
"Benarkah Proses Penciptaan Manusia di Alquran Berbeda-beda?" - Turab (tanah) - Thin (tanah liat) - Thin lazib (tanah yang melekat dan keras) - Hama’ (lumpur hitam) - Shalshal (tanah liat kering yang dibuat untuk tembikar) - Sulalah (sari pati tanah) - Nuthfah (pembuahan sel sperma terhadap sel telur) *** Beberapa lafadz soal proses penciptaan manusia, dijelaskan Alquran secara rinci dan punya keterkaitan satu sama lain. Bagi para pendengki ajaran Islam, menganggap Alquran tidak konsisten dalam proses penciptaan manusia karena di setiap ayat berbeda-beda. Ada berbagai ragam lafadz dalam Alquran terkait proses penciptaan manusia. Di antaranya; Turab (tanah), Thin (tanah liat), Thin lazib (tanah yang melekat dan keras), Hama’ (lumpur hitam), Shalshal (tanah liat kering yang dibuat untuk tembikar), Sulalah (sari pati tanah) dan Nuthfah (pembuahan sel sperma terhadap sel telur). Jika mau bersusah payah ngulik ayat-ayat Alquran, ada yang bisa dicermati lebih dalam bahwa manusia berasal dari dua jenis; dari benda padat dan benda cair. Mari cek Ash-Shad ayat 71 إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى خَٰلِقٌۢ بَشَرًا مِّن طِينٍ (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". Di surat Al-Mukminuun ayat 12 juga dijelaskan وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ مِنۡ سُلٰلَةٍ مِّنۡ طِيۡنٍ Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Ingat ya dari dua ayat di atas, ada kata مِّنۡ, dari atau sebagian. Manusia diciptakan dari sebagian sari pati tanah. Jika merujuk pada kata مِّنۡ, itu artinya ada anasir lain dari proses penciptaan manusia. Lafadz "thin" itu tanah yang mengandung banyak air, lumpur. Maurice Bucaile (dari Kristen masuk Islam), seorang ahli bedah spesialis di bidang gastroenterolog, pernah menjelaskan lafadz thin itu, komponen penting dalam pembentukan fisik manusia. Alquran menegaskan lafadz thin (tanah liat yang basah) sebagai lafadz untuk penyebutan awal terciptanya Nabi Adam yang kemudian menjadi sperma atau ovum. Dalam bahasan lanjutan, thin ini akan membentuk pada dua cabang. Di surat lain, Ali Imran ayat 59 menegaskan soal penciptaan awal Nabi Isa itu seperti proses penciptaan Nabi Adam. Di ayat ini ada kata تُرَابٍ, tanah. اِنَّ مَثَلَ عِيۡسٰى عِنۡدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَؕ خَلَقَهٗ مِنۡ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنۡ فَيَكُوۡنُ Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. Jadi Nabi Adam dan Nabi Isa diciptakan dalam satu rumpun, tanah, . تُرَابٍ. Loh bukankah Nabi Isa lahir dari rahim Bunda Maryam? Kok dari tanah? Saya dapat penjelasan dari dosen saya, Prof Dr Salman Harun. Menurut Prof Salman, memang penciptaan Nabi Isa dari unsur sel telur yang berasal dari Bunda Maryam. Tetapi sel telur itu berasal dari darah dan darah itu dari makanan dan makanan tumbuh dari tanah. Maka Nabi Isa juga berasal dari tanah. Sebagian besar mufasir memaparkan lafadz “turab” dengan arti “tanah”. Tapi dalam kamus Bahasa Arab, diartikan dengan kata “debu” atau “serbuk tanah”, sesuatu yang berukuran sangat kecil. Turab adalah zat renik, jadi awal manusia tercipta dari zat renik, yaitu sel telur yang sangat kecil. Apa sih zat renik itu? Zat renik itu, ada di dalam badan manusia, yang sering kita kenal sebagai sel kelamin, yang dapat tumbuh menjadi bayi melalui tahapan dalam rahim seorang ibu. Lagi-lagi Maurice Bucaile