@myfirstdate212@I_AbdulWakil@na_dirs@TRANS7 Dari 1 pesantren kita ambil contoh, misal 1000 santri, brp yang gatel gatel? Kok narasinya pake kata "kebanyakan", bertanya dengan penuh hormat
TRANS7 MENAMPAR WAJAH SANTRI MENJELANG HARI SANTRI NASIONAL
Menjelang Hari Santri Nasional, @TRANS7 justru memberi kado pahit bagi dunia pesantren. Tayangan mereka melecehkan para kiai—khususnya Romo Kiai kami, KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus Rais Syuriah PWNU Jawa Timur. Beliau adalah sosok sepuh yang setiap hari masih mengajar dengan penuh kasih dan ketulusan. Dan saya yakin, beliau tidak pernah menyinggung Trans7, apalagi pemiliknya, Bapak Chairul Tanjung.
Namun apa yang dilakukan Trans7 bukan sekadar “salah tayang.” Ini penghinaan. Narasinya ngawur, dibacakan dengan gaya yang merendahkan, disertai visual dan caption yang secara sistematis membangun framing jahat terhadap para kiai. Saya tidak bisa tinggal diam. Saya tumbuh dalam tradisi kritik dan kebebasan berpendapat ala akademik Barat, tetapi yang dilakukan Trans7 bukan kebebasan pers — ini serangan terencana terhadap kehormatan pesantren.
Saya menuntut langkah tegas: Produser acara harus dipecat. Pembaca naskah dipecat. Trans7 wajib menayangkan program tandingan yang menampilkan konsep barokah, adab, disiplin, dan pendidikan karakter ala pesantren agar publik memperoleh gambaran yang berimbang.
Lihatlah, rumah KH Anwar Manshur begitu sederhana—jauh dari kemewahan. Tapi Trans7 justru membingkai seolah beliau hidup dari amplop dan kemewahan. Itu fitnah! Itu penghinaan terhadap orang yang seluruh hidupnya diabdikan untuk ilmu dan umat.
Saya menangis menonton tayangan itu.
Bukan karena Kiai kami diserang, tapi karena media sebesar Trans7 tega memproduksi penghinaan semacam ini di bulan ketika bangsa ini semestinya menghormati para santri.
Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia jangan diam. Ini ujian bagi kredibilitas lembaga Anda. Pak Chairul Tanjung, benahi manajemen Trans7 Anda. Dan kepada para pengiklan, saya menyerukan: jangan pasang iklan di Trans7 sampai lembaga ini bertanggung jawab penuh.
Permintaan maaf atau sowan belaka tidak cukup. Luka yang mereka goreskan terlalu dalam. Ini bukan hanya soal satu Kiai — ini soal kehormatan seluruh dunia pesantren.
Salam penuh duka dan amarah,
Nadirsyah Hosen
Ga ada gunanya kamu sok mborong es tehnya kalo kamu merendahkan Beliau di depan publik
Yg wajib itu menjaga harkat martabat sesama manusia, bkn mborong dagangan.
Susah emang kalo pemuka agama jalur ngaku2 bukan jalur ngilmu
Lebih mulia dagang es teh daripada dagang agama.
@WagimanDeep212_ Dari hadiah bapak ibuku, sebuah vespa untuk kuliahku, sampai sekarang masih aku simpan dan pakai, 25 tahun sdh bersamanya, bangga menjadi anak vespa
Ada adat yg hensem bagi sesama penunggang Vespa.
Jika melihat ada pengendara vespa lain yang mogok atau troubel dijalan selalu dihampiri dan ditanyain apa masalah dan kesulitannya.
Kgak peduli kenal ataupun tidak.
Krena kita sejiwa....
Sehat selalu untuk bapak dan ibu pemilik vespa krem..