sekitar 1967, 60% rakyat dalam kondisi miskin. Asupan protein hewani tentu tak terjangkau karena kondisi ekonomi ini. Kurangnya protein bisa menyebabkan otot tak terbangun, sistem imun tidak sempurna, bahkan utk anak2 bisa memengaruhi fungsi otak (yg paham kesehatan mungkin bisa bantu respon).
Dugaan saya, utk memenuhi kecukupan protein ini beras dipilih. Dapat karbo sekaligus protein yang lumayan. Plus persepsi bahwa makan beras adalah makanan kelas atas. Di atas jagung, singkong, ubi, waluh, sukun dan sagu. Perlu riset serius untuk memastikan dugaan ini. Hal yang sama dengan impor gandum untuk diolah menjadi roti dan mi. Protein gandum double digit. Bisa belasan persen. Cuma RI belum/tidak bisa produksi massal karena iklim dan elevasi lahan.
Kini zaman berubah. Protein relatif terjangkau. Telur, ayam, ikan, daging sapi relatif murah terjangkau dibanding daya beli 1967. Tak ada salahnya kita menengok kembali beragamnya varietas karbo yang menjadi warisan budaya kuliner nasional.
Papua dan Maluku rasanya unggul sejak lama dgn sagu/papeda lauk ikan atau hewan buruan. Sagu protein 1-2% ditutup dgn protein hewani. Sagu karbo lepas lambat dan indeks glikemik rendah. Ada nasi jagung madura, sukun/bakara Sulsel, tiwul, dll. Karbo yang dulu ditinggalkan karena geser ke beras, layak dikembangkan lagi dgn alasan protein hewani lebih terjangkau sekaligus karbo non beras lebih sehat karena indeks glikemik lebih rendah.
Beberapa riset di kampus menurut saya layak dibantu jadi produksi massal adalah beras analog (tolong googling sendiri dan stop bertanya apakah akan ada beras digital). Beras analog dibuat dari karbo non beras yang diproses dgn manufaktur hingga bentuknya menjadi bulir beras. Padahal dari singkong, ubi, jagung, dll. Di dalamnya dapat dimasukkan semacam ekstrak sayur (yg sempat saya baca wortel). Utk anak2 yang sedang belajar makan sayur, beras analog ini bisa jadi solusi. Makan karbo berikut serat. Karbo non beras rasanya perlu mendapat tempat yang lebih luas untuk mengurangi potensi masyarakat terkena diabetes.
Alm @RezaUnscripted sempat meminta saya melakukan desktop research sederhana tentang jewawut/millet. Karbo serealia ini spesial proteinnya: 12%. Bisa setara gandum. Rasanya tak ada salahnya utk produksi dan kampanye jewawut yang bisa ditanam di lahan kritis dan ekstrem.
Reza, saya bikin tulisan ini in respect to our friendship. Reza tak melulu asik diajak bicara politik dan sejarah, salah satunya ternyata urusan pangan.
Izin mention @ubegebe1 @Rio_Ramabaskara @MerrMagda @Bubaks___
Al Fatihah...
Indonesia
Mang kok sheng retweetledi

BREAKING!
Warga Papua Selatan hari ini resmi gugat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, yang keluarkan Surat Keputusan (SK) No. 591 berisi rencana mengubah 486 ribu hektare tanah adat mereka jadi PSN Pangan dan Bioenergi.
Gugatan ini jadi bukti bahwa “Pesta Babi” adalah realita yang terjadi di Papua Selatan hari ini. Di mana kebijakan negara jadi alat legitimasi pemusnahan ruang hidup masyarakat.
Kenapa warga menggugat?


Indonesia
Mang kok sheng retweetledi

Pembodohan Publik:
Menampilkan pejabat dan petugas menggunakan sarung tangan hitam secara formal, memotong kabel di kebun, lalu memamerkannya di depan jurnalis hanyalah sebuah drama teatrikal (gimmick).
Tujuannya jelas:
memberikan "kambing hitam" instan yang mudah dicerna oleh masyarakat awam agar perbincangan publik berhenti di situ, tanpa harus membongkar bobroknya manajemen atau kegagalan sistem proteksi PLN yang sebenarnya.
Bagi siapa saja yang paham dasar teknis kelistrikan, rilis pers dalam video tersebut bukan sebuah fakta hukum, melainkan sebuah komedi birokrasi. 🤣🤣🤣
Kesimpulan logis dan teknis atas rekaman video rilis pers tersebut adalah sebagai berikut:
Salah Alamat Secara Teknis Kelistrikan (Mismatch): Barang bukti yang dipamerkan di video tersebut adalah Kabel Tanah (Underground Cable) atau kabel utilitas lokal, bukan kabel udara transmisi fasa SUTET/SUTT.
Kabel tersebut memiliki perisai baja luar (Steel Wire Armor) yang strukturnya hanya ditemukan pada kabel yang ditanam di dalam tanah atau kabel telekomunikasi/optik pelindung.
Kabel Kosong / Tidak Aktif:
Visual saat kabel dipotong di kebun maupun saat dipamerkan menunjukkan bahwa kabel tersebut TIDAK memiliki inti konduktor logam (tembaga atau aluminium tebal) di dalamnya.
Itu adalah selongsong kabel kosong atau bagian luar kabel yang umumnya sudah tidak aktif/bekas, di mana material berharganya (inti logam) kemungkinan besar sudah dikupas atau diambil terlebih dahulu.
Skala Dampak yang Tidak Masuk Akal:
Sistem interkoneksi kelistrikan se-Sumatera ditopang oleh jalur udara tegangan ekstra tinggi (SUTET 275kV) yang mengalirkan ribuan Megawatt daya antar-provinsi lewat menara-menara raksasa di langit.
Secara ilmu teknik elektro, gangguan atau putusnya kabel tanah lokal berserabut seperti di video ** mustahil memiliki kapasitas beban untuk meruntuhkan (blackout) sistem kelistrikan satu pulau**.
Dampak putusnya kabel sekecil itu maksimal hanya memadamkan area lokal (sekelas perkebunan atau desa sekitar). 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kesimpulan Akhir:
Narasi yang menyatakan bahwa potongan kabel di video tersebut adalah "pemicu utama blackout Sumatera akibat cuaca" adalah narasi yang keliru, dipaksakan, dan tidak memiliki dasar validitas teknis.
Visual yang ditampilkan justru membongkar bahwa barang bukti tersebut tidak ada hubungannya dengan kegagalan sistem transmisi interkoneksi SUTET Sumatera.
🤣🤣😎
Indonesia
Mang kok sheng retweetledi

