MamangPempek retweetledi
MamangPempek
21.1K posts

MamangPempek
@DanielKudil
Hobi mangkal tempat rame... #numpangmangkal Benci hoax
Bandarlampung Katılım Mart 2015
6.2K Takip Edilen6.2K Takipçiler
MamangPempek retweetledi
MamangPempek retweetledi
MamangPempek retweetledi
MamangPempek retweetledi

Kpd para caleg terkhusus yg menyuap pemilih dgn amplop, sembako & segala barang sejak bbrp hari terakhir hingga malam ini, ketahuilah bhw kalian tlh memulai proses perusakan hati dan pikiranmu sendiri yg akan berujung kehancuran karir dan kehormatanmu. CATAT ITU. #pemilubrutal
Indonesia
MamangPempek retweetledi

Ketua @KPU_ID sudah menegaskan ya, SEMUA orang BISA mendokumentasikan C.Hasil penghitungan suara besok. Kalo ada yg larang, tunjukin PKPU no 25/2023 Pasal 59, Buku Panduan KPPS 2024 dan video pidato Pak Ketu ini ⬇️
Indonesia
MamangPempek retweetledi
MamangPempek retweetledi
MamangPempek retweetledi
MamangPempek retweetledi

Berikut ini, sebagian kecil Perwira Tinggi Polri, yang masih bisa saya percaya sebagai pati Polri yang profesional, berintegritas, cerdas dan masih merawat kewarasan • terkait Pemilu 2024. ( Saya yakin masih banyak yang lain ) :
1. Irjen. Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M. Si. • Kasespim Lemdiklat Polri.
2. Komjen Pol. Drs. H. Ahmad Dofiri, M. Si. - Irwasum Polri
3. Brigjen Pol. Drs. Hudit Wahyudi, M. Hum., M. Si. • Dosen Utama Tk. II Akpol
( Beliau ini, 'senpai karate saya sekira th 83 an - di LEMKARI )
4. Komjen. Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil. • Kabareskrim
5. Komjen. Pol. Dr. H. Mohammad Fadil Imran, M. Si. • Kabaharkam Polri
6. Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S. IK, M. SI. • Aslog Kapolri
7. Brigjen Pol. I Komang Sandi Arsana • Penata Kehumasan Tk. II @DivHumas_Polri
Dan kepada Pak @ListyoSigitP , mohon jangan rusak kepercayaan publik terhadap Institusi yang njenengan nakhodai.
𝑌𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑏𝑎𝑡 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑅𝐼, 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑑𝑎𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑔𝑖, 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑢𝑚𝑢𝑟, 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑚𝑎𝑡𝑖 𝑠𝑢𝑟𝑖 𝑑𝑖 𝑢𝑗𝑢𝑛𝑔 𝑘𝑢𝑟𝑠𝑖 𝑘𝑒𝑘𝑢𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎, 𝑠𝑒𝑑𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑖𝑡𝑢𝑠𝑖 𝑃𝑜𝑙𝑟𝑖 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑅𝑒𝑝𝑢𝑏𝑙𝑖𝑘 𝐼𝑛𝑑𝑜𝑛𝑒𝑠𝑖𝑎 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑡𝑒𝑔𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑑𝑖𝑟𝑖.
.
.
"𝑻𝑼𝑮𝑨𝑺𝑴𝑼 𝑴𝑬𝑵𝑮𝑨𝒀𝑶𝑴𝑰, 𝑱𝑨𝑵𝑮𝑨𝑵 𝑰𝑲𝑼𝑻 𝑲𝑶𝑴𝑷𝑬𝑻𝑰𝑺𝑰"
.
.
Indonesia
MamangPempek retweetledi

Izinkan saya bertanya lagi, Pak @prabowo @Dahnilanzar
Mengutip kalimat Pak @Dahnilanzar “sikap konstitusional kita jelas, tak ada kerjasama dengan Israel”.
Apakah informasi, “melakukan impor senjata dari Israel”, yang tertulis di berita ini juga salah?
cnnindonesia.com/ekonomi/202105…
Indonesia
MamangPempek retweetledi

Setelah nonton "Dirty Vote", saya jadi ingat pemikiran John Stuart Mill, Timothy Snyder dan Abu al-A'la al-Ma'arri. Inilah petuah mereka:
Seorang penguasa adalah seorang Politisi, yang tidak selalu identik sebagai Negarawan. Seorang Politisi terus memikirkan kekuasaan, kemenangan, kekalahan dan balas dendam. Seorang Negarawan selalu meminta rakyatnya menjadi yang terbaik dan tidak memaksa rakyat untuk memujinya sebagai yang terbaik.
Manusia pada dasarnya tidak pantas menguasai semua yang diinginkannya. Seorang penguasa hanya memiliki kekuasaan selama tidak mengambil segalanya dari orang lain. Namun ketika penguasa telah merampas segalanya, maka orang lain seharusnya tidak wajib mengakui kekuasaannya.
Terlalu banyak penguasa jahat dan culas yang membajak jubah-jubah kesalehan, pada akhirnya tersungkur dalam kebencian massal. Ketika seorang penguasa menipu rakyat dengan kata-kata penuh suka cita untuk menutupi kejahatannya, maka dia akan mati terinjak-injak oleh tarian rakyatnya.
youtu.be/yHX7N-gcvhQ?si…

