Faudyarsa F Wiratama

13.2K posts

Faudyarsa F Wiratama banner
Faudyarsa F Wiratama

Faudyarsa F Wiratama

@FaudyFFW

Electrical Apprentice - Game development beginner stage

Where Nothings Gather Katılım Kasım 2009
200 Takip Edilen161 Takipçiler
SmwGwOto
SmwGwOto@SmwGwOto·
Selain sate, nugget sama sosis. Makanan apalagi yg diumur kalian sekarang bisa bebas mau makan berapa aja.
Mario@mario_an19

@SmwGwOto d umur segini, baru sadar kl 1 porsi sate boleh d makan sendirian ya biasanya d bagi rame2, seorang 2 tusuk 😌

Indonesia
6
0
10
716
Faudyarsa F Wiratama
Faudyarsa F Wiratama@FaudyFFW·
@BetaEpsilonPhi Emang. Dapat cerita ada yang pernah interview buat jadi penyidik KPK, dikasih tau kalau diterima masuk KPK itu gak boleh makan disembarang tempat walau kondangan teman sendiri dengan alasan yang sama
Indonesia
2
4
286
10.8K
忍 - 🍉
忍 - 🍉@BetaEpsilonPhi·
Jadi curiga, KPK itu gak mau makan snack sajian K/L, bukan karena menjaga bla bla bla, tapi lebih karena takut dira*un Who knows 😅🙏
Sand@sandyuda15

@BetaEpsilonPhi Jadi auditor lembaga negara itu ngeri, papa saya aja mantan auditor ijo aja godaannya gila mulai dari dibelikan moge sampai tanah di kota besar Bahkan saat bekerja pun sering menolak makanan yg disuguhi pihak terperiksa karena parno diracun

Indonesia
39
838
5.7K
233.6K
Faudyarsa F Wiratama
Faudyarsa F Wiratama@FaudyFFW·
Kalau memang serumah sama bule, pastikan kalian bisa complain ke mereka. Kalo gak ditegur, makin menjadi jadi dah itu bule
Indonesia
0
0
0
50
Faudyarsa F Wiratama
Faudyarsa F Wiratama@FaudyFFW·
3. Masak, ini gak hanya survival skill tapi bisa menghasilkan cuan juga. Masakan Indo tombo kangen rumah, masakan negara sekitar biar adaptasi 4. Negosiasi terutama sama bule. Mereka ini rata rata jorok, gak paham batasan barang di common room, dan gak peduli waktu istirahat
Indonesia
1
0
0
30
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
LC itu banyak binaan intel. Jauhi zina karena dosa. Jauhi mereka supaya info-info dan rahasia penting ga jatuh ke mereka. Apalagi yang high class. Pejabat yang dekat dengan LC bukan hanya moralnya bermasalah, tetapi juga sudah "compromised". Tinggal tunggu waktu aja, dosa-dosa mereka bakal diup jika diperlukan
SobatMiskinTV@MiskinTV_

Berikan opinimu tentang 'LC' yang membuatmu berada di posisi seperti ini. Gw mulai ya: Kebanyakan LC ngaku dari Bandung padahal mah dari Subang, Indramayu, Sukabumi, dan sekitarnya. Tato LC kebanyakan jelek @0tk0il

Indonesia
81
471
2.7K
251.4K
Faudyarsa F Wiratama retweetledi
Bagus Muljadi
Bagus Muljadi@bagus_muljadi·
Sungguh menyedihkan melihat anak anak lulusan berprestasi, yang bercita cita besar, mungkin benar benar membawa sejuta mimpi untuk membawa kebaikan untuk Indonesia secara kolektif dipecundangi dan diolok olok seperti kriminal. Apa tujuan kalian sebenarnya? - bagi sebagian dari mereka LPDP adalah satu satunya jalan merealisasikan mimpinya. Dunia itu timpang. Akses tidak pernah setara, ilmu itu mahal sekali. LPDP adalah daya ungkit agar mereka bisa berdiri sejajar dengan yang sejak awal lebih beruntung. Saya sendiri hanya bisa bermimpi untuk dapat beasiswa seperti LPDP, tidak pernah kesampaian; back then I would have given a finger to get one. Tentu penyalahgunaan itu ada. Tentu ada orang orang yang tengil yang pantas mendapat penalti. Kita harus menuntut perbaikan signifikan. But must we burn our own children at the stake? Have we no heart left as a nation? Is it really that funny?
Sandy Cheeks, S.E., CRMO@silaturahmiges

