Lentera Senja

186 posts

Lentera Senja

Lentera Senja

@SenjaS77731

Katılım Haziran 2025
61 Takip Edilen1 Takipçiler
Muhsin Labib
Muhsin Labib@muhsinlabib·
LIMA BELAS KATEGORI KEMENANGAN IRAN Mengapa banyak orang gagal memahami posisi Iran dalam perang ini? Itu karena yang dilihat hanya ledakan, kerusakan bangunan, dan jumlah rudal yang ditembakkan. Padahal kemenangan strategis ditentukan oleh tercapai atau gagalnya tujuan utama perang. Iran setidaknya memperoleh lima belas kategori kemenangan besar. Pertama, gagalnya proyek perubahan rezim di Iran. Amerika dan Israel sejak awal tidak hanya ingin menyerang fasilitas militer, tetapi ingin mengguncang sistem negara sampai runtuh dari dalam. Target itu gagal dicapai. Kedua, gagalnya Freedom Project, yakni proyek politik dan geopolitik yang bertujuan membentuk Iran baru yang tunduk kepada kepentingan Barat melalui tekanan ekonomi, perang psikologis, propaganda media, operasi intelijen, dan fragmentasi sosial. Iran tidak berubah menjadi negara yang dapat dikendalikan dari luar. Ketiga, gagalnya upaya menggerakkan kelompok-kelompok oposisi bersenjata, terutama faksi-faksi Kurdi, untuk melakukan pemberontakan besar terhadap pemerintah Iran. Skenario perang internal tidak berhasil diwujudkan. Keempat, terjadinya konsolidasi masyarakat Iran, termasuk kelompok-kelompok yang sebelumnya bersikap oposisi terhadap pemerintah. Ancaman eksternal justru memperkuat solidaritas nasional. Kelima, gagalnya Amerika menguasai dan membuka jalur strategis sepenuhnya sesuai kepentingannya di kawasan Teluk dan Selat Hormuz. Iran tetap memiliki daya tekan geopolitik yang besar terhadap jalur energi dunia. Keenam, retaknya soliditas NATO dan koalisi Barat dalam mendukung perang terhadap Iran. Banyak negara Eropa menolak keterlibatan penuh dan mempertanyakan strategi perang Amerika. Ketujuh, merosotnya popularitas Donald Trump akibat perang yang dianggap mahal, berisiko, dan tidak memberikan kemenangan cepat sebagaimana dijanjikan. Kedelapan, menguatnya tekanan politik domestik terhadap Trump, termasuk munculnya kembali dorongan impeachment dan kritik keras dari internal Amerika sendiri. Kesembilan, munculnya dukungan luas masyarakat dunia, terutama masyarakat Muslim, terhadap Iran. Sikap masyarakat berbeda dengan kalkulasi sebagian rezim di kawasan. Kesepuluh, penolakan Arab Saudi dan Kuwait untuk sepenuhnya dijadikan basis agresi langsung terhadap Iran menunjukkan kecemasan negara-negara Teluk terhadap eskalasi perang regional. Kesebelas, pecahnya kepentingan politik negeri-negeri Teluk. Konflik Iran memperlihatkan bahwa negara-negara kawasan tidak lagi sepenuhnya satu suara mengikuti agenda Amerika. Kedua belas, biaya perang yang terus membengkak bagi Amerika dan sekutunya. Semakin lama perang berlangsung, semakin besar tekanan ekonomi, energi, dan politik yang harus ditanggung Washington. Ketiga belas, gagalnya strategi ancaman maksimum dan blokade total untuk melumpuhkan Iran. Iran tetap mampu mempertahankan struktur negara, industri pertahanan, dan kemampuan militernya. Keempat belas, pukulan berat Hzblh terhadap Israel di Lebanon Selatan. Kelompok yang sebelumnya dianggap melemah ternyata masih memiliki kapasitas tempur dan daya tahan tinggi. Kelima belas, tidak berhasil dihancurkannya instalasi nuklir strategis dan pusat-pusat rudal bawah tanah Iran. Infrastruktur pertahanan Iran terbukti dibangun untuk menghadapi perang jangka panjang. Masih ada kemenangan lain yang dapat ditambahkan: bertahannya rantai logistik Iran di tengah embargo, bertahannya kemampuan produksi militernya, meningkatnya reputasi Iran di mata kelompok-kelompok anti-hegemoni dunia, hingga meningkatnya kecemasan Israel terhadap perang berkepanjangan yang menguras sumber daya dan stabilitas internalnya. Konflik ini memperlihatkan satu kenyataan penting: kekuatan besar tidak otomatis menang hanya karena memiliki teknologi dan anggaran militer terbesar. Dalam perang modern, daya tahan, konsolidasi internal, kemampuan menyerap tekanan, dan kegagalan lawan mencapai tujuan strategis justru menjadi ukuran kemenangan yang paling menentukan.
