Risvan A. Mukomuko

10.8K posts

Risvan A. Mukomuko

Risvan A. Mukomuko

@MukomukoRa

Dosen Fakultas Pertanian Univ. Prof. Dr. Hazairin. Who has been crying in my dreams?

Kota Bengkulu, Bengkulu Katılım Nisan 2013
992 Takip Edilen614 Takipçiler
saiful mujani
saiful mujani@saiful_mujani·
kl memang tahu, dan mestinya tahu, siapa yang underinvoicing dalam ekspor komoditas kenapa tidak diproses hukum secara transparan siapa orangnya? ko dipidatokan? ko tiba2 bikin lembaga baru untuk ambil alih semua ekspor cpo, batu bara, dll . itu? bukannya lembaga baru ini juga calon tempat korupsi baru, underinvoicing baru? penegakan hukum nya yang masalah. bukan eksportir atau lembaga ekspor baru. bukan gitu pak @mohmahfudmd?
Indonesia
69
187
474
19.3K
Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo@Cristiano·
It means so much to us 🏆 YALLA NASSR! 🟡🔵
English
19.7K
110.5K
952.8K
36.1M
saiful mujani
saiful mujani@saiful_mujani·
21 mei adalah tanggal berakhirnya otoritarianisme di negeri ini, dan mulainya reformasi. tapi setelah 28 tahun reformasi, otoritarianisme hidup lagi ditandai terutama oleh kembali menguatnya militerisasi di wilayah sipil, rusaknya demokrasi, munculnya bayang2 krisis ekonomi, dan ancaman ekonomi komando. harus dihentikan setback ini. kompas.id/artikel/usia-2…
Indonesia
37
157
323
6.2K
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
TUTORIAL JADI DOSEN "Selamat Mutia, udah lulus S2!" "Terima kasih Prof. Harjo!" "Kamu jadi mau jadi dosen kan? Saya bisa tulis rekomendasi." "Ya Pak." *** "Mbak Admin, ini surat rekomendasi dari Prof. Harjo sama surat lamaran saya" "Baik Bu Mutia, saya terima." "Terus ini gimana Bu?" "Bu Mutia dikontrak jadi dosen tidak tetap di sini dulu sampai bukaan CPNS." "Bayarannya?" "Per SKS Bu. Honorarium, bukan gaji. Sekitar 75 ribu per pertemuan." "Baik Mbak." *** "Bu Mutia, ini jadwal ngajarnya. Total kuliah 9 SKS ya Bu." "Kalau sebulan berarti empat pertemuan?" "Iya Bu." "Berarti saya dapat 2.7 juta Mbak?" "Iya Bu" "UMR kota ini aja 4.8 juta?" "Iya Bu. Memang aturannya gitu." "..." *** "Prof. Harjo, ini emang dosen awal karir bayarannya cuma segini?" "Iya. Saya dulu juga gitu." "Terus Prof dulu gimana?" "Saya ngajar di kampus-kampus tetangga dulu waktu masih muda. Dari dulu aturannya gitu." "Legal di bawah UMR? Gak ada yang protes Prof?" "Kemarin sih di berita ada yang gugat ke MK Bu." "..." *** "Mbak Admin, ini emang belum ada bukaan CPNS?" "Belum Bu." "Sampai kapan?" "Gak tau, kata pemerintah lagi moratorium." "Terus saya harus nunggu gak ada kepastian?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada bukaan CPNS, segera daftar ya Bu." "Baik Mbak Admin, apa yang perlu saya siapkan?" "Ibu belajar tes SKD sama SKB." "Lah ini kan udah waktu saya lamar jadi dosen tidak tetap?" "Iya, lagi Bu." "Hah? Kalau misal saya amit-amit gak lulus atau ada orang luar kampus yang lolos gimana?" "Ibu nunggu bukaan CPNS lagi yang berikutnya." "Hah? Itu pun belum tentu ada?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin, ini pengumuman CPNS belum ada?" "Belum Bu." "Lah katanya Maret?" "Kata berita kemarin Menpan RB bilang ditunda." "Sampai kapan?" "Oktober Bu." "Enam bulan? Emang biasa ya ditunda kaya gitu?