Fahmi_RW
6.2K posts

Fahmi_RW
@Fahmi_RW
buat nyari bahan ngobrol #BukanCebi #Penyinta Kopi
Katılım Mayıs 2023
1.3K Takip Edilen1.2K Takipçiler

Mantan Menteri BUMN sekaligus pendiri Harian Jawa Pos, Dahlan Iskan menyoroti proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) warisan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari sisi efisiensi ekonomi.
Menurut Dahlan, anggaran yang sudah digelontorkan ke proyek mercusuar tersebut mencapai sekitar Rp147 triliun. Namun, manfaat nyata yang dirasakan hingga kini dinilai belum jelas.
“Kita mengeluarkan sekian ratus triliun di IKN, kita dapat apa? Akan dapat apa? Belum dapat apa-apa lho,” kata Dahlan di Jakarta, dikutip Minggu (17/5/2026).
Pria yang dijuluki “Raja Koran” itu menilai proyek IKN mencerminkan lemahnya prinsip ekonomi investasi, khususnya terkait ICOR (Incremental Capital Output Ratio), yakni perbandingan antara investasi yang dikeluarkan dengan hasil ekonomi yang diperoleh.
Baca selengkapnya di link berikut inilah.com/biaya-pemeliha…
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#InilahNews #IKN #DahlanIskan #BandaraVVIPIKN #IbuKotaNusantara #Inilahcom #titiktengah #titikcerah


Indonesia

pada nyangka ga si? kalimat “rakyat di desa ga butuh dollar” bakal keluar dari mulut seorang presiden..
padahal itu kalimat yang biasa dikeluarin oleh mulut buzzer yg ga berpendidikan. jujur aja my expectation was low but what the helly??
kedelai 90% aja import, dan dia bisa bisanya ngomong “orang desa ga pake dollar”
Indonesia

🇺🇸 Trump kini secara terbuka memperingatkan industri chip.
Pesannya: pindahkan ke Amerika, karena China tidak akan menunggu Taiwan selamanya.
Dia berpikir Xi menunggunya keluar, lalu bergerak.
90% chip canggih berasal dari satu pulau yang hanya berjarak 100 mil dari pantai China.
Pasar TIDAK menghitung ini ke dalam harga.

Indonesia

@Rupacita_my_id Kaum muslimin dan muslimat - yang masih hidup maupun yang sudah meninggal
Indonesia

@cilok97330320 Kalau keputusan rakyat harus ada referendum dong.
Jokowi ini paham nggak?
Indonesia

@AiraNtiePuspa Bukankah pelaku telah menghilangkan martabat kemanusiaan korban? Secara psikologis korban dapat saja merasa dirinya "kotor" seumur hidupnya yang berakibat terganggunya kehidupan sosial dan kultural ybs.
Indonesia

Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor mengakui Undang-Undang Perlindungan Anak memang mengatur soal hukuman kebiri bagi pelaku k3k3r4s*n s3ksv*l. Namun, dalam perspektif HAM, penghukuman sebaiknya diarahkan pada cara-cara yang lebih manusiawi tanpa menghilangkan martabat kemanusiaan pelaku
Buuk
Saat si Dajjal ini melakukannya dg sadar,apkh ibu pikir dia manusia? Apkh dia punya martabat saat dg dalih agama dia lecehkan santri2 itu demi nafsu binatangnya?
Otak ibu sptnya perlu diperiksa‼️
#Pati

Indonesia

@ethadisaputra Sekarang ini swasembada diukur dari stok di gudang bukan dari produksi dalam negeri
Indonesia