Indonesia
0
3
6
137
Lentera Senja
Lentera Senja@SenjaS77731·
@Likokei77 Batasi kontak dengan orang yg tidak respek sama ketulusan yang telah kita berikan. Karena dengan sedikit berjarak, perasaan eneg kita akan muncul terhadap orang tak tau diri itu.
Indonesia
1
0
2
299
Liko
Liko@Likokei77·
Tidak semua orang mampu memahami ketulusan. Kadang, semakin tulus seseorang membantu, semakin dianggap biasa oleh orang yang menerimanya. Ada kebaikan yang tidak dihargai, ada perhatian yang dianggap sepele, dan ada perjuangan yang tidak pernah benar-benar dilihat. Namun bukan berarti ketulusan itu sia-sia. Karena orang yang tulus memberi bukan untuk dipuji, melainkan karena memang memiliki hati yang baik. ✨ Tidak perlu kecewa berlebihan ✨ Tidak perlu memaksa orang untuk mengerti ✨ Sebab tidak semua orang memiliki hati yang mampu menghargai ketulusan Dan pada akhirnya, belajar ikhlas adalah cara terbaik agar hati tidak lelah oleh harapan terhadap manusia. 🌷
Liko tweet media
Indonesia
9
48
287
197.4K
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Yang belum paham, jadi Panama Papers itu adalah bocoran dokumen dari Mossack Fonseca, firma hukum Panama yang mengungkap bagaimana orang-orang super kaya, pejabat tinggi, konglomerat, politisi, bahkan kriminal global menyembunyikan uang dan aset di luar negeri supaya tidak gampang dilacak dan terhindar dari pajak. Kenapa bikin orang marah? Karena kita-kita nih, rakyat biasa, dipaksa taat aturan pajak, telat bayar sedikit saja langsung dapat surat teguran, denda, bahkan disita aset. Sementara orang-orang yang hartanya berlimpah ruah, gemah ripah justru bisa seenaknya menghindari pajak hingga miliaran dolar. Nilai pajak yang dihindari menurut perhitungan diperkirakan setara Rp24 triliun, dan bertambah hingga mencapai Rp36 triliun. Financial freedom nggak tuh? :D
карина ☁️💙@karinyoo

Radit itu rafathar pada jamannya, alias pas brojol udah kaya. Bapaknya KAYA BANGET. Bapake masuk panama papers jir wkwk Dia pinter manage duit YES Tp kalo dijadiin financial freedom role model? Kayaknya gak dulu.

Indonesia
55
2K
8.6K
455.2K
ferizandra
ferizandra@ferizandra·
Untung dia gak ngomong begini saat KTT ASEAN... bisa diketawa'in sama kepala-kepala negara lain... 😓 Impor bensin Indonesia diproyeksikan mencapai 59-60% dari total kebutuhan nasional pada 2025-2026... kilang pun masih mengandalkan kilang minyak di Singapura... Mimpi aja kalo Indonesia akan swasembada BBM... 😅
ferizandra tweet media
Indonesia
134
154
345
15.5K
пїѵ.
