Ramadhani

19.6K posts

Ramadhani banner
Ramadhani

Ramadhani

@Atikamfthr

MAN JADDA WAJADA

Yogyakarta, Indonesia Katılım Mayıs 2011
291 Takip Edilen505 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Ramadhani
Ramadhani@Atikamfthr·
Mereka tuh belum pernah ngrasain gaji yang jumlahnya hanya 0,01% dari gaji DPR, trs udah gitu dipotong pajak buat bayar buzzer perdamaian. Asli aku sedih banget hidup di Indonesia😭😭
Indonesia
0
0
4
2.7K
Ramadhani retweetledi
Jaringan GUSDURian
Jaringan GUSDURian@GUSDURians·
Dear, media. Kurban itu perorangan. Jika Presiden menggunakan APBN untuk bagi-bagi sapi, maka itu bukan kurban. Itu program politik. Jadi jangan ditulis "kurban Prabowo" karena dananya dari pajak rakyat. Trims...
Indonesia
230
22.8K
51.3K
457.7K
Ramadhani retweetledi
Bhagavad Sambadha
Bhagavad Sambadha@fullmoonfolks·
Ada padi dan kapas di pancasila karena orang indonesia kalau udah kenyang langsung nyari bantal
Indonesia
4
98
285
6.7K
Ramadhani retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
“Berbagi ide, perspektif, dan KEMUNGKINAN pendekatan baru dari sudut pandang matematika”. Jadi baru ide? Kok ada gambar2 result hasil di posternya? Terlalu banyak pertanyaan sebenernya..😂
DjanggoX@Djinggo9x

@archeerl LOL ini mereka mau bilang , mereka gak punya full paper nya Cluenya "belum publikasi final" 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣. Jadi cuma "Ngide " doank... Aka "mengarang"

Indonesia
7
39
215
12K
Ramadhani retweetledi
Dharma P. Permana 🍉
Dharma P. Permana 🍉@dhp_permana·
Sumpah beneran emosi sih. Gw biar bisa sampe publish paper tu harus kerja jam 9 pagi - jam 9 malem dari senin-minggu berbulan2. Publishnya pun gk bisa di jurnal open access karena gk ada funding dan ikut conference harus bayar tiket pesawat + hotel sendiri. Orang2 kayak gitu bukan cuma bikin malu dan mengancam reputasi peneliti Indonesia di skala internasional, tapi juga ngehina effort kita2 yang beneran kerja for the sake of science dan menjaga academic integrity.
Imelda@mechnclgrl

MARAH BANGET... Kita kita peneliti jungkir balik hari-hari ngelab sampe rambut botak. Berusaha biar dapet travel grant karena kurs kita lemah, tentu ga mampu ikut conference tanpa funding. Tapi orang kaya gini dapet travel grant trs wth?!! Ini kaya orang terobsesi jalan jalan ke luar berkedok conference tapi menghalalkan segala acara🙃 GWS GWS GWS

Indonesia
5
173
570
16.1K
wizzy
wizzy@friedricelogy·
Hah gimana gimana?? kok sekarang pada pake gelar MD??
wizzy tweet mediawizzy tweet media
Indonesia
141
581
2.9K
182.4K
Ramadhani retweetledi
Prof. Dr. Erma Yulihastin
Emang yakin konferensi internasionalnya kredibel bukan abal-abal? Asal tahu saja, setiap hari saya menerima undangan konferensi internasional abal-abal lebih dari 20 email. Konferensi yang kredibel justru tidak pernah menerbitkan paper. Cuma sharing paparan oral/poster.
Vikir Van Baskerville@VikirBaskervl

Betapa Rapuhnya Dunia Akademik 🤷🏻‍♂️🤷🏻‍♂️🤷🏻‍♂️ Kasus Prihantini (alumni S1 Matematika UNY 2015 & S2 ITB via LPDP) dan timnya jadi bukti terbaru: mereka diduga membuat paper & abstrak palsu pakai AI, lolos ke puluhan konferensi internasional bergengsi, bahkan dapat travel grant — hanya untuk jalan-jalan ke luar negeri. Kenapa bisa lolos? Karena dewan editor, reviewer, dan penyelenggara konferensi hampir tidak pernah benar-benar memeriksa keabsahan tulisan. Hanya review abstrak pendek (200-300 kata), blind review, lalu langsung di-acc. Tidak ada background check, tidak ada verifikasi data, tidak ada cross-check mendalam. Ini persis seperti kasus klasik Alan Sokal tahun 1996. Seorang profesor fisika sengaja menulis paper palsu yang penuh nonsense, tapi lolos peer review dan diterbitkan di jurnal ternama Social Text hanya karena nama besarnya. Reviewer lebih mempercayai reputasi daripada isi tulisan. Dunia akademik ternyata sangat rapuh. Integritas dan kejujuran hanya jadi asumsi, bukan standar yang ditegakkan dengan ketat. Kalau begini, berapa banyak paper palsu lain yang beredar di jurnal dan konferensi bergengsi? Siapa yang masih bisa percaya penuh pada “riset ilmiah” saat ini?

