Fikri Muhamad

13.7K posts

Fikri Muhamad banner
Fikri Muhamad

Fikri Muhamad

@Fikrizarc

nah,saya malas isi biodatanya...

Jakarta,Indonesia Katılım Haziran 2017
879 Takip Edilen423 Takipçiler
Fikri Muhamad retweetledi
arine ❀
arine ❀@spectarine·
doa versi lengkapnya ya guyss, mudah-mudahan bermanfaat♡
arine ❀ tweet mediaarine ❀ tweet mediaarine ❀ tweet mediaarine ❀ tweet media
Indonesia
21
11K
42.2K
870.2K
Fikri Muhamad retweetledi
Ahmed Shameya
Ahmed Shameya@ahmedshameya995·
Hello from Gaza, This is your reminder to smile today!
Ahmed Shameya tweet media
English
15
62
269
1.7K
Fikri Muhamad retweetledi
herwin
herwin@bangherwin·
Mulai ada rush di sejumlah money changer. Banyak yang mulai buru-buru tuker Rp ke US$. Kalau kepercayaan publik terhadap rupiah mulai retak, ini bukan sekadar panic buying biasa. Ini alarm. INGAT! Bibit krisis selalu dimulai dari kepanikan kecil yang diremehkan pemerintah.
Indonesia
119
910
2.5K
165.1K
Fikri Muhamad retweetledi
Boediantar4
Boediantar4@Boediantar4·
PERSATUAN ULAMA MUSLIM DUNIA MENYERUKAN FATWA SELAMATKAN GAZA DAN PALESTINA 🇪🇭
Indonesia
18
621
1.8K
11.7K
Fikri Muhamad
Fikri Muhamad@Fikrizarc·
Nah ini
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari seorang ustaz Indonesia dalam waktu lama. Dan intinya satu kalimat yang langsung dilontarkan: "Orang Indonesia tidak pernah menjadi Islam." Bukan karena KTP-nya. Tapi karena cara berpikirnya. Masalah pertama kita salah paham soal tawakal: Felix kasih contoh yang sangat konkret. Ada pesantren roboh. Respons orang Indonesia: "Qadarullah, ini takdir Allah." Felix langsung potong: itu bukan tawakal. Itu kebodohan yang dibungkus agama. Karena setiap insinyur teknik sipil yang melihat bangunan tiga lantai dengan pondasi yang salah sudah bisa prediksi itu akan roboh. Tidak perlu menunggu roboh untuk tahu. Dan kalau kita sudah tahu sebabnya tapi tidak dikerjakan lalu ketika roboh bilang qadarullah itu bukan pasrah pada Allah. Itu menyalahkan Allah atas kelalaian kita sendiri. Rasulullah memakai baju besi dua lapis di medan perang. Seorang sahabat tanya kenapa. Jawabannya sederhana: karena sebab akibat adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya. Bekerja sekeras mungkin baru serahkan hasilnya. Masalah kedua "enggak apa-apa mereka ambil dunia, yang penting kita akhirat" Felix bilang dia ingin kritik keras kalimat ini. Karena logikanya terbalik total. Cara masuk surga menurut ulama ada empat: dengan ilmu, dengan kekuatan, dengan harta, atau dengan doa. Kalau kamu tidak punya ilmu, tidak punya kekuatan, tidak punya harta kamu hanya tersisa doa. Dan kalau kamu bilang "yang penting akhirat" sambil tidak mengerjakan satu pun dari empat jalan itu dengan serius kamu sedang tidak mengejar akhirat. Kamu sedang memakai akhirat sebagai alasan untuk tidak berusaha. Rasulullah miskin bukan karena tidak bisa kaya. Beliau miskin karena memilih memberi semua yang dimiliki kepada yang membutuhkan. Miskin by choice bukan miskin karena tidak punya pilihan. "Kalau dunia aja kamu enggak bisa nguasain, jangan ngomong akhirat. Akhirat itu lebih susah dari dunia." Masalah ketiga tidak ada critical thinking: Ini yang paling mendasar dan paling merusak menurut Felix. Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah iqra baca, berpikir, analisa. Di saat itu bahkan tidak ada buku. Tidak ada perpustakaan. Artinya perintah iqra bukan sekadar membaca teks tapi perintah untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu. Tapi apa yang terjadi di Indonesia? Pertanyaan dibungkam. Otoritas tidak boleh diganggu gugat. Santri yang dilecehkan menerima karena percaya itu "ritual penyucian." Orang tua yang anaknya diperlakukan tidak wajar diam karena takut melawan ulama. Felix bilang ini adalah abuse of authority yang masif dan akarnya adalah ketidakmampuan berpikir kritis yang sudah ditanamkan sejak kecil. Padahal bahkan Rasulullah sendiri melatih sahabat untuk tidak buta taat. Ada sahabat yang diperintahkan pemimpinnya masuk ke dalam api sebagai hukuman. Mereka ragu dan datang bertanya ke Rasulullah. Jawaban Rasulullah: "Untung kalian tanya aku. Kalau kalian masuk, kalian tidak akan keluar selamanya." Dari situ keluar hadis: taatlah kepada makhluk selama tidak bermaksiat kepada Allah. Artinya Islam dari awal mengajarkan untuk mempertanyakan bahkan otoritas. Masalah keempat faktor struktural yang sering dilupakan: Felix tidak hanya menyalahkan internal. Ada faktor eksternal yang sangat besar yang tidak boleh diabaikan. Di zaman kolonial Belanda, ada sistem pembagian kelas berdasarkan akta kelahiran STBL. Kelas pertama orang Eropa. Kelas kedua orang Arab, India, Cina. Kelas ketiga pribumi dan pribumi Muslim ada di posisi paling bawah. Akta kelahiran itu menentukan siapa yang boleh sekolah di mana, siapa yang boleh masuk restoran mana, siapa yang boleh masuk pemerintahan. Bukan soal kemampuan tapi soal sistem yang dirancang untuk memastikan satu kelompok tidak bisa mengakses kekayaan dan pengetahuan. Itulah mengapa sampai hari ini di daftar orang terkaya Indonesia dan dunia dominasi Muslim sangat kecil dibandingkan populasinya. Ini bukan semata karena etos kerja. Ini juga karena sistem yang dibangun ratusan tahun untuk menutup akses. Korelasi yang menarik antara keyakinan dan peradaban: Felix membawa temuan arkeologi di Gobeklitepe, Turki bangunan berusia 11.000 tahun yang mendahului rumah dan ladang pertanian. Para arkeolog menyimpulkan bahwa manusia tidak membangun keyakinan setelah perutnya kenyang. Justru sebaliknya keyakinan dibangun dulu, baru peradaban lain mengikuti. Ini membalik teori lama bahwa agama adalah produk kemakmuran. Ternyata keyakinan adalah fondasinya. Tapi ada yang salah kaprah. Felix memisahkan dengan jelas: bukan agamanya yang menentukan maju atau mundur suatu bangsa tapi kepedulian. Romawi maju bukan karena agama tertentu tapi karena mereka peduli pada kotanya, pada infrastrukturnya, pada warganya. Ketika kepedulian itu hilang Romawi hancur. Bukan karena Tuhannya berubah. Felix menyimpulkan dengan satu pertanyaan keras yang ditujukan kepada dirinya sendiri dan seluruh ulama Indonesia: "Rasulullah bilang ilmu dicabut dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama pergi tanpa meninggalkan warisan berpikir yang benar yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin bodoh. Dan pemimpin bodoh membuat kebijakan bodoh yang menghancurkan umatnya." Artinya yang paling bertanggung jawab atas kondisi umat bukan politisinya. Bukan penjajahnya. Tapi mereka yang seharusnya mendidik cara berpikir dan memilih untuk tidak melakukannya. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Helmy Yahya bersama Felix Siauw. Semua pandangan adalah pendapat pribadi narasumber dalam konteks diskusi keagamaan dan peradaban. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi referensi sejarah dan hadis dari sumber primer.