пїѵ.@scolpioX·
btw ini warga WNI kayaknya udah capek buat demo ya? soalnya dolar setinggi ini, harga naik pelan², tapi diem aja
Indonesia
598
2.9K
22.9K
659K
Lentera Senja
Lentera Senja@SenjaS77731·
@Jawnmard1 The high spirituality of Sufi followers turned the resistance against the Dutch into a kind of holy war. Interestingly, many miracles occurred, such as surviving being shot, elusive capture, and so on. Some of the followers of Imam Bonjol and Diponegoro were Sufis.
English
0
0
3
362
Fred Björn
Fred Björn@Jawnmard1·
Shaykh Yusuf al-Makassari (1626–1699), also known as Tāj al-Khalwatīyyah (Crown of the Khalwati Sufi order), was an Indonesian Sufi master who fought against the Dutch occupiers of Indonesia. He was a master in several Sufi orders and wrote about tawhid, inner purification, and living according to Islam. In Indonesia, he waged a guerrilla war in difficult terrain, using small, swift attacks on Dutch colonial positions. After his capture, he was exiled to the Cape, where as a Sufi master he played an important role in the spread of Islam in South Africa. I am currently reading a fascinating book on him that explores these dimensions of his life in detail.
Fred Björn tweet media
English
11
150
482
12.6K
Sayid Machmoed BSA
Sayid Machmoed BSA@sayid__machmoed·
Manusia yang paling tepat firasatnya ada 3 orang: Raja Mesir ketika membeli Nabi Yusuf, putri Nabi Syu’aib ketika menaksir Nabi Musa dan Abu Bakar ketika melantik Umar. ~Abdullah Ibn Mas’ud
Sayid Machmoed BSA tweet media
Indonesia
3
19
117
3.5K
Lentera Senja
Lentera Senja@SenjaS77731·
@muhsinlabib Kalau mau jujur, - Konsistensi. Ini yang sulit dilakukan oleh mereka yang condong berpenghasilan menjadi buzzer atau influencer yang "tdk terlalu memihak" untuk bisa main hipokrit pdhl aslinya paham. Cuan oriented itu salah satunya gak mau kehilangan pengikut.
Indonesia
0
0
0
42
Muhsin Labib
Muhsin Labib@muhsinlabib·
SINDROM BIAS STATUS QUO DAN PESIMISME YANG DIBIASAKAN Ada yang tampak membela Iran karena nalar moralnya masih jernih: siapa menindas, siapa ditindas, terlihat jelas. Namun kejernihan itu sering runtuh saat masuk ke ruang analisis. Sikap yang tadinya tegas mendadak lunak, lalu pelan-pelan berubah jadi ragu, bahkan meremehkan pihak yang semula dibela. Ini bukan perubahan sikap yang jujur. Ini kebiasaan berpikir yang tak pernah dibongkar. Dalam kepala mereka, kekuatan harus tampil mewah agar diakui: jet tempur, teknologi mahal, anggaran raksasa. Jika tidak, dianggap lemah. Ketika kekuatan hadir dalam bentuk murah, lincah, dan tak glamor, mereka gagal mengenalinya. Di titik itu, bias kemapanan mengambil alih. Yang sudah lama berdiri dianggap pasti kuat. Yang mapan diperlakukan seperti tak mungkin runtuh. Setiap tanda retak dianggap ilusi. Bahkan kekalahan kekuatan lama terasa lebih sulit diterima daripada ketidakadilan itu sendiri. Masalahnya bukan sekadar salah baca. Ini soal keterikatan batin. Amerika tidak lagi dilihat sebagai aktor politik, melainkan simbol: kemajuan, teknologi, kemewahan. Simbol ini masuk ke imajinasi, lalu diam-diam mengatur cara menilai realitas. Akibatnya, ukuran kebenaran bergeser menjadi ukuran kemegahan. Ironinya jelas. Ketidakadilan diakui, tapi kemungkinan runtuhnya pelaku ketidakadilan ditolak. Mereka berdiri di dua sisi sekaligus: secara moral mengutuk, secara mental tetap tunduk kepada yang mapan. Pola ini selalu sama: mulai dari keberpihakan, lalu muncul satu “namun”, dan sejak itu arah pikiran berbalik. Keraguan dipelihara, pesimisme dijadikan cadangan agar tak perlu mengakui kesalahan jika realitas berubah. Pada akhirnya, yang terlihat bukan sikap hati-hati, melainkan ketakutan untuk lepas dari kebiasaan lama. Mereka tidak benar-benar percaya pada perubahan, hanya ikut mengucapkannya. Masalah ini sederhana: keberanian. Berani konsisten dengan penilaian sendiri, atau terus bersembunyi di balik keraguan yang terasa aman.