Indonesia
43
320
2.2K
176.5K
Ramadhani retweetledi
Mutiara
Mutiara@mutiaraai_·
Jadi ilmuwan itu boleh salah, tapi ga boleh bohong. Ini mencoreng nama ilmu pengetahuan, riset, dan pengembangannya. Nama Indonesia udah rusak karena ulah pemangku jabatan tapi kenapa harus makin di rusak dengan hal-hal jahat begini?
wind 🍉🏒@thetaintedsrrw

fyi ini mereka udah di confront langsung sama tim adikku yg lagi di copenhagen, udah di datengin langsung dan diomongin tapi diem aja dan gak bisa jawab apa-apa. selanjutnya dia bikin status di wa kalo dia dibully reasearcher senior dan bikin video gini di tikok 🥲

Indonesia
1
244
754
9.2K
Ramadhani retweetledi
Nakes Puskesmas
Nakes Puskesmas@NakesPuskesmas·
Udah jadi rahasia umum kalau data kesehatan itu susahnya minta ampun didapat utk kebutuhan penelitian bahkan jika punya orang dalam hehehe Gak usah skala RS dulu deh, data di Puskesmas aja ribetnya minta ampun, naik dikit skala Dinkes lebih ribet lagi. Emang sangat patut dicurigai sumber data sekundernya kalau detail banget, kecuali mau ribet buat analisis data mentahnya
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Ada yang bilang data mereka 100% PALSU. Jadi Bapak ini pernah ketemu di Korea, pake data 700 TEVAR. Pas ditanya data dari mana, dijawab dari 1 RS swasta di Bandung, lalu buru buru pergi. Padahal RS Jantung terbesar di Indonesia aja tidak memiliki data 700 Tevar. Detail👇🏼:

Indonesia
8
160
545
23.3K
Ramadhani retweetledi
Bapak Bapak Biasa
Bapak Bapak Biasa@sibapaknewbie·
@litbelbel Elfiany Syafruddin jadi salah satu peneliti, which is diduga ibunya Rifaldy Fajar While ibunya here aktif banget di facebook Rifaldy Fajar…from Indonesia…peneliti muda peneliti Dunia….yang lanjut S3 Erasmus Mundus Eropa…Swedia…. facebook.com/share/1HKt5yu5…
Bapak Bapak Biasa tweet media
Indonesia
3
4
23
2.7K
Ramadhani retweetledi
Alejandro
Alejandro@NoelAlejandr0·
@ardisatriawan Yang agak mencengangkan, data lokasi untuk di jadikan tempat risetnya juga gak masuk akal mas ardi. Lebanon, jordan, bangladesh dan lain2. Prisetnya semua dari indonesia mas dan tanpa keterangan adanya persetujuan etik. Parah sih buat data palsu hanya cuma untuk jalan2 gratis
Indonesia
3
28
841
24.4K
Ramadhani retweetledi
Foreign body
Foreign body@CorpusAlienumm·
Gue juga ga yakin ini panel seminarnya ada yang dari medical background Judulnya Pneumococcal Vaccination, terus di conclusion nya ditulis VIRAL pneumococcal syndemic burden.. Sejak kapan vaksin Pneumokokus dipake buat pencegahan viral pneumonia? Crying in Jawetz textbook of Medical Microbiology 🥲
Foreign body tweet media
Foreign body@CorpusAlienumm

Gua ga nge highlight penipuannya ya, tapi yang bikin otak gua gatel, ini serius judul dan abstrak semacam ini bisa lolos ke seminar internasional? Belum lagi pas gua baca isinya 😂😅 Kayanya presentasi poster di acara PKB Malang kemarin jauh lebih gacor deh judulnya daripada ini

Indonesia
10
56
280
25.7K