TW / Gang rape (pemerkosaan berkelompok) 🤬🤬
Pelaku: 2 polisi, 2 sipil
Penonton: 3 polisi
Korban: 1 perempuan 18 tahun
MASUK AKAL GA, PAK @ListyoSigitP@DivHumas_Polri KALAU ANAK BUAHNYA CUMA DIHUKUM ETIK? DI MANA HATI NURANI? DI MANA HUKUM YANG ADIL?
APA GA TERBAYANG BETAPA TAKUTNYA KORBAN REMAJA DIKEROYOK POLISI DEWASA SEPERTI ITU?
PARA PEMERKOSA APA SUDAH DIHUKUM BERAT, SELAIN DIPECAT? PENONTON PEMERKOSAAN JUGA PELAKU KARENA MEMBIARKAN. APALAGI MEREKA SEMUA PENEGAK HUKUM YANG HARUSNYA MELINDUNGI, BUKAN MALAH JADI PELAKU KEJAHATAN BIADAB.
ASTAGHFIRULLAHALADZIM 😭😭
Tolong @kpp_pa@KomnasPerempuan kawal kasus biadab ini.
Guys, ini lagi rame banget dan bikin panas situasi politik
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla baru aja buka suara soal isu ijazah palsu yang dituduhkan ke Joko Widodo (Jokowi).
Dan menurut dia… sebenarnya ini masalah simpel banget.
Intinya apa sih?
Menurut JK:
Kalau memang ijazah Jokowi asli
tinggal ditunjukkan saja ke publik
Dengan begitu
isu ini bisa langsung selesai tanpa ribet
Dia bilang kira-kira:
Saya yakin Pak Jokowi punya ijazah asli.
Tinggal diperlihatkan, selesai.
Kenapa jadi besar?
Masalah ini makin melebar karena:
Ada tuduhan ijazah palsu Jokowi
Nama JK ikut terseret karena dituduh:
membiayai pihak tertentu (Rp5 miliar) untuk menyerang Jokowi
Tuduhan itu datang dari pihak tertentu (Rismon Sianipar)
JK langsung tidak terima dan merasa:Ini fitnah
Merusak nama baik dan martabatnya
Langkah serius yang diambil JK
JK gak cuma ngomong doang, tapi langsung:
Datang ke Bareskrim Polri
- Melaporkan pihak yang menuduhnya
- Sekaligus melaporkan akun-akun medsos yang ikut menyebarkan isu
Kasusnya sudah resmi masuk dengan nomor laporan polisi.
Dampak ke masyarakat
Menurut JK, isu ini:
Udah terlalu lama berlarut
Bikin resah masyarakat
Bisa picu perpecahan (konflik horizontal)
Makanya dia dorong solusi cepat:
Udah, tunjukin aja ijazahnya.
Selesai
Breaking News !!!
MBG ditolak oleh masyarakat Ekonomi Menengah Kebawah.
here we go !!!
Mengapa Warga Berpendapatan Menengah-Bawah Menolak MBG?
Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maret 2026 • 1.168 responden nasional • 80,4% penerima langsung MBG
Temuan Utama (Lintas Kelas, Satu Suara)
• 80,1% responden TIDAK setuju MBG dilanjutkan (hanya 19,9% yang mendukung).
• 88,5% menilai manfaat MBG dinikmati elite & pejabat politik (44,5%) serta pengelola/mitra SPPG (44%).
• Hanya 6,5% yang menyebut anak-anak sebagai penerima utama
ANOMALI FAKTA
🌱 Penolakan Tertinggi Justru dari Kelompok Sasaran. Kelompok berpendapatan menengah-bawah (sasaran utama MBG) paling banyak menolak:
RENTANG PENGHASILAN :
🌱 < Rp2 juta/bulan → 80,2% menolak
🌱 Rp2–4 juta/bulan → 74% menolak
🌱 Rp4–8 juta/bulan → 86,1% menolak (tertinggi)
Semua kelompok pendapatan menunjukkan penolakan tinggi (74–86%).
