EduPapuaID

168 posts

EduPapuaID banner
EduPapuaID

EduPapuaID

@Qki186

Pendidikan Papua Masih BERJUANG. ✨🔥

Katılım Mart 2025
27 Takip Edilen14 Takipçiler
EduPapuaID
EduPapuaID@Qki186·
@KapudS640 Tanahnya benar-benar penuh dengan kekayaan alam. Semoga yang terbaik yang akan terjadi. Berharap walaupun terasa sulit..
Indonesia
0
0
0
75
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Setelah nnton pesta babi. Jadi ngerti kenapa dulu 'Pria oslo' itu sering blusukan ke tanah papua. Sampe dijuluki Bapak Papua krn baru dia pemimpin yg sering kesana. Ternyata oh ternyata ada udang dibalik bakwan, ada bakwan dibalik nasi pecel. Pdhl setulus dan seseneng itu tatapan anak2 papua pas ada pemimpin yg kunjungi mereka Tega banget ya merekaa cc:threadanggadewimahardheka
Indonesia
26
238
1.4K
100.4K
EduPapuaID
EduPapuaID@Qki186·
@sequencetraders Aku pake yang versi chat biasa, dan gratis. Kadang penggunan AI mainstream kaget dan enggak tau kalau ada AI dengan logo paus biru ini. Terus dibilang dari cina lagi. 🤣😂
Indonesia
0
0
0
46
Noctis
Noctis@sequencetraders·
Masih banyak yang meremehkan Deepseek ternyata, ya baguslah biarkan YTTA dan tetap murah 😹
Indonesia
14
5
131
7.6K
Seputar Real Madrid
Seputar Real Madrid@SeputarMadrid·
Panggilan kepada cenblue yuk kita mutualan mumpung Madrid lagi anteng malam ini. Tapi bertahap ya biar gak kedeteksi bot sama Melon. Leszgow
Indonesia
56
3
81
4.8K
EduPapuaID
EduPapuaID@Qki186·
@babijoged Kata bapak temanku: Dulu pak kadis itu ke sekolah waktu SMA hanya bawa satu buku tulis dan pulpen. Itupun bukunya di gulung dan ditaruh di dalam saku. 😂😆
Indonesia
0
0
0
32
max
max@babijoged·
Mo murid bandel atau murid berprestasi semua bisa sukses. Karena menurut adikku sukses tuh kombinasi 5 hal: 1. Kecerdasan (bukan kepintaran atau nilai akademis) 2. Keberanian 3. Keberuntungan 4. Punya kakak yang udah sukses duluan 5. Punya Ortu ”kaya raya” sejak lahir 😂
Mamat Basreng@rahmatindahood

SERIUS NANYA. Kok bisa ya murid yang dulu bandel-bandel sekarang malah pada sukses, sementara murid yang berprestasi hidupnya biasa-biasa aja malah banyak yang nganggur dan jadi beban keluarga?

Indonesia
11
106
829
16.8K
EduPapuaID
EduPapuaID@Qki186·
@Trystanto2 Dari awal tesis penelitian saya soal literasi digital pak. Dan sampai sekarang tetap dilanjutkan. Bener kata bapak, buat video di medsos saja beneran enggak kepikiran karena kerjaan sepeti enggak habis-habis.
Indonesia
0
0
0
6
Trystanto
Trystanto@Trystanto2·
Plus, para akademisi itu sangat sibuk dengan menulis, mencari data, menganalisis data, mengolah data, dll sehingga tidak punya waktu untuk membuat video TikTok Para akademisi memiliki tanggung jawab reputasi di depan komunitas epistemik, sedangkan influencer kan gausah
Indonesia
0
0
9
166
Trystanto
Trystanto@Trystanto2·
Para pembuat konten dan propagandis (influencer) itu ga harus mengikuti kaidah-kaidah dan cara penulisan standar tinggi (yang banyak 'nuance'nya). Makanya kadang mereka bisa bikin judul dan narasi bombastis Sedangkan pada akademisi harus mematuhi kaidah-kaidah tinggi ilmiah
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Lewat artikel kompas ini, kita bisa melihat adanya pergeseran besar dalam cara anak muda mengonsumsi informasi. 🌱 Berdasarkan laporan Reuters Institute 2026, generasi muda usia 18-24 tahun kini lebih memercayai kreator konten dibandingkan media arus utama. 🌱 Rupanya, Sosmed sosial telah menjadi pintu utama mereka untuk mengakses berita, dengan persentase mencapai 39%, naik drastis dari satu dekade lalu. ya mirip berita bola, skrg mudah sekali dapat info dan PoV dr twitter. 🌱 Dominasi Facebook telah berakhir di kalangan anak muda. Mereka sekarang lebih memilih Instagram, YouTube, dan TikTok. Platform berbasis audiovisual jauh lebih diminati daripada format teks tradisional. 🌱 Sebanyak 51% responden lebih memperhatikan kreator konten karena dianggap lebih relevan, autentik, dan memiliki kedekatan emosional. Media konvensional hanya dipilih oleh 39 persen responden. 🌱 Anak muda lebih tertarik pada konten yang bersifat opini, partisan, dan menghibur. Sebaliknya, berita analisis yang formal dan seimbang justru mulai ditinggalkan. Mereka juga cenderung menghindari berita yang dianggap terlalu depresif atau tidak relevan dengan keseharian mereka. 🌱Ketua @dewanpers, Prof. Komaruddin Hidayat, menilai kondisi ini membuat arus informasi di media sosial terasa seperti kerumunan besar tanpa aturan yang ideal. 🌱 Media arus utama kini menghadapi tantangan berat untuk tetap relevan tanpa kehilangan prinsip dasar jurnalisme di tengah gempuran konten yang emosional dan sensasional. saya pribadi melihat bahwa tantangan media saat ini bukan sekadar soal distribusi berita, melainkan bagaimana cara mengemas informasi agar tetap berkualitas namun tetap dekat dengan realitas hidup generasi muda. cc: @dosenhukumnotes @dospeng @dosenkesmas @FandomID_