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari pusat." "Saya baca dulu" "..." "Alhamdulillah. Lolos CPNS." "Selamat ya Bu." "Cuma ini emang selama satu tahun saya cuma nerima 80% gaji pokok?" "Iya Bu. Setahun pertama CPNS. Nanti PNS abis itu." "Cuma 2.2 jutaan? Masih di bawah UMR sini? Malah mending honorer ngajar 9 SKS?" "Memang aturannya begitu. Ibu kan masuknya S2, jadi IIIB. Sekitar segitu." "Ini gak melanggar undang-undang ketenagakerjaan?" "Nggak Bu. Ibu kan CPNS. Dosen juga. Beda aturan. Memang begitu Bu." "..." *** "Mbak Admin, ini gimana caranya nambah take home pay? Gila aja segini terus" "Ibu harus punya jabatan fungsional Bu. Asisten Ahli. Biar dapat tunjangan profesi." "Bisa langsung apply?" "Harus udah PNS Bu. CPNS belum bisa." "Jadi harus nunggu setahun dulu?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu. Dari dulu juga begitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari pusat. Selamat Bu udah jadi PNS dosen." "Alhamdulillah. Jadi saya dapet tambahan 20%, dari tadinya 80% jadi utuh?" "Iya Bu. Jadi sekitar 2.9 jutaan." "Gak ada tambahan apa-apa? Bukannya PNS di tempat lain ada Tukin?" "Gak ada Bu. Itu kan yang pegawai di kementerian sama PTN Satker sama BLU." "Kok gitu? Bedanya apa?" "Ibu kan PNS dosen di sini, PTN-BH. Kata Sekjen Dikti di berita kemarin 'Tukin itu untuk pegawai, bukan dosen'" "Jadi huruf 'P' di status saya PNS itu bukan 'Pegawai'?" "Kata pemerintah gitu Bu. Memang aturannya begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin, saya bisa langsung mengajukan jabfung Asisten Ahli tahun ini?" "Bisa Bu. Ini syaratnya." "BKD memenuhi 12 SKS per semester selama 2 tahun berturut-turut?" "Iya Bu." "Lah, penugasan saya kemarin-kemarin aja pas honorer 9 SKS? Gak memenuhi?" "Iya Bu. Memang begitu." "Berarti yang keitung baru yang pas CPNS 12 SKS? Cuma setahun?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "Terus gimana?" "Tahun depan Bu. Setelah genap 12 SKS 2 tahun berturut-turut." "..." *** "Mbak Admin, ini berkas saya buat Asisten Ahli." "Baik Bu, saya cek sebentar." "..." "Berkasnya lengkap Bu, saya ajukan ya." "SK Keluarnya kapan?" "Enam bulan sampai setahun Bu." "Nunggu lagi? Tetep dengan take home pay yang sama?" "Iya Bu. Memang gitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Keuangan, saya mau tanya" "Gimana Bu?" "Ini kan saya baru jadi Asisten Ahli. Ada tunjangan jabfung?" "Ada Bu. 375 ribu." "Hah? 375 ribu?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu. Sejak 2007." "Udah mau dua puluh tahun lewat?" "Iya Bu." "..." *** "Prof. Harjo, ada tips lagi gak buat nambah take home pay?" "Udah Asisten Ahli Bu?" "Sudah." "Udah apply sertifikasi belum?" "Belum." "Nah cobain. Sekali gaji pokok itu lumayan." "Baik Pak." *** "Mbak Admin, saya mau apply sertifikasi." "Lengkapi berkasnya Bu. Sekarang yang penting tuh Pekerti atau Applied Approach." "Semacam training sama pelatihan gitu ya?" "Iya Bu. Sekitar seminggu trainingnya. Bayar 1-3 juta." "Ada reimburse dari kampus?" "Gak ada Bu. Bayar sendiri." "Hah? Kan ini buat kepentingan profesional kan ya?" "Diitungnya pendidikan untuk pengembangan diri Bu. Bukan bagian profesionalisme." "Hah?" "Memang begitu Bu. Dari dulu juga gitu. Bahkan dulu ada TPA sama TOEFL bayar sendiri juga sebelum dihapus." "..." *** "Mbak, ini jadwal Pekerti yang deket adanya di luar kota." "Iya Bu." "Transport sama nginep saya bayar sendiri?" "Iya Bu. Memang gitu. Atau kalau enggak nunggu ada