R_Setiawan

7.5K posts

R_Setiawan banner
R_Setiawan

R_Setiawan

@RonaldSet9

Technology enthusiast, black coffee addicted. The camera SonyAlpha a6400 The PC AMD Ryzen 5900x

+62511 Katılım Kasım 2009
444 Takip Edilen106 Takipçiler
R_Setiawan
R_Setiawan@RonaldSet9·
@LambeSahamjja Perlu dikaji pembatasan usia maksimal seorang presiden...65 tahun batas atasnya, karena kalau udah lewat dari itu, pola pikirnya tumpul dan tidak taktis lagi, apalagi orang yang gak pernah hidup susah...
Indonesia
0
0
2
210
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri. Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas. Bukan slip of the tongue. Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan: Mau dolar berapa ribu kek kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar. Yang pusing yang suka ke luar negeri. Ini bukan candaan. Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya. Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini. Dan apa yang terjadi setelahnya. Zimbabwe ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat: Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat. Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir. Hasilnya? Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7 sextillion persen per tahun di 2008. Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti. Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam. Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam. Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi. Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali. Venezuela ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs: Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil. Yang penting ada subsidi. Yang penting ada program sosial. Hasilnya? Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018. Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi. Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya. Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung. Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun. Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan: Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar. Tapi benarkah demikian? Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat. Harganya ditentukan dalam dolar. Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik. Harga tempe naik. Harga tahu naik. Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka. Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor. Harganya dalam dolar. Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor. Harganya dalam dolar. Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India. Harganya? Dalam dolar. Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik. Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar. Dan inilah yang paling miris: Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat. Padahal kepercayaan itulah yang membuat rupiah bisa stabil. Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk. Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita. Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar? Sinyal apa yang dikirim ke investor asing? Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah? Bandingkan dengan pemimpin yang serius: Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya. Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan. Hasilnya? Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar. Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah. Bukan karena Singapura kaya alam. Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya. Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin. Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah. Rakyat desa tidak pegang dolar. Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar. Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar. Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar. Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya. Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli. Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya. Semoga kita tidak sampai di sana. Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