Indonesia
2
11
27
970
Lentera Senja
Lentera Senja@SenjaS77731·
@BilalFahrur Tahunnya kebalik apa gimana gan...😉 Salah satu erupsi bersejarah dari ladang vulkanik ini terjadi di tahun 1256 H (654 M).
Indonesia
1
0
3
5.8K
Bilal Fahrur Rozie
Bilal Fahrur Rozie@BilalFahrur·
Kalau kemarin heboh tentang Dajjal yang merupakan tanda besar hari kiamat... Ternyata ada lho tanda kecil kiamat yang sudah muncul saat ini, yaitu munculnya sebuah 'api' di tanah hijaz. Api apa itu? Banyak ulama mengaitkan munculnya api ini dengan munculnya ladang vulkanik (volcanic field) di dekat kota Madinah. Lava yang muncul itu biasa disebut dengan Harrat Rahat. Salah satu erupsi bersejarah dari ladang vulkanik ini terjadi di tahun 1256 H (654 M). Erupsi ini terjadi sekitar 20 km tenggara Madinah. Aliran lava mengalir 23 km dan berhenti hanya kurang dari 4 km dari Masjid Nabawi. Kalau kamu pernah umrah atau haji dan landing atau take-off di bandara Madinah, pasti melewati ladang vulkanik ini. Di gambar kedua itu, yang hitam-hitam adalah lavanya dan yang terang di tengah adalah pusat kota Madinah, betapa dekatnyee... Imam Ibnu Katsir menulis berkaitan dengan kejadian ini,"Pada tahun 654 H muncul api dari bumi Hijaz yang menerangi leher unta di Busra, sesuai riwayat Imam Bukhari dan Muslim." Menurut penurutan Ibnu Katsir dalam kitabnya, penduduk Madinah pada saat itu sangat ketakutan karena sangat dekatnya aliran lava itu untuk memasuki kota Madinah. Tak henti-hentinya para ulama di zaman itu serta seluruh penduduk berdoa, dan akhirnya berhenti kurang dari 4 km dari kota." Hal ini mengingatkan kita dengan hadits Rasulullah SAW berikut: "Kiamat tidak akan muncul sampai munculnya sebuah api di negeri Hijaz yang dapat menerangi leher-leher unta di kota Bushra." HR. Al Bukhari dan Muslim Kira-kira, tanda kecil hari kiamat apa lagi yang akan kita bahas?