merinci, dalam “lisan Al-Arab” lafadz تُرَابٍ berarti debu, tanah gemuk. Tanah memiliki beberapa lapisan yang disebut dengan struktur tanah (“soil structure”). Tanah yang di bagian atas yang biasanya berwarna hitam disebut tanah gemuk atau tanah subur (“top soil”), tanah yang berada di lapisan bawah biasanya keras dan tidak subur. Tanah yang bagian atas umumnya tidak padat dan berdebu. Nah proses penciptaan manusia itu seperti dijelaskan di Surat Al-Kahfi ayat 37 قَالَ لَهٗ صَاحِبُهٗ وَهُوَ يُحَاوِرُهٗۤ اَكَفَرۡتَ بِالَّذِىۡ خَلَقَكَ مِنۡ تُرَابٍ ثُمَّ مِنۡ نُّـطۡفَةٍ ثُمَّ سَوّٰٮكَ رَجُلًاؕ Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya sambil bercakap-cakap dengannya, "Apakah engkau ingkar kepada (Tuhan) yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna? Al-Kahfi ayat 37 di atas terkait proses penciptaan mansusia. Ayat ini ada asbabun nuzulnya. Proses penciptaan manusia juga ditegaskan di surat lain, Al-Hajj ayat 5. Di ayat ini dijelaskan proses awal penciptaan manusia sampai menjadi manusia. يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اِنۡ كُنۡـتُمۡ فِىۡ رَيۡبٍ مِّنَ الۡبَـعۡثِ فَاِنَّـا خَلَقۡنٰكُمۡ مِّنۡ تُرَابٍ ثُمَّ مِنۡ نُّـطۡفَةٍ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنۡ مُّضۡغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيۡرِ مُخَلَّقَةٍ لِّـنُبَيِّنَ لَـكُمۡ ؕ وَنُقِرُّ فِى الۡاَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلًا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوۡۤا اَشُدَّكُمۡ ۚ وَمِنۡكُمۡ مَّنۡ يُّتَوَفّٰى وَمِنۡكُمۡ مَّنۡ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرۡذَلِ الۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۡۢ بَعۡدِ عِلۡمٍ شَيۡــًٔـا ؕ وَتَرَى الۡاَرۡضَ هَامِدَةً فَاِذَاۤ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡهَا الۡمَآءَ اهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَاَنۡۢبَـتَتۡ مِنۡ كُلِّ زَوۡجٍۢ بَهِيۡجٍ Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah. SETETES AIR HINA Kembali pada term awal di atas, proses penciptaan manusia berasal dari dua jenis; dari benda padat dan benda cair. Benda padat dan benda cari itu saling bersinergi. Terkait benda cari dijelaskan dari beberapa ayat. Ada ayat yang menegaskan bahwa manusia diciptakan dari setetes air hina. Al-Mursalat ayat 20 اَلَمۡ نَخۡلُقۡكُّمۡ مِّنۡ مَّآءٍ مَّهِيۡنٍۙ Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani) As-Sajdah ayat 8 ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهٗ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍ kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani) Yasin ayat 77 اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata! Kesimpulannya, perbedaan lafadz dalam ayat-ayat proses penciptaan manusia, tak berarti Alquran tidak konsisten dengan proses kejadian manusia. Karena hakikatnya perbedaan lafadz itu merujuk pada substansi yang sama dan hal itu juga memperlihatkan kekayaan khazanah Bahasa Arab. Dalam kitab "Al-Lughah Al-'Arabiyyah AtTahaaddiyaat wa Al-Muwajahah" dijelaskan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat kaya akan perbendaharaan kata. Bahasa Arab memiliki kurang lebih 12.305.412 bentuk kalimat dan 6.699.400 buah kata. Jumlah ini tentu sangat banyak dibanding dengan bahasa Inggris yang hanya memiliki kurang lebih 100.000 buah kata, dan bahasa Prancis dengan 25.000) buah kata yang dimilikinya. - Tulisan ini diracik dari berbagai sumber.