839
16.6K
27.6K
968.9K
R_Setiawan
R_Setiawan@RonaldSet9·
@LambeSahamjja Presiden dan pembantu²nya sepaham gak dengan Pak Ferry? Kayaknya dianggap angin lalu aja...
Indonesia
1
0
0
793
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Ferry Latuhihin baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling jujur dan paling tidak takut konsekuensi dari semua kritik yang beredar soal pemerintahan Prabowo sekarang. Dan dia mulai dengan satu angka yang langsung bikin gue terdiam. 108 wakil menteri. Lebih gila dari zaman Soekarno: Soekarno terkenal dengan kabinet gemuknya 100 menteri. Itu sudah dicatat sejarah sebagai salah satu pemborosan birokrasi terbesar Indonesia. Prabowo melampauinya. 108 wakil menteri saja belum termasuk menterinya. Ferry bilang dengan sangat datar: "Birokrasi, Bos. Wakil menteri itu 108 loh. You can imagine ini kabinet yang lebih gila dari zaman Soekarno." Dan ini bukan soal gaya atau estetika pemerintahan. Ini soal uang. Setiap wakil menteri punya gaji, tunjangan, staf, kendaraan dinas, protokol, dan anggaran operasional. Dikali 108 angkanya tidak kecil. Dan semua itu dibayar dari pajak rakyat yang sama yang katanya sedang dihemat untuk efisiensi. Soal Purbaya Ferry akui ada yang menarik, tapi ada yang lebih penting: Ferry tidak membabi buta mengkritik Purbaya. Dia mengakui keberanian Purbaya berani head to head dengan Luhut, berani buka Pandora Box soal mafia-mafia yang selama ini nyaman, berani mengakui ada kebocoran di sistem restitusi pajak. Tapi Ferry memisahkan dengan sangat tajam antara administrasi dan kebijakan. Memindahkan Rp200 triliun dari BI ke Himbara? Itu administrasi. Bukan fiscal policy. Dan hasilnya pun menunjukkan itu: undisbursed loan di perbankan sekarang sudah hampir Rp3.000 triliun. Bank sudah punya likuiditas berlimpah tapi kredit growth tetap jatuh dari double digit ke 7%. Debitur tidak mau ambil kredit bukan karena tidak ada uang di bank tapi karena economic outlook-nya tidak meyakinkan. Bisnis tidak ekspansi di tengah ketidakpastian. Jadi pertanyaan Ferry sangat sederhana dan sangat keras: kebijakan apa yang Purbaya tawarkan untuk membalikkan tren ekonomi yang sedang turun ini? Solusi Ferry dan ini yang paling provokatif: Ferry tidak hanya mengkritik. D ia kasih resep yang sangat berlawanan dengan narasi pemerintah sekarang. Turunkan pajak. Semua pajak. PPN dari 11% ke 10%, idealnya ke 5%. Corporate tax diturunkan. PPh diturunkan. Biarkan uang itu tetap di tangan rakyat dan swasta bukan masuk ke kas negara yang menurut Ferry makin besar penerimaannya makin ngawur spendingnya. Logikanya: semakin besar uang yang dikuasai pemerintah semakin besar ruang untuk misallocation of resources. Hambalang. BLBI. IKN. IKTP. Semua terjadi bukan karena kekurangan uang tapi karena uang yang terlalu banyak di tangan yang salah. "The more money the government get, itu makin kacau ekonomi kita." Dan kalau penerimaan pajak turun spending harus dikecilkan juga. Tidak ada jalan lain. Defisit harus dijaga. Negosiasi dengan kreditur kalau perlu. Tapi cara membangun negeri ini harus berubah secara radikal dari government-driven menjadi private sector-driven. Karena yang menciptakan lapangan kerja adalah bisnis. Bukan pemerintah. Dan kalau bisnis punya ruang lebih besar untuk bergerak mereka yang akan menggerakkan ekonomi, bukan program pemerintah yang penuh kebocoran. MBG salah dari awal, salah dalam desain: Ferry tidak malu-malu: Terus terang saja saya tidak setuju dengan program-program ultra populis macam MBG dan Koperasi Merah Putih. Ini sudah salah dari awal." Bukan karena niatnya buruk. Tapi karena desainnya tidak masuk akal secara data. Berdasarkan data statistik hanya 7,1% atau sekitar 20 juta orang yang benar-benar dalam kondisi urgen membutuhkan perbaikan gizi. Dari 20 juta itu, mungkin 10 juta adalah anak-anak. Tapi program MBG dirancang untuk menyuapi 83 juta orang dengan anggaran Rp328 triliun. Pertanyaan Ferry: " Kenapa yang harus disuapin 83 juta orang? Kalau memang mau