Presiden kita ini benar benar tidak punya rem untuk tidak mengambur hamburkan uang negara. Coba istana jelaskan ke rakyat secara gamblang tentang hasil nyata dari tiap kunjungan yang dilakukan hampir tiap minggu melawat ke luar negeri? Berapa anggaran negara yg dihabiskan hanya untuk berpergian? Pantaskah itu dilakukan saat rupiah terpuruk terhadap dollar, harga saham merosot dan remuk di mata investor, serta banyak rakyat sedang kesulitan ekonomi karena harga harga kebutuhan yang makin mahal? Apa tidak ada orang di sekeliling presiden yg bisa menasehati agar pak Prabowo lebih punya empati, hingga mendahulukan bekerja berdasarkan prioritas dan akuntabilitas?
tempo.co@tempodotco
Prabowo Melawat ke Prancis Lagi
Indonesia

@AvelinoGuido28 Salut saya dengan Pak William dibantu dengan Pak Soemitro Joyo hadikusumo, namun Politik dan keserakahan mengalahkan dedikasi dan kejujuran..
Gue berterimakasih sama beliau, karena gue orang pertama penerima bea siswa astra.. 🙏🤭
Pancoran Mas, Indonesia 🇮🇩 Indonesia

Gw baru baca press release Astra soal arah bisnis mereka menuju usia 7 dekade ini. Yang pertama gw kepikiran bukan soal laba Rp33 triliun atau 300 anak perusahaannya. Yang kepikiran justru satu nama yang udah lama nggak disebut-sebut lagi: William Soeryadjaya.
Beliau yang bangun Astra dari nol tahun 1957. Bukan dari warisan keluarga kaya. Bukan dari koneksi pejabat. Tapi dari jualan minuman ringan dan dagang hasil pertanian lokal, pelan-pelan dia besarkan Astra sampai jadi distributor Toyota dan Honda terbesar di Indonesia. Butuh bertahun-tahun buat nyampe sana.
Hingga tiba tahun 1992, semuanya ambruk, tapi bukan karena Astra-nya. Bank Summa, bank yang dikelola anaknya Edward, kolaps karena terlalu royal ngucurin kredit. Utangnya lebih dari 1 miliar dolar. Secara hukum, William nggak ada kewajiban nanggung itu sama sekali. Bank Summa bukan Astra. Dia bisa aja cuci tangan.
Namun dia milih nggak. Katanya waktu itu: tidak ada yang mau berbisnis lagi dengan keluarga Soeryadjaya kalau dia sendiri nggak mau tanggung jawab. Tanpa dipaksa hukum, dia jual 100 juta lembar saham Astra, perusahaan yang dia bangun 35 tahun, buat lunasi utang Bank Summa dan selamatkan nasib ribuan karyawan yang bergantung di sana. Di usia 70 tahun, dia keluar dari Astra dengan tangan kosong. Dan meskipun William udah korbankan segalanya, pemerintah tetap melikuidasi Bank Summa pada 14 Desember 1992. Pengorbanan William nggak menyelamatkan banknya. Tapi dia tetap nggak menyesal.
Yang bikin kontrasnya makin tajam, Edward, orang yang jadi pangkal semua masalah itu, di kemudian hari justru terseret kasus korupsi dana pensiun Pertamina dan ASABRI yang merugikan negara hingga sekitar Rp23 triliun. Bapaknya rela kehilangan segalanya demi tanggung jawab. Anaknya malah milih jalan yang berbeda...
Setelah William pergi, Astra berkembang makin besar. Jardine Cycle and Carriage masuk tahun 2000 lewat tender senilai 506 juta dolar, Astra ekspansi ke alat berat, agribisnis, infrastruktur, teknologi, properti. Dari perusahaan otomotif, Astra transformasi jadi konglomerat raksasa. Laba bersih dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Lebih dari 300 anak perusahaan hari ini.
Jadi unpopular opinion gw adalah: banyak yang bilang Astra sukses justru setelah lepas dari William. Mungkin iya dari sisi angka. Tapi Jardine mau bayar 506 juta dolar buat Astra bukan karena mereka lihat perusahaan yang lagi hancur. Mereka masuk karena Astra punya reputasi yang tetap berdiri meski dihantam krisis. Dan reputasi itu dibangun William selama 35 tahun, lalu dijaga dengan cara yang paling mahal, yaitu dia bayar pakai seluruh kepemilikannya sendiri.
Astra sekarang mungkin bukan milik keluarga Soeryadjaya lagi. Tapi ada satu hal yang menurut gw nggak pernah beneran berpindah tangan. Perusahaan yang fondasinya dibangun orang yang milih integritas waktu nggak ada yang maksa, itu beda kelasnya. Dan menurut gw, itu yang paling susah ditiru.

TheEconopost.com@TheEconopost
Unpopular opinion tentang Astra $ASII yang masuk 7 dekade!
Indonesia