di kampus kita." "Kapan Mbak?" "Tahun depan." "..." *** "Mbak Admin, ini berkas sertifikasi saya." "Baik Bu. Sudah lengkap. Saya nanti submit waktu udah jadwalnya." "Udah jadwalnya? Gak bisa tiap waktu?" "Nggak Bu. Setahun dua kali doang. Yang kemarin udah lewat." "Terus gimana?" "Saya submit nanti sesi kedua tahun ini, enam bulan lagi." "..." *** "Bu Mutia, ini SK serdosnya sudah keluar." "Alhamdulillah, akhirnya. Memang selama itu Mbak?" "Iya Bu. Setahun biasanya." "Jadi saya langsung terima tunjangan profesi?" "Biasanya ada delay 1-2 bulan Bu." "Nunggu lagi?" "Iya Bu. Memang begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Gimana Mut Sertifikasinya?" "Alhamdulillah Prof Harjo, akhirnya THP saya di atas UMR." "Iya, mesti punya jabfung sama AA dulu, baru gitu." "Iya Pak, ordenya tahunan." "Saya dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin, saya mau apply jadi Lektor." "Udah berapa lama jadi AA Bu?" "Dua tahun seinget saya." "Nah, udah bisa berarti. Udah ada publikasi ilmiah Bu?" "Belum Mbak." "Mesti ada." "Hah? Risetnya? Biaya penelitiannya? Mencit? Reagen? Bahan Kimia?" "Wah, itu saya kurang tahu. Coba tanya senior Bu." "..." *** "Prof. Harjo, saya perlu naik jadi Lektor." "Wah mantab. Bagus Bu." "Nah tapi perlu paper buat itu." "Iya Bu. Memang gitu. Saya dulu juga gitu." "Risetnya? Biaya penelitiannya? Mencit? Reagen? Bahan Kimia? APC jurnalnya?" "Saya dulu bayar sendiri semua itu Bu." "Hah? Gak ada alternatif?" "Coba ke Lembaga Penelitian Kampus cari Hibah pemula." "..." *** "Mbak Admin Lembaga Penelitian Kampus, ada hibah buat dosen muda untuk riset pemula? Saya perlu paper." "Ada Bu. Coba dibaca-baca" "Ini memang semua syaratnya Lektor? Bahkan buat pemula?" "Iya Bu. Rata-rata perlu sudah Doktor dan sudah Lektor." "Jadi untuk jadi Lektor saya butuh dana riset, dan untuk dapat dana riset saya harus jadi Lektor?" "Iya Bu. Memang begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Prof. Harjo, saya pinjam ruangan lab basah ya selama setahun ke depan." "Dapat hibah Mut akhirnya?" "Nggak ada Prof. Untuk jadi Lektor saya butuh dana riset, dan untuk dapat dana riset saya harus jadi Lektor." "Terus gimana?" "Bayar sendiri." "Semangat Mut. Saya dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin, ini berkas saya buat Lektor." "Baik Bu, saya cek sebentar." "..." "Berkasnya lengkap Bu, saya ajukan ya." "SK Keluarnya kapan?" "Enam bulan sampai setahun Bu." "Nunggu lagi? Tetep dengan take home pay yang sama?" "Iya Bu. Memang gitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Bu Mutia, ini SK Lektornya sudah keluar." "Alhamdulillah, akhirnya. "Selamat ya Bu." "Memang selama itu Mbak?" "Iya Bu. Enam bulan sampai setahun biasanya. Memang biasanya begitu." "..." *** "Mbak Keuangan, saya mau tanya" "Gimana Bu?" "Ini kan saya baru jadi Lektor. Tunjangan jabfungnya nambah?" "Iya Bu. Pas Asisten Ahli 375 ribu, kalau Lektor 700 ribu." "Hah? 700 ribu?