@bagus_muljadi Ayok alumni lpdp, dibaca lagi paper ndakik ndakik kalian di awal, rencana kontribusi kalian ke negara jangan jadi omon omon 🤣

Indonesia
98
769
2.7K
152.8K
Faudyarsa F Wiratama retweetledi
Wahyudi Akmaliah
Wahyudi Akmaliah@wah_am·
Lah, di Indo kan emang pakai jurus sim salabim. Kami aj yg di Brin hrs publikasi 1 thn 1 jurnal terindeks scopus, ngikutin kpangkatn fungsional; peneliti utama (Q1), madya (Q2), & muda (Q3). Alih-alih rewards, justru ancaman potongan Tukin (10-20%). Dosen LN, gak segitunya kan?
Bagus Muljadi@bagus_muljadi

banyak sekali miskonsepsi akan alumni LPDP, seakan akan lulusan S2 atau bahkan S3 UK/US/ manapun itu manusia sakti yang bisa berkontribusi “langsung” kepada bangsa. Dalam dunia akademik, overwhelming majority of lulusan PhD itu hanyalah seorang bayi yang masih menyusu; belum pernah membuktikan diri sebagai periset independen. They are nobody without the incubator. “Pulanglah, berbakti bangun negeri” - by doing what exactly?? An experimental physicist cant work without a synchrotron; NMR etc. Perlu dimengerti bahwa standard global research is extremely high; Indonesian institutions must compete with groups that have multiple postdoctoral experiences from all around the world. Most Indonesian researchers even in ITB/UI/UGM never even secured a postdoc positions! they came back straightaway after PhD! Mereka adalah korban romantisasi kebijakan dan narasi emosional; seakan akan negara itu seorang Ibu yang sekarat menjual seluruh hartanya untuk membiayai anak yang durhaka. this “Ratu Adil” syndrome/narrative membuat kita benci akan sesama, curiga akan mereka yang mendapat kesempatan untuk mengkultivasi dirinya. Sejak kapan kita menjadi bangsa yang penuh dendam akan sesama? To those who get the opportunity to be sent abroad - help if you can; or otherwise, SHUT UP! - you’re nobody yet.

