Marten Kanginan

13.2K posts

Marten Kanginan banner
Marten Kanginan

Marten Kanginan

@BobFoster_

The brighter the light the darker the shadow Cuma seorang pencari dan pencuri ilmu..

Unknown Katılım Haziran 2023
1.2K Takip Edilen163 Takipçiler
Marten Kanginan
Marten Kanginan@BobFoster_·
Nah justru program dengan biaya dan keterlibatan masyarakat semasif ini dirancang supaya ada org yg mikir kek gini... Akhirnya kaya kereta kenceng tanpa rem aja tgl tunggu nubruk.. 😂😂
Yuki Prisma Anastasya 🦋@MorphoMenelausX

Kalau stop, kira kira apa yang akan terjadi ya? Berarti next SPPG ga berjalan, karena program berhenti, berarti kalau program berhenti, produksi ama karyawan stop semua. Oke berarti nanti yang kerja disana jadi pengangguran.

Indonesia
0
0
0
13
Marten Kanginan retweetledi
𝑒𝑘𝑎𝑔𝑔𝑎𝑡𝑎
demo 2025 hasilnya cuma dapat SMI tumbang dan ngepopulerin ferry irwandy... iya gak sih wkwkwkw
Indonesia
28
250
2K
80.9K
Marten Kanginan retweetledi
Rido
Rido@ridoarbain·
Lagi-lagi saya akan menyarankan novel tipis dari @marjinkiri. RUMAH KERTAS (terjemahan dari novela berbahasa Spanyol: La casa de papel) karangan Carlos María Domínguez. Kutipan yang paling saya ingat dari novela ini: “Buku mengubah takdir hidup orang-orang.” Rumah Kertas jelas bukanlah jenis bacaan yang akan memanjakan euforia para pencinta buku, apalagi tsundoku. Apa yang ingin disampaikan oleh penulisnya adalah tragedi. Seorang profesor bernama Bluma Lennon tertabrak mobil saat membaca buku puisi karya Emily Dickinson, lalu meninggal. Koleganya—yang menjadi narator “Aku” dalam buku ini—terpaksa harus menggantikannya di Jurusan Sastra Amerika Latin; mengajar dan memakai ruang kantornya. Suatu pagi ia menerima paket yang ditujukan untuk mendiang Bluma, berisi buku yang dikirim dari Uruguay. Penelusuran akan asal-usul buku tersebut yang kemudian membawa si Aku ke dalam dunia para penggila buku. Ada banyak sekali sentilan dalam novela ini yang bikin senyum sekaligus meringis. Mulai dari menyinggung bahwa adanya jurang pemisah antara kolektor buku dan pencinta buku; pertimbangan semakin banyak buku maka perlu semakin banyak indeks buku yang harus dibuat; sampai yang membuat dilematik, sebaiknya buku-buku itu disimpan dalam perpustakaan pribadi atau dibagikan saja ke orang-orang saja guna memperpanjang usia buku. Saya yakin para pencinta buku pasti akan ketar-ketir sepanjang membaca Rumah Kertas, tapi tetap saja buku ini cocok untuk mereka.
Rido tweet media
ANDI@akumakanbuku

Kawan, bantu aku pilih bacaan ke-1000 dong! Enaknya baca yang mana? 😌 #roadtoakumakan1000buku

Indonesia
3
34
192
6.6K
Marten Kanginan
Marten Kanginan@BobFoster_·
Plus mencederai nama zhuge liang wwkwkw.. Ayo nama asli siapa kang.. Supri ompong?! Afif setut?!
Kalanara Mahardika 🎬✨@KalanaraDika

