MZP

13.2K posts

MZP banner
MZP

MZP

@Maz_Ipan

Sering ngeselin emang 🤡

Jakarta, Indonesia Katılım Haziran 2010
1.4K Takip Edilen7.3K Takipçiler
MZP retweetledi
Giri Kuncoro
Giri Kuncoro@girikuncoro·
Pak @zanatul_91, setuju soal risiko privasi data anak dan pentingnya regulasi ketat, itu isu serius Tapi soal "Google jadi penguasa tunggal" agak selektif. Microsoft/Windows sudah puluhan tahun mendominasi lab komputer sekolah, perkantoran pemerintah, dan pendidikan Indonesia (Windows ~75-80% desktop OS). Dulu jarang ada yang teriak soal data mining atau ketergantungan. Google/Chromebook justru bawa kompetisi dan keseimbangan di pasar: lebih murah, cloud-based, etc. Terlepas dari keterbatasan internet di Indonesia, secara global, Chrome OS kuasai ~60% perangkat pendidikan karena alasan ini Lebih baik kita dorong regulasi data kuat + diversifikasi vendor, bukan cuma sorot yang baru masuk x.com/pradithya_aria…
Indonesia
16
43
170
11.9K
MZP retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Dari 4 hakim anggota, 2 hakim vonis Ibam 4 tahun, tapi 2 hakim lainnya justru minta suami saya dibebaskan. Sampai dua hakim menyatakan keyakinan berbeda lewat dissenting opinion terhadap tiga hakim lainnya jarang sekali kejadian. Bagi keluarga kami, ini tanda nyata kalau sebenarnya ada keraguan yang sangat mendalam dari majelis hakim sendiri soal perkara Ibam. Rasanya sedih banget, kenapa putusan yang menentukan masa depan keluarga kami penuh keraguan seperti ini? Bahkan di ruang peradilan, hakim ketuanya pun terlihat ragu-ragu untuk memutus berdasarkan pertimbangan vonis 4 tahun seperti 2 hakim anggota yang lain. Padahal Bapak Presiden @prabowo selalu ingatkan kalau putusan penegakan hukum itu nggak boleh ada keragu-raguan sedikit pun. Sedangkan, dua hakim anggota yang berkeyakinan Ibam secara terang benderang seharusnya dibebaskan dari seluruh dakwaan dalam putusan kemarin, dari matanya tampak kalau tidak ada keragu-raguan untuk menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa Ibam seharusnya bebas. Aku terharu banget, ternyata masih ada hakim yang sangat amanah dan objektif melihat kasus Ibam, terlebih ketika puluhan isi keyakinan kedua hakim yang mulia tersebut dibacakan di sidang. Semuanya tentang Ibam yang aku kenal, semuanya berisi tentang keadilan yang muncul dari fakta persidangan yang dipahami secara utuh. Tapi kenapa, putusan akhirnya penuh kejanggalan dan kezaliman? Ini sangat jauh dari keadilan yang didasarkan fakta persidangan. Keyakinan kedua hakim tersebut bantu memperkuat keyakinan keluarga kami juga, kalau Ibam seharusnya bebas. Bikin kami makin yakin juga untuk terus berjuang demi keadilan. Mohon terus bantu kawal ya, teman-teman. Tolong bantu suarakan juga ke Komisi III DPR dan Pak Presiden Prabowo, supaya keraguan yang sangat kentara terlihat ini bisa berganti jadi kepastian hukum. Jangan sampai ada lagi orang yang niatnya bantu negara dengan keahliannya malah dikriminalisasi. Terima kasih banyak atas dukungannya selama ini. 🙏
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
38
712
1.5K
119.2K
MZP retweetledi
Seb ⚛️ ThisWeekInReact.com
Seb ⚛️ ThisWeekInReact.com@sebastienlorber·
TL;DR for open-source maintainers 🚫 NEVER use "pull_request_target" workflows 🚫 NEVER use shared caches in your publish pipeline Combining these 2 in particular is extremely dangerous I've repeated this countless times over the years, but another reminder is always useful
Seb ⚛️ ThisWeekInReact.com tweet media
TANSTACK@tan_stack