YouTube
Indonesia
MamangPempek retweetledi

Nobar film "Dirty Vote" dilarang! Mohon lawan tindakan ini dengan menyebar link film: youtube.com/watch?v=RRgLZ6…
@Pradewitchy @narkosun @GelarPrakosa @MurtadhoRoy @chriswibisana @WagimanDeep212_ @ike_hw71

YouTube

Indonesia
MamangPempek retweetledi

TIDAK SEMUA REKAMAN FOTO/VIDEO (KECURANGAN PEMILU) DAPAT DIJADIKAN BUKTI DI PENGADILAN
Sepengalaman saya berperkara di pengadilan (Mahkamah Konstitusi dan atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) sejak tahun 2009-2019, tidak semua rekaman foto/video dapat dijadikan alat bukti di pengadilan. Pada Pemilu tahun 2019 lalu, banyak beredar foto dan juga video tentang kecurangan. Tapi ketika dibawa ke pengadilan, foto dan video tersebut tidak cukup membuktikan bahwa kecurangan tersebut benar-benar terjadi.
Oleh karenanya, izinkan saya berbagi bagaimana agar foto atau video tersebut dapat dijadikan alat bukti yg sah dan ‘meyakinkan’.
1. Pastikan Anda mengaktifkan fitur GPS pada alat perekam. Dengan diaktifkan, maka exif metadata dalam file foto dan video menjadi lengkap dengan lokasi tempat kejadian perkara. Bagus jika koordinat GPS tersebut dapat ‘tayang’ langsung di rekaman foto atau video tersebut. Jika tidak, tergugat bisa berkelit bahwa itu foto/video kecurangan yg terjadi bukan di tempat yg dimaksud dalam gugatan.
2. Pastikan foto dan video Anda memuat informasi 5W1H (who, what, when, where, why, dan how). Jika itu direkam dengan foto, maka buat beberapa foto yg memang mewakili 5W1H-nya itu. Jika video, maka buat narasinya sambil Anda merekam kejadian tersebut di tempat kejadian perkara.
Contoh: “Saya (sebutkan nama sesuai identitas diri), warga masyarakat (jika Anda warga biasa), atau saksi dari partai (sebutkan partainya), pada hari ini (sebutkan nama hari), tanggal (sebutkan lengkap tanggal bulan dan tahun) pada jam (sebutkan waktu Anda merekam video tersebut) di TPS 01 (misalnya) RT 01 (misalnya) Kelurahan Satu Nusa (misalnya) Kecamatan Satu Bangsa (misalnya) Kabupaten Satu Bahasa (misalnya) melihat, menemukan kecurangan sebagaimana rekaman (sebutkan detail kecurangan), yg dilakukan oleh terduga (sebutkan siapa pelaku kecurangan tersebut), sehingga mengakibatkan (sebutkan dampak dari kecurangan tersebut).
Jika foto dan video saja tanpa hal-hal yg tertera di atas, dapat dipastikan bahwa foto/video tersebut tidak bisa menjadi alat bukti di pengadilan (CMIIW). Atau jika pun bisa, maka statusnya lemah.
Foto/video tanpa kelengkapan hal di atas mungkin bisa viral. Tapi percuma. Tidak akan ada konsekuensi hukumnya. Dan kalau cuma buat viral, untuk apa? Terduga pelaku dan atau pihak-pihak di belakangnya yg viral tersebut bisa memproduksi hal yg lebih viral lagi untuk menutupinya.
Demikian singkat dan semoga bermanfaat.
Ijin tag Gus @ainunnajib dengan program @KawalPemilu_org -nya.
Indonesia
MamangPempek retweetledi

Dirty Vote
Diisi oleh 3 Pejuang Demokrasi yang dihormati oleh para aktivis se-Indonesia. Rekam jejak & kredibilitas jelas
Diproduksi oleh WatchDoc, produsen film² dokumenter, penerima penghargaan Magsaysay Award yg dianggap sebagai Nobel Asia.
Percaya? Ya iyalah.
CNN Indonesia@CNNIndonesia
TKN Prabowo-Gibran Sebut Dokumenter 'Dirty Vote' Berisi Fitnah cnnindonesia.com/nasional/20240…
Indonesia