Djakarta Ennichi Batal H-8 Jam, dan Orang di Baliknya Ternyata Udah Lama Bermasalah Udah booking hotel, jahit kostum, naik kendaraan jauh-jauh menuju lokasi, terus pagi buta dapet notif: acaranya batal. Itu yang kejadian sama ribuan orang yang nunggu-nunggu Djakarta Ennichi 2026 tanggal 23 Mei kemarin. Pengumuman batalnya keluar cuma delapan jam sebelum acara mulai. Beberapa tenant bahkan udah kadung buka booth di Lapangan Banteng, terus disuruh bongkar lagi. Tamu dari Jepang udah terbang jauh-jauh dicancel. Cosplayer naik bus dari Surabaya terlantar karena Hotelnya gak dilunasin panitia. Alasan resminya: "kendala teknis dan operasional internal." Klasik. Jadi, Djakarta Ennichi digagas sebagai penerus Ennichisai Blok M, festival budaya Jepang yang dulu gede banget, rutin tiap tahun dari 2010 sampai 2019. Taiko, bon odori, cosplay, booth makanan Jepang, semua ada. Setelah vakum pasca-COVID, banyak yang ngarep ini jadi kebangkitannya. Sayangnya jadwalnya molor terus, dari September 2025 diundur ke Mei 2026, diundur lagi, sampai akhirnya ya... batal. Lalu Siapa Zhuge Kamiya? Nama yang paling nyangkut di drama ini. Cosplayer veteran, wakil Indonesia pertama di World Cosplay Summit 2012, dan salah satu orang kunci di balik Djakarta Ennichi. Dia sempat muncul di video klarifikasi, tapi isinya lebih ke soal persoalan internal kepengurusan, bukan jawaban yang dicari publik. Nah, akhirnya netizen compile tuhdaftar panjang tuduhan terhadap Zhuge. Isi daftar itu lebih dari dua puluh poin. Mulai dari tuduhan pelecehan seksual terhadap anak 14 tahun, pelecehan terhadap pegawai maid cafe, pelecehan terhadap cosplayer perempuan, sampai tuduhan ngintip ruang ganti. Ada juga soal penelantaran istri dan anak, dan grooming lewat penjurian kompetisi cosplay. Lengkapnya lihat aja di gambar yang aku sematkan. Aku cukup pede untuk bilang setidaknya sebagian besar tuduhan itu valid, karena di X ini juga udah ada yang share google drive bukti-buktinya. Kecewa berat sih. Komunitas jejepangan yang udah antusias banget kini cuma bisa nunggu dan ngerasa dibohongin dua kali: sekali sama batalnya acara, sekali sama orang yang mereka percaya buat ngejalaninnya. Pertanyaannya sekarang bukan lagi kapan Djakarta Ennichi bakal digelar ulang. Tapi, kalau emang rekam jejaknya udah segini, siapa yang selama ini tahu dan milih diem? Bisakah kita dorong untuk diselesaikan secara hukum, biar gak ada lagi orang-orang bejat macam Zhuge ini?

Indonesia
0
0
2
129
Marten Kanginan retweetledi
Adjis
Adjis@adjisdoaibu·
Dulu sempet kepikiran untuk qurban pakai uang kas standupindo dengan atas nama saya. Tapi, untung aja itu cuma pikiran random sebelum tidur. Fiuuuhh
Indonesia
174
2.3K
9.5K
223.7K
Marten Kanginan retweetledi
NutaniMan
NutaniMan@rouppme·
Musim ini saya temani satu petani cabai di Karawang yang sudah jadi teman ngopi. Dia telepon: "Pak, saya mau kurangi pupuk. Harga udah gila." Saya minta dia tunggu. Tapi waktu saya ke lahannya saya diam cukup lama. Tanahnya sudah lama minta sesuatu.
Indonesia
13
104
785
81.2K
Kepala Warga Tai.
Kepala Warga Tai.@handierawan·
Hei @neollexador Pernah ketemu? Kenal baik? Bisa aja sy org India umur 18 dengan pengetahuan dr internet dan AI. Anyway menurut sy. Kl ada org² gini kasih rumour menakutkan sering terjadi sebaliknya. Pengalaman 56th hidup. Market akan datar (kumpul) berita bagus keluar lgs harga premium.
Indonesia
5
1
50
6.4K
Marten Kanginan retweetledi
Grady Nagara
Grady Nagara@GradyNagara·
Ferry Irwandi memang bukan intelektual. Dia influencer. Kerjaannya hari2 mencari hook. Yg jadi masalah, sekarang batasan intelektual dan influencer ini jadi blur. Karena org2 macam Ferry ini menampilkan diri seolah intelektual di panggung publik. Dan "sialnya", banyak orang suka
Alfian Bahri@AlfianBahri47

Inilah yang saya kurang suka sama Ferry Irwandi, dia seperti selalu berdalil biar terjadi diskusi, kritis, berpikir, dan sejenisnya. Padahal banyak narasinya yang memang keliru dan sekadar hook awal saja (ramai). Sy rasa intelektual gak bermain dengan cara itu...