Bilal Fahrur Rozie tweet mediaBilal Fahrur Rozie tweet mediaBilal Fahrur Rozie tweet media
Indonesia
8
122
618
57.7K
Lentera Senja
Lentera Senja@SenjaS77731·
@wiharyo Mending jadi buzzer, duit gede berita ngasal yg penting kuat menjilat. Persetan logika dan nurani. Cuan gitu loh (Dari berbagai sumber) 😘😄
Indonesia
1
0
1
58
Tjatur Wiharyo
Tjatur Wiharyo@wiharyo·
Pelajaran Jurnalistik dari Warung Remang-remang Waktu saya ikut pelatihan reporter Suara Pembaruan pada 2007, ada satu materi yaitu melakukan liputan soal kehidupan malam. Saya kemudian milih liputan ke satu warung remang-remang di kawasan (ada deh hehehe). Pas di situ, saya ngobrol sama pramusaji, sebut saja Ari. Dari Ari, saya dapat informasi bahwa warung itu berhubungan baik dengan masyarakat sekitar. "Kalau ada kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di sekitar sini, bos saya suka nyumbang. Warga kalo ada perlu juga suka minta langsung ke bos," kurang lebih begitu kata Ari. Berdasar cerita Ari, saya bikin draft artikel berjudul kira-kira "Warung Remang-remang Dukung Kegiatan Warga". Setelah selesai, draft itu saya kirim ke mentor saya untuk di-review. Gak berapa lama, saya dipanggil dan dikeramasin 😁. 1. Stigma Negatif Informasi yang diberikan Ari sensitif secara sosial. Meski betul dibantu bos warung itu, warga bisa tersinggung dan menekan warung remang-remang. 2. Melindungi Narasumber Waktu ngobrol, saya tidak memperkenalkan diri sebagai wartawan. Kalau saya memperkenalkan diri, Ari mungkin akan membatasi pembicaraan. Jika narasumber tidak menyadari dampak dari pernyataannya, saya tidak boleh mengutip dan menyebut namanya begitu saja. Dalam hal ini, saya punya kewajiban melindungi narasumber dari dampak yang mungkin muncul dari berita yang dibuatnya. Informasi dari Ari bisa jadi informasi latar (background) untuk dikonfirmasi ke bos warung dan warga. 3. Sadar Dampak Kalau naskah saya tayang, ada kemungkinan Ari kena pecat karena bosnya keberatan dengan berita saya. Atau, lebih jauh lagi, warung itu bisa tutup karena warga keberatan dengan berita saya. 4. Berita Dangkal Selain cacat prosedur (konfirmasi dan verifikasi), draft berita saya tidak punya manfaat apa-apa buat masyarakat. Kalau sekadar memberitakan fakta, saya bukan jurnalis, tapi corong. "Kata A, B begini. Kata B, A begini”. Intinya… "Jurnalistik itu enggak cuma soal fakta. Elo mesti mikirin dampaknya. Elo mikir enggak tulisan elo bisa bikin si Ari dipecat karena bos-nya keberatan sama publikasi ini? Elo mikir enggak tulisan elo bisa bikin masyarakat sekitar tersinggung atau marah? Masyarakat kita banyak yang mau terima uangnya, tapi enggak mau orang tahu uang itu dari warung remang-remang,” begitu kurang lebih kata mentor saya (tentu dengan nada tinggi hehehe) "Kalo elo mau tulisan ini tayang, elo perlu konfirmasi ke bos-nya warung itu dan ke tokoh masyarakat sekitarnya. Kalau ada konfirmasi dari mereka pun, ini tulisan juga gak bakal gue tayangin. Ini tulisan dangkal. Emang apa manfaat tulisan kayak gini buat khalayak?" pungkas mentor saya. Kata-kata itu masih suka bunyi sendiri di kepala saya. Bukan karena saya selalu baik dan benar, tetapi justru karena saya sering tidak yakin sesuatu itu benar atau tidak, baik atau tidak 😁. Makanya, kalau nulis, saya bisa lama banget. Nulisnya sebentar. Nimbang-nimbangnya yang lama. Kalau pun akhirnya tayang, ruang koreksi harus tetap terbuka. Gak usah jauh-jauh, sekadar menceritakan pengalaman soal teman-teman saja, saya sering menyamarkan nama asli orangnya. Mana tahu orangnya keberatan atau bahkan cerita saya salah, risikonya berhenti di saya. Begitu kura-kura 😁 Godspeed 🙏 #jurnalistik #jurnalisme
Indonesia
26
133
442
18.6K
Lentera Senja
Lentera Senja@SenjaS77731·
@MenchOsint If the US chooses one thing, you have to choose the opposite. You know what I mean.
