
EduPapuaID
168 posts






SERIUS NANYA. Kok bisa ya murid yang dulu bandel-bandel sekarang malah pada sukses, sementara murid yang berprestasi hidupnya biasa-biasa aja malah banyak yang nganggur dan jadi beban keluarga?


Lewat artikel kompas ini, kita bisa melihat adanya pergeseran besar dalam cara anak muda mengonsumsi informasi. 🌱 Berdasarkan laporan Reuters Institute 2026, generasi muda usia 18-24 tahun kini lebih memercayai kreator konten dibandingkan media arus utama. 🌱 Rupanya, Sosmed sosial telah menjadi pintu utama mereka untuk mengakses berita, dengan persentase mencapai 39%, naik drastis dari satu dekade lalu. ya mirip berita bola, skrg mudah sekali dapat info dan PoV dr twitter. 🌱 Dominasi Facebook telah berakhir di kalangan anak muda. Mereka sekarang lebih memilih Instagram, YouTube, dan TikTok. Platform berbasis audiovisual jauh lebih diminati daripada format teks tradisional. 🌱 Sebanyak 51% responden lebih memperhatikan kreator konten karena dianggap lebih relevan, autentik, dan memiliki kedekatan emosional. Media konvensional hanya dipilih oleh 39 persen responden. 🌱 Anak muda lebih tertarik pada konten yang bersifat opini, partisan, dan menghibur. Sebaliknya, berita analisis yang formal dan seimbang justru mulai ditinggalkan. Mereka juga cenderung menghindari berita yang dianggap terlalu depresif atau tidak relevan dengan keseharian mereka. 🌱Ketua @dewanpers, Prof. Komaruddin Hidayat, menilai kondisi ini membuat arus informasi di media sosial terasa seperti kerumunan besar tanpa aturan yang ideal. 🌱 Media arus utama kini menghadapi tantangan berat untuk tetap relevan tanpa kehilangan prinsip dasar jurnalisme di tengah gempuran konten yang emosional dan sensasional. saya pribadi melihat bahwa tantangan media saat ini bukan sekadar soal distribusi berita, melainkan bagaimana cara mengemas informasi agar tetap berkualitas namun tetap dekat dengan realitas hidup generasi muda. cc: @dosenhukumnotes @dospeng @dosenkesmas @FandomID_



“𝘗𝘦𝘰𝘱𝘭𝘦 𝘷𝘪𝘴𝘪𝘵 𝘵𝘩𝘦 𝘳𝘪𝘤𝘩 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘨𝘪𝘧𝘵𝘴, 𝘣𝘶𝘵 𝘵𝘩𝘦𝘺 𝘷𝘪𝘴𝘪𝘵 𝘵𝘩𝘦 𝘱𝘰𝘰𝘳 𝘸𝘪𝘵𝘩 𝘢𝘥𝘷𝘪𝘤𝘦.” — 𝘈𝘧𝘳𝘪𝘤𝘢𝘯 𝘗𝘳𝘰𝘷𝘦𝘳𝘣




