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu. Sejak 2007." "Udah mau dua puluh tahun lewat?" "Iya Bu." "..." *** "Bu Mutia, dipanggil ke ruangan Pak Dekan." "Ada apa ya Mbak Admin?" "Ada yang mau diobrolin katanya." "Jam berapa mbak?" "Jam 1, habis makan siang." *** "Ada apa Pak Dekan?" "Bu Mutia kan udah lama jadi dosen di sini kan ya?" "Iya Pak." "Udah Lektor juga kan ya? Tapi ijazah masih S2 ya?" "Iya Pak." "Biar karir Bu Mutia lancar, kami minta untuk Tugas Belajar S3." "Wah, kalau nggak gimana Pak? Saya lagi banyak pengeluaran. Mana utang waktu S1 belum kebayar semua." "Nanti karir Bu Mutia stuck di situ." "Oh gitu, oke Pak." *** "Mbak Admin, kalau saya mau daftar S3 di univ sini aja, syaratnya apa aja?" "Kok gak ke luar negeri aja Bu?" "Anak saya baru masuk kuliah, di jurusan sebelah, adiknya mau masuk SMA." "Wah udah gede." "Iya, saya dulu nikah muda dan punya anak cepet." "Oh gitu, saya cek dulu ya syarat-syaratnya Bu, nanti saya hubungi." *** "Bu Mutia, syaratnya ini Bu: Ijazah sama Transkrip S1 dan S2, Hasil tes TPA, Hasil tes TOEFL, sama Proposal Penelitian." "Tes TPA sama TOEFL saya udah kadaluarsa, harus tes lagi?" "Iya Bu. Oh ya, nanti juga ada tes lagi dari jurusan." "Bentar, saya ngajar di jurusan Farmasi ini udah beberapa tahun, punya beberapa paper di jurnal internasional di bidang ini juga, masih harus dites kemampuannya?" "Iya Bu, memang aturannya begitu." "..." *** "Mbak Admin, ini saya udah dapat tes TPA dan TOEFL saya, ada reimburse-nya?" "Gak ada Bu." "Hah? Kok gitu, bukannya ini saya melaksanakan tugas secara profesional? Kok jadi uang saya pribadi yang keluar?" "Memang aturannya begitu Bu." "Uang pendaftaran ke universitas juga nggak ada reimburse-nya?" "Gak ada Bu." "..." *** "Pak Dekan, saya kan udah urus pendaftaran S3 ke sini, untuk biaya UKT per semesternya gimana?" "Sekitar 15 juta per semester Bu." "Wah, saya gak kuat harus bayar segitu." "Bu Mutia cari beasiswa aja, ada LPDP atau BPI." "Bentar, ini saya kan melaksanakan tugas secara profesional kan Pak? Atas perintah Fakultas?" "Iya Bu." "Tapi saya disuruh cari pendanaan sendiri? Antara bayar sendiri atau beasiswa cari sendiri?" "Iya Bu. Memang begitu. Saya dulu juga begitu." "..." *** "Prof. Harjo, bisa jadi promotor S3 saya?" "Bisa Mut, tapi saya lagi minim funding beberapa semester ke depan. Hampir semua guru besar di fakultas kita lagi susah Bu." "Oh gitu Prof, kalau tanpa funding, gimana?" "Mutia harus biayain penelitian sendiri." "Maksudnya?" "Beli mencit, reagen, bahan kimia, sama alat-alatnya secara mandiri Bu." "Bentar, jadi selain harus bayar UKT, saya juga harus bayar penelitiannya?" "Iya Mut." "Kan ini saya bertugas secara profesional kan Prof? Ada surat dari Fakultas loh saya disuruh Tugas Belajar, kok pakai uang pribadi?" "Saya dulu juga gitu Bu. Memang begitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari LPDP." "Oh iya Mbak Admin, sudah ada pengumumannya?" "Iya Bu, ini ada suratnya. Dibuka aja Bu. LPDP itu yang rame kemarin gara-gara pada gak pulang?" "Iya mbak, cuma saya apply yang dalam negeri aja." "Kenapa Bu, kok sedih?" "Nggak keterima Mbak, padahal saya juga PNS Dosen." "Masa Bu? Maudy Ayunda sama Tasya yang artis aja bisa dapet? Terus gimana Bu?" "Ini masih nunggu BPI mbak." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari BPI." "Oh iya Mbak Admin, sudah ada pengumumannya?" "Iya Bu, ini ada suratnya. Dibuka aja Bu." "..." "Kenapa Bu, kok sedih?" "Beasiswanya dibatalin Bu. Kena efisiensi. Jadi buat guru doang." "Waduh. Tapi itu beasiswa bermasalah dari dulu Bu. Suka telat sama nunggak." "Hah iya?" "Iya. Kemarin juga macet. Servernya kena hack." "Sebenernya masih bisa diusahain sih kalau itu mbak. Tapi ya itu, dibatalin." "Jadi Bu Mutia gimana akhirnya?" "Terpaksa bayar UKT pakai uang pribadi." "..." *** "Mbak Keuangan Fakultas, ini kok gaji saya tinggal gaji pokok PNS doang? Ini gaji pokoknya mana di bawah UMK pula." "Bentar saya cek ya Bu Mutia." "Tolong ya mbak, itu semua tunjangan sama serdos jadi ilang semua, saya lagi perlu biayain anak-anak saya." "Bu Mutia mulai tugas belajar semester ini?" "Iya Mbak." "Oh pantes, memang gitu aturannya Bu, selama tugas belajar yang diberikan hanya gaji pokok PNS." "Hah, kok gitu? Saya kan mengerjakan tugas ini atas perintah Fakultas?" "Memang aturannya begitu Bu." "..." *** "Prof. Harjo, tugas belajar ini emang semua tunjangan ilang?" "Iya Mut, dari dulu juga gitu. Saya dulu juga gitu." "Gak ada yang protes?" "Kapan hari ada yang gugat ke MK, katanya kan mereka ngerjain tugas profesional, terus ditolak." "Hah ditolak? Kan emang profesional? Saya ada surat tugas. Ini atas perintah Fakultas?" "Iya, katanya bukan bagian dari tugas keprofesionalan dosen. Mantan rektor kampus gede yang jadi saksi ahli." "Lah terus riset, nulis paper, sama ngisi BKD itu apa? Saya tugas gak tugas kerjaannya sama, bayarannya beda." "Ya MK bilang aturannya memang begitu." "..."
Indonesia
13
28
144
9.1K
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
Mungkin anda semua mudah lupa, tapi saya ingatkan lagi: Kerusakan pendidikan yang diakibatkan program merdeka belajar jauh lebih besar dampaknya dari sekedar korupsi Chromebook. Tapi melalui Korupsi Chromebook, kita mendapatkan panorama bagaimana jaringan ini bekerja, bagaimana yayasan (yang pernah terlarang disebutkan namanya) ini membagi peran dalam platform, kurikulum, dan menjadikan guru sebagai garda terdepan agen siar kebijakan merdeka belajar. Eksploitasi guru yang dilakukan era Nadiem, diseleksi, dikumpulkan, dilatih di Jakarta untuk membela kebijakan pendidikan yang memenuhi Tiktok dan instagram telah menghancurkan watak guru sehingga profesi guru berada pada titik terendahnya: melanggar etika, menjadikan kelas sebagai ruang konten publik, anak sebagai figura dan meninggalkan tugas utama mereka untuk mengajar. Kejahatan ini jauh lebih berbahaya, karena mengadu domba guru, membuat kasta baru GKK, dan memisahkan; sehingga guru-guru yang jelas akan kehilangan sertifikasi guru sebab pasal-pasal tunjangan guru hilang, secara paradoks mendukung orang yang akan menghapusnya. Ini adalah bentuk alienasi paling sempurna yang dialami profesi guru. Aktor-jaringan ini, tidak punya kendala moral untuk kembali menggunakan guru sebagai pion pembela mereka dan mengeksploitasi guru menjadi penambang data anak. Jika anda pikir itu hanya persoalan guru, saya perlu membawa berita buruk: para guru ini adalah guru yang mungkin akan mengajar anak-anak anda semua, yang sampai hari ini anak-anak kita mengalami masalah literasi dan numerasi dasar yang sangat parah dan sulit diobati. Jika seandainya dosa tersebut bisa dikonversi menjadi pidana, tuntutan jaksa untuk korupsi Chromebook hanyalah bagian kecil dari buku hitam merdeka belajar. Jika anda berfikir mengungkap kembali kerusakan pendidikan oleh Nadiem Makarim adalah hal yang harus dibedakan dari kasus Korupsi Chromebook, anda salah besar, sebab korupsi Chromebook bagian dari besarnya kerusakan pendidikan era Merdeka Belajar, yang mungkin tidak bisa semuanya diadili dalam peradilan kita.
