Papa OslO

2.9K posts

Papa OslO banner
Papa OslO

Papa OslO

@SaintAdii

Orang aneh yang memiliki hobby foto-foto transportasi massal yang menurut orang-orang itu hobby aneh. ✈️ Aviation Geek 🚌 Bismania 🚄 Railfans

Palembang, Indonesia Katılım Nisan 2013
263 Takip Edilen1.2K Takipçiler
Papa OslO retweetledi
フライデンレイフ 🎬
tahun ini harus kekumpul 100 juta pertama, gimanapun caranya asal halal tolong izinkanlah aku yaAllah.
Indonesia
66
535
3K
134.9K
Papa OslO retweetledi
Troll Football Media
Troll Football Media@TrollFootball2·
Look how fuming this Arsenal grandpa was after Dembélé equalised 😭
English
1.4K
8.6K
28.3K
2.2M
Papa OslO retweetledi
Яizal do
Яizal do@afrkml·
Salah satu masa ketika orang berduit gabisa pake duitnya utk membeli ini itu di rumah sakit adalah saat COVID-19 Bener2 pemandangan duit udh ga ada harganya ya era pandemi. Mau setajir apa pun, lu ga bisa membeli kamar ranap atau ruang ICU klo kamar tsb penuh. dan itu ngeri :(
Mbak kun@empty__core

Indonesia
21
136
856
29K
Papa OslO
Papa OslO@SaintAdii·
@kukuhya Pakai yang merek goto yang masih type charge micro usb, punya saya udh hampir 3 tahun masih awet
Indonesia
0
0
0
22
Kukuh Adi D.
Kukuh Adi D.@kukuhya·
Bolak balik beli sedotan galon gini, dari yang murah sampe mahal, beda beda bentuk. Tetep aja cepet rusaknya wkwk. Atau ada cara biar ginian awet gak sih? 😅😅😅
Kukuh Adi D. tweet media
Indonesia
551
25
510
264K
Papa OslO retweetledi
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto@prabowo·
14. Anggaran perjalanan dinas: Rp. 20 T per tahun. Ini pemborosan. Harus dicoret. Jika saya presiden, tidak boleh pejabat RI plesiran ke LN.
Indonesia
4.8K
36.9K
44.2K
0
Bagas Ardy
Bagas Ardy@bagasardys·
Bang redline jangan dikasi kreta ini dong pas jam sibuk, bikin telat ngantor orang banyak bgt. sangking gabisa nutup pintu kretaaaa perkara sensor 😞😞😞 @CommuterLine
Indonesia
60
110
500
297.9K
Komunitas Sahabat Kereta
Komunitas Sahabat Kereta@sahabat_kereta·
Keluh kesah KRL CLI 225 Red Line : jangan dikasih dilintas ini jam sibuk bikin telat Blue Line : jangan dikasih dilintas ini ganggu kereta antarkota Green Line : jangan dikasih lintas ini, Listriknya gak kuat Kemudian ditaruh ke Pink Line (Tanjung Priok) seperti KRL KfW🙈😁 *M4
Bagas Ardy@bagasardys

Bang redline jangan dikasi kreta ini dong pas jam sibuk, bikin telat ngantor orang banyak bgt. sangking gabisa nutup pintu kretaaaa perkara sensor 😞😞😞 @CommuterLine