SECURITY ADVISORY — TanStack npm packages A supply-chain compromise affecting 42 @tanstack/* packages (84 versions total) was published to npm earlier today at approximately 19:20 and 19:26 UTC. Two malicious versions per package. Status: ACTIVE — packages are deprecated, npm security engaged, publish path being shut down. Severity: HIGH — payload exfiltrates AWS, GCP, Kubernetes, and Vault credentials, GitHub tokens, .npmrc contents, and SSH keys. If you installed any @tanstack/* package between 19:20 and 19:30 UTC today, treat the host as potentially compromised: • Rotate cloud, GitHub, and SSH credentials immediately • Audit cloud audit logs for the last several hours • Pin to a prior known-good version and reinstall from a clean lockfile Detection — the malicious manifest contains: "optionalDependencies": { "@tanstack/setup": "github:tanstack/router#79ac49ee..." } Any version with this entry is compromised. The payload is delivered via a git-resolved optionalDependency whose prepare script runs router_init.js (~2.3 MB, smuggled into each tarball at the package root). Unpublish is blocked by npm policy for most affected packages due to existing third-party dependents. All 84 versions are being deprecated with a SECURITY warning, and npm security has been engaged to pull tarballs at the registry level. Full technical breakdown, complete package and version list, and rolling status updates: github.com/TanStack/route… Credit to the security researcher for responsible disclosure.

English
25
221
1.7K
203.3K
MZP
MZP@Maz_Ipan·
@__r17x Ada akun di sini yang suka jualan Mac, lupa dah yang mana ya akunnya
Indonesia
1
0
1
1K
r17𝕏
r17𝕏@__r17x·
Info yang jual Macbook Pro M1 (second)
Indonesia
14
2
8
5.2K
MZP
MZP@Maz_Ipan·
Kerjaan tambahan di era AI: Review kodingan CTO, VPoE, HoE, Manager dan kawan-kawan yang sekarang jadi pada senang ngoding lagi. Saat nemu bug, sekarang bisa langsung dibenerin sendiri.
Indonesia
5
7
80
4.8K
MZP
MZP@Maz_Ipan·
@azamuddin91 Ada auto review dari AI juga, tapi final review tetap ping si owner buat review. Jadi review cuma setelah melewati review AI. Kebanyakan juga review pake AI lagi, pake agent yang beda 😅 Tapi saya masih suka dengan manual bacain kode2 orang lain.
Indonesia
1
0
2
567
Muhammad Azamuddin
Muhammad Azamuddin@azamuddin91·
Dulu banyak yg denial dengan alasan “AI hanya tool” Sekarang kayaknya mulai pada melek ya para techbros Saya udah tahu it’s coming semenjak ChatGPT release Kalau saya cerita contoh detailnya bakal tambah serem, jadi mending saya diem
Ainun Najib 🇮🇩@🇸🇬@ainunnajib

yang jelas, yang digantikan duluan oleh AI itu para techbros, bukan para guru guru dan dokter bakalan termasuk yang paling terakhir karena sentuhan human to human esensial