Indonesia
57
858
1.8K
74.2K
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
💚 guys serius deh mau nanya, kalo sebuah negara bubar secara harfiah tuh nasib rakyatnya bakal gimana sih dan apa yg bakal terjadi? adakah yang bisa kasih penjelasan gampangnya. This is a serious question btw😓🙏🏻
Indonesia
217
448
13K
620.4K
ayamgoyenggg
ayamgoyenggg@aldysudrajatt·
@tanyakanrl Aneh ya org2 di X ini berlomba2 ingin negara nya segera hancur mau jadi kaya irak? libya ? afghanistan? Siapa yg mau nerima org2 kaya kita ni di luar sana yg ada malah kita jadi budak promax aneh betull berebut pengen jadi pengkhianat bangsa 🗿
Indonesia
17
1
29
20.9K
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
SIKAP SAYA!!! Yang tidak setuju kita tetap berkawan kok santuy aja wak. Saya tidak bersuara untuk membela Nadiem karena bagi saya, selain dugaan korupsi, perannya dalam merusak sistem pendidikan Indonesia sudah jelas. Sejak era kepemimpinannya, mutu pendidikan nasional terlihat suram dan tidak terarah. Mungkin tuntutan 18 tahun terlihat besar, tapi jika dibandingkan dengan dampak kerusakan yang ditimbulkan, itu masih belum sebanding. Seharusnya tuntutannya 30 tahun atau bahkan seumur hidup. Hukuman apa yang pantas bagi seseorang yang telah merusak masa depan pendidikan bangsa? Bagi saya, jawabannya adalah hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Soal korupsi mungkin masih bisa diperdebatkan, tapi soal perusakan pendidikan, ini bukan opini, ini fakta.
Sumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
160
63
248
21.1K
Risvan A. Mukomuko
Risvan A. Mukomuko@MukomukoRa·
@SeekHustle Iya, mereka memiliki niat jahat sama Nadiem Makarim. Goodbye keadilan di Indonesia.
Indonesia
0
0
0
31
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustle·
Jahat banget cok!! 😠 Kalau semua yg diomongin nadiem ini bener, dahlah hopeless banget sama penegak hukum di negara kita capt. Antara inkompeten atau emang ada niat jahat. Kenapa gue bilang gitu? Coba lo tonton video ini sampe kelar. Lo bakal merasa apa yg disampaikan nadiem itu semua logis dan seluruh tuntutan jaksa jadi ga berdasar. Lo inget ga suami dewi Sandra, Harvey Moeis? Berapa potensi kerugian negaranya? Berapa tahun dia dituntut jaksa? Berapa banyak denda yg harus dia bayar?? Jauh banget dari tuntutan ini capt! At least, Gue gatau nadiem ini kesalahannya seberapa besar, tapi dengan tuntutan setidak masuk akal itu gue rasa ini sangat ga adil. Semoga ada keadilan di negeri tercinta kita ini.
Kapten Haddock@SeekHustle

Kalian ada yg paham kasus chromebook ini ga capt? Kalau paham tolong enlighten me dong. Gue masih pelajari apa yg terjadi dengan kasus chromebook ini. Cuma, tuntutan 18th penjara dan denda+ganti rugi hampir 5T menurut gue sangat2 berlebihan. Dari kasus ini, semoga kalian paham ya. Kalau kalian bukan siapa2, ga punya dekengan politik, better jangan deket2 dgn proyek pemerintah. Banyak calon nadiem2 yg baru dari proyek yg jelas2 korup. So, stay aware guys!

Indonesia
642
11.4K
28.2K
1.5M
Risvan A. Mukomuko
Risvan A. Mukomuko@MukomukoRa·
@Jelli_cent @JSuryoP1 Kalau ingin nampak berprestasi di depan Presiden bukan begini caranya. MBG memang butuh dana banyak tapi tidak jugalah meninggalkan azas keadilan dalam menuntut. Ingat kezaliman akan berbalik pada orang yang berbuat zalim, lihat Fir'aun, Hitler dll.