Indonesia
0
0
0
39
ilonaraa
ilonaraa@iloynaraa·
NYANGKA GA LO PADA?!! Trnyt kedua roti ini paling “SEHAT”diantara merk roti lain nya, smnjk follow abang ganteng ini gw jd tau👏🏻 pdhl dlu suka beli merk s*ri r*ti dan ternyt jstru itu yg pling tinggi gula & garam nya😖
ilonaraa tweet mediailonaraa tweet media
Indonesia
59
389
2.1K
187.6K
Fikri Muhamad retweetledi
DOAM
DOAM@doamuslims·
🚨 Masjid al-Aqsa Under Serious Threat This Friday Tuesday 12 May 2026 A planned settler incursion into Masjid al-Aqsa on Friday 15 May 2026 is now being treated as a very real and imminent threat, after 22 senior Zionist politicians, including the Israeli Deputy Prime Minister and Minister of War, signed a petition demanding that Masjid al-Aqsa be opened for settler incursions on Friday. Israeli Temple organisations published a new version of the petition yesterday, Monday 11 May 2026, addressed to Israeli Police Commissioner Dani Levy and Jerusalem District Police Commander Avshalom Peled, demanding that settlers be allowed to enter Masjid al-Aqsa on Friday 15 May 2026, marking the Hebrew anniversary of the occupation of Jerusalem. The petition was signed by 22 Zionist politicians, 19 of whom belong to Netanyahu’s ruling Likud party, representing approximately 60% of the party’s Knesset bloc, alongside three members from the Religious Zionism party. Among the signatories are nine ministers, including Deputy Prime Minister and Justice Minister Yariv Levin, Minister of War Israel Katz, as well as ministers responsible for media, health, energy, youth and sport, and others. The petition repeats the same demands made in an earlier petition signed by 13 politicians and published by Temple organisations on 3 May 2026: that Masjid al-Aqsa be opened on Friday for settler incursions “in a manner expressing Israeli sovereignty over Jerusalem”. It also proposes an alternative demand that, if Friday access is not approved, Masjid al-Aqsa should instead be opened for an exceptional additional incursion period on the evening of Thursday 14 May 2026. With the involvement of increasingly senior political figures, and the Likud party now placing its full political weight behind this petition, it has become clear that Prime Minister Benjamin Netanyahu wants to demonstrate that the decision regarding incursions into Masjid al-Aqsa ultimately lies with him, rather than allowing National Security Minister Itamar Ben-Gvir alone to dominate the political spectacle surrounding the ongoing Judaization measures being imposed upon Masjid al-Aqsa. This escalation also recalls the events surrounding the Eid al-Adha incursions of 11 August 2019, when Netanyahu himself played a direct role in facilitating the incursion through political deception. His silence today regarding the proposed Friday incursion strongly indicates that preparations are once again underway to create the conditions necessary for imposing it. In light of these developments, the proposed Friday incursion on 15 May must now be treated as a genuine and active danger. It is becoming increasingly apparent that the occupation authorities are moving towards allowing settler incursions into Masjid al-Aqsa on a Friday for the first time since its occupation in 1967. "And who is more unjust than those who prevent the name of Allah from being mentioned in His *Masjids* and strive towards their ruin?” - Surah al-Baqarah 2:114 This is not merely a political issue or a distant news story. Masjid al-Aqsa is a sacred trust connected to our faith and our identity. The normalisation of incursions, especially on a Friday, represents a dangerous escalation aimed at changing the reality of Masjid al-Aqsa step by step until the unacceptable becomes accepted. Silence and inaction in the face of such injustice is what allows these realities to become established.
DOAM tweet media
English
13
300
392
6.6K
Fikri Muhamad retweetledi
Uni Imas Wahyuni
Uni Imas Wahyuni@Imas_uni·
Tapi tapi 5€ ku juga bisa ku beli ayam ½kg 2,5€ dn beras 1kg 2€, Minyak mau tau gak? Seliter 1,5€ alias 30ribu 🗣️: "jgn apa2 d Rupiahin!" Gakk!, biar pada melek, bahan pokok kita hampir sama harganya, tapi UMR beda Ampe 10x lipat! Pemerintah dzalim itu emng nyata!
Dayang Indah@DayangIndah4

@Imas_uni 5 euro. Saya bisa beli ayam 1/5 kg. Rp. 20.000 Minyak bimoli 1 kg. Rp 23.000. Cabe 1/5 kg Rp. 20.000. Bawang 1/5 kg Rp. 12.000. Ikan laut 1/5 kg. Rp. 20.000. Sisa Rp. 5000.

Indonesia
130
12.9K
29.9K
792.1K
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima Manfaat Kelompok 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita)
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
945
414
2.9K
504.2K