Ramadhani
19.6K posts

Ramadhani
@Atikamfthr
MAN JADDA WAJADA

@archeerl LOL ini mereka mau bilang , mereka gak punya full paper nya Cluenya "belum publikasi final" 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣. Jadi cuma "Ngide " doank... Aka "mengarang"


Breaking news : Prabowo Akan Sholat Idul Adha 1447 H di Prancis ada apa dengan perancis?

MARAH BANGET... Kita kita peneliti jungkir balik hari-hari ngelab sampe rambut botak. Berusaha biar dapet travel grant karena kurs kita lemah, tentu ga mampu ikut conference tanpa funding. Tapi orang kaya gini dapet travel grant trs wth?!! Ini kaya orang terobsesi jalan jalan ke luar berkedok conference tapi menghalalkan segala acara🙃 GWS GWS GWS

JUST IN: Sedang melawat ke Prancis, Prabowo tak salat Idul Adha di Indonesia




Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Betapa Rapuhnya Dunia Akademik 🤷🏻♂️🤷🏻♂️🤷🏻♂️ Kasus Prihantini (alumni S1 Matematika UNY 2015 & S2 ITB via LPDP) dan timnya jadi bukti terbaru: mereka diduga membuat paper & abstrak palsu pakai AI, lolos ke puluhan konferensi internasional bergengsi, bahkan dapat travel grant — hanya untuk jalan-jalan ke luar negeri. Kenapa bisa lolos? Karena dewan editor, reviewer, dan penyelenggara konferensi hampir tidak pernah benar-benar memeriksa keabsahan tulisan. Hanya review abstrak pendek (200-300 kata), blind review, lalu langsung di-acc. Tidak ada background check, tidak ada verifikasi data, tidak ada cross-check mendalam. Ini persis seperti kasus klasik Alan Sokal tahun 1996. Seorang profesor fisika sengaja menulis paper palsu yang penuh nonsense, tapi lolos peer review dan diterbitkan di jurnal ternama Social Text hanya karena nama besarnya. Reviewer lebih mempercayai reputasi daripada isi tulisan. Dunia akademik ternyata sangat rapuh. Integritas dan kejujuran hanya jadi asumsi, bukan standar yang ditegakkan dengan ketat. Kalau begini, berapa banyak paper palsu lain yang beredar di jurnal dan konferensi bergengsi? Siapa yang masih bisa percaya penuh pada “riset ilmiah” saat ini?

fyi ini mereka udah di confront langsung sama tim adikku yg lagi di copenhagen, udah di datengin langsung dan diomongin tapi diem aja dan gak bisa jawab apa-apa. selanjutnya dia bikin status di wa kalo dia dibully reasearcher senior dan bikin video gini di tikok 🥲




Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Ada yang bilang data mereka 100% PALSU. Jadi Bapak ini pernah ketemu di Korea, pake data 700 TEVAR. Pas ditanya data dari mana, dijawab dari 1 RS swasta di Bandung, lalu buru buru pergi. Padahal RS Jantung terbesar di Indonesia aja tidak memiliki data 700 Tevar. Detail👇🏼:


spill disini Siapa tau ada yang kenal anak s1 UNY jurusan matematika angkatan 2015 terus s2 nya ITB matematika (jalur LPDP) namanya PRIHANTINI, ini dia dan temen2nya fraud bikin jurnal palsu, ikut conference dan dapet travel grant dari eo di banyak negara cuma buat jalan2 doang


RIANA DWI KURNIAWATI Berdasarkan data PDDIKTI, ia menempuh pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di UNY (2015–2020), lalu melanjutkan pendidikan profesi guru di kampus yang sama (2023–2025) Di 18th Scientific Meeting of the Asian Association for the Study of Diabetes, ia mendaku berafiliasi dengan Temanggung Public Health Center. Sumber: site.convention.co.jp/69jds/wp/wp-co…



Masih memantau terus ini. Ada yang tau??



Gua ga nge highlight penipuannya ya, tapi yang bikin otak gua gatel, ini serius judul dan abstrak semacam ini bisa lolos ke seminar internasional? Belum lagi pas gua baca isinya 😂😅 Kayanya presentasi poster di acara PKB Malang kemarin jauh lebih gacor deh judulnya daripada ini

kkn ni unserious bgt anjing kocak bgt cok ugm dongo