fokus gizi kenapa tidak targetkan 20 juta yang benar-benar butuh, di daerah tertinggal, dengan sistem kupon yang jauh lebih efisien? Paling mahal 5 triliun." Dan kemudian muncul kabar ada 11 yayasan yang ikut di dalam ekosistem MBG. Ferry langsung tanya: Purbaya berani tidak mengcounter ini? Kalau berani saya cium tangannya." Kabinet 108 wakil menteri yang lebih gemuk dari Soekarno. Program gizi yang menyuapi 83 juta orang padahal yang darurat hanya 20 juta. Anggaran Rp328 triliun untuk program yang tidak menyentuh akar masalah. Dan tidak ada satu kebijakan fiskal yang benar-benar radikal untuk membalikkan tren ekonomi yang sedang turun. Ferry tidak bilang Purbaya jahat. Dia bilang Purbaya belum cukup. Dan selama kebijakan yang diambil masih bersifat kosmetik terapi kejut administrasi tanpa perombakan struktural yang nyata angka 8% growth yang terus digembar-gemborkan akan tetap menjadi angka yang indah di slide presentasi, bukan kenyataan yang dirasakan di dompet rakyat.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
124
985
2.2K
115.1K
Mizuko
Mizuko@its_mizuko_·
Only geniuses get this right on the first try What’s your answer?
Mizuko tweet media
English
6.4K
182
909
191.9K
Simi🦋🇺🇸
Simi🦋🇺🇸@Simi_2210_·
99.9% get this wrong because they forget basic order of operations. What’s "a"?
Simi🦋🇺🇸 tweet media
English
23.3K
559
5K
4.5M
Kiyan Abhinaya Azkalif | Si Paling Wibu dan Math
Kenapa kita nggak boleh percaya sama rata-rata(mean) begitu saja? Cerita 1 : 👱‍♂️ : Lapor, ada 10 siswa rata-ratanya 70. 🧔‍♂️ : Mayoritasnya berarti pada 70 ya? 👱‍♂️ : Nggak, sebenarnya 4 orang dapat 100. 🧔‍♂️ : Kok bisa gitu... Sisanya? 👱‍♂️ : 50 doang... 🧔‍♂️ : (termenung) Cerita 2 : 👱‍♂️ : Pak lapor, di daerah X kepala keluarga punya penghasilam rata-rata 10 juta. 🧔‍♂️ : Dari berapa keluarga itu? 👱‍♂️ : 1000 kepala keluarga 🧔‍♂️ : Wah, daerah itu berarti pada makmur ya... 👱‍♂️ : Sebenarnya... data tersebut ada 10 kepala keluarga konglomerat, sisanya 990 kepala keluarga yang gajinya 1.000.000 🧔‍♂️ : (termenung) Cerita 3 : 👱‍♂️ : Pak, kebetulan keuntungan ayam geprek mencapai 400.000/hari dalam seminggu. 🧔‍♂️ : Oke, besok jualan nasi goreng ya... 👱‍♂️: Eh bentar, tapi bapak perlu liat data perhari ini... 🧔‍♂️: Eh buat apa, 400.000/hari itu gede lho 👱‍♂️: Tapi, tergantung hari juga sih... senin-jum'at memang pada untung mayoritasnya di 500.000 terutama hari jum'at bisa 1,8 juta sih... tapi sabtu minggu ada rugi dan ruginya 500.000. 🧔‍♂️: Wah itu masalah dong kalau sampai rugi banget di sabtu/minggu.
Indonesia
90
960
5.3K
172.9K
R_Setiawan retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47K
102.2K
11.1M
R_Setiawan
R_Setiawan@RonaldSet9·
@herrysw Sepertinya, masalah/hambatannya ada di port USB pada semua ponsel menengah, yaitu USB tipe 2.0 yang kecepatan transfer datanya sangat rendah; semua ponsel kelas menengah masih USB tipe 2.0; berbeda dengan ponsel kelas flagship, sudah USB 3.0 atau 3.2.
Indonesia
0
0
0
425
Herry SW
Herry SW@herrysw·
Ponsel milik ortu tiba-tiba bermasalah. Sebelum membawanya ke pusat perbaikan resmi, data saya pindahkan ke laptop dulu. Saya kaget saat melihat estimasi waktunya: 23 jam. Wah, jauh lebih lama daripada ketika saya pindahan ponsel. Ortu memang gemar sekali menyimpan foto dan video yang masuk ke WhatsApp. Saya yakin hal serupa dilakukan banyak ortu lain.
Herry SW tweet media
Indonesia
99
125
2.1K
352.3K
Thermobolic
Thermobolic@Thermobolic·
For big forearms my main exercise is cable wrist curls / reverse curl supersets. Here's how it works: You put the straight bar on the cable. Lower it all the way to the bottom. Heavy weight. I use the full stack. Deadlift it up and stand with it pulling down and slightly away from your body. Wrist curl it towards your body and away as many times as possible / until failure. Change the weight and follow that up with an immediate set of reverse curls using the same bar. 10-15 reps. 3 sets, 2x / week. I also like cable rope curls instead of dumbell hammer curls for forearms.
Thermobolic tweet media
AntiDoc@AntiDoc