Indonesia
113
944
3.3K
509.8K
Marten Kanginan retweetledi
Nda ! 🧳
Nda ! 🧳@Naandaa27·
Di banyak rumah di Brazil, tabung gas ternyata sering ditempatkan di luar rumah dg tempat khusus berbahan besi. Selain bikin dapur terlihat lebih rapi, cara ini juga dianggap lebih aman karena jika terjadi kebocoran, gas tidak langsung menumpuk di area memasak. Penyimpanan tabung LPG di area terbuka sendiri memang sering disarankan karena memiliki sirkulasi udara lebih baik dan dapat mengurangi risiko ledakan di ruang tertutup.
Indonesia
122
311
1.5K
236.6K
Marten Kanginan retweetledi
Marten Kanginan retweetledi
Rumail Abbas
Rumail Abbas@Stakof·
Setelah membaca "paper" milik Ferry Irwandi yang diunggah di Google Drive, kok, saya melihat ada nuansa AI di sini, ya? Hal ini karena ada yang tadi mengulasnya, dan memang saya temukan di beberapa frasa dan beberapa sisi lainnya. Saya bukan praktisi ekonomi, tidak ngeh juga dengan syudududu-ekonomi, angka-angka, dan formula yang Ferry tulis. Tapi frasa yang dipakai, termasuk gaya inferensinya, "cukup akrab" di benak saya sebagai output bergaya-AI. Dan untuk "sisi lain" tadi, tadi sore, sudah ada yang mengulasnya sedikit. Yaitu inferensi yang (mungkin) dijadikan landasan itu bisa jadi berasal dari sebuah paper. Karena seperti yang kita tahu, AI itu punya basis data yang diterbitkan secara daring, dan kadang-kadang ia mengambil inferensi dari hal yang sudah ada. Plus, ternyata bener, tidak ada daftar pustaka yang dijadikan rujukan di semua PDF-nya. Benar bahwa sesekali Ferry, jika tidak keliru, memakai APA sebagai gaya pengutipan (citation style). Tapi saya tidak tahu judul aslinya karena tidak dia cantumkan di halaman terakhir (yang seharusnya berisi daftar pustaka). Di antara yang referensinya ditulis lengkap adalah ini (sekadar contoh saja): Ferry memakai "Poor Economics" sebagai rujukan. Saya punya PDF buku itu. Tapi setelah saya upyek-upyek isi PDF-nya (bahkan meminta AI untuk memastikannya), ternyata buku itu tidak memuat angka yang Ferry pakai. "...Banerjee dan Duflo dalam Poor Economics (2011) dan evaluasi World Bank atas Indonesia BISA Program 2023 menunjukkan bahwa targeted nutrition interventions memberikan return 1,5-2 kali universal coverage dengan budget yang sama." Poor Economics memang mendukung gagasan bahwa investasi gizi yang diarahkan ke kelompok berisiko, seperti anak dan ibu hamil, punya imbal hasil sosial yang besar, dan bahwa sekadar menambah pasokan kalori bukanlah solusi. Tapi, angka 1,5 sampai 2 kali lipat itu tidak ada di sana. Jadi, menurut saya, yang bisa "disangga" buku ini cuma arah argumennya, bukan besaran angkanya, seperti yang ditulis Ferry. Makanya, kalau Ferry menyandarkan pernyataannya yang berinti angka 1,5-2x ke buku ini, dia membuat Poor Economics seolah menanggung lebih dari yang sebenarnya kedua penulisnya tulis di buku itu. NB: saya bisa salah membaca Poor Economics, dan AI juga bisa tidak akurat. Jadi, silakan koreksi bacaan saya ini~ Namun pada intinya, Ferry jika memang serius dengan analisisnya, harusnya mengirim ini ke rumah jurnal. Klaim besarnya soal "makroekonomi" di sini jelas harus difalsifikasi pakar sejawat. Bukannya berakhir di PDF tiga file yang diunggah di Google Drive begini. 😅 Walhasil, saya takjub dengan energi Ferry. Salut untuknya yang telah membikin tiga PDF yang cukup mewakili dedikasinya untuk Indonesia. Salam hangat untuk Ferry dan Malakan.
Rumail Abbas tweet mediaRumail Abbas tweet media
Indonesia
25
84
536
86.1K
Marten Kanginan retweetledi
| #IndonesiaGelap
| #IndonesiaGelap@suhairi4hmad·
secara teknis, isinya kayak orang nggak pernah tau teori dasar menulis. Hurufnya besar-kecil semua. wkwk
Rumail Abbas@Stakof