English
0
0
0
2
MenchOsint
MenchOsint@MenchOsint·
⚡️🇮🇶 Trump says he does not support Al-Maliki beeing the new Iraqi Prime Minister. "The US will no longer help Iraq if he is elected." (When he says "help", he means occupy, so al-Maliki might be a good candidate)
MenchOsint tweet media
English
42
89
652
141.2K
LangitDuluBaruBumi
LangitDuluBaruBumi@supratmanareaky·
@SoftWarNews Biasanya pembohong itu dimana2 sama, mereka perusak, dan egonya tinggi meski kemampuannya kecil... dan biasanya apa2 yg dikatakan dan dilakukannya palsu... maka harus dibaca sebaliknya, 180 derajat
Indonesia
1
0
5
677
SW News - SOFT WAR NEWS
SW News - SOFT WAR NEWS@SoftWarNews·
🇺🇸🇮🇷| Trump mengatakan Iran hanya perlu mengatakan "kami menyerah." "Sekarang mereka hanya perlu menyerah, itu saja yang perlu mereka lakukan. Cukup katakan, kami menyerah," kata Trump. Ego pria ini melampaui batas normal. === Warisan pemikiran tokoh Agung Revolusi Islam Iran seperti Imam Khomeini dan Imam Ali Khamenei tetap hidup dalam strategi militer Iran. Mereka memandang tekanan AS bukan sebagai krisis yang harus ditangisi, melainkan sebagai peluang untuk membuktikan kemandirian. Bagi Teheran, menyerah berarti melepaskan martabat dan kedaulatan yang telah mereka pertahankan selama hampir setengah abad. Jadi, retorika "cukup katakan menyerah" terdengar sederhana di panggung politik, realitas di lapangan menunjukkan sebuah negara yang telah mempersiapkan diri untuk skenario terburuk selama puluhan tahun. Dunia saat ini tidak lagi didominasi oleh satu kekuatan tunggal. Seperti yang dinyatakan dalam pertemuan militer di Kirgizstan, Iran merasa Amerika tidak lagi berada dalam posisi untuk mendikte negara-negara merdeka.
SW News - SOFT WAR NEWS tweet media
Indonesia
5
26
111
7.9K
Lentera Senja
Lentera Senja@SenjaS77731·
@abulmuzaffar10 Sepertinya ada korelasinya, coz di tetangga sblh posting dokumen CIA yg merekayasa iklim bbrapa dekade lalu d banyak negara.
Indonesia
0
1
0
1.7K
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Ga tahu ini berkorelasi atau ga.. Tapi ya begitu selesai perang Iran (sementara), Timur Tengah kembali dihujani berkah. Tanah-tanah kering di Irak, Iran, Suriah dan Turki kembali basah. Hujan yang jarang turun kini kembali turun. Iran yang dilanda kekeringan juga semakin basah bahkan diturunin salju. Bendungan-bendungan di Turki dan Suriah yang debit airnya turun kini bertambah lagi. Rawa-rawa Irak yang sangat tua dan sudah ada sejak zaman Sumeria kini kembali, setelah puluhan tahun mengering sampai2 penduduknya (Arab Rawa) mengungsi. Alhamdulillah, semoga ini pertanda baik dari Allah swt bahwa Timteng akan semakin damai.
Al Jazeera English@AJEnglish

Rains revive Iraq’s wetlands after years of drought — in pictures aje.news/vyk0lf

Indonesia
23
118
775
53.6K
Prof. Dr. Erma Yulihastin
Prof. Dr. Erma Yulihastin@EYulihastin·
Tahukah Anda bahwa banyak negara di belahan bumi utara yg mengalami "summer rainfall". Hujan turun saat summer. Namun prediksi Super El Nino bisa bikin "hotter" dan "drier" sehingga negara-negara tsb bakal sering alami heatwave, kekeringan, dan gagal panen. Inilah yg ditakutkan.