Indonesia
2
29
97
2.7K
EduPapuaID
EduPapuaID@Qki186·
@119juta Uang di rekening (yang sedikit) meronta-ronta pas mendengarnya. 🥲🤣
Indonesia
0
0
0
855
beyy 🪴
beyy 🪴@119juta·
jokes baruu “lemah amat lu kaya rupiah”
Indonesia
172
11.2K
33.4K
342.7K
🍂
🍂@Lovandfear·
“Educating the mind without educating the heart is no education at all.” —— Aristotle
🍂 tweet media
English
19
169
882
16.3K
Marlistya Citraningrum
Marlistya Citraningrum@mcitraningrum·
Ada 2 tulisan saling terkait hari ini di @jakpost dan @hariankompas. Jadi aku mau tanya, apa yang membuatmu masih percaya ahli, berita, atau institusi (ini govt dan non-govt ya)? Atau faktor apa yang membuatmu mempercayai sebuah sumber (apapun itu)?
Marlistya Citraningrum tweet mediaMarlistya Citraningrum tweet media
Indonesia
26
200
641
22.6K
EduPapuaID
EduPapuaID@Qki186·
Pendidikan di Papua memang “kelihatannya sudah baik”. Anak-anak pergi ke sekolah, masuk kelas, belajar, dan akhirnya pulang. Seperti anak sekolahan pada umumnya. Namun, persoalan yang terjadi adalah keyakinan yang berasal dari masa lalu yang tetap diwariskan kepada generasi ke generasi. Yaitu keyakinan bahwa keadaan KEKURANGAN yang mereka alami sampai saat ini merupakan situasi yang diakibatkan oleh negara Indonesia. Ketika Belanda masih berada di tanah ini, Belanda memperlakukan mereka dengan sangat baik. Bahkan jika mendengar dari para orang tua, benar-benar adalah sebuah kepedulian yang tulus. Salah satu nenek bilang “kalau mereka sakit, Belanda kirim perawat untuk bawa mereka berobat”. Ketika Papera (Act of Free Choice) tahun 1969 yang melibatkan 1.025 perwakilan masyarakat Papua pada akhirnya membuahkan hasil berupa Papua (Irian Jaya) bergabung dengan Indonesia. Dari sinilah situasi yang mereka anggap baik perlahan mulai memburuk hingga saat ini. Pendidikan di sekolah (misalnya terkait HAM) merupakan paradox situasi nyata di tanah Papua. Sangat sulit menyelesaikan ini tanpa adanya kesehatian dari pucuk pimpinan hingga yang ada di bawahnya. #PapuaNKRI #Papua #Pendidikan #PapuaPintar #EdukasiPapua #Papubukantanahkosong
Indonesia
0
0
0
17
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Buzzer buzzer ini kenapa gak cenblue ya? Kan mayan buat nambah impression sama engagement?
Ardianto Satriawan tweet media
Indonesia
98
19
179
7K
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Merauke Papua. Jhonlin Group mendatangkan 264 unit excavator asal China. Ini untuk mencukupi 2000 unit yg dijanjikan. Tujuannya untuk membuka 1 juta Ha Food estate sebagai lumbung pangan nasional Contoh gagalnya sudah, food estate nya Prabowo ketika jadi menhan. Akankah...
Edy Bayo Regar tweet media
Indonesia
21
163
259
9.3K
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
Just Out !! Menteri Yusril pastikan, pembubaran Nobar Film "pesta babi", oleh ABRI bukanlah arahan pemerintah cc : @Puspen_TNI
Dosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
186
146
658
37.6K
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Menkomdigi: 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online "Angka ini menjadi alarm serius bagi masa depan generasi bangsa. Kami harus hentikan ini bersama.”
tempo.co tweet media
Indonesia
546
284
1.7K
113.1K
Nda ! 🧳
Nda ! 🧳@Naandaa27·
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris (F-PDIP), mengusulkan agar pemerintah menanggung 100% iuran BPJS Kesehatan bagi seluruh masyarakat. Buat beli motor trail utk SPPG aja mampu kok, masa utk membiayai kesehatan masyarakat ga mau ?! Menyala pak Charles !!
Nda ! 🧳 tweet media
Indonesia
223
1.6K
4.8K
91.9K
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
mengutip RRI, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi GolkR, Firman Soebagyo mengingatkan, Perum Bulog agar tidak menahan stok beras dalam jumlah besar di gudang penyimpanan. Kalau stok ditahan terlalu lama, pasar menganggap suplai terbatas, akibatnya harga bisa naik Ada praktik penerbitan purchase order (PO) kepada rekanan meski barang belum benar-benar masuk ke gudang Bulog /// ini bahkan RRI dan Fraksi pemerintah sampai menegur mentan loh ya. bukan saya yang bicara tanpa data. laporan ke senayan udah banyak. RRI yang radio pemerintah aja, sampai bisa lolosin berita ini. berarti dibawah udah panas harganyo beras ini @menuembegejelek, @petanirumah @AboutPalembang @JalanArsenal
Dosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
10
27
73
25.7K