Indonesia
15
15
185
26.8K
MZP retweetledi
Vincent Ricardo (柯仙森)
Jujur saya sudah mulai jenuh, muak, dan jijik dengan FENOMENA PERADILAN SESAT (miscarriages of justice) yang berulang kali terjadi dalam penegakan kasus tindak pidana korupsi. Sudah berkali-kali saya menulis dan berteriak untuk kasus Tom Lembong hingga kasus hari ini yaitu kriminalisasi Ibrahim Arief (Ibam). Kejanggalan dalam penegakan tindak pidana korupsi ini pun sudah menjadi semacam konsensus di antara pakar hukum pidana. Bahkan, dalam konteks kasus Ibam, pakar hukum pidana dari UI, UGM, hingga PTIK pun sepakat betapa janggalnya proses peradilan yang menimpa Ibam. (Baca di sini: nasional.sindonews.com/read/1705547/1…) Bukannya fokus pada pembuktian di peradilan seperti pembuktian pemenuhan unsur-unsur (bestaandel) dari Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Tipikor yang didakwakan pada Ibam (yang nyata-nyatanya belum terbukti secara sah dan meyakinkan di pengadilan), malah yang dilakukan oleh Jaksapedia dan gerombolannya adalah mendemonisasi Ibam. Demonisasi terdakwa kasus korupsi yang berulang-ulang kali terjadi dan menimpa Ibam ini (viral-based prosecution) mengingatkan saya pada literatur klasik dari Albert Camus, yakni L’Etranger (Orang Asing), sebuah buku yang bercerita tentang kisah Mearsault yang dihukum mati karena melakukan pembelaan diri dari serangan benda tajam. Ada banyak perbedaan antara kasus Ibam dan kisah Mearsault, namun setidak-tidaknya ada satu kemiripan yakni, dalam kisah Mearsault, Jaksa yang menuntut Mearsault tidak berfokus membuktikan kejahatan yang ia lakukan maupun mens rea (niat jahat), tapi mereka berfokus mendemonisasi sifat maupun perilaku Mearsault yang tidak ada hubungannya dengan perkaranya demi mendapatkan justifikasi moral untuk menjatuhi hukuman seberat-beratnya. Ini persis dengan yang Ibam alami setahun terakhir. Karena JPU belum bisa membuktikan tuduhan dalam ruang persidangan secara sah dan meyakinkan, belakangan malah saya lihat demonisasi dimulai dengan Ibam dicap sombong, defensif, dan sebagainya. Padahal dalam kultur yang menjunjung tinggi kesetaraan, respon-respon mas Ibam selama ini sudah kelewat sopan. Ditambah lagi, apa relevansinya sifat seseorang terhadap penjatuhan sanksi pidana korupsi? Apakah suatu hari saya dan anda semua juga akan dipidana bukan karena kejahatan yang saya lakukan, tapi karena sifat saya yang dicap arogan? Apakah ini arah penegakan hukum pidana yang kita kehendaki di masa depan? Kurang terang apalagi bukti bahwa setidak-tidaknya ada 3 masukan Ibam yang ditolak: 1) Rekomendasi untuk gabungan antara chromebook dan windows. Yang akhirnya pejabat pengadaan pilih 100% Chromebook; 2) Rekomendasi mas Ibam untuk lakukan RFI/RFQ yang dilewatkan begitu saja oleh pejabat pengadaan; 3) Spesifikasi chromebook yang diambil pejabat pengadaan tidak sama dengan yang Ibam rekomendasikan. Saya gak mengerti di bagian mana mas Ibam ini sangat powerful? Powerful kok gak didengerin? Kita semua bisa sepakat kalau sistem ekonomi kita hari-hari ini belum menyejahterakan banyak kelompok, dan belum bisa menyelesaikan persoalan ketimpangan. Tapi kenapa kesalahan sistemik ini dilemparkan pada seorang konsultan yang tidak bisa menentukan arah masa depan negara? Konsultan mana yang memiliki wewenang untuk menentukan arah masa depan negara? Tulisan ini memang bukan dibuat untuk membahas problematika pasal karet UU Tipikor maupun teori penegakan hukum seperti apa yang saya dan rekan saya Dr. Giovanni Christy (@gvnchrsty) tulis di The Jakarta Post minggu lalu berjudul “How obscure interpretation of state losses fuels capital flight”. Di tulisan ini, saya hanya ingin mengajak kita semua untuk terus menjaga akal sehat, karena betapa menjijikkan dan rusaknya tatanan hukum kita hari-hari ini akibat segerombolan orang yang secara ugal-ugalan menjadikan hukum pidana senjata untuk menjatuhkan orang yang tidak disukai. Semoga esok hari akal sehat masih terjaga di PN Jakarta Pusat saat pembacaan putusan mas Ibam. Semoga mas Ibam, mba Ririe, dan keluarga tidak menjadi korban dari betapa busuknya sistem hukum kita yg sudah busuk dan terus membusuk.