Leon Simons 🌍@LeonSimons8

I'm afraid we wont have to wait until mid-century to see "World food systems ‘pushed to the brink’ by extreme heat". The next 1.5 years will likely already show extreme pressures on global food production. Especially if the Strait of Hormuz stays closed and we get Super El Niño

Indonesia
9
132
330
12.5K
Lentera Senja
Lentera Senja@SenjaS77731·
@Opposisi6890 Kita dikasih pemimpin mental budak tapi arogan, rakus dan kurang empati. Itu ujian. Nanti tiba saatnya indah pada waktu nya. + Kapan ? - Mbuh 😋
Indonesia
1
0
0
166
Opposisi6890
Opposisi6890@Opposisi6890·
Indonesia tidak boleh jadi negara produsen harus jadi negara konsumen Otak pejabat Kalau tidak Maling Cari cuan Emang bangsad ‼️
Opposisi6890 tweet media
Indonesia
123
638
1.1K
19.3K
Lentera Senja
Lentera Senja@SenjaS77731·
@BiLLYKHAERUDIN Iran bisa resisten, kuat mental dan cerdas karena pemimpin dan budaya yang dianut. Kita tak seperti itu karena pemimpinnya bodoh dan bermental budak.
Indonesia
0
0
0
263
BiLLY KHAERUDIN
BiLLY KHAERUDIN@BiLLYKHAERUDIN·
Melihat kapasitas Iran dalam perang ini, ada jenderal bintang dua bilang gini ke gw beberapa waktu lalu, seharusnya Indonesia bisa kayak mereka. Perang atrisi, asimetris dan gerilya. Indonesia tak memiliki banyak sumber daya untuk perang konvensional. Kita ga sekaya itu.
Indonesia
29
32
212
18.4K
Lentera Senja
Lentera Senja@SenjaS77731·
@SprinterPress Tell Pakistan: There's no point in agreements when decisions are always violated. Why is Pakistan so stupid and just wasting time?
English
0
0
0
45
Sprinter Press Agency
Sprinter Press Agency@SprinterPress·
🇵🇰 Pakistan yesterday warned Iran that it cannot guarantee the extension of the ceasefire if Iran does not participate in the negotiations, — Al Arabiya Iran responded that it will not participate in a new round of negotiations until the US naval blockade is fully lifted. This, reportedly, angered Pakistani mediators.
Sprinter Press Agency tweet media
English
24
15
131
16.5K
Lentera Senja
Lentera Senja@SenjaS77731·
@LBGamestips That's the essence of a man's masculinity—masculine and strong. Not cowardice or deceit.
English
0
0
0
135
.
.@LBGamestips·
So yesterday, the United States 🇺🇸 sized Iran’s vessel in the Persian Gulf en route to China 🇨🇳 Today, Iran 🇮🇷 has threatened "grave consequences" if the US 🇺🇸 doesn’t release the Touska vessel and its crew. It’s impossible to avoid war at this point.
English
6
25
209
5.6K
Lentera Senja retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada momen di rapat DPR seorang anggota DPR marah dan heran Dan yang ngomong ini bukan aktivis. Bukan pengamat. Ini anggota DPR sendiri yang semprot Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya secara langsung di depan muka. Pertanyaan yang paling mendasar yang dia lempar: Kalau kita sudah punya big data orang datang ngurus KTP masa dimintain fotokopi KK lagi? Gua punya KTP untuk apa? Masih dimintai fotokopi KTP. Kan aneh. Surat lahir, surat baptis masih diminta. Wah, pusing. Negara kita kayak begini. Ini bukan pertanyaan teknis yang butuh jawaban panjang. Ini pertanyaan yang semua orang Indonesia pernah tanyakan dalam hati setiap kali berurusan dengan birokrasi. Dan jawabannya tidak pernah memuaskan selama puluhan tahun. Faktanya yang bikin makin miris perbandingan dengan Malaysia: Indonesia punya e-KTP sejak 2011. Ada chip NFC. Ada data biometrik. Teknologinya canggih. Anggarannya triliunan rupiah. Malaysia punya kartu yang secara teknologi identik namanya MyCAD. Bedanya satu hal: Malaysia benar-benar memakainya. Di Malaysia mau isi BBM subsidi tinggal tap MyCAD di pompa bensin. Sistem langsung cek identitas, cek kuota, kasih