
Uniknya, ayahanda Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo pun pernah melarikan diri ke luar negeri karena menjadi buronan pemerintah Orde Lama. Bermula dari ketidaksetujuan Soemitro terhadap kebijakan Presiden Soekarno yang dianggapnya terlalu dekat dengan kelompok kiri, ketimpangan Jawa - luar Jawa, dan buruknya pengelolaan ekonomi nasional. Selain itu, Soemitro juga menghadapi kriminalisasi dengan tuduhan korupsi saat menggalang dana untuk PSI. Soemitro yang muak dengan Soekarno akhirnya melarikan diri ke Sumatra dan bergabung dengan pemberontakan PRRI. Soemitro bertugas merancang kebijakan ekonomi dan mencari dana bagi PRRI dari luar negeri. Setelah PRRI ditumpas, PSI dan Masyumi dibubarkan, tokoh-tokohnya ditangkap. Soemitro sendiri memilih tinggal berpindah-pindah di luar negeri. Karena itulah masa kecil Prabowo Subianto pun ikut berpindah-pindah dalam pelarian. Prabowo tercatat pernah bersekolah di Malaysia, Swiss, dan Inggris. Ketika Soekarno tumbang, Soemitro dipanggil pulang oleh Soeharto untuk menjadi arsitek ekonomi Orde Baru. Prabowo pun ikut pulang ke Indonesia dan melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer. Siapa sangka, puluhan tahun kemudian Prabowo harus melarikan diri juga ke luar negeri setelah jatuhnya Soeharto dari kekuasaan. Like father, like son. 📷 Dokumentasi Pribadi / Kompas, 1963






