Indonesia
0
0
0
72
Jeni_Ly again
Jeni_Ly again@Jelli_cent·
Gilaaaa!!! Tuntutan thd Nadiem Makarim adl *Penjara: 18 Tahun *Denda : 1 Milyar (190 hari) *Uang Pengganti 809 Miliar + 4 T (9th) Pdhl di setiap persidangan dakwaan thd Nadiem terbantahkan.😓 Tetap kuat Nadiem 💪🏻 Masih ada proses selanjutnya. Smoga Majelis hakim memegang asas keadilan & berpikir sangat jernih dlm memutuskan kasus ini. Berani memegang prinsip beyond a reasonable doubt. Amin 🙏🏻
Indonesia
1.2K
6.4K
25.8K
4.8M
Risvan A. Mukomuko
Risvan A. Mukomuko@MukomukoRa·
@jilulisme @sutrisnoam Poin 1, 3, 4 itu Indonesia banget. Sejak dulu begitu. Ada pameo yg akrab di telinga: Kalau bisa susah mengapa harus dipermudah. Poin no 2 itu baru, mungkin kita butuh banyak duit untuk MBG.
Indonesia
0
1
3
592
Ahmad Jilul Q. Farid 🇵🇸
Waduh, investor mulai berani teriak! Sedang beredar surat terbuka dari Kamar Dagang Tiongkok (CCC Indonesia) langsung buat Presiden. Isinya benar-benar tamparan keras buat wajah birokrasi kita! Bayangin aja, mereka terang2an bongkar borok yg dihadepin investor/pengusaha di lapangan: 1. Pungli & Pemerasan: Mereka mengeluhkan adanya praktik korupsi dan pemerasan oleh oknum berwenang yang sudah sangat mengganggu operasi bisnis. 2. Ada denda kehutanan "rekor" sebesar US$180 juta yang dijatuhkan secara sepihak dan dianggap berlebihan. 3. Kebijakan nikel berubah-ubah mendadak sampai bikin biaya produksi melonjak 200% 4. Birokrasi korup. ada masalah, saluran resmi macet, tapi kalau lewat perantara dan pake pelicin baru masalah bisa beres. Gimana mau ekonomi tumbuh 8% kalau investor aja merasa dirampok dan ga ada kepastian hukum?. Nasib jutaan pekerja sekarang di ujung tanduk karena ketidakmampuan pemerintah menjaga iklim usaha yang bersih. Mana ini Bowo katanya mau sikat korupsi, jangan sampai Indonesia dicap sebagai sarang pungli internasional surat terbuka dari CCCI bisa dibaca selengkapnya di: drive.google.com/file/d/1Gi5Af3…
Ahmad Jilul Q. Farid 🇵🇸 tweet media
Indonesia
589
12.9K
32.9K
1.9M
DANA.id
DANA.id@danawallet·
Ada HADIAH SALDO DANA! Caranya tinggal ikutan & jawab kuis #SoreHore kali ini! Share ke IG Story ya dan tag 3 teman karena likes terbanyak yang akan jadi pemenangnya. Periodenya dari 12-17 Mei & pemenang akan diumumin pada 21 Mei di IG Story @dana.id
DANA.id tweet mediaDANA.id tweet media
Indonesia
315
13
286
3.9K
Anak ogi
Anak ogi@Anak__Ogi·
Ngeri po, belum selesai dgn pak JK, termul kembali motong video unk memfitnah Sri Sultan demi angkat nama Jokowi. Sama seperti pak JK yg begitu baik tp difitnah sebaliknya, Sri Sultan juga begitu baik difitnah sombong, angkuh, kementhus dll. Video termul. Faktanya.
Indonesia
100
453
1.1K
86.9K
Risvan A. Mukomuko
Risvan A. Mukomuko@MukomukoRa·
@geloraco Nah apa saya bilang, ada aksi maka ada reaksi. Ada pembenci ada pencinta. Mungkin pak Amin merasa dukungan kebenciannya lebih banyak dari dukungan orang yang mencintai Teddy &Prabowo.