harga subsidi otomatis. Tidak perlu antri. Tidak perlu surat keterangan. Tidak perlu aplikasi. Tidak perlu fotokopi. Setiap warga dapat kuota 200 liter per bulan. Kalau kuota habis bayar harga normal. Tidak bisa diakali. Kalau ketahuan curang kuota diblokir permanen. Hasilnya: pemerintah Malaysia hemat RM600 juta per bulan. Penjualan diesel bersubsidi turun 30%. Penyelundupan langsung terdeteksi. Indonesia? e-KTP yang sama teknologinya selama 15 tahun masih dipakai untuk difotokopi. Dan ini yang paling menohok dari seluruh pidato itu: Kita harus bilang kita lebih bodoh dari orang Malaysia kalau urusan ini. Karena enggak pernah kelar. Kalimat itu keras. Tapi tidak salah. Soal pemborosan anggaran yang berlangsung setiap tahun: Ini yang menurut gue paling menyakitkan secara fiskal. BNI punya data nasabah sendiri. Pertamina buat sistem data sendiri untuk subsidi. KPU setiap pemilu buat pendataan pemilih sendiri yang nilainya triliunan setiap siklus. BPJS punya database sendiri. Kemendikbud punya data sendiri. Kemensos punya data sendiri. Semua lembaga membangun silo data masing-masing. Semua dengan anggaran masing-masing. Semua dengan vendor masing-masing. Semua dengan tender masing-masing. Dan di ujung semuanya data tetap tidak terintegrasi. Rakyat tetap diminta fotokopi KTP setiap kali berurusan. Kita kalau urusan ngamburin uang tuh juara satu. Untuk data saja triliunan kita buang tiap tahun. Cerita yang paling menyentuh dan ini yang paling human: Anggota DPR ini bercerita soal kondisi di dapilnya di Kalimantan Utara. Banyak warga dari NTT, NTB, Toraja yang kerja di Malaysia banyak secara ilegal. Ketika mereka diusir setelah tidak digaji atau dieksploitasi paspor dan KTP mereka sudah disita oleh majikan. Mereka pulang ke Kalimantan tanpa dokumen. Tanpa uang. Tanpa apa-apa. Dan ketika mereka coba mengurus KTP baru mereka diminta KK. Diminta fotokopi KTP lama yang sudah disita. Diminta surat lahir yang ada di kampung di NTT yang jauh. Untuk makan aja enggak ada. Sekarang mereka terkapar di perkebunan-perkebunan, digaji di bawah UMR, enggak punya BPJS, enggak punya apa-apa. Dan sistem birokrasi yang seharusnya melindungi mereka justru menjadi tembok yang tidak bisa ditembus. Makanya saya bilang KTP itu hak asasi. Soal keamanan data ini juga perlu diangkat: Dia menyebut setiap hari dia menerima minimal 50 WhatsApp dan telepon yang menawarkan emas, saham, investasi bodong. Gimana keamanan data kita ini? Siapa yang harus bertanggung jawab? Masa kita terus diganggu hal seperti ini? Dan tidak ada jawaban jelas apakah yang bocor itu data adminduk, data bank, atau data operator telekomunikasi. Tidak ada institusi yang maju mengambil tanggung jawab. Solusi yang dia minta dan ini bukan permintaan yang rumit: Satu — sinkronisasi semua data di bawah satu gatekeeper. Kemendagri sebagai pemegang e-KTP harus jadi koordinator. Semua lembaga lain berhenti bikin database sendiri. Dua — chip e-KTP harus diaktifkan untuk semua layanan publik. Tidak ada lagi fotokopi. Tidak ada lagi surat lahir. Cukup tap kartu. Tiga — presiden harus turun tangan dan memerintahkan sinkronisasi ini di level ratas. Karena tanpa political will dari atas tidak ada satu lembaga pun yang akan mau menyerahkan kewenangan datanya. "Jangan nanti KPU dibentuk, tahun berikutnya mengusulkan 2 triliun untuk identifikasi pemilih. Enggak habis-habis kalau begitu terus." Sudah 80 tahun merdeka. Sudah 15 tahun punya e-KTP. Dan kita masih dimintai fotokopi KTP untuk mengurus KTP. Kalau itu bukan kegagalan sistemik yang harus dipertanggungjawabkan gue tidak tahu apa lagi namanya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
571
4.1K
8.8K
411.5K