Empat Temuan Kunci :
🌱 87% warga yakin MBG rawan dikorupsi,
🌱 79% percaya kualitas makanan sengaja diturunkan demi keuntungan pengelola,
🌱 76% menyatakan makanan tidak sebanding dengan anggaran Rp8–10 ribu per porsi,
Indeks persepsi negatif rata-rata 4,22 (dari skala 5)
Suara Warga Berpendapatan Menengah-Bawah. Meski mayoritas sudah menerima MBG, mereka tetap menolak karena:
🌱 Makanan tidak bergizi (sering hanya cemilan atau roti biasa),
🌱 Program dianggap “maling berkedok gizi” — uang pajak rakyat menguntungkan elite,
🌱 Tidak transparan, rawan korupsi, dan suara warga tidak didengar,
🌱 Banyak yang lebih memilih diuangkan langsung kepada orang tua.
Masalah Struktural (Bukan Hanya Implementasi) :
🌱 Tata kelola buruk: top-down, opasitas anggaran,non-disclosure.
🌱 Semua partai politik memiliki SPPG (termasuk keluarga pejabat)
🌱 Program redistribusi dibajak menjadi arena rent-seeking elite
🌱 Respons publik tinggi (97,8% ingin bertindak), tapi kelompok miskin paling banyak “pasrah”
Kesimpulan dari Lembaga Porec.
🌱 Program MBG telah kehilangan legitimasi sosial. Bukan lagi pertanyaan “apakah dilanjutkan?”, melainkan “untuk siapa dan dalam kerangka apa?”
🌱 Tanpa perubahan struktural, MBG berisiko menjadi regressive redistribution in disguise — tampak pro-rakyat, tapi justru memperkuat ketimpangan.
Sumber :
Laporan Policy Research Center (Porec) • Maret 2026
policyresearch.id
Link : drive.google.com/drive/folders/…
cc :
@dosenkesmas@iPoopBased@gibran_tweet@prabowo
SELAMAT HARI SENIN Rombengnisti, Mbengers dan Romlahmania!!!!
Selain Inter yang sangat efektif dan ferkasa, apalagi alasan AS Rombeng bisa kebobolan 3 gol di babak kedua dan TERBANTAI?
Jawaban tepat, unik dan STOIK akan mendafatkan follow back dari info_seriea 🤝👍
Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon.
Kami, saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa;
* Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar
* Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan
* Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon
Negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit kita, serta memastikan pengorbanan mereka tidak pernah dilupakan.
Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa.
Esteban Cambiasso:
"Since Diego Milito wasn’t among the finalists in 2010, for me, the Ballon d'Or lost credibility. A guy who defines the Champions League with two goals, wins the treble, and scores in every final, at least deserved to be among the finalists."
In 2010, Diego Milito scored in every knockout round of the Champions League and netted both goals in the final against Bayern Munich, leading Mourinho’s Inter to a historic treble.
Cambiasso had a point.
Guys, dengerin nih
OJK baru aja ngumumin kredit ratusan triliun mengalir ke program Presiden Prabowo
-Makan Bergizi Gratis (MBG),
-Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,
-dan pembangunan 3 juta rumah.
Tapikan sebelumnya mereka bilang semua dananya untuk itu udah ada dan itu dari APBN langsung
Yang terjadi ternyata duit APBN dijadikan “insentif” buat bank dan lembaga jasa keuangan supaya mereka mau menyalurkan kredit ke penerima program.
Jadi APBNnya tetep ada, tapi realisasinya lewat jalur “kredit” biar bank aman, pemerintah bisa leverage, dan nominalnya jadi wow… ratusan triliun
Bayangin deh
Rakyat mikir “wah, pemerintah bantu,” tapi kenyataannya duitnya lewat bank dulu, dan sistemnya bikin segalanya terlihat aman tapi bikin semua orang berasa terjebak.
Ini seperti main sulap:
lihat APBN, jangan lihat jalannya
Baru ngeh, ada analogi yang terbangun kalo untuk kompetisi Piala Dunia setidaknya ikut aja dulu juara belakangan, tetapi kalo Liga Champions, kalo ikut gak juara ngapain ..
@pnskacrut "Urusan pemerintah dapet uang dari mana bukan urusan kami" pengetahuan umum klo uangnya kebanyakan dari pajak. Masa level ASN gak tau soal ini?? Mang dasar tolol aj itu sih