Indonesia
39
584
2.7K
117.2K
Faudyarsa F Wiratama retweetledi
Bagus Muljadi
Bagus Muljadi@bagus_muljadi·
banyak sekali miskonsepsi akan alumni LPDP, seakan akan lulusan S2 atau bahkan S3 UK/US/ manapun itu manusia sakti yang bisa berkontribusi “langsung” kepada bangsa. Dalam dunia akademik, overwhelming majority of lulusan PhD itu hanyalah seorang bayi yang masih menyusu; belum pernah membuktikan diri sebagai periset independen. They are nobody without the incubator. “Pulanglah, berbakti bangun negeri” - by doing what exactly?? An experimental physicist cant work without a synchrotron; NMR etc. Perlu dimengerti bahwa standard global research is extremely high; Indonesian institutions must compete with groups that have multiple postdoctoral experiences from all around the world. Most Indonesian researchers even in ITB/UI/UGM never even secured a postdoc positions! they came back straightaway after PhD! Mereka adalah korban romantisasi kebijakan dan narasi emosional; seakan akan negara itu seorang Ibu yang sekarat menjual seluruh hartanya untuk membiayai anak yang durhaka. this “Ratu Adil” syndrome/narrative membuat kita benci akan sesama, curiga akan mereka yang mendapat kesempatan untuk mengkultivasi dirinya. Sejak kapan kita menjadi bangsa yang penuh dendam akan sesama? To those who get the opportunity to be sent abroad - help if you can; or otherwise, SHUT UP! - you’re nobody yet.
Indonesia
203
867
2.9K
582.1K
Faudyarsa F Wiratama retweetledi
Bagus Muljadi
Bagus Muljadi@bagus_muljadi·
Sungguh naif memahami dekolonisasi sebagai penarikan diri dari dunia. Tidak ada bangsa yang maju tanpa sirkulasi talenta global. Tanpa duta kebudayaan dan keilmuan. Tanpa pengaruh lintas batas. Profesor-profesor dari China dan India memanfaatkan akses institusi di US/UK/Europe untuk kepentingan negaranya. Mereka membangun laboratorium, jaringan, reputasi. Mereka membimbing mahasiswa di tanah air secara remote. Mereka mempengaruhi percakapan akademik global; dan yang pada akhirnya mempengaruhi kebijakan, pendanaan, dan arah teknologi. That is brain circulation. Bukan brain drain. Sementara itu, jumlah faculty members Indonesia di UK mungkin hanya sekitar 30-an. Itu pun sebagian besar bukan di universitas Russell Group. Tidak ada akademisi permanen di Ox/Bridge/Imperial. That is Sad. Karena akademisi di LN bukan sekadar individu yang “bekerja di luar negeri.” Mereka adalah anchor/enabler dalam jaringan kekuasaan pengetahuan global. Mereka bisa mempengaruhi arah riset, membentuk narasi dan buka pintu kolaborasi. Hari ini, Geopolitik mempengaruhi setiap sendi kegiatan domestik. Bangsa yang tidak hadir di pusat produksi pengetahuan global akan selalu menjadi konsumen, bukan penentu arah. Dekolonisasi bukan soal pulang. Dekolonisasi adalah soal posisi tawar dalam arsitektur global. Anda harus hadir dahulu dalam pusat pengetahuan global, baru setelah itu berpikir untuk memberikan beasiswa pada orang luar untuk datang ke Indonesia - belajar tentang Arkeologi/Ilmu Bumi/Bioprospecting. Baru kita buka cabang UGM/UI/ITB dll di UK.
Nomad@marginal_minds

@TaryokoL @bagus_muljadi Lagian, Asisten Profesor @bagus_muljadi nyebut klo sedikitnya org Indo yg jd dosen di UK sbg hal menyedihkan. What a lame colonized mindset. Seolah2 jml WNI yg ngajar di UK jd ukuran kemajuan bangsa. Justru klo Pemerintah kerja bener, betulin ekosistem DN, ga prlu ngajar di LN.

Indonesia
18
93
436
26.5K
Faudyarsa F Wiratama retweetledi
Bagus Muljadi
Bagus Muljadi@bagus_muljadi·
Fulfilling a legal contract is a no-brainer. Contract comes with obligations. It’s not even interesting to debate this. What is interesting is this: regulation does not descend from the sky. It is a product of human design. And what is designed can and must be redesigned when it no longer serves its purpose. My point is simple: the policy needs rethinking. Because in its current form, it does not optimise long-term national benefit. Invoking the word “integrity” sounds virtuous. But integrity is not that shallow. Returning home does not automatically “demonstrate” moral superiority. Some return out of conviction. Some return because they have no other option. That reality does not diminish anyone, but it also should not be romanticised. I am not interested in judging individual character. I am interested in whether current lpdp policies maximises our people’s wellbeing in a long run. I argue, it doesnt.
Taryoko Lanjar@TaryokoL

Mas @bagus_muljadi , success isn't just about global prestige; it’s about integrity. LPDP is a legal contract funded by Indonesian taxpayers, not a personal gift for career building. If you want to conquer the global market, do it on your own dime—not on the backs of people who sacrificed their taxes for a return on investment that never comes home. Ini bantahan point per point. cc @LPDP_RI @KemenkeuRI