Indonesia
1
0
0
1.1K
NO CONTEXT HUMANS
NO CONTEXT HUMANS@HumansNoContext·
Priest slaps baby for crying during baptism
English
135
47
641
92.7K
Risvan A. Mukomuko retweetledi
Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen@na_dirs·
Allah Belum Selesai Menulis Ceritamu Jadi gini… “Kalau aja dulu saya diterima di situ, mungkin hidup saya udah hancur sekarang.” Pernah nggak sih kamu mikir gitu? Dulu kamu nangis karena ditolak, dipecat, ditinggal, atau gagal total. Eh pas dilihat lagi, justru itu yang nyelamatin kamu. Yang kamu kira mimpi buruk, ternyata malah jadi penyelamat diam-diam. Pertemuan kecil yang kamu anggap biasa aja, bisa-bisa ubah seluruh arah hidup kamu. Hidup emang nggak sesederhana “berhasil” atau “gagal” di satu titik doang. Dalam Islam, hidup itu bukan foto statis. Ini film panjang yang terus muter. Al-Qur’an berulang kali bilang: jangan buru-buru judge kejadian. Lihat Nabi Yusuf. Dibuang ke sumur? Tamat riwayat. Dijual budak? Masa depan gelap. Dipenjara? Kelar sudah. Tapi sumur itu justru tangga naik. Penjara itu malah pintu menuju kekuasaan. Satu episode nggak pernah jadi ending cerita. Gimana dengan kamu? Apa sumur versi kamu yang bikin kamu merasa dibuang? Yang bikin orang depresi itu bukan susahnya. Tapi karena dia kira susah itu ada di seluruh hidupnya. Padahal hidup masih gerak terus. Hari ini kamu diremehin? Bisa aja besok orang-orang yang dulu ngomong “dia nggak akan jadi apa-apa” justru antri minta nasihat sama kamu. Hari ini kamu dipecat? Bisa jadi paksaan buat nemuin potensi yang selama ini kamu kubur. Hari ini patah hati parah? Nanti kamu ketawa sendiri inget betapa “duniamu runtuh” cuma karena orang yang ternyata nggak seharusnya kamu pertahankan. Dulu kamu buat keputusan salah dalam hidup kamu sampai orang lain ikut susah? Iya, tapi bukan berarti otomatis kamu selamanya jadi orang jahat. Kamu masih bisa kok memperbaikinya. Imam Al-Ghazali bilang, manusia sering ketipu sama pandangan sesaat. Seolah ya guys…Kita lihat hidup cuma dari lubang kunci, lalu langsung ngomong “game over”. Padahal waktu itu guru terbaik. Jadi jangan terlalu sombong pas lagi di atas. Jangan juga hancur lebur pas lagi di bawah. Cerita kamu belum tamat. Banyak hal yang baru kamu pahami bertahun-tahun kemudian. Dan sering kali, yang kamu sebut “kehancuran” dulu, ternyata cuma pintu masuk ke versi kamu yang jauh lebih baik. Santai aja. Allah masih nulis lanjutan ceritanya… Tabik, Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen tweet media
Indonesia
40
486
1.6K
46.9K
Risvan A. Mukomuko
Risvan A. Mukomuko@MukomukoRa·
@CakD3pp Ini benar sekali. Negara tidak membantu orang memiliki usaha. Dari nol mereka membangun usahanya. Udah menghasilkan sedikit langsung dipalakin, eh dipajakin.
Indonesia
0
0
0
60
𝐂𝐚𝐤 𝐃𝐞𝐞𝐩🚴‍♂️
Anda benar pak, kita pikir2 orang kayak kita ini bayar pajak kendaraan, pajak PBB, pajak bila makan di resto, pajak cukai rokok, masak masih kurang? kemudian uang dibuat bancaan, lak jancokan kan iku. Andi F. Noya menyuarakan isi hatinya. Ia marah dengan Pemerintah. Sebab, pemerintah tidak mencarikan pekerjaan untuknya, namun ketika sudah dapat kerja, tiba-tiba pajaknya begitu besar. Dan, apesnya lagi, pajak dari keringat rakyat ini banyak yang dikorupsi.
𝐂𝐚𝐤 𝐃𝐞𝐞𝐩🚴‍♂️ tweet media
Indonesia
254
7.3K
18.7K
680.2K