* Pidato berbusa-busa soal stop kebocoran anggaran, tapi faktanya memelihara kabinet jumbo yang super-boros.
* Sesumbar target pertumbuhan ekonomi 8 persen, padahal realitanya daya beli rakyat sekarat di angka 5 persen omon omon
* Jual jargon swasembada pangan di panggung, sementara di pelabuhan keran impor beras dan gula tetap dibuka lebar.
* Membual tentang penghematan uang rakyat, tapi anggaran plesiran dinas pejabat kementerian baru malah membengkak.
* Janji manis hilirisasi untuk rakyat, kenyataannya fulus industri hanya berputar di lingkaran taipan dan wilayah tertentu.
* Teriak lantang babat habis korupsi, tapi nyatanya merangkul figur-figur bermasalah masuk ke ring satu kekuasaan.
* Retorika meritokrasi jabatan publik runtuh oleh realita bagi-bagi kursi menteri demi balas budi politik.
* Janji memperkuat penegakan hukum, tapi praktiknya hanya tajam ke lawan politik dan tumpul ke kawan koalisi.
* Katanya mau merampingkan birokrasi, kenyataannya malah beternak lembaga baru yang memperpanjang meja pungli.
* Mengaku tabu mengintervensi hukum, padahal bayang-bayang syahwat kekuasaan telanjang bulat mendikte lembaga yudisial.
* Janji menyediakan lapangan kerja massif hanyalah ilusi di tengah badai layoff buruh yang tak kunjung dibendung.
* Makan Bergizi Gratis diglorifikasi sebagai solusi, padahal realisasinya karut-marut dan tersendat kendala logistik.
* Bersumpah menurunkan harga bahan pokok, tapi di lapangan isi dompet rakyat terus diperas kenaikan harga pangan.
* Mengklaim diri sebagai pembela wong cilik, tapi tega mencekik daya beli mereka lewat penyesuaian pajak.
* Janji fasilitas kesehatan merata di desa terbukti zonk karena dokter dan fasilitasnya tetap menumpuk di kota besar.
### Politik dan Demokrasi
* Mengaku butuh oposisi demi demokrasi, tapi aslinya mencaplok semua partai agar tidak ada yang berani mengkritik.
* Menjamin kebebasan berpendapat di podium, sementara aktivis yang vokal di lapangan terus dibungkam dan diintimidasi.
* Jualan narasi persatuan nasional, padahal membiarkan *buzzer* peliharaan terus memelihara polarisasi di akar rumput.
* Menjamin aparat netral, tapi cawe-cawe politik dan pengerahan kekuasaan secara terselubung tetap berjalan masif.
* Berjanji menuntaskan dosa HAM masa lalu, kenyataannya agenda tersebut sengaja dikubur dalam-dalam demi kenyamanan politik.
Indonesia

@RADEN_NUH_ Nah kalau Tom Lembong bisa diadili karena keputusannya dianggap rugikan negara, kenapa Jokowi tidak bisa?
Indonesia

Indonesia harus bayar utang selama 40 tahun sebesar Rp. 314 triliun gara2 Jokowi memilih China
Jika tunjuk Jepang, dgn teknologi jauh lebih maju, RI hny bayar Rp.88 triliun
Jokowi merugikan negara Rp. 226 triliun hny u/ KAC Cina
ONLY NEWS@DoankWarto
Proyek Kereta WHOOSH itu keputusan Presiden atau Keputusan Rakyat ?
Indonesia

Setelah Kemendiktisaintek secara resmi mengubah nomenklatur (nama) program studi "Teknik" menjadi "Rekayasa", maka jurusan teknik menjadi jurusan rekayasa dan ijazah teknik menjadi ijazah rekayasa 😅. Aya2 wae...entah apa urgensinya. Yg pasti nanti akan nambah anggaran lagi utk pergantian plang, kop surat, amplop, kartu nama dll...pdhal katanya lagi efisiensi 🫣
Indonesia

@MamaLemonmoh Hanya karena terjemahan dari engineering adalah rekayasa
Indonesia

Banyak dari kita(netizen)juga yang ngerasa aneh atau ribet, karena “Teknik” udah melekat banget puluhan tahun di Indonesia. “Rekayasa” kadang punya konotasi negatif di masyarakat (kayak “rekayasa” kasus atau manipulasi), jadi wajar kalau orang langsung bilang koplak. Tapi dari sisi akademik, ini memang usaha harmonisasi istilah
DePe@bkandewipersik
Baru tau dan ga rela banget, masa nama segahar itu diganti dengan sebutan manipulatif ... Pemerenta kerjanya ga ada yg penting, yang penting kerja 😏 Teknik jaya jaya ....
Indonesia

@Sandika_Noor @PigaiNatalius Apakah dia jadi menteri seperti sekarang karena dulu pas bersekolah dapat MTAS?
Indonesia


@dina_sulaeman Tapi China juga membincangkan soal Taiwan dan sepertinya menjadikan itu sebagai salah satu alat tawar
Indonesia

