@Insideme11@mahakersa Klo elu beli saham salah satu emiten PMDK, maka lu sudah dianggap "boss2 air mineral" tersebut.
Nah klo sudah jadi boss, elu tanya balik pertanyaan lu ke diri lu sendiri.
Baru kepikiran dan baru tau ternyata yg punya bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) itu para KONGLO.
Keliatannya tampak sepele, tapi nilainya bisa menyaingi tambang emas. Kenapa ya.. bisnis yg keliatannya “receh” ini banyak disukai konglomerat?
INI DAFTAR KONGLOMERATNYA :
@SkeptisU@mahakersa Buat org smart ya, yg tinggi ilmunya, tiap2 problem dg gampang dia menemukan solusinya.
dari topik 1 ke topik lain gampang dia loncat2, krn bgitu dia datang semua beres
Malah pagar tetangga di sikat juga
Ini ciri2 orang smart
Jarang2 ditemukan
Sekali nemu kek gini barangnya
@SkeptisU@mahakersa Tunjukkan 1 hal: Pada bagian manakah point gw yg menyebut "cara" atau "metode"
Gw ga liat bahasan tentang cara
Bagaimana bisa seorang yang cerdas kaya lu sampe jump into the conclusion? Bukankah lu cerdas susah salah?
@Insideme11@mahakersa "masuk kantong rakyat" itu saya setuju, tahu caranya seperti apa?
Dgn membeli saham emiten PMDK.
Klo pakai caramu yg sosialis, malah menciptakan kemiskinan yg merata.
Get lost poor mindset people.
Guys, Singapura baru saja bikin pernyataan yang singkat tapi dampaknya besar.
Singapura menolak flat-out untuk negosiasi dengan Iran soal "safe passage" melalui Selat Hormuz.
Dan alasannya satu kalimat yang tegas:
Shipping global adalah hak fundamental bukan privilese yang harus dibeli."
Kenapa pernyataan ini penting banget?
Singapura bukan negara sembarangan dalam konteks ini.
Singapura adalah salah satu hub maritim terbesar di dunia. Port of Singapore adalah pelabuhan tersibuk kedua di dunia berdasarkan volume kargo.
Hampir semua kapal yang membawa minyak dari Timur Tengah ke Asia Timur dan Asia Tenggara melewati jalur yang berkaitan langsung dengan Selat Hormuz dan Selat Malaka.
Kalau ada negara yang punya kepentingan langsung untuk Selat Hormuz tetap terbuka itu Singapura. Dan mereka memilih untuk tidak bayar.
Ini adalah penolakan langsung terhadap sistem tol Iran.
Beberapa hari lalu kita sudah bahas: Iran sekarang memungut tol dari kapal yang mau lewat Selat Hormuz dan minta dibayar dalam yuan atau kripto. Bukan dolar.
Singapura bilang: tidak.
Bukan karena tidak mampu bayar. Singapura jelas mampu. Tapi karena membayar berarti mengakui legitimasi Iran untuk mengontrol jalur internasional. Dan itu preseden yang sangat berbahaya untuk seluruh sistem maritim global.
Prinsip hukum di baliknya:
Selat Hormuz adalah selat yang digunakan untuk navigasi internasional yang berarti dilindungi oleh UNCLOS, Konvensi PBB tentang Hukum Laut yang menjamin hak transit passage bagi semua kapal dari semua negara tanpa hambatan.
Iran tidak berhak secara hukum internasional untuk memungut tol atau memblokir jalur ini.
Tapi di dunia nyata hukum internasional tidak bisa ditegakkan sendiri. Yang bisa menegakkan adalah kekuatan militer atau tekanan kolektif dari banyak negara.
Dan Singapura baru saja menjadi salah satu suara paling lantang yang bilang: kami tidak akan tunduk.
Implikasi geopolitiknya:
Ini bukan cuma sikap Singapura secara individual. Ini sinyal kepada seluruh komunitas maritim global.
Kalau Singapura yang ekonominya sangat bergantung pada perdagangan bebas menolak membayar tol Iran, maka tekanan pada negara-negara lain untuk juga menolak akan semakin besar.
Dan kalau mayoritas negara menolak Iran punya dua pilihan: buka selat tanpa dibayar, atau eskalasi konflik lebih jauh dengan menargetkan kapal yang melintas tanpa izin.
Kedua pilihan itu punya konsekuensi besar untuk Iran sendiri.
Dan ini yang relevan untuk Indonesia:
Kita sudah bahas berkali-kali stok minyak kita sekitar 20 hari. LPG kita 75% impor. Dan jalur pasokan kita sangat bergantung pada stabilitas perairan di sekitar Selat Hormuz.