Setelah membaca "paper" milik Ferry Irwandi yang diunggah di Google Drive, kok, saya melihat ada nuansa AI di sini, ya? Hal ini karena ada yang tadi mengulasnya, dan memang saya temukan di beberapa frasa dan beberapa sisi lainnya. Saya bukan praktisi ekonomi, tidak ngeh juga dengan syudududu-ekonomi, angka-angka, dan formula yang Ferry tulis. Tapi frasa yang dipakai, termasuk gaya inferensinya, "cukup akrab" di benak saya sebagai output bergaya-AI. Dan untuk "sisi lain" tadi, tadi sore, sudah ada yang mengulasnya sedikit. Yaitu inferensi yang (mungkin) dijadikan landasan itu bisa jadi berasal dari sebuah paper. Karena seperti yang kita tahu, AI itu punya basis data yang diterbitkan secara daring, dan kadang-kadang ia mengambil inferensi dari hal yang sudah ada. Plus, ternyata bener, tidak ada daftar pustaka yang dijadikan rujukan di semua PDF-nya. Benar bahwa sesekali Ferry, jika tidak keliru, memakai APA sebagai gaya pengutipan (citation style). Tapi saya tidak tahu judul aslinya karena tidak dia cantumkan di halaman terakhir (yang seharusnya berisi daftar pustaka). Di antara yang referensinya ditulis lengkap adalah ini (sekadar contoh saja): Ferry memakai "Poor Economics" sebagai rujukan. Saya punya PDF buku itu. Tapi setelah saya upyek-upyek isi PDF-nya (bahkan meminta AI untuk memastikannya), ternyata buku itu tidak memuat angka yang Ferry pakai. "...Banerjee dan Duflo dalam Poor Economics (2011) dan evaluasi World Bank atas Indonesia BISA Program 2023 menunjukkan bahwa targeted nutrition interventions memberikan return 1,5-2 kali universal coverage dengan budget yang sama." Poor Economics memang mendukung gagasan bahwa investasi gizi yang diarahkan ke kelompok berisiko, seperti anak dan ibu hamil, punya imbal hasil sosial yang besar, dan bahwa sekadar menambah pasokan kalori bukanlah solusi. Tapi, angka 1,5 sampai 2 kali lipat itu tidak ada di sana. Jadi, menurut saya, yang bisa "disangga" buku ini cuma arah argumennya, bukan besaran angkanya, seperti yang ditulis Ferry. Makanya, kalau Ferry menyandarkan pernyataannya yang berinti angka 1,5-2x ke buku ini, dia membuat Poor Economics seolah menanggung lebih dari yang sebenarnya kedua penulisnya tulis di buku itu. NB: saya bisa salah membaca Poor Economics, dan AI juga bisa tidak akurat. Jadi, silakan koreksi bacaan saya ini~ Namun pada intinya, Ferry jika memang serius dengan analisisnya, harusnya mengirim ini ke rumah jurnal. Klaim besarnya soal "makroekonomi" di sini jelas harus difalsifikasi pakar sejawat. Bukannya berakhir di PDF tiga file yang diunggah di Google Drive begini. 😅 Walhasil, saya takjub dengan energi Ferry. Salut untuknya yang telah membikin tiga PDF yang cukup mewakili dedikasinya untuk Indonesia. Salam hangat untuk Ferry dan Malakan.

