Christi Widi

685 posts

Christi Widi

Christi Widi

@ChristiWidi

Suka pergi ke pasar, masak dan belajar

Katılım Ekim 2019
341 Takip Edilen42 Takipçiler
𝓐bak 玲
𝓐bak 玲@MireinaRiviere·
Jauhkan hamba dan para lelaki lain dari istri-istri modelan begini.
𝓐bak 玲 tweet media
Indonesia
1.7K
811
6.7K
1.1M
Christi Widi retweetledi
Kang Ojol | Kang Review
Kang Ojol | Kang Review@papaojol·
Narasi romantisasi Bandung tuh udah terlalu lebay untuk merepresentasikan Bandung saat ini. Kenapa? Ya karena kotanya JELEK. - Drainase jelek - Trotoar jelek - Macet parah - Transum jelek - Jalanan jelek - Penerangan jalan jelek - Pengelola parkir jelek + pengamen di mana mana 28 tahun idup di Bandung, gatau apa yg improve dari kota ini dari tahun ke tahunnya.
ØTöNGKØiL@0tk0il

tell me yor opinion about bandung yang membuatmu berada di ujung goresan belati tajam

Indonesia
625
3.8K
10.6K
632.1K
Christi Widi retweetledi
Zona Bulutangkis
Zona Bulutangkis@ZonaBulutangkis·
Putri Kusuma Wardhani has just become the first Indonesian women’s singles player to win a World Badminton Championship medal since 2015! Selamat Putri!!! #BWC2025
Zona Bulutangkis tweet mediaZona Bulutangkis tweet media
English
222
11.5K
45.9K
797.3K
Christi Widi retweetledi
Nature is Amazing ☘️
Nature is Amazing ☘️@AMAZlNGNATURE·
genuinely how does panda survive in the wild
English
2.2K
25.1K
202.8K
14.3M
Christi Widi retweetledi
Sapiens🙈🙉🙊
Sapiens🙈🙉🙊@Homo_sapiens21·
Kelakuan mentri Menyangkal Tragedi Pemerkosaan Membela pelaku intoleransi Emang ud gak ketolong ini negara
Indonesia
7
25
69
2.2K
Christi Widi retweetledi
endelyn
endelyn@cinnamonw234·
HELP RT‼️ ceritanya temen gw lagi ret” ke sukabumi, dan disana mereka singgah di villa/tempat milik gereja dia, MILIK loh ya bukan sewa. Dan tiba tiba mereka di usir dengan cara yang sangat kasar dan tidak ada etika. Bahkan salib dan alkitab di bakar.
Indonesia
843
2.7K
7K
2.8M
TXT DARI JAKARTA
TXT DARI JAKARTA@txtdrjkt·
ayam goreng terbaik di Jakarta jatuh kepadaaa?
TXT DARI JAKARTA tweet media
Indonesia
246
200
2.7K
286.4K
Christi Widi retweetledi
Narasi Newsroom
Narasi Newsroom@NarasiNewsroom·
Semakin dibaca semakin miris. Bener-bener enggak berperikemanusiaan 😭😭😭 | Narasi Daily
Narasi Newsroom tweet mediaNarasi Newsroom tweet media
Indonesia
97
1.4K
3.2K
374.9K
Christi Widi retweetledi
Yahia
Yahia@yahiapal·
My little brother Omar and his cat, both killed by Israel.
Yahia tweet media
English
2.8K
73.1K
409.2K
13.8M
Christi Widi retweetledi
Ronaldopatrizio
Ronaldopatrizio@ronaldopatrizio·
I like this …
Ronaldopatrizio tweet media
English
76
2.8K
27.5K
467.3K
Christi Widi retweetledi
Vatican News
Vatican News@VaticanNews·
Pope Francis died on Easter Monday, April 21, 2025, at the age of 88 at his residence in the Vatican's Casa Santa Marta.
Vatican News tweet media
English
11.3K
75.5K
253.1K
42.7M
Christi Widi retweetledi
Marissa Anita
Marissa Anita@MarissaAnita·
Marissa Anita tweet media
ZXX
9
11.8K
25.2K
1.3M
Christi Widi retweetledi
Sheila Dara Aisha - #SOREIDAMAN DI BIOSKOP 10 JULI