Indonesia
32
63
339
46K
Papa OslO retweetledi
°❀⋆. shunda ˃ᴗ˂ ᰔ
°❀⋆. shunda ˃ᴗ˂ ᰔ@madebyshunda·
“Diam berarti consent” kalimat yang diketik oleh pelaku KS FH UI. di dalam chat tersebut, pelaku membawa UU Nomor 30 Tahun 2014, itu UU Administrasi. terus dia juga bilang, “kalau gugatan nggak dijawab, dianggap diterima.” terus akhirnya jadi banyak pertanyaan di publik , “emang iya, ya?” tentu aja itu argumen keliru dan berbahaya sih. karena pelaku mencampuradukkan konteks administrasi sama persoalan relasi interpersonal. “diam berarti setuju” itu nggak berlaku dalam konteks kekerasan seksual. terus rujukan pake uu administrasi juga gak relevan bejir. intinya, semua konteks hukum di chat itu malah ditwist dan dijadiin jokes seksual. pelaku jelas menggunaan analogi yang salah kaprah sampe org org di publik menanyakan kebenaran soal analogi hukum tsb. dia juga menyalahgunakan istilah hukum buat ngasih kesan legitimasi. malu ah😭🙏🏻
Indonesia
7
1K
3.6K
90.2K
Papa OslO retweetledi
Iim Fahima Jachja
Iim Fahima Jachja@iimfahima·
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu” Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang. Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.” TIDAK. Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan: Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan) Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi. Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki. “Namanya juga laki-laki.” “Cuma bercanda.” “Nanti juga ngerti sendiri.” "Boys will be boys" Tidak. Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan. Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun. Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh. Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam. Dan akan mereka ulang. Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban. Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat. Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.” Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras" Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.
Iim Fahima Jachja tweet mediaIim Fahima Jachja tweet media
Indonesia
34
6.7K
11K
215.3K
Papa OslO retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, gua punya paman sebut aja Om Rudi yang sudah menikah 15 tahun dan pernah bilang sesuatu ke gua yang waktu itu gua anggap lebay tapi sekarang gua ngerti betul maksudnya. Dia bilang Hubungan yang sehat itu bukan yang tidak pernah berantem. Tapi ketika ada masalah tidak pernah biarkan berlarut. Dan gua ingat waktu itu gua cuma manggut-manggut tidak terlalu paham. Sekarang setelah gua lihat tweet itu pesan WhatsApp sederhana dari seseorang ke pasangannya jam 20.35, ngajak selesaikan masalah sebelum tidur gua baru beneran ngerti apa yang Om Rudi maksud. Tapi gua mau kasih satu sudut pandang yang jarang dibahas soal konsep ini. Kita hidup di era di mana komunikasi dalam hubungan dikemas jadi konten yang sangat estetik dan sangat viral. Screenshot chat yang manis, pasangan yang minta maaf duluan, yang ngajak damai sebelum tidur semua itu di-repost ribuan kali dengan caption this is the standard" atau date men who communicate. Dan gua tidak bilang itu salah. Komunikasi itu memang fundamental. Tapi Om Rudi pernah kasih gua perspektif lain yang lebih jujur dan lebih tidak nyaman untuk didengar. Dia bilang ada bedanya antara pasangan yang genuinely mau menyelesaikan masalah sebelum tidur dengan pasangan yang tidak tahan ketidaknyamanan dan butuh resolusi segera bukan karena peduli sama hubungannya tapi karena tidak bisa tidur kalau ada yang mengganjal. Yang pertama itu kedewasaan emosional. Yang kedua itu kecemasan yang dibungkus dengan kata-kata yang kedengarannya romantis. Dan di Indonesia sekarang kata Om Rudi banyak hubungan yang keliatannya komunikatif di permukaan tapi sebenernya salah satu pihak selalu yang mengalah, selalu yang ngajak damai duluan, selalu yang menanggung beban emosional lebih besar supaya tidak ada konflik berkepanjangan. Bukan karena dia lebih dewasa. Tapi karena dia lebih takut kehilangan. Menyelesaikan masalah sebelum tidur itu bagus. Tapi yang perlu ditanya lebih dalam adalah siapa yang selalu jadi pihak yang ngajak duluan? Apakah masalahnya benar-benar diselesaikan atau hanya dibekukan sementara supaya malam itu bisa tidur tenang? Dan apakah kedua pihak benar-benar aman untuk jujur atau salah satunya selalu menelan sebagian kebenaran supaya suasana tidak semakin memburuk? Om Rudi bilang rahasia pernikahannya yang 15 tahun bukan karena dia dan istrinya selalu berhasil damai sebelum tidur. Ada malam-malam di mana mereka tidur dengan punggung saling membelakangi dan hati yang masih berat. Ada masalah yang butuh beberapa hari untuk benar-benar selesai karena memang kompleks dan tidak bisa dipaksa tuntas dalam satu malam. Yang membuat mereka bertahan bukan kecepatan resolusinya. Tapi kepastian bahwa apapun yang terjadi keduanya tidak akan pergi. Keduanya akan tetap ada di sana besok pagi untuk melanjutkan percakapan yang semalam belum selesai. Jadi kata om rudi date someone who communicates itu benar. Tapi lebih dari itu, cari seseorang yang komunikasinya genuine. Yang mau damai bukan karena tidak tahan ketidaknyamanan tapi karena benar-benar menghargai hubungannya lebih dari egonya.
sera.@forevermoere

dia selalu ngajak buat nyelesaiin masalah sebelum tidur

Indonesia
7
320
1K
61.3K
Papa OslO retweetledi
Papa OslO retweetledi
Papa OslO retweetledi
kale
kale@kalistohenituse·
Stop normalisasi narasi 'Kuliah gak penting, liat tuh Mark Zuckerberg atau Bill Gates DO aja sukses'. Plis lah, mereka DO dari Harvard, bukan kampus ruko. Dan mereka punya safety net (baca: privilege) yang tebal kalau gagal. Buat kaum sandwich generation atau menengah ke bawah, ijazah itu masih satu-satunya tiket realistis buat naik kelas sosial. Jangan menyesatkan orang lain dengan survivor bias.
Indonesia
99
1.5K
5.4K
128.8K
Papa OslO retweetledi
Kang Ojol | Kang Review
Kang Ojol | Kang Review@papaojol·
Cowo skincarean: “ah elah kek cewe aja repot” Cowo vasektomi: “nanti gabisa crot dong”, “nanti gabisa ngaceng dong”, “halah paling celap celup sana sini” Kadang capek emang sama kaum sendiri. Padahal menurut keyakinan gw, cowo skincarean itu ya bagian dari mencintai diri sendiri dan cowo yg mau vasektomi itu bagian dari mencintai pasangannya. Jujur gw sih gatega kalo nanti istri harus KB dan nanggung resiko jangka pendek dan panjang dari KB tersebut.
Indonesia
12
315
1.4K
27.8K
Papa OslO retweetledi
Hudya
Hudya@perogeremmer·
Ngapain sih berusaha bikin cewe nurut, just be the man. Ada kalanya nanti ketika dia kesusahan, dan lu bisa bantu. It will naturally happened. Emangnya kenapa kalo cewe mandiri? Mandiri itu bare minimum, itu yang disebut menjadi dewasa.
Tanyarlfes@tanyarlfes

💚 cewe kalo mandiri bgt, apa2 bisa sendiri, nyari duit juga bisa sendiri, kemana2 sendiri, jadi susah ngelayanin dan butuhin cowo/suami ya? gimana si cara bikin cewe kyk gini jadi mau lebih manja dan nurut?

Indonesia
14
604
1.9K
132.6K