Indonesia
8
35
306
20.9K
Marten Kanginan
Marten Kanginan@BobFoster_·
@RashkaLLC Seandainya ada forum adu analisa bang nakama sholeh dan bang primus bottom
Indonesia
2
0
3
4.8K
Raskha
Raskha@RashkaLLC·
Kok belum bottom bang?
Raskha tweet media
Indonesia
41
15
281
26.4K
Gopal
Gopal@MYasfika·
gak jadi we are so back kah ini??
Indonesia
17
1
30
21.4K
arawr
arawr@flllowiee·
Ternyata org org pake headset kabel tuh karena fashion yak? Kirain gw alesannya karena 15rb an.
Indonesia
805
565
6.6K
795.8K
TIRTA
TIRTA@tirta_cipeng·
Ketika kemarin bang @alditaher_indo sharing mengenai diabetes dan kanker, ada beberapa topik yg disampaikan itu sesuai ama jurnal dan artikel medis. Bahkan hafal nama dokter yg merawat beliau dan ibunda. Kayanya, dia emang suka ngulik dan baca aja. Sehat2 selalu terus bang!
Indonesia
83
719
11.6K
282.3K
Marten Kanginan retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Kok bisa lolos ke conferencenya? Emng ga dibaca? Conferencenya abal? FYI katanya conferencenya bergengsi dan bukan abal ya gais. Kenapa bisa lolos? Saya highlight 3 alasan utama: 1. Karena yang disubmit buat diseleksi itu HANYA ABSTRAK. Ya paling 200-300 kata aja. Bukan riset keseluruhannya. Jadi kalo bisa nulis abstrak wahh itu menang banyak. 2. Karena BLIND REVIEW. Jadi reviewer Gak tau siapa yang nulis abstrak ini. Semuanya. Gada nama2nya, gada instansinya. Niatnya biar OBJEKTIF. Dan mereka juga asumsi peniliti2 yanh submit itu semuanya punya INTEGRITAS. Tapi juga jadi loophole ternyata. 3. Ya karena paper tim ini abstraknya WAH banget, datanya dari mancanegara dan pakai metode terbaru yang WAH. Jadi terlihat outstanding dibanding abstrak2 paper lain. Bisa baca pejelasan Mba W.O.D.D dibawah:
Ardianto Satriawan tweet mediaArdianto Satriawan tweet media
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Indonesia
35
1K
3.9K
263.4K
Marten Kanginan retweetledi
Kementerian Meme
Kementerian Meme@kementerianmeme·
Terlepas dari kasus ini, bisnis jurnal palsu dan ilegal kayak gini tuh perputaran duitnya gede banget, sekitar $10 juta+ dolar atau Rp163 miliar (itu baru yang ketahuan) > skema gini namanya "paper mill" Cara kerjanya? > ada "perusahaan" yg jual jasa bikin riset palsu > kamu bayar $197–$5.472 per paper > nama kamu masuk sebagai penulis > harga rata-rata untuk jadi penulis pertama satu paper: sekitar $800 (~Rp13 juta) > gak ada kegiatan, gak ada data Cara mereka bikin riset? > sekarang udh pake AI > ngambil data dr database publik > jalanin proses analitik yg standar-standar aja > intinya semua digenerate pake AI (panjang kalo ditulis semua) Fun factnya... > mereka punya "partner" jaringan peer review palsu juga > satu pekerja paper mill bisa selesaikan lebih dari 30 paper per minggu > referensi palsu juga disuntikkan ke paper untuk terlihat kredibel > jadi seolah-olah banyak yg make tulisannya > paper mill paling banyak beroperasi di China, Rusia, India, dan Iran > biasanya buka jasa lewat Telegram
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Indonesia
23
893
2.4K
131.6K
Marten Kanginan retweetledi
wind 🍉🏒
wind 🍉🏒@thetaintedsrrw·
spill disini Siapa tau ada yang kenal anak s1 UNY jurusan matematika angkatan 2015 terus s2 nya ITB matematika (jalur LPDP) namanya PRIHANTINI, ini dia dan temen2nya fraud bikin jurnal palsu, ikut conference dan dapet travel grant dari eo di banyak negara cuma buat jalan2 doang
wind 🍉🏒 tweet mediawind 🍉🏒 tweet mediawind 🍉🏒 tweet mediawind 🍉🏒 tweet media
Indonesia
112
2.8K
8.4K
690.2K