English
11
59
252
18.8K
Faudyarsa F Wiratama retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Ketika negara berinvestasi pada peningkatan kapasitas SDM melalui LPDP, seharusnya yang menjadi tolak ukur dalam pengembalian investasi tersebut adalah dampak yang diterima oleh negara. Sementara perdebatan yang terjadi terlalu sempit, hanya berhenti di kembali ke Indonesia saja. Jika semisal seorang alumni tidak kembali dan bekerja di luar negeri, namun selanjutnya dia mampu membangun kolaborasi riset dengan kampus Indonesia, membuka akses pendanaan internasional, mentransfer teknologi atau bahkan menarik investasi ke dalam negeri, itu justru lebih baik ketimbang balik ke Indonesia namun tidak berdampak apapun buat negara. Jadi menurut saya yang perlu dibenahi adalah bentuk kontribusi yang konkret dan terukur serta sistem pelaporannya, bukan sekadar kewajiban administratif untuk kembali. Fokus diskusinya seharusnya bergeser lebih kepada bukan pulang atau tidak, tetapi apa manfaat riil yang dihasilkan bagi Indonesia Disclaimer: Saya bukan alumni LPDP dan tidak punya kepentingan dalam isu ini.
Indonesia
25
174
636
42.8K
Faudyarsa F Wiratama retweetledi
Bagus Muljadi
Bagus Muljadi@bagus_muljadi·
“Kalau patriot, pulang.” Dalam konteks riset global, cara berpikir seperti ini sangat tidak menguntungkan negara sendiri. Sangat sedikit orang Indonesia yang berhasil mendapatkan posisi akademik permanen di UK. Dari sekitar hanya 30–40 permanent academics Indonesia di UK (hampir tidak ada yang berasal dari jalur LPDP (in fact, saya pribadi tidak mengenal satupun). That is a very sad number for a country this "big". Hampir tidak mungkin mendapatkan posisi permanen di universitas di UK; apalagi Russell Group univs; tanpa memiliki portfolio postdoctoral yang sangat kuat. Persaingannya terlalu brutal. If you disappear for 2–3 years after your PhD, you are immediately out of the market. Negara-negara seperti China, India, dan bahkan Iran justru memanfaatkan diaspora akademiknya. Mereka menjadi: – jembatan hibah riset internasional – co-supervisor doktoral – pintu masuk kolaborasi laboratorium – penghubung industri dan universitas – agen soft power budaya dan bahasa Akhirnya mendongkrak kualitas dan ranking universitas mereka. Nilai hibah riset yang mengalir melalui jaringan ini seringkali jauh melampaui investasi beasiswa ±2 miliar rupiah per orang. Walaupun itu mahal, but in the global research landscape, that is a small number. A UK-based Indonesian academic who wins Newton Fund / ISPF grants with Indonesian collaborators (I know a few) can easily bring back 2X that amount into the country within a year. Saya sendiri tidak pernah mendapatkan beasiswa pemerintah manapun. Saya harus bekerja paruh waktu untuk menyelesaikan S2 dan S3. But I do feel a certain sadness melihat bagaimana kita belum mampu mendukung orang-orang kita untuk berjaya diluar. Those who won LPDP scholarships are most likely more intelligent and more competent than I ever was. But many of them never got the chance to become globally competitive scientists. That is the part that makes me sad. We still think in zero-sum terms: as if one person flourishing abroad automatically means the country loses. A country is strong ONLY when individuals flourish, wherever they are! Yang perlu kita benahi adalah manajemen beasiswanya: pastikan yang mendapatkan memang benar-benar PANTAS. Sentimen negatif yang begitu kuat ini adalah pertanda adanya kecurigaan bahwa sistemnya tidak sepenuhnya adil. That is what needs to be fixed. Nobody goes to a football match booing the best players. People root for those who truly deserve to be on the field. Scholarship awardees who genuinely earn it will be supported. They will be celebrated. Dan jika seseorang bisa memenangkan posisi postdoc di universitas bergengsi, dalam sistem yang sangat kompetitif, itu sendiri adalah bukti bahwa dia pantas. Go on, champ! We’re proud of you.
Indonesia
65
382
1.4K
227.2K
oka
oka@uliandana·
Bulan ini berarti gue bakal sering lanjut tidur pagi alias bakal sering dapat mimpi random contoh pagi ini mimpi berak terus ambil tisu tapi bercak coklat ternyata di kotak tisu isinya tai. Amazing.
Indonesia
2
0
1
60
oka
oka@uliandana·
Tiga bulan satu buku wkwk udahan abis ini coba nyari fiksi
oka tweet media
Indonesia
2
0
1
47