I’m gonna start training my forearms like they’re my chest. Any tips appreciated.

English
36
86
2.1K
353.1K
R_Setiawan
R_Setiawan@RonaldSet9·
@desmondwira Usia pak Warren Buffet ini kan udah 90-an tahun ya...? Kira² masih bisa melihat saat saham Google dia cuan gak itu?🤔
Indonesia
1
0
0
498
Desmond Wira
Desmond Wira@desmondwira·
Warren Buffett (Berkshire Hathaway) membeli saham Google $GOOGL senilai $4,3 Miliar sejumlah 17,8 juta lembar saham Ngeliat chart Google udah meroket banget. Ada isu AI bubble. Sudah 27 tahun sejak Google berdiri baru dibeli sahamnya. PER sekitar 25-27 kali. Apa ngga kemahalan tuh? Teori margin of safety nya gimana? Mirip waktu Buffett beli saham Apple $AAPL dulu, sangat ketinggalan dan kemahalan, tapi nyatanya ya tetap cuan besar. Apa kali ini bisa cuan besar lagi? Kita lihat saja hasilnya beberapa tahun ke depan
Desmond Wira tweet media
Indonesia
8
15
116
13.3K
Mat Oxley
Mat Oxley@matoxley·
Yamaha filled the last four positions. Probably a bit of history there (for factory spec bikes) but this guy never stops smiling. He probably checked his banking app to cheer himself up 😎😎😅😅
Mat Oxley tweet media
English
50
68
1.4K
68.2K
R_Setiawan retweetledi
GrowAIHub
GrowAIHub@GrowAIHub·
Peaky Blinders, Stranger Things, Money Heist, The Queen’s Gambit, and Narcos are Netflix shows that need no introduction. Here are 18 hidden Netflix gems to watch this weekend you might not know about...🔖
GrowAIHub tweet media
English
48
122
1.1K
387.1K
R_Setiawan
R_Setiawan@RonaldSet9·
@somexthread #akalbulusTelkomsel Saat ini, pengguna kartu HALO dengan harga paket dibawah 250k, hanya pelanggan biasa yang akan mendapat kualitas jaringan yang sengaja dipersulit aksesnya menuju aplikasi yang disebutkan pada paket diatas. Memalukan Telkomsel.
Indonesia
1
0
0
67
R_Setiawan
R_Setiawan@RonaldSet9·
@somexthread Jaringan Prioritas pada kartu HALO, dimulai harga paket dari Rp 250,000. (belum termasuk pajak). Kita bisa memilih prioritas jaringan yang akan diutamakan untuk apa: medsos, gaming, streaming video, dll.
Indonesia
3
0
0
62
R_Setiawan
R_Setiawan@RonaldSet9·
@somexthread Ini sepertinya akal-akalan dari Telkomsel untuk menyedot lebih banyak uang dari pelanggannya; karena jika hape kita gunakan utk tethering (mobile hotspot) ke laptop, atau aplikasi diluar paket jaringan prioritas maka internetnya cukup baik, sesuatu hal yang aneh menurut saya.
Indonesia
0
0
0
81
R_Setiawan
R_Setiawan@RonaldSet9·
@somexthread Jadi, meskipun pengguna kartu HALO, tapi jika paket langganannya dibawah 250k, maka akan sangat terasa sekali kualitas internetnya yang buruk. Saya sudah mengalaminya: untuk aplikasi medsos (X, IG, facebook), toko e-commerce; aplikasi tersebut sangat susah utk diakses dgn lancar.
Indonesia
0
0
0
26
Grok
Grok@grok·
Tidak terpatahkan, bro. Megawati memang pulang ke Indonesia dulu untuk dekat dengan keluarga & ibunya pasca tinggalkan Red Sparks. Setelah menikah, ia ambil kesempatan baru di Turki untuk karir. Turki lebih jauh secara jarak, tapi mungkin jadwal liga lebih fleksibel. Semangat Mega! 🏐
Indonesia
2
1
72
21.2K
Volleytrails
Volleytrails@volleytrails·
🇮🇩 Indonesia’s volleyball star Megawati has officially joined 🇹🇷 Turkish club Manisa BBK, who were recently promoted to Türkiye’s 2nd tier — Kadınlar Voleybol 1. Ligi! #volleyball
Volleytrails tweet media
English
292
2.6K
28.9K
2.4M