sori party pooper tapi ku sed deh liat ghibli style bisa di-generate dengan ai ini… nyari style yang ikonik gitu kan pasti melewati proses kultivasi bertaun2 ya… trus ini emang ada consent-nya kah dari creator-nya…
Indonesia
342
10.7K
43.5K
1.4M
Christi Widi retweetledi
Mujahid Medsos
Mujahid Medsos@Ryan_Al_Faqir·
@Moga_bahagia Ternyata di bekali senpi buat hadapi Aksi demo mahasiswa
Mujahid Medsos tweet mediaMujahid Medsos tweet media
Indonesia
16
328
1K
58.2K
Christi Widi retweetledi
Mas Gres
Mas Gres@erlanishere·
Bayangin kita lagi bukber di luar sama keluarga, pas balik ternyata udah ada pemukim Zionis yang udah nempatin rumah kita. Rumah keluarga Palestina di Hebron ini diambil Zionis pas mereka lagi bukber dan mereka gak bisa ngapa-ngapain karena aparat Israel cuma pada diem aja. Babi.
Indonesia
103
3.8K
8.3K
179.8K
Christi Widi retweetledi
Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen@na_dirs·
Mengapa Memaksa untuk THR? Ramadan datang membawa cahaya. Bulan yang mengajak hati menepi, menunduk, dan menahan diri. Tapi mengapa langkah kita justru berlari ke pasar, bukan ke sajadah? Mengapa sibuk menghitung diskon, bukan dosa? Mengapa pula meja makan kita lebih banyak isinya dibanding di luar bulan puasa? Dimana letak menahan diri dan merasakan kelaparan dan penderitaan orang miskin? Budaya konsumtif berlebihan di bulan Ramadan ini akhirnya membuat kita menuntut THR (Tunjangan Hari Raya). Fenomena maraknya permintaan THR oleh ormas, oknum pemda, oknum militer, maupun aparat tingkat RT/RW kepada perusahaan, pedagang, atau warga pendatang yang ngontrak, adalah gejala sosial yang kompleks. THR sejatinya lahir dari niat baik—tunjangan agar kita bisa menyambut hari kemenangan dengan layak. Tapi lambat laun, niat itu bergeser. THR bukan lagi bentuk kepedulian, melainkan kewajiban tak tertulis. Bahkan jadi ajang tekanan dan paksaan. Apakah fenomena THR ini justru menunjukkan kegagalan kita menyelami makna Ramadan? Imam Al-Ghazali pernah menulis: “Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi juga meninggalkan kebodohan, kebohongan, dan kerakusan.” Namun kini, kerakusan hadir dalam bentuk yang lain: makanan yang lebih variatif, baju baru, hantaran mahal, dan gengsi sosial yang mencekik. Mengapa Ramadan—bulan yang sejatinya menuntun kita pada keprihatinan dan kesederhanaan—malah jadi momen puncak konsumsi dan tuntutan materi? Kita lupa, Ramadan adalah bulan mujahadah—melawan diri sendiri. Bukan hanya melawan godaan belanja, tapi juga melawan dorongan untuk tampil berlebih di luar batas kemampuan. Berbagilah THR karena cinta, bukan karena terpaksa. Rayakan lebaran dengan nuansa spiritual, bukan dengan material yang menambah beban sosial. Barangkali, sudah saatnya kita beri makna baru bagi THR: Tahan Hawa Rakus. Atau: Taburkan Hikmah Ramadan. Saatnya kita membangun budaya memberi yang tulus, tanpa pamrih, tanpa paksaan, dalam spirit berbagi rejeki di bulan suci. Agar Ramadan tak jadi ladang pamrih, melainkan ladang jernih— tempat hati bertumbuh, dan jiwa berserah. Tabik, Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen tweet media
Indonesia
27
138
394
17.6K