Kalau Singapura menolak bayar dan Iran merespons dengan memperketat kontrol kapal-kapal yang membawa energi ke Asia Tenggara termasuk Indonesia akan makin terdampak.
Pemerintah kita belum ada pernyataan resmi soal posisi Indonesia terhadap sistem tol Iran ini.
Dan itu pertanyaan yang perlu dijawab apakah kita ikut Singapura dan menolak legitimasi tol itu? Atau kita diam dan membiarkan kapal-kapal kita bernegosiasi sendiri?
20 Most Loved Countries in Asia ❤️
1. 🇲🇾 Malaysia
2. 🇹🇼 Taiwan
3. 🇸🇬 Singapore
4. 🇯🇵 Japan
5. 🇦🇪 UAE
6. 🇰🇷 South Korea
7. 🇵🇭 Philippines
8. 🇮🇱 Israel
9. 🇹🇷 Turkiye
10. 🇸🇦 Saudi Arabia
11. 🇹🇭 Thailand
12. 🇮🇩 Indonesia
13. 🇻🇳 Vietnam
14. 🇳🇵 Nepal
15. 🇯🇴 Jordan
16. 🇧🇭 Bahrain
17. 🇱🇰 Sri Lanka
18. 🇭🇰 Hong Kong
19. 🇮🇳 India
20. 🇴🇲 Oman
Source: Insider Monkey
GERAKAN TRADISIONALISME YANG BRILIAN
Habis lihat foto ini, saya ber-tanya2, kenapa harus bersanggul? Kanapa nggak berkebaya aja?
Baru tau jawabannya, "Karena bersanggul itu nggak mungkin ada yang versi "syari'ah " nya!" 😅
Semoga banyak wanita yang mengikuti komunitas ini.
@SkeptisU@mahakersa Di Seluruh penjuru Indonesia, ada jutaan sumber2 air.
Poin penting ada di political will
Lu ga harus kirim air Jawa ke papua / air kalimantan ke Sumatera, krn semua tersedia di tiap2 pulau
Apa2 yang di peroleh boss2 air mineral, seharusnya masuk kantong rakyat, dikuasai negara
@Insideme11@mahakersa Gratis itu klo sumbernya di tanahmu sendiri.
Klo sumbernya jauh dari tempatmu apa tdk menghitung biaya ekstraksi, pengemasa dan distribusi?
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengirim pesan kepada negara-negara Teluk:
"Pada saat ini, saya katakan kepada tetangga selatan Iran bahwa kalian sedang menyaksikan sebuah keajaiban. Lihatlah dengan saksama, pahamilah dengan baik, beradalah di tempat yang tepat, dan waspadalah terhadap janji-janji palsu para iblis.
Kami masih menunggu tanggapan yang tepat dari kalian untuk menunjukkan persaudaraan dan niat baik kami kepada kalian. Hal ini hanya akan terjadi jika kalian meninggalkan pihak-pihak sombong (the arrogant ones) yang tidak akan melewatkan kesempatan apa pun untuk menghina dan mengeksploitasi kalian. Semua orang harus mengetahui ini: Insya Allah, kami tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami sendirian.
Kami pasti akan menuntut kompensasi atas setiap kerugian yang ditimpakan kepada kalian, atas darah para martir, dan atas darah para veteran dalam perang ini. Kami akan bekerja keras untuk mengembangkan pengelolaan Selat Hormuz. Kami tidak pernah dan tidak akan mencari perang, tetapi kami tidak akan melepaskan hak-hak sah kami dengan cara apa pun. Dalam hal ini, kami menganggap seluruh Front Perlawanan (Resistance Front) sebagai satu kesatuan yang utuh."
SURAT TERBUKA UNTUK
GUBERNUR MALUKU UTARA
Dari Tokoh Pemuda Maluku Utara
Muhammad Syukur Mandar
YTH Gub Malut.
Ibu Sherly Tjoanda Laos
Saya apresiasi kepeloporan anda memimpin pemerintahan dimaluku utara dengan segala terobosan, keunggulan dan tentu kekurangannya. Surat terbuka ini saya tuliskan dengan penuh harapan agar anda membacanya dengan baik.
Konflik sosial dimasyarakat kadang terjadi oleh pemicu-pemicu yang tidak masuk akal, hal-hal sepela seringkali jadi penyebab pertikaian antar warga. Tawuran antar kampung, dan sebagainya, Tetapi konflik sosial dibanyak tempat dan pengalaman banyak yang bersumber dari isu dan provokasi,agitasi dan propaganda sara, etnik,dll, karena isu isu itu relatif lebih mudah picu emosi warga dan berbuah konflik. Sehingga tidaklah tepat bila pertanyaan tentang siapa yang salah dan siapa yang memulai mengemuka dari ucapan anda dihadapan warga yang berkonflik.