Makna Pertemuan Xi-Trump
Yang menarik dari manuver terbaru Donald Trump terhadap Iran adalah: tampaknya Washington mulai kehabisan pilihan.
Perang terlalu mahal dan berisiko. Diplomasi juga tidak menghasilkan banyak hal. Karena itu, kartu terakhir yang tampaknya dimainkan Trump adalah mencoba menggunakan China untuk menekan Tehran.
Masalahnya, baik Iran maupun China tahu bahwa Trump sedang berada dalam posisi sulit.
Tekanan maksimum terhadap Iran tidak berhasil membuat Tehran menyerah. Iran tetap bertahan, bahkan berhasil meningkatkan biaya politik dan militer bagi AS di kawasan. Dalam situasi seperti ini, Trump membutuhkan jalan keluar yang tidak terlihat seperti kekalahan.
Dan China memahami itu.
Karena itulah Beijing tidak mungkin memberi bantuan gratis kepada Washington. Jika AS ingin China membantu meredakan krisis, maka Trump juga harus menawarkan sesuatu yang sesuai dengan kepentingan China. Menariknya, kepentingan China dalam isu ini justru cukup dekat dengan kepentingan Iran dan negara-negara Teluk:
stabilitas perdagangan,
keamanan energi,
dan kelancaran navigasi laut.
Di sinilah istilah “innocent passage” atau jalur pelayaran damai menjadi penting. Bisa jadi ini akan menjadi semacam “kata sandi” untuk memfasilitasi mundurnya Trump secara perlahan.
Dengan skema itu, kapal-kapal dagang bisa kembali melintas normal di Selat Hormuz tanpa hambatan besar seperti beberapa pekan terakhir. AS bisa mengurangi eskalasi tanpa harus mengakui kegagalan secara terbuka.
Dan yang menarik: skenario seperti ini juga tidak bertentangan dengan kepentingan Iran.
Tehran justru bisa melihatnya sebagai langkah yang menguntungkan proyek jangka panjang Iran untuk memiliki peran lebih besar dalam pengelolaan keamanan selat tersebut.
Artinya, ini bukan situasi di mana satu pihak menang total dan pihak lain kalah total. Yang sedang terjadi lebih mirip proses mencari titik mundur yang bisa diterima semua pihak.
Karena dari sudut pandang Iran, jika pilihannya adalah menyerah total kepada tekanan AS atau melanjutkan konfrontasi, maka perang jangka panjang justru dianggap lebih murah dibanding tunduk kepada musuh.
Dan China tampaknya memahami logika itu dengan sangat baik.
[tulisan ini disadur dari tweet Dr @hasanahmadian (Univ Tehran), bukan terjemahan secara harfiah]

Indonesia

@alvinlie21 @ivanlanin @bps_statistics Apa mungkin yang disasar memang yang 7 persen itu? Apa iya yang 7 persen itu adanya di kelas menengah Indonesia?
Indonesia

@ivanlanin @bps_statistics Hanya 6,28% penduduk Indonesia yang mampu berbahasa asing.
Kenapa iklan-iklan sekarang justru sangat banyak yg gunakan bahasa Inggris?
Audiens sasaranya adalah penduduk Indonesia.
Tapi lebih suka beriklan pakai bahasa Inggris.
🤔
Indonesia

Akhirnya, ada juga data terbaru tentang penggunaan bahasa dari @bps_statistics.

Badan Pusat Statistik@bps_statistics
SUPAS 2025 bukan sekadar angka kependudukan. Ini potret tentang bagaimana orang Indonesia hidup, berpindah, tumbuh, dan akan menghadapi masa depan. #SadarStatistik #SUPAS #Penduduk #StatistikBermakna #StatistikBerdampak
Indonesia

@sharpandshark Mungkin dia udah sempat nanya ke yang satu lagi, gimana caranya pakai gelar Insinyur jika sebelumnya doktorandus
Indonesia

Dikutip dari IDNTimes:
Masalah gelar dipermasalahkan oleh 5 dokter. Menurut OC Kaligis fokus pada penggunaan gelar Insinyur (Ir) yang tak sesuai. Pelapor menyoroti gelar ini merujuk pada buku saku UU Kesehatan 2023 dan rapat DPR seharusnya bergelar Dokterandes (Drs)
-----
Jadi ingat seseorang yang lain didunianya awal gelarnya dipakai Dokterandes akhirnya berubah jadi Insinyur. 😄
Gelar kok bisa dibolak-balik, ga suka ini pake itu (vise-versa)

Indonesia

@mediaindonesia Polisi itu akan lebih bagus jika bersifat lokal (provinsi) dan langsung di bawah Gubernur. Jadi tidak perlu ada polisi di tingkat nasional juga tak ada mutasi antar provinsi atau ke nasional
Indonesia

PEMERINTAH dan DPR RI menegaskan bahwa posisi Polri tidak bisa di bawah Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Dalam sidang uji materiil UU Polri di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (13/5), Wakil Menteri Hukum, Edward Omar Sharif Hiariej, mengatakan posisi Polri langsung di bawah presiden.
mediaindonesia.com/politik-dan-hu…
Indonesia