Vincent Ricardo (柯仙森) tweet mediaVincent Ricardo (柯仙森) tweet media
Indonesia
21
397
878
38.7K
MZP
MZP@Maz_Ipan·
Sekarang sudah bisa ngerjain beberapa kerjaan tanpa harus buka laptop.
Indonesia
0
0
0
224
MZP retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Saksi Tim Teknis: kajian yang merekomendasikan Chromebook BUKAN atas arahan Ibrahim Arief 🚨 Ibam didakwa membuat kajian 8-16 Juni 2020 yang mengarah pada Chromebook ⚠️ Terungkap dalam sidang: Kajian tersebut dibuat sejak 27 April 2020 atas arahan Cepy Lukman ke Tim Teknis 🚨
Indonesia
7
123
314
107.4K
MZP retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Dalam Surat Dakwan, Ibam dituduh sebagai yang membuat kajian yang mengarah ke Chromebook. Tim Teknis sudah bersaksi: Bukan Ibam yang membuat atau mengarahkan mereka membuat kajian Chromebook. Terungkap dalam sidang: Dalam lembar pengesahan kajian, TIDAK ADA tanda tangan Ibam.
Ibrahim Arief tweet media
Indonesia
1
18
60
10.1K
MZP retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Aku rasa sebagian karena campur aduk antara tech dan kebijakan. Dulu kami rutin riset sampai ke 3T untuk dengar suara guru2, supaya bisa kami jadikan masukan bagi pembuat kebijakan. Pembuat kebijakan ini siapa? Mungkin ada yang mengira itu tim tech sendiri, apalagi ada narasi yang beredar terkait "shadow org". Aku memang sempat dengar, ada pakar2 yang bisa beri masukan terkait kebijakan di kementerian. Pakar2 itu bukan bagian dari tim tech, namun dari narasi "shadow org" sepertinya banyak yang salah mengira mereka adalah bagian dari kami. Aku rasa kesalahpahaman ini salah satu kontributor kenapa tech dan kebijakan dirasa campur aduk jadi satu. Sesungguhnya ini dua hal yang berbeda dan terpisah. Tech patuh ke arahan dari pembuat kebijakan, bukan sebaliknya. Dalam hal ini, pembuat kebijakan adalah para pejabat struktural yang ditentukan kementerian, mungkin dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pakar di atas. Sayangnya, arahan yang kami terima untuk jadi prioritas pengembangan, terkadang tidak sesuai dengan suara hati guru yang kami dengar dan coba sampaikan. Arahan ini karena pemerintah pusat maupun daerah juga punya program2 sendiri. Seperti misalnya untuk mengukur sasaran kinerja, padahal aplikasinya dirancang untuk pembelajaran guru. Sesungguhnya kami sering berada di sisi guru juga dalam berusaha mendengar dan menyuarakan apa yang mereka alami, kalau tidak kami ngga akan riset ke daerah dengan rutin seperti di bawah. Dari semua yang aku tulis di atas, aku berharap setidaknya bisa meluruskan, bahwa tech sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membela kepentingan guru sebagai pengguna. Dan komunitas tech secara umum perlu ingat juga, kalau tech yang efektif adalah yang berlandaskan empati. Inovasi ngga bisa berdiri sendiri, tapi perlu sebisa mungkin gotong royong dengan suara pengguna.
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
81
106
501
262.6K
MZP retweetledi
VoidZero
VoidZero@voidzerodev·
🚀Rolldown 1.0 is here!🚀 Rust-based high-performance JavaScript bundler. 🏎️ Runs at native speed that’s 10~30x faster than Rollup 🤝 Compatible with existing Rollup & Vite plugins ⚡The underlying bunder for Vite 8 After 2 years, Rolldown is officially stable and has 20+M weekly downloads. Companies like Framer & PLAID are already using Rolldown in production. Thank you to every contributor, user, and team that helped us get here.
VoidZero tweet media
English
33
403
2.6K
301.7K
MZP
MZP@Maz_Ipan·
Celana yang dulunya sempat berasa seret, sekarang sudah mulai melonggar kembali.
Indonesia
1
0
0
201