Ada hal yang maha penting yang patut kita jaga, yaitu tercapai kesepakatan berdamai, pelukan mesra antara mereka yang berkonflik DENGAN AIRMATA penyesalan sudah meruntuhkan sekat sekteisme dan kecurigaan antar sesama, kalimat2 yang anda lontarkan itu ibu gubernur tentang siapa yg memulai dan siapa yang salah, bagi mereka itu bukan lagi bagian penting dari konflik yang mereka tuntut. Damai telah membalut kesedihan mereka dan menyurut kemarahan mereka menjadi pelukan kasih sayang yang itu adalah warisan leluhur mereka. Sebab pertanyaan tentang siapa yg salah dan siapa yang memulai yang anda lontarkan itu hanya akan menggores indahnya perdamaian itu.
Ibu Gubernur harus banyak belajar tentang sejarah berhalmahera, sebagai orang yang lahir dibesarkan dibumi halmahera dan maluku utara, saya sangat memahami betapa saling hormat sesama warga walau beda agama, beda suku, etnik. ikatan persaudaraan bagi mereka yang asli domisili dihalmahera itu erat hanya dengan teriakan olou, dan dijawab dengan teriakan balasan olou ditengah hutan, menjadi penanda bahwa mereka bersaudara, maka ketika ada nyawa yang hilang dgn cara tidak wajar tentu menggores luka, entah siapa pelakunya yang bersembunyi dan tidak bertanggungjawab, itu yang harus diungkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku, bukan menyela dan bertanya secara langsung dengan melontarkan pertanyaan yg membuat mereka kikuk menjawabnya.
Ibu gubernur yth. Pertanyaan tentang siapa yg memulai dan siapa yang lihat, siapa yang salah tidak tepat diekstrasikan diruang umum apalagi media sosial, karena akan menyinggung pihak tertentu dan bisa membuat ketenangan
Berubah seketika menjadi kecemasan. Catatan penting saya atas hal yang harus ibu gubernur kerjakan adalah memberi rasa kenyamanan pada dua pihak, mengkompensasi keluarga korban sewajarnya pada dua pihak, membangun kembali pemukiman atau rumah ibadah yang rusak akibat luapan konflik itu. Saya yakin ibu gubernur tentu lebih memahami itu. Maka baiknya adalah ibu gubernur tidak menciptakan diskursus baru tentang motiv dan siapa pelaku, siapa salah siapa benar, sebab itu bisa jadi alasan orang menebak nebak motiv dibalik pertanyaan anda itu, sebab siapa pelaku, motif adalah menjadi tugas anda dan penegak hukum menyelesaikan.
Mari kita sama2 mengikat erat persaudaraan kita sesama warga halmahera dan malut, kita punya tradisi dan budaya yang hanya kita sendiri yang pahami, karena itu tidak ada alasan kita berkonflik.
Atas dasar apapun, maka tidak tepat sekali lagi ibu gubernur melontarkan pertanyaan pertanyaan kritis di ruang terbuka apalagi dihadapan warga yang bertikai dan baru saja menjalani suasana rekonsiliasi damai dengan penuh haru dan suka cita.
Mari torang sama2 jaga kedamaian
Konflik apapun tidak membawa keuntungan bagi siapapun. Jauhi dan hindari itu.
Salam hormat buat Ibu Gubernur.
Sobat Polri, komentar di media sosial bukan sekadar tulisan, tapi cerminan sikap. Yuk, biasakan berkomunikasi dengan sopan dan saling menghargai. Dunia digital yang nyaman dimulai dari kita.
Gubernur Sherly membuat gaduh di Lokasi Kerusuhan…
TNI, Polri, Pemda Halmahera Tengah sudah susah payah lakukan proses perdamaian dengan aer mata penuh haru, ee ratu tiktok turun dengan narasi2 yang menyalahkan kelompok2 tertentu membuat sebagain masyarakat meyesalkan sikap seorang pemimpin yag harusnya bahasa yang mendamaikan bukan bahasa2 provokatif seprti ini…
Bahasa pejabat publik justru membuat suasana perdamaian jadi makin panas…
Bangsaaaaatt!!! 😭😭
Level koordinasi antar lembaga dan kementerian di jajarannya si tua bangka delusional itu kok bisa sebobrok ini sihh??
Kirain jumlah kementerian yang gendut secara kuantitas tuh bikin koordinasinya makin ciamik. Gak taunya malah 😭😭😭
